OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 32



Setelah selesai sarapan bersama Darrel berpamitan pada Qian karena ada banyak pekerjaan yang harus dia tangani langsung.


"Kau tidak apa di mansion ini sendirian?"


"Ya, aku tidak apa-apa justru aku kasihan padamu Der pekerjaan sebagai bodyguard memaksamu bekerja meskipun hari Sabtu atau Minggu, kau tidak pernah libur,"


"Sudah resiko, jika butuh apa-apa hubungi saja aku jangan Austin!"


"Memangnya kenapa jika aku menghubungi Austin?"


"Pokoknya hanya hubungi aku!"


"Baiklah, hati-hati dijalan!"


Qian mengantar Darrel sampai dirinya masuk kedalam mobil, didalam mobil itu juga ada Austin dan beberapa orang lainnya.


Melihat Qian melambaikan tangan pada Darrel membuat Austin sedikit cemburu.


"Kalian sudah persis seperti sepasang pengantin baru, tidak sekalian saja dibawakan tas kerja juga!" sindir Austin.


Diantara banyaknya anggota group Limson hanya Austin saja yang sanggup dan berani menyindir Darrel secara langsung.


"Kau cemburu?"


"Ini tidak fair Der, kau bahkan meminta aku menghapus perasaanku terhadap Qian,"


"Aku bahkan akan menyuruhmu menghapus nama Qian dari ingatan mu!"


"Astaga Der kau kejam sekali padaku, kau tau Qian itu cinta pertama ku,"


"Kau tidak akan meninggalkannya sendirian demi bergabung dengan group Limson jika memang perasaan mu sangat besar untuknya,"


"Benar juga ya, tapi tadinya aku berpikir ingin memberikan hidup yang lebih layak untuk Qian, dalam khayalan ku itu aku bekerja sungguh-sungguh di group Limson penghasilan ku sangat banyak barulah aku datang melamar Qian, siapa sangka isi dompet sainganku berkali-kali lipaaaaatt isi dompetku!"


Ckckckck...


Ucapan Austin mengundang gelak tawa Darrel dan anggota group Limson lainya didalam mobil.


Hari ini setelah melakukan kunjungan di tempat casino dan bar-bar milik group Limson, Darrel dan beberapa anggota group Limson pergi ke sebuah tempat dimana daya beli barang ( narkotika ) di tempat tersebut mendadak menurun drastis.


Begitu tiba di sebuah tempat tujuan! Darrel dan yang lainnya turun dari mobil. Melihat Darrel dan yang lainnya datang, beberapa preman di daerah tersebut langsung ketakutan, mereka saling melirik satu sama lain.


Austin dengan sigap mengambil barang dari lantai, kemudian menyerahkannya pada Darrel.


"Tu-tuan Darrel kenapa anda sampai datang kesini?" tanya salah seorang preman.


"Kenapa memangnya? Ada masalah dengan kedatangan ku?"


"Ti-tidak tuan!"


Diangkatnya plastik kecil yang berisi serbuk barang berisi beberapa gram barang tersebut.


"Dari pabrik mana? Dan berapa kalian dibayar?"


Dengan tubuh yang gemetaran semua preman itu langsung bersimpuh dihadapan Darrel, mereka sangat takut karena borok dan kelicikan yang telah mereka lakukan belakangan ini justru ketahuan secara langsung.


"A-ampun Tuan, kami hanya edarkan sedikit,"


Diambilnya pistol yang diselipkan dipinggang Darrel, kemudian ditodongkannya tepat dibagian otak preman tersebut.


"Otak mu sepertinya harus mendapatkan sedikit sentuhan dari pistol ku ini!"


"Tidak Tuan aku mohon ampun! Ampun Tuan kami berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi,"


"Apa penyebabnya barang ini bisa beredar menggantikan barang ku!"


"I l-itu karena harganya sangat murah dan kami bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dibandingkan jika kami mengedarkan barang dari group Limson! Ta-tapi kami sungguh menyesal Tuan!"


"Karena uang kalian mengkhianati group Limson yang sudah puluhan tahun memberikan kalian kehidupan yang layak?" tanya Darrel.


"Ampun Tuan!"


Tak ingin berlama-lama lagi mengurus hal receh macam ini, Darrel segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


Dor.


Dor.


Dor.


Sisanya Austin dan anggota group Limson lain yang tidak memberikan ampun sedikit pun bagi para pengkhianat.