OH, YES Hot Bodyguard

OH, YES Hot Bodyguard
Bab 21



Sambil berjalan menjauh dari Darrel dalam hati Qian, dia berpikir apakah Darrel juga bekerja di perusahaan ini menjadi seorang bodyguard sesuai dengan keahliannya???


"Kenapa dari sekian banyak negara dan sekian banyak perusahaan, aku harus bertemu dia lagi?"


Huhhh..


"Tapi menurutku untuk perusahaan sebesar ini memang pantas memperkerjakan bodyguard yang jago seperti Darrel, ya meskipun itu artinya aku harus bertemu dia terus karena satu tempat kerja,"


Tak ingin terlalu ambil pusing bertemu dengan mantan suami yang sudah lama bercerai dengannya, Qian melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sementara Darrel menemui Paman Domanick di ruangan kerjanya.


"Siang ketua?? Waw sepertinya ketua sedang tidak sibuk hari ini?" sindir Paman Domanick.


"Paman, apa kau yang membawanya kemari?"


"Siapa?"


"Sudahlah jangan pura-pura aku bertemu dengannya di loby,"


"Kalau memang tidak memiliki perasaan apapun abaikan saja keberadaannya, tetapi kalau kau merasakan sebaliknya kejar dia!"


"Sudahlah aku sudah bilang aku sedang fokus pada group Limson,"


"Oke, Paman tau Der tapi kenapa kau tidak bertanya sebab gadis itu ada disini?"


"Aku sudah tau,"


"Kau tau bisnisnya bangkrut?"


"Iya Paman,"


"Diam-diam kau masih mencari-cari informasi tentang Qian rupanya?" Paman Domanick menggoda Darrel.


Sementara Darrel tak lagi menanggapi Paman Domanick dan merebahkan tubuhnya disofa, sudah dua hari ini Darrel belum tidur dan baru siang ini dia memutuskan untuk tidur di ruangan Paman Domanick.


Sore harinya, Darrel baru bangun dari tidurnya melihat ada memo diatas meja bertuliskan, (Paman pergi meeting).


"Sebaiknya aku pulang saja!"


Karena Paman Domanick pergi meninggalkan kantor, Darrel memutuskan untuk keluar dari ruangan kerja Paman Domanick. Saat hendak menaiki lift, ternyata lift sangat ramai karena bertepatan dengan jam pulang karyawan.


Saat lift berhenti dilantai 5, Qian ikut masuk kedalam lift dan kembali bertemu dengan Darrel.


Keduanya sempat saling melirik, posisi Qian berada tepat didepan tempat Darrel berdiri, lift semakin terisi saat ada karyawan lagi yang ikut masuk membuat Qian mau tidak mau mundur kebelakang dan tidak kakinya menginjak kaki Darrel.


Merasa kakinya terinjak tetapi Qian tidak menyadarinya, Darrel mendekatkan wajahnya pada daun telinga sebelah kanan Qian.


"Oh ya?"


Qian menundukkan kepalanya untuk melihat benar tidak dia menginjak kaki Darrel, rupanya benar dan Qian langsung memindahkan kakinya yang memakai high heels tinggi itu dari sepatu Darrel.


Wajah Qian mendongak keatas dan disambut dengan wajah Darrel yang menatap wajahnya.


"Maaf aku tidak sengaja,"


Bukannya menjawab, Darrel malah hanya diam menatap wajah Qian.


Ting..


Pintu lift terbuka karena sudah sampai dilantai paling akhir yaitu loby perusahaan, semua karyawan berbondong-bondong keluar dari lift begitu juga dengan Qian dan Darrel.


Terlihat Qian berjalan perlahan-lahan dan Darrel berada dibelakangnya. Qian keluar pintu utama kantor untuk menunggu taxi yang biasanya banyak berdatangan untuk transportasi para karyawan yang tidak membawa kendaraan pribadi, tiba-tiba Darrel sudah berdiri disampingnya.


"Mau pulang?" tanya Darrel.


"Iya, kau apa kabar?"


"Aku baik,"


"Taxinya sudah datang, kalau begitu aku duluan ya!"


Tapi satu tangan Darrel meraih tangan Qian, hingga membuat Qian menoleh kearah Darrel.


"Biar aku antar kau pulang!"


"Tidak perlu repot-repot Der aku bisa sendiri,"


Tapi Darrel sudah menarik tangannya menuju sebuah mobil mewah.


"Ini mobil siapa?" dalam hati Qian.


Karena sudah terlanjur diajak untuk pulang bersama akhirnya Qian masuk kedalam mobil.


"Aku senang ternyata kau mendapatkan pekerjaan sebagai bodyguard di perusahaan besar seperti ini!" kata Qian.


Perkataan Qian membuat Darrel langsung menatap kearahnya, Darrel sampai lupa kalau Qian memang belum mengetahui indentitas Darrel yang sesungguhnya.


Udah ganteng-ganteng jadi ketua group mafia terbesar, eh masih aja dianggap kerja jadi bodyguard kamu Der😁