
Hingga pertarungan itu berlangsung sekitar 3 jam dengan kemenangan berada di group Limson, dan Stanley menyeret pelaku penembakan ketua group Limson.
Brugh..
"Siapa dia Stan?" tanya Dady Domanick.
"Sampah yang bisanya bersembunyi," kata Stanley.
"Apa dia orangnya yang bersembunyi dan menembak Darrel?"
"Benar,"
"Enaknya kita apakan orang ini?" tanya Dady Domanick.
"Cuih persetan dengan kalian!" umpat musuh itu.
"Jangan harap tangan dan kakimu akan utuh lagi esok hari," kata Domanick.
"Bunuh aku saja!" teriak musuh.
"Sayangnya kami lebih senang melihatmu bermain-main dengan kalajengking kami!" kata Gilbert.
"Bagaimana kalau ditambah sarang lebah?" tanya Stanley.
"Boleh juga, lebih asik lagi jika dia menari ular bersama ular-ular kobra!" kata Dady Domanick.
Ckckckck...
"Tidak, lebih baik aku mati sekarang!" teriak musuh itu.
Tetapi teriakan-teriakan musuh itu tidak akan berarti apa-apa, ketika musuh tertangkap hidup-hidup justru mereka tidak akan mau jika harus melewati neraka-neraka di ruang bawah tanah milik group Limson, sudah pasti jika tidak dijadikan pakan harimau atau serigala, musuh akan bermain-main dengan beberapa ular kobra, kalajengking dan lebah-lebah yang merasa terganggu dengan kehadirannya.
Masalah sudah beres di pabrik group Limson, buru-buru Paman Domanick dan Paman Gilbert serta Stanley menuju markas group Limson untuk melihat kondisi Darrel dan Austin.
Setibanya di markas ruangan khusus medis, terlihat Dokter dan beberapa perawat masih menangani kondisi Darrel dan Austin.
"Sit, bisa-bisa Bright membunuhku jika tau Darrel seperti ini!" kata Paman Domanick.
"Benar itu Nick, lebih baik menghadapi seribu musuh dibandingkan menghadapi satu orang Bright," kata Paman Gilbert.
"Benar dia sangat cerewet padahal dia laki-laki tapi bisa tidak berhenti mengoceh tujuh hari tujuh malam, apalagi jika tau anaknya tertembak dan belum sadar!" kata Paman Domanick.
"Paling dia akan mengoceh tiga puluh hari tiga puluh malam, benar kata kau kak Bert lebih baik menghadapi seribu musuh daripada satu orang seperti Paman Bright!" kata Stanley.
Setelah Dokter melakukan penanganan serius pada Darrel dan Austin, Dokter pun keluar dari dalam ruangan untuk menemui Paman Domanick.
"Bagaimana Dok? Apa keponakanku baik-baik saja?"
"Luka tembaknya sangat serius Nick, untung saja cepat ditindaklanjuti jika telat beberapa menit saja mungkin ketua sudah berbeda alam dengan kita,"
"Sit, kenapa kita bisa kecolongan begini!" umpat Paman Domanick.
"Dia sudah sadar dan kondisinya tidak terlalu parah!"
"Baiklah terimakasih,"
"Tunggulah beberapa jam lagi, semoga ketua cepat sadar!" kata Dokter.
Disaat yang sama Dady Bright yang sejak pagi menelpon Darrel tidak mendapat jawaban, akhirnya memilih menelpon markas group Limson dan kebetulan yang mengangkat teleponnya adalah salah satu anggota group Limson.
"Halo selamat siang dengan markas group Limson disini!"
"Dimana ketua?" tanya Dady Bright.
"Ketua belum sadarkan diri Tuan, ini dengan siapa?"
"Maksudmu belum sadarkan diri apa? Memangnya Darrel kenapa?"
"Ketua tertembak dibagian dadaa dan lukanya sangat serius, Dokter bilang,"
Belum sempat menjelaskan pada Bright, Paman Domanick memanggil anggota group Limson itu.
"Siapa yang telepon?" tanya Paman Domanick.
"Tidak tau Tuan Nick,"
"Ya sudah tanyakan, nanti jika Bright ayahnya Darrel telepon jangan bilang Darrel tertembak!" kata Paman Domanick.
Pembicaraan antara Domanick dengan anggota group Limson yang sedang menerima telepon itu pun terdengar oleh Dady Bright, kepalanya langsung mendidih begitu mendengar putra semata wayangnya tertembak dan mengalami luka serius.
"Baik Tuan saya tidak akan bilang pada Tuan Bright,"
"Oke good," kata Paman Domanick.
Kembali lagi pada penelpon itu, anggota group Limson menanyakan siapa dia dan untuk apa menelpon?
"Tuan, anda siapa dan ada perlu apa?" tanya anggota group Limson.
"Aku Bright, Dady dari ketua group Limson!"
"Oh Tuan Bright! Hah?? Tu-tuan Bright?"
"Dengar, setengah jam lagi aku tiba di markas katakan pada Nick jika dalam waktu setengah jam anakku masih belum sadar juga, dia tidak akan selamat!"
Dengan penuh emosi, Dady Bright menutup teleponnya! Sementara anggota group Limson yang menerima telepon itu memukul-mukulkan kepalanya dengan tangan.
"Dasar bodoh! Gawat Ini pasti akan terjadi perang saudara antara Tuan Nick dengan Tuan Bright," kata anggota group Limson tersebut.
Nah ini asal muasal kenapa Stanley akhirnya yang jadi ketua menggantikan Darrel, karena sudah pasti terjadi perang saudara antara Bright dengan Domanick orang yang selalu mendukung Darrel menjadi penerus group Limson!!!