
" Nana kamu jangan ikutan main bola, nanti Mama kamu marah sama aku"
"ga papa el, aku pengen main juga"
"kamu liatin aku aja, kamu kan cewek gak pantes main bola" Felix kecil berusaha melarang hana
"kita main sama-sama aja ya" Hana tak mau kalah
"oke deh"
senyum manis pun langsung terpampang manis di wajah hana. Felix pun juga senang bisa memiliki teman seperti hana. Hana berbeda dengan kebanyakan cewek lain, dia itu agak tomboy dan ga cengeng. Hana dan Felix tumbuh bersama-sama.
-----------------------------------
Hana tersenyum karena mimpi nya yang indah bahkan dia bergumam nama Felix berkali-kali.
masa kecil nya sangat indah, Felix adalah sahabat masa kecilnya.
Hana pun terbangun. wajah pertama yang dia lihat adalah Felix yang tersenyum kearah nya.
"Hana gak papa?" tanya Felix lembut
"aku gak papa, udah lama ya kita disini"
"sekitar sejam, ayo kita ke kelas"
"ayo"
Felix dan Hana pergi menuju kelas, tangan mereka bergandengan. wajah mereka berdua nampak sangat senang.
"kamu mimpi apasih sampai manggil nama aku?"
"aku mimpi main bola sama anak kecil yang mirip kamu, aku manggil nya el"
"itu emang aku, waktu kecil kamu suka manggil aku el"
Hana tersenyum mengingat mimpi nya kembali
"aku senang Hana kamu mengingat masa kecil kita, masih banyak kenangan lain yang harus kamu ingat"
"iya Felix, apa dulu kita pacaran? Hana sangat penasaran
"hahaha, kau ingat saja sendiri "Felix tertawa membuat Hana menjadi penasaran.
mereka pun masuk kelas dan mulai mengikuti pelajaran.
-------------------------------
sekarang adalah jam pulang sekolah. Yuna dan soya mengajak Hana mampir ke sebuah tempat makan.
Hana ingin menolak tapi kedua sahabat nya itu sangat memaksa akhirnya Hana mengiya kan
"Hana kamu mau kemana? " Felix tiba tiba datang
"jangan pulang ke malaman ya, mau aku jemput nanti?
"gak usah Felix" Hana gugup, Felix mulai menunjukan perhatian nya
"ya udah deh, ingat jangan pulang kemalaman"
"iya Felix"
Felix pun pergi
"cieee" sorak Yuna dan soya
"apaan?" tanya Hana
"lo jadian sama Felix kah? tumben dia perhatian gitu sama elo"
"enggak kok kami cuman temenan aja"
namun Yuna dan soya semakin mengejek nya. Hana pun jalan lebih dulu meninggal kan sahabat nya
setelah sampai di tempat makan. mata Hana menangkap lelaki yang sedari tadi terus menatap nya mulai tadi dia masuk sampai makanan sudah tersaji di hadapan nya. Hana jadi merinding, dia pun mendesak Yuna dan soya untuk mempercepat makan nya.
"kalian makan nya bisa di cepetin lagi gak, gue pengen pulang"
"kenapa sih na, gak enak tau kalau makan buru buru" kata Yuna
"iya, lagian kenapa sih? belum juga malam Han lo takut Felix marah kah" tambah soya
"bukan gitu gue pengen pulang aja"
"han kok lo kya gelisah gitu sih"
Hana pun sudah mulai risih
"kalian lihat lelaki itu, dia natap gue dari dari tadi mana tajem banget kya gitu. gak enak tau"
soya dan Yuna melihat ke arah lelaki tersebut. lelaki itu nampak sedang memakan makanan nya. tidak terlihat mencurigakan. setelah makanan nya habis dia pun berdiri dan pulang
Hana kesal lelaki itu aneh
"itu orang nya dah pulang mungkin dia cuma iseng"
" iya kali" gerutu Hana
setelah mereka selesai makan, mereka langsung pulang.
Hana pulang naik ojek. setelah sampai di depan rumahnya dia pun membayar ongkos ojek dan masuk ke rumahnya.
tanpa dia tau ada lelaki yang dari tadi mengikutinya..