
Sudah seminggu Arga tinggal disini. Dan kedekatan antara Sheryl dan Arga pun sudah lumayan dekat. hanya saja tidak sering mereka berantem dengan ulah Sheryl.
Seperti sekarang, Sheryl dan Arga kini yang berebut remote tv yang berada di kamar Sheryl. Sheryl yang ingin menonton drakor kesukaannya yang berjudul True beauty. Tapi kesialan datang karna tiba-tiba Arga datang ke kamar nya dan mengganggu nya yang alasan "gue mau nonton film horor".
"ck! Balikin remot nya!" pekik Sheryl kepada abangnya. Menatap dengan mata sinis, tapi berhasil membuat Arga tertawa kecil. Lucu.
"LO!—
"apa?"
"BALIKIN REMOT TV GUE!" teriak Sheryl kencang tepat ditelinga Arga membuat sang empu meringis karna telinganya berdengung.
Reflek Arga mengelus telinganya dan membiarkan remote disamping nya. Dengan cepat Sheryl mengambilnya dan berniat berlari menjauh dari abangnya.
Arga yang mengetahui gerak-gerik Sheryl pun dengan sigap menarik tangan Sheryl. Sheryl yang tidak siap akhirnya terjatuh menindih abangnya.
Deg!
Sheryl terdiam kaku. Bukan! Dia kaget shock karna bisa terjatuh. Dan terjatuhnya, di atas tubuh abangnya. Damn!
Sedangkan Arga. Diam tak berkutik sambil menahan nafasnya. Apalagi melihat leher jenjang dan bibir ranum milik adiknya.
"ASTAGFIRULLAH!"
Pekikkan dari depan pintu membuat keduanya sadar. "Bibi jangan salah paham. T-tadi Sheryl kepleset jadinya jatuh" ucap Arga dengan sedikit panik. Takut pembantu nya ini memikir yang aneh-aneh.
"hehe iya atuh den, bibi cuma kaget doang" ucap bi Dewi dengan sedikit terkekeh melihat muka aden nya yang merah seperti kepiting rebus.
"Oh ya, itu dibawah ada temennya aden dateng" lanjut bi Dewi, lalu berpamit untuk keluar karna ingin beli bahan masak.
Setelah kepergian bi Dewi. Sheryl menatap abangnya dengan tatapan kesal. Mulus banget ngibul nya.
"Dasar prik" ketus Sheryl kepada Arga lalu pergi meninggalkan Arga yang masih tergeletak dikasur.
Meraba dadanya, perasaan yang gugup membuat Arga menjadi seperti orang bodoh.
"Sial! Keknya gue serangan jantung" gumamnya seraya merasakan detak jantungnya yang terasa lebih cepat.
"ARGA BAHENNOL ITU ADA TEMEN LO!!"
...>>>× × ×<<<...
Sheryl turun dari tangga dengan perasaan kesal. Kejadian tadi di kamar membuat Sheryl badmood.
Emang anjim!
"Lo siapa?" tanya Sheryl ketika melihat seseorang yang memunggungi nya. Heran, apa mungkin itu Reza? Oh god! Tidak mungkin!.
Pria iti membalikkan tubuhnya, lalu mengernyit dahinya bingung. "Lo ngapain disini Sher?" Tanya William balik. Iya William, teman Arga.
"Heh harusnya gue yang tanya ngapain lo disini?!" Tanya Sheryl dengan sewot. William, anak basket serta kakak kelas yang sangat menyebalkan dimata Sheryl. Mereka memang sudah saling kenal, bahkan sudah kerap dipanggil Tom and jerry jika disekolah.
"Heh! Ini rumah nya temen gue!" sewot William balik. Apa-apaan, kenapa harus ada gadis yang menyebalkan disini.
"Udah dibilang ini rumah gue! Emang siapa temen lo itu? Monyet? Disini ga ada monyet" ucap Sheryl panjang lebar membuat pria didepannya melongo. Ceriwes.
"Heh ini rumah nya temen gue, Arga namanya" Jawab William dengan ketus.
"Oh"
"Wah lo ngajak gelud ba—
"ARGA BAHENNOL ITU ADA TEMEN LO"
Ucapan William terpotong karna teriakan Sheryl yang mampu menggetarkan gendang telinganya.
"Cerewet, cempreng lagi!" Celetuk William sambil mendengus sebal. Sedangkan Sheryl hanya mengangkat bahunya acuh. Malas berdebat dirinya.
"Heh Ga! Lo harus jelasin ke gue!" semprot William ketika melihat Arga turun dari tangga dengan pakaian santainya.
"Jelasin apaan?" tanya Arga dengan kesal. Ia baru datang langsung kena semprot. Memang ga ada akhlak.
"Lo sama Sheryl pacaran? Kok satu rumah? Lo nikah muda sama Sheryl? Wah parah lo!" William mulai cerewet. Terus cerocos tanpa di filter dulu.
"APAAN KOK GUE?!" Sheryl berteriak dan langsung melempar majalah yang tergeletak di meja.
"Paansi, emosi mulu. Emang bener kan?" Tanya William dengan penuh selidik. Menatap dengan curiga membuat Sheryl yang ditatap pun kesal.
"Lama-lama gue lempar pake gelas lo!" Ancam Sheryl yang sudah ancang-ancang melempar gelas yang ia genggam.
Arga yang melihatnya langsung berusaha melerainya. Mencegah Sheryl dan mengambil gelas yang digenggam Sheryl secara paksa.
"Diem lo! Gue mau bunuh temen lo dulu!" Ucap Sheryl dengan sewot ketika Arga mengambil gelas yang ia genggam.
"Nanti pecah" Tegur Arga dengan sabar. Sabar sangat bahkan. Punya adik yang emosian, dan temennya yang sering memancing keributan.
Ingatkan Arga untuk menjauhkan mereka berdua. Jika bersatu bukannya damai malah perang dadakan.
"Arga! Lo belum jelasin ke gue!" Ucap William sekali lagi mengingatkan Arga.
Arga menaikkan alisnya bingung. William berdecak kesal, lalu berucap kembali, "Jelasin, kenapa lo bisa serumah dengan Sheryl? Ada hubungan apa lo?"
Arga hanya mengangguk kepalanya sebentar, "gue adik kakak sama Sheryl" ucapnya dengan santai.
"HEH YANG BENER AJA LO?!" Tanya William dengan heboh.
"ralat. Kakak tiri" ucap Sheryl membenarkan semuanya.
"Udah lo ngapain kesini?"
"Lo gimana sih? Kan gue mau nginep disini. Lo sendiri yang ngajak, aneh" Jawab William dengan kesal. Mungkin Arga ini memang pelupa, alias pikun. Kasian mana masih muda. .
"Emang aneh. Lagian kok mau temenan sama dia" Sheryl berceletuk menyahuti ucapan William. Ingat, Sheryl masih kesal dengan abangnya!.
"Dia pinter, makanya gue mau temenan" Sahut William dengan santai sambil mencomot kue yang dibawakan oleh Bi Dewi.
"WAH OTAK SEMING LO WIL" Pekik Sheryl dengan reflek. Tapi iya juga, William itu minus otak, minus akhlak lagi. Kerjaannya masuk bk. Kadang malah ngajak Sheryl keruang bk. Buat masalah pastinya.
Jangan salah, William ini kalo di sekolah suka aneh-aneh kerjaannya. Terutama mengganggu Sheryl tiap harinya.
"berisik Sher, kuping gue berdengung mulu ini" tegur William sambil mengelus telinga nya. Lama-lama dia harus ke THT untuk meriksa keadaan telinganya karna teriakan Sheryl.
"Bodoamat, lagian salah lo juga." sahut Sheryl dengan acuh. Duduk sambil menonton film Sinetron.
"Tuh cewek mau aja sama cowok belagu kek dia. Jelek iya, ga modal iya, belagu iya. Prik" Celetuk Sheryl yang masih asik dengan film yang ia tonton.
"Mending sama gue ya ga?" Tanya William tiba-tiba menyahut celetukan Sheryl.
"Ga. Lo jamet, alay, prik"
"Sialan lo! Sakit hati gue asal lo tau?!" Balas William sambil memegang dadanya. Menatap Sheryl seolah dirinya terluka. Dramastis persis seperti di film-film.
"Lo mau daftar jadi sinetron Indosiar ga? Tampang lo cocok banget jadi pengemis yang di pilem" Ucap Sheryl dibalas pelototan William.
"Gue ini ganteng! Jangan samain kek pengemis" Ucap William dengan menekankan kata pengemis.
Sheryl hanya menaikkan bahunya acuh tak peduli. Dirinya lanjut menonton film, sedangkan William lanjut bermain game dengan Arga yang masih stay disampingnya dengan wajah datar.
"Lo kenapa diem aja Ga?" Tanya William kepada Arga disampingnya.
"Ya dia kan emang cuek macem semut" Sahut Sheryl membuat kedua pria tersebut meliriknya.
"Kenapa jadi semut?" Tanya Arga dengan heran. Dirinya besar, kenapa disamain dengan makhluk sekecil itu!.
"Semut kalo dipanggil gabakal nyaut, sama kek elo"
"begonya natural" sarkas William dengan muka datar. Untuk hari ini, dirinya capek menghadapin Sheryl dengan bacotan yang tidak bermutu.
"Ya lo nanya aneh-aneh! Udah jelas Arga cuek gitu, ditanyain yang gajelas!" Balas Sheryl membela dirinya. William tidak menjawab. Karna ia tau, kalo dia menjawab ucapan Sheryl, perdebatan akan terus berlanjut.
"Gue laper. ." gumam Sheryl sambil memegang perutnya yang terasa perih. Ia lupa jika dirinya dari siang belum makan apapun. Apalagi dirinya mempunyai penyakit maag akut.
"Laper?" Tanya Arga seraya menaruh stik game nya. Beralih menatap Sheryl yang mulai meringkuk. Mungkin ia menahan sakit.
Sheryl mengangguk, "iya, tapi bi Dewi belum balik juga" ucapnya sambil meringis.
"Makan bubur ayam aja. Biasanya sore ada tukang bubur di depan komplek" ucap Arga. Berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar untuk langsung beli makanan.
"Nih minum dulu lo" William menyodorkan air hangat yang baru ia ambil dari dapur. Tadi ia sempat ke dapur untuk mengambil air minum untuk Sheryl setelah melihat Sheryl yang meringis menahan sakit.
"Tumben baik" Cibir Sheryl, tapi tangannya tetap menerima minuman yang dibawa William. Lalu meneguk hingga setengah.
"Banyak omong lo"
"Bodo"
...>>>× × ×<<<...
"Ck gue ga suka bubur manado" rengek Sheryl kepada abangnya. Ia kira akan dibelikan bubur ayam, tapi nyatanya abangnya ini beli bubur manado.
"Enak Ryl, coba dulu" ucap Arga dengan halus. Ini sudah kesekian kalinya Sheryl merengek karna tidak suka bubur manado.
"Enak kok Ryl, gue tadi nyoba" ucap William dengan polosnya membuat Arga menatapnya tajam.
"Gue kasih ini buat adek gue!" ketus Arga dengan kesal. Sedangkan William hanya menyengir tanpa rasa bersalah. Ga ada akhlak memang!.
Sheryl yang sangat udah lemas hanya bisa duduk di sofa seraya meremas baju yang ia kenakan guna menahan sakit di perutnya.
"Assalamualaikum" Terdengar suara dari pintu utama membuat Ketika remaja ini menengok melihat siapa yang datang. Bi Dewi yang baru pulang dari membeli bahan makanan.
"Waalaikumsalam bi"
"Eh astagfirullah non Sheryl! Maaf ya bibi kelamaan, ini tadi bibi sekalian beli bubur ayam sama roti" ucap Bi Dewi sambil menyerahkan bubur ayam serta roti keju susu kesukaan Sheryl.
"Iya bi makasih ya" ucap Sheryl dengan sedikit meringis. Arga yang melihatnya langsung bergerak cepat mengambil bungkus bubur lalu menyiapkan buat Sheryl.
"Gue mau makan sendiri Arga!"
"Gak. Lo gue suapin" Ucap Arga dengan tegas membuat Sheryl melotot tak terima, "udah nurut aja!" lanjutnya dengan tegas ketika melihat Sheryl yang ingin protes.
Akhirnya Sheryl menurut. Menerima suapan Arga dengan wajah yang amat pasrah. Kesialan bagi Sheryl mempunyai abang yang tidak suka dibantah.
Sedangkan William yang duduk di sofa single hanya melihat keakraban adik kakak ini dengan bubur manado yang ia makan.
"Padahal enak, mulutnya aja yang bukan spesies gue" gumam William sambil menyuapkan bubur kedalam mulutnya.
Bisa disimpulkan, William sangat menyukai bubur manado. Beda dengan Sheryl, yang tidak suka bubur manado.
Hai! sorry banget slow update. karna sekolah aku udah mulai full apalagi udah ada ekstrakurikuler jadinya pulang jam 4 sore huhu. tapi aku bakal usahain bakal tetap update kalo diwaktu renggang. Jangan lupa vote nya yya
꒰⑅ᵕ༚ᵕ꒱˖♡