
tanpa sadar Kana pun tertidur, mungkin karena dia sangat mabuk sekarang.
mobil felix pun sampai di depan rumah hana. melihat Hana yang tertidur felix berinisiatif menggendong Hana masuk ke dalam rumah. tapi pintu rumah hana rupanya terkunci. felix pun terpaksa membangun kan hana dengan memanggil nama Hana dan menepuk pipinya pelan.
hana pun terbangun. hana terkejut karena dia ada di gendong an felix sekarang
"aaaaaaaaa" teriak Hana
felix juga terkejut, hampir saja Hana terjatuh dari tangan nya.
"turun kan aku felix"teriak Hana lagi. mendengar nya felix yakin yang di hadapan nya sekarang adalah benar benar Hana. felix pun menurunkan Hana.
"hana, kamu ngapain ke tempat kaya gitu. gak cocok tau sama kamu" kata felix.
"bukan urusan mu felix, lagian kenapa kamu bawa aku pulang. teman teman ku pasti mencari ku" dia sangat kesal dengan felix
"tinggal telpon mereka kalau kamu sudah pulang sayang, gampang kan"
hana jadi salah tingkah, felix memanggil sayang!
"kenapa manggil aku sayang? dah lah aku pengen tidur"
"karena kamu pacar aku, aku antar kamu sampai tempat tidur"
"apa apaan kau felix, kamu gak boleh masuk rumahku dan aku bukan pacarmu" kata Hana dengan ketus Sambil membuat pintu rumahnya.
hanapun masuk kedalam rumahnya dan dengan santai nya felix juga ikut masuk.
"felix kata aku jangan masuk, ga ada akhlak banget sih!"
"aku tidur disini malam ini, boleh kan" hana jadi tambah kesel. memang nya dia siapa bisa tidur dirumahnya seenaknya.
"kamu gak punya rumah ya, udah sana keluar" felix diam menatap Hana dengan tajam dan kemudian tersenyum.
"asal kamu tau Hana, saat kamu mabuk ada banyak pria yang ingin menculik mu dan aku lah yang menolong mu. jadi kamu tak mau membalas kebaikan ku?"
"terima kasih jika kau benar-benar sudah menolong ku, tapi kamu gak boleh tidur di sini"
"aku sangat mengantuk Hana, bagaimana jika aku kecelakaan?" kata felix memelas
"kau ini, kau tidur di ruang tamu deh"
"oke" felix pun tersenyum lebar
hana tak membalas senyuman felix dia meninggal kan ruang tamu dan pergi ke kamar nya. dia pun membersihkan wajah nya dan setelah itu menghubungi kedua sahabatnya kalau dia sudah pulang.
"kamu pulang sama siapa han?" tanya soya di seberang sana
"naik taksi lah, perut ku tadi sangat mual dan aku tidak tahan lagi"
"ya udah deh, aku tutup ya"
"iya, hati hati ada penculik disana" kata Hana pelan
"hah apa han? musiknya kenceng banget"
"gak papa, mending kamu cepetan pulang sama yuna"
"iya bentar lagi, bye Hana"
"bye"
hana pun menuju kasur dan berbaring ingin tidur lampu kamar nya pun dia matikan. hanya lampu di sisi kasur yang menyala, hingga kamar nya hanya tinggal remang remang. hana memejamkan mata nya. pikiran kembali terisi dengan felix. kanapa dia mau menolong ku dan kenapa dia memanggil ku sayang, batin Hana. lagi lagi dia merasa penasaran. felix nampak sangat familiar baginya.
hana berusaha melupakan felix dan mencoba tidur.
klek
pintu kamar Hana di buka seseorang. orang itu tersenyum senang. sebentar lagi Hana akan benar benar jadi miliknya..