OBSESSION

OBSESSION
My Baby



"Kak Gibrann"


Diandra refleks menutup mulutnya dengan tangan ketika suaminya menatap dengan tajam karena mendengar apa yang baru saja dia katakan. Melihat suaminya yang berjalan mendekat Diandra berlari untuk menghindar membuat Gibran tertawa dan mendengarnya.


Tadi Diandra mengeluh dengan mengatakan kalau dia merasa aneh memanggil suaminya dengan kata Daddy, tapi suaminya tetap memaksa dan mengatakan kalau dia akan memberikan hukuman seandainya dia memanggil dengan kata Kakak lagi. Sudah dua kali Diandra salah dan Gibran langsung menciumnya dengan mengatakan kalau itu adalah hukuman untuknya.


Seruan Diandra terdengar ketika Gibran memeluk tubuhnya dari belakang dan mengangkatnya.


"Aaa Kakk turuninn"


"Kakak lagi? Dua hukuman untuk kamu baby." Kata Gibran


Gibran mendudukkannya di sofa dan menyudutkan dirinya sambil mendekatkan wajah.


"Ka...."


"Kamu susah sekali menurut hmm?" Kata Gibran


Gibran membelai wajahnya dan membuat istrinya itu menahan nafasnya.


"Hukuman apa yang harus aku berikan untuk kamu?" Tanya Gibran


"Ihh jangann"


"Makanya menurut Diandra sayang." Kata Gibran


"Tapi, aku merasa aneh sudah biasa manggil itu." Kata Diandra


"Manggil apa?" Tanya Gibran sambil menatapnya dengan alis bertaut


"Manggil itu." Kata Diandra menolak untuk mengatakannya


Dia tau nanti Gibran akan mengatakan kalau dia sudah melakukan kesalahan lagi.


"Ya manggil apa?" Tanya Gibran


"Manggil itu ihh nanti marah lagii." Kata Diandra kesal


"Manggil apa baby?" Desak Gibran


"Kakakk"


"Tiga hukuman." Kata Gibran dengan senyum penuh kemenangan


"Ihh licikkk"


Diandra berusaha mendorong tubuh Gibran dan malah membuat suaminya itu tertawa lalu mencium bibirnya sekilas.


"Nanti kalau orang tau aku manggil gitu mereka pasti merasa aneh." Kata Diandra


"It's okay kamu panggil aku Kakak kalau di luar." Kata Gibran


"Boleh?" Tanya Diandra


Gibran mengangguk dan membawa Diandra kedalam pelukannya membuat wanita itu tersenyum senang sambil membalas pelukannya.


"Jadi panggil Daddy nya kalau di rumah saja?" Tanya Diandra


"Iya sayang, jadi sudah mengerti?" Tanya Gibran sambil menatap istrinya dengan penuh cinta


Diandra mengangguk dan mengatakan sesuatu yang membuat Gibran tersenyum.


"Ya Daddy"


"That's my baby." Kata Gibran sambil mengusap lembut puncak kepala Diandra


Keduanya saling melemparkan senyum lalu kembali berpelukan Diandra menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan Gibran mengusap lembut punggungnya. Sudah sore mereka berdua baru saja bangun dari tidur siang, hanya tidur dengan berpelukan karena Gibran takut melakukannya ketika Diandra sedang hamil.


Rasa bahagia masih menyeruak di dadanya semua keinginannya terwujud Diandra menjadi miliknya dan mereka akan membangun keluarga bersama-sama.


Apa lagi yang dia harapkan?


Hanya berharap kalau semua kebahagiaan ini tidak akan berakhir.


"Baby kamu mau rumah kita seperti apa?" Tanya Gibran


"Emm yang jelas jangan besar-besar aku gak suka." Kata Diandra


"Kenapa?" Tanya Gibran penasaran


"Gak papa nanti capek kalau beres-beres." Kata Diandra


"Kita bisa cari pembantu." Usul Gibran


Diandra menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Gibran lalu mengatakan hal yang membuat suaminya tertawa.


"Gak mau nanti Daddy selingkuh." Kata Diandra


"Jangan aneh-aneh mana mungkin aku melakukannya hmm? Mendapatkan kamu saja sudah sangat sulit." Kata Gibran sambil tertawa


"Siapa tau, emm aku lapar Daddy." Kata Diandra


"Lapar? Mau makan apa?" Tanya Gibran sambil melepaskan pelukannya


"Emm Daddy bisa masak?" Tanya Diandra ragu


Gibran mengangguk singkat, tapi mengatakan kalau dia tidak terlalu pandai bisa jadi hasilnya nanti tidak memuaskan.


"Okay ayo kita buat baby." Kata Gibran


Diandra ingin turun, tapi Gibran malah menggendongnya dan membuat Diandra tertawa sambil melingkarkan tangannya di leher sang suami.


"Nanti malam aku mau jalan-jalan." Kata Diandra


"Kemana?" Tanya Gibran


"Ke pasar malam, boleh kan?" Tanya Diandra


"Apapun untuk kamu baby." Kata Gibran membuat Diandra tersenyum senang


Dia mendudukkan Diandra di kursi lalu membuka lemari untuk mengambil mie serta telur yang memang selalu ada karena hanya itu satu-satunya makanan yang selalu enak ketika Gibran yang membuatnya. Selama suaminya sibuk memasak mie Diandra mengeluarkan ponselnya dan melihat whats app dimana mertuanya mengirim beberapa pesan.


Diandra tersenyum dia merasa senang karena ada yang memperhatikannya, Dara benar-benar memperlakukannya seperti seorang anak.


Sayang kamu makan siang pakai apa?


Katakan semua yang kamu inginkan pada Gibran ya?


Kalau ada apa-apa bilang sama Mama jangan sungkan kamu kan menantu Mama sekarang


Besok jangan lupa main ke rumah ya?


Mama sama Papa tunggu kalian datang


Dengan senyuman Diandra mengetikkan balasan untuk sang mertua.


^^^Mama maaf baru balas Diandra baru bangun hehe^^^


^^^Tadi aku sama Kak Gibran makan ayam goreng^^^


^^^Iya Mama, besok aku sama Kak Gibran kesana agak siangan^^^


^^^Makasih Maa^^^


Diandra tersenyum lalu membuka foto profil Dara dan mengusapnya, dia merasa seperti memiliki seorang ibu lagi. Ternyata hal yang dia takutkan justru membuatnya merasa begitu bahagia sekarang.


Saat melihat suaminya yang sudah selesai Diandra mematikan ponselnya dan menaruh di meja lalu tersenyum lebar ketika Gibran meletakkan piring dihadapannya.


"Aku sedikit percaya diri karena ini adaah mie instan." Kata Gibran


Diandra tertawa kecil dan mulai memakan mie yang telah di masak suaminya.


"Enak kan? Aku selalu berhasil kalau masak mie." Kata Gibran


"Enak"


"Makan yang banyak ya? Aku ambilkan minum dulu." Kata Gibran


Setelah itu Gibran pergi untuk mengambilkan minum dan memberikannya pada Diandra karena takut dia tersedak.


"Makasihh"


"Pelan-pelan makannya." Kata Gibran


Diandra mengangguk patuh dan setelah selesai dia pergi untuk mencuci piringnya, tapi Gibran malah melarangnya.


"Gak papa lagian cuman satu." Kata Diandra


Akhirnya Gibran membiarkan Diandra melakukan apa yang dia mau dari pada nanti istrinya merajuk. Setelah selesai Diandra meletakkan piringnya di tempat semula lalu mengajak suaminya untuk menonton tv.


Dengan senyuman Diandra menghidupkan tv dan mencari acara yang bagus untuk di tonton, tapi dia tidak menemukan apa-apa.


"Gak ada yang bagus." Kata Diandra


"Kamu bosan?" Tanya Gibran


"Heem bosan dari tadi kita cuman tidur aja." Kata Diandra


"Kalau gitu kita harus melakukan sesuatu." Kata Gibran


"Melakukan apa?" Tanya Diandra dengan penuh semangat


Gibran hanya tersenyum dan menunjuk bibirnya untuk meminta sebuah ciuman.


"Give me a kiss"


Wajah Diandra memerah karena malu, tapi tetap melakukannya memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.


"Ayo kita jalan-jalan ke taman"


Senyum Diandra mengembang dengan lebar dia memeluk suaminya dengan senang dan mencium pipinya berkali-kali.


"I love you Daddy"


Merasa gemas Gibran mencubit kedua pipi istrinya dan membalas ungkapan cinta itu dengan sayang.


"I love you too baby"


¤¤¤


Hmm masih akur namanya pengantin baru😂


Update lagi gakk yaaa😋