OBSESSION

OBSESSION
Pelukan



Setengah jam sudah Gibran berada di ruang rawat Diandra sambil menatapnya tanpa mengatakan apapun dan Diandra juga sama setelah melihat Gibran dia merasa sedikit tenang juga lega. Sebenarnya selama tidak ada Gibran dia tidak tenang dan terus-terusan memikirkan suaminya, tapi mertuanya menutup semua akses untuk bisa menghubungi Gibran.


Sekarang melihat suaminya ada disini sambil menggenggam tangannya membuat Diandra merasa tenang. Sungguh dia sudah tidak marah tangisnya waktu itu memang bentuk kecewa, tapi bukan untuk menghakimi Gibran.



Setiap orang berhak dapat kesempatan kedua kan?


"Awhh"


Diandra sedikit meringis ketia menggerakkan tangannya yang diinfus dan merasakan nyeri disana.


"Ada apa? Perlu aku panggil dokter?" Tanya Gibran cemas


Diandra mendongak dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku mau duduk." Kata Diandra pelan


"Masih sakit." Kata Gibran


"Enggak papa capek tidur terus." Kata Diandra


Menghela nafasnya pelan Gibran membantu istrinya itu untuk duduk dengan hati-hati.


"Kamu kenapa bisa masuk rumah sakit?" Tanya Gibran


"Mual banget perutnya juga agak sakit terus kata Mama tadi aku pingsan." Kata Diandra


Wajah Gibran terlihat sedih dia mengusap puncak kepala istrinya itu dengan sayang.


"Maaf, karena aku ya? Aku memang bukan pria yang baik." Kata Gibran


"Enggak"


Diandra mengusap pipi Gibran dengan tangannya membuat pria itu mendongak dan menatap matanya dengan sendu.


"Aku selalu mau telpon Daddy, tapi gak boleh sama Mama dan Papa." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya


"Kamu menangis dan marah sama aku." Kata Gibran


Diandra menggelengkan kepalanya pelan.


"Aku nangis karena sedih dan kecewa, tapi bukan berarti aku marah apalagi sampai benci Daddy semua orang bisa berubah," Kata Diandra.


Dia tersenyum masih sambil mengusap pipi Gibran dengan penuh kelembutan.


"Kemarin aku cuman butuh waktu sendiri untuk sementara, tapi Mama sama Papa malah bawa aku pergi." Kata Diandra


"Aku rindu kamu Diandra." Kata Gibran pelan


"Aku juga disana aku kepikiran Daddy terus tidak bisa tidur nyenyak." Kata Diandra


"Maaf baby karena buat kamu sedih." Kata Gibran


"Apa semua masalah itu sudah selesai?" Tanya Diandra


"Besok akan aku selesaikan, jangan cemas." Kata Gibran


Diandra tersenyum dan minta untuk dipeluk membuat Gibran tertawa kecil lalu mendekatkan tubuhnya agar bisa memeluk istrinya dengan sayang.


"Love you baby"


Melepaskan pelukannya Diandra menatap Gibran dan mengusap pipinya lagi membuat pria itu memejamkan matanya karena merasa nyaman.


"Kiss me Daddy"


Perkataan itu membuat mata Gibran terbuka lalu menatap istrinya dengan tidak percaya, tapi Diandra mengangguk pasti. Menghela nafasnya pelan wajah Gibran mendekat dan mencium istrinya dengan penuh kelembutan.


Disela ciumannya Diandra tersenyum senang lalu tertawa kecil ketika Gibran menjauhkan wajahnya.


"Kenapa tertawa?" Tanya Gibran bingung


"Aku senang"


Gibran tersenyum dan memeluknya lagi.


"Aku lebih senang baby." Kata Gibran


"Daddy sini aja ya? Jangan pergi." Kata Diandra


"Sama Papa suruh pergi besok baru kesini lagi." Kata Gibran membuat Diandra memasang wajah sedihnya


"Disini aja." Rengek Diandra


Bersamaan dengan itu kedua orang tua Gibran masuk ke dalam dan menghampiri mereka. Saat Gibran berdiri Diandra menahan tangannya sambil menggelengkan kepala pelan dengan wajah sedihnya.


Menghela nafasnya pelan Gibran mengatakan kalau dia akan kembali besok karena Farhan memang menyuruhnya untuk pulang.


"Disini aja"


"Besok aku kesini lagi ya?" Kata Gibran


"Enggak disini aja jangan pergi." Pinta Diandra lagi


Dengan lembut Gibran melepaskan tangannya, tapi Diandra langsung menangis sambil memintanya untuk tinggal. Melihat hal itu tentu saja Farhan merasa tidak tega apalagi menantunya yang meminta.


Dia juga ingat kalau Dara ketika hamil dulu sangat manja dan tidak pernah mau ditinggal. Menepuk pelan pundak anaknya Farhan meminta dia untuk tinggal saja.


"Gibran temani Diandra saja nanti pagi Mama kesini lagi." Kata Farhan


Mengusap kepala menantunya Farhan meminta Diandra untuk berhenti menangis.


"Sudah Gibran akan disini Mama sama Papa akan pulang." Kata Farhan


Setelah Farhan bersama Dara berjalan menjauh Gibran kembali duduk dan menghapus air mata istrinya dengan penuh kelembutan.


"Jangan pergi." Kata Diandra sedih


"Iya baby aku disini." Kata Gibran


Dengan hati-hati Gibran naik ke atas ranjang rumah sakit hal itu membuat Diandra tersenyum lalu memeluknya, tapi selang infus itu membuat Gibran ngeri sendiri melihatnya.


"Baby biar aku saja yang peluk tangan kamu ada infusnya." Kata Gibran


Mengangguk patuh Diandra menjauhkan tangannya dan membiarkan Gibran yang kini memeluknya dengan hati-hati.


"Dia rindu sama Daddy." Kata Diandra sambil membawa tangan Gibran ke perutnya


Gibran tersenyum dan mencium puncak kepala Diandra lalu mengusap sayang perut istrinya.


"Diandra"


"Hmm"


"Aku mungkin bukan pria baik di masa lalu, tapi aku berani bersumpah kalau aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk kamu." Kata Gibran


"I know"


"Aku sayang banget sama kamu Diandra." Kata Gibran sambil mengeratkan pelukannya


"Aku juga"


Setelah percakapan singkat itu Diandra mulai memejamkan matanya, dia yakin akan tidur dengan nyenyak malam ini.


Diandra tidak peduli dia hanya ingin Gibran disampingnya.


¤¤¤


Pukul sepuluh Gibran telah selesai memberian pernyataan terkait dengan foto dia serta Anetta yang tersebar dan menghindari pertanyaan lain serta kamera Gibran beralih ke pintu belakang. Tadi dia pergi bersama Anetta mereka bersama-sama memberikan kejelasan dan tentu saja wanita itu mau atau Gibran akan membuat citranya lebih buruk lagi.


Sekarang dia tidak peduli urusannya dengan Anetta telah selesai dia juga sudah bertemu Anetta sebelum benar-benar pergi. Meminta wanita itu untuk berhenti mengganggu hidupnya atau rekaman itu akan dia sebar karena Gibran juga tidak akan memaafkan wanita itu kalau dia berulah lagi.


Baiklah Gibran akan menemui Diandra lagi ke rumah sakit, tapi sebelum itu dia mampir ke toko bunga untuk membeli satu buket bunga cantik. Selama perjalanan Gibran tidak bisa menahan senyumannya, semua sudah selesai dan Gibran pastikan hal seperti ini tidak akan terjadi lagi.


Sampai di rumah sakit Gibran melangkahkan kakinya kedalam dan membuka ruang rawat Diandra dengan senyuman. Mata mereka bertemu Diandra tersenyum lalu Gibran memberikan sebuket bunga yang membuat senyuman istrinya semakin mengembang dengan lebar.


"Makasih Daddyy"


Tersenyum manis Gibran menguasap puncak kepala istrinya dengan sayang lalu mencium keningnya.


"Bagaimana keadaan kamu baby? Masih ada yang sakit?" Tanya Gibran


"Emm tidak ada." Kata Diandra sambil tersenyum


"Aku senang mendengarnya, kamu suka bunga yang aku belikan?" Tanya Gibran yang dijawab dengan anggukan oleh istrinya


"Harusnya ada coklat juga." Kata Diandra


Gibran terdiam sebentar lalu tertawa setelah sadar kalau Diandra mau coklat.


"Kamu mau coklat baby?" Tanya Gibran


Diandra mengangguk dengan bibir mengerucut membuat Gibran gemas sendiri melihatnya.


"Aku belikan di kantin." Kata Gibran


"Ikut"


"Ehh kamu masih sakit baby." Kata Gibran


"Ikutt minta kursi roda aja ke suster." Kata Diandra manja


"Yaudah tunggu ya?" Kata Gibran membuat Diandra tersenyum senang


Beberapa saat setelah itu Gibran kembali sambil membawa kursi roda lalu membantu Diandra untuk turun dari ranjang dan duduk disana.


"Bosan ya?" Tanya Gibran


"Heem kata dokter besok boleh pulang." Kata Diandra senang


"Mau ke apartemen atau rumah Mama?" Tanya Gibran sambil mendorong kursi rodanya keluar ruangan


"Emm kemarin Mama bilang suruh pulang ke rumah dulu." Kata Diandra


"It's okay kita ke rumah Mama." Kata Gibran


Sampai di kantin rumah sakit Gibran membelikan coklat untuk istrinya dan memberikan pada Diandra yang langsung tersenyum senang.


"Mau jalan-jalan jangan balik lagi ke ruangan." Kata Diandra


"Dingin baby"


"Enggak kan panas cuacanya." Kata Diandra


"Sebentar aja hmm?" Kata Gibran


"Iya"


Menurut lagi Gibran membawanya jalan-jalan di sekitaran rumah sakit dan hal itu membuat Diandra tersenyum.


Dia melihat Gibran melalui ponselnya tadi.


'Istri saya wanita baik-baik dan saya mencintai dia, pernikahan yang kami lakukan bukan karena kehamilannya semata, tapi karena cinta, jadi saya minta untuk berhenti bicara buruk tentangnya atau saya akan melaporkan hal itu untuk pencemaran nama baik'


Gibran bicara banyak sekali tadi dan Diandra mendengar semuanya.


Dia sangat mencintai Gibran.


¤¤¤


Tenang-tenang masih ada lagi hehe😂


Anetta : Aku pergi dulu👋