
"Diandra sudah"
Kekehan Gibran terdengar ketika Diandra tidak berhenti memainkan hidungnya di leher Gibran, sejak pulang Diandra jadi sangat manja dan terus menempel padanya. Sungguh Gibran tidak menyesal sudah mengajak Diandra bertemu Sagara dan menahan rasa cemburunya sebentar karena sekarang istrinya itu jadi sangat manja padanya.
Berkali-kali dia memulai ciuman, memberikan kecupan di leher dan sekarang memainkan hidungnya di leher Gibran yang membuat pria itu merasa geli. Bukan berhenti Diandra semakin senang melakukannya, mereka sedang duduk di sofa sambil menonton film, tapi Diandra malah naik ke pangkuan Gibran dan melakukan hal itu.
"Hey geli sayang"
Diandra malah tertawa lalu memeluk suaminya membuat Gibran tersenyum dan membalas pelukannya.
"Daddy"
"Iya baby"
"Makasih yaaa." Kata Diandra sambil mencium pipinya
"Untuk apa hmm?" Tanya Gibran
Diandra menjauhkan tubuhnya dan menatap Gibran dengan senyuman manisnya.
Senyuman yang selalu berhasil membuat Gibran jatuh cinta.
"Semuanya, makasih udah nunggu aku meskipun aku gak kasih jawaban berbulan-bulan, makasih karena udah sabar ngadepin aku yang suka ngambek terus banyak maunya juga keras kepala, dan makasih karena udah buat aku percaya lagi untuk sebuah hubungan." Kata Diandra tulus
Gibran tersenyum mendengarnya dia mengusap pipi Diandra dengan lembut membuat istrinya itu memejakan mata.
"Cuman kamu yang bisa buat aku begini baby, siapa yang bisa menduga kalau pria playboy dan nakal ini bisa begitu menurut sama Diandra." Kata Gibran
Membuka matanya Diandra terkekeh lalu mengatakan sesuatu yang membuat Gibran tersenyum.
"Aku sayang banget sama Daddy"
Perlahan tangan Gibran menyentuh tengkuk Diandra dan membawanya mendekat membuat istrinya itu memejamkan matanya. Hidung mereka bersentuhan lalu Gibran menciumnya dengan tergesa membuat Diandra sedikit tersentak, tapi langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami.
"Ehm Daddyy"
Gibran terus mendekat lalu membaringkan tubuh Diandra di sofa dan menatapnya tanpa mau menjauhkan wajahnya.
"Kenapa kamu cantik sekali sayang?" Tanya Gibran
Tidak ada jawaban atau tanggapan yang Diandra berikan karena dia memilih untuk mengusap pipi Gibran dengan lembut.
"Daddy lagi"
"Lagi apa?" Tanya Gibran tidak mengerti
"Cium lagi"
Tertawa kecil Gibran mencapit hidungnya dengan gemas, tapi menuruti keinginan Diandra memberikan ciuman lembut yang selalu mereka sukai.
Entah berapa lama hingga Gibran merasa cukup puas lalu beralih pada leher Diandra dan menggesekkan hidungnya disana membuat Diandra tertawa.
"Daddy jangan gelii." Kata Diandra sambil tertawa
"Kamu juga melakukannya tadi." Kata Gibran
"Ihh geliii"
Tertawa kecil Gibran menggantikan hidungnya dengan bibirnya dan memberikan kecupan disana. Tangan Diandra langsung menggenggam lengan kekar suaminya dan tersenyum.
"Merah baby"
Gibran mengatakan itu sambil menjauhkan wajahnya dan menatap Diandra yang tersenyum.
"Daddy"
"Hmm"
"Gendong aku mau ke kamar." Kata Diandra
Tentu saja Gibran tidak menolak dia mematikan tv yang sejak tadi mereka abaikan lalu menggendong Diandra dan membawanya ke kamar. Sampai di kamar Diandra langsung turun dan mengajak Gibran untuk jalan-jalan dia pergi ke lemari untuk mengambil baju.
"Mau kemana sayang?" Tanya Gibran
"Ke tempat yang ada makanan enaknya." Kata Diandra membuat Gibran tertawa mendengarnya
Dengan senyuman Diandra menyerahkan kemeja putih yang tadi dia ambil dari lemari lalu meminta Gibran untuk memakainya. Tidak bisa menolak Gibran mengganti kaos hitamnya dengan kemeja yang diberikan Diandra.
Setelah melihat suaminya memakai kemeja yang dia ambilkan Diandra pergi untuk mengambil sweater miliknya lalu mengajak Gibran untuk mencari makan.
"Mau makan apa?" Tanya Gibran
"Emm mau cake." Kata Diandra dengan senyuman
Gibran mengangguk faham lalu mengajak Diandra untuk berangkat membeli apa yang dia inginkan.
Memasuki mobil Diandra tersenyum ketika mereka berangkat dan selama perjalanan Diandra terus melihat ke jalanan, siapa tau ada yang mau dia beli seperti batagor.
"Daddy"
"Hmm"
"Main aja kan? Tidak menginap ya?" Kata Gibran
"Iya, boleh kan? Nanti kita ke pantai sekalian." Kata Diandra dengan penuh semangat
"Boleh, besok kita kesana ya? Bilang Natasya dulu nanti dia tidak ada di rumah." Kata Gibran
Diandra mengangguk sebagai jawaban lalu mengambil ponsel Gibran yang ada di dashboard dan membukanya setelah menempelkan ibu jarinya disana. Membuka aplikasi whats app nya Diandra melihat semua pesan yang masuk disana.
Ada beberapa yang tidak dibalas.
"Daddy kenapa ada pesan yang tidak dibalas?" Tanya Diandra
"Tidak penting baby aku malas balasnya." Kata Gibran
"Emm Daddy mau anak perempuan atau laki-laki?" Tanya Diandra sambil menaruh lagi ponsel Gibran
"Aku? Hmm aku maunya laki-laki, tapi tidak masalah entah itu laki-laki atau perempuan." Kata Gibran
"Nanti anaknya mau dikasih nama siapa?" Tanya Diandra lagi
"Belum kefikiran untuk sekarang baby." Kata Gibran
"Emn sama aku juga." Kata Diandra
Setelah itu Diandra diam dan tidak mengatakan apapun lagi hingga mobil Gibran berhenti di salah satu restoran ternama. Membukakan pintu untuk istrinya mereka bersama-sama masuk ke dalam dan memilih tempat yang berada di dekat jendela lalu memesan.
Ada beberapa makanan yang Diandra pesan juga jus alpukat kesukaannya. Selagi menunggu pesanan Diandra mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
Tempatnya menenangkan ada musik yang mengalun juga.
Sekitar sepuluh menit menunggu pesanan mereka akhirnya datang juga membuat Diandra tersenyum senang, tapi dia tidak langsung memakannya dan malah mendorong piringnya ke arah Gibran.
"Suapinnn"
Gibran tertawa kecil dan menuruti keinginan istrinya.
Sesekali Gibran mengusap sudut bibirnya yang kotor karena coklat membuat Diandra tersenyum senang.
Tidak ada yang lebih membahagiakan selain berada disisi Diandra.
¤¤¤
Sudah pukul sembilan malam Gibran baru saja selesai menelpon temannya untuk masalah pemotretan besok lalu kembali ke kamarnya untuk melihat Diandra. Tadi istrinya itu mengatakan kalau dia belum mengantuk dan mau menonton film, jadi Gibran membiarkan saja.
Belakangan ini Diandra memang suka sekali nonton film entah romance, action atau animasi dan ternyata ketika masuk ke kamar istrinya itu bukan sedang menonton, tapi tengah mengerjakan sesuatu. Satu hal yang Gibran fikirkan hanya laporan karena Diandra memang selalu membuatnya meski tidak ke butik lagi.
Diandra tengkurap dengan kaos putih pendek serta celana diatas lutut yang membuat Gibran berusaha mengenyahkan fikirannya.
Ayolah itu hanya pakaian biasa, kenapa fikiran kurang ajarnya ini malah berkelana?
"Baby"
Diandra menoleh dan langsung mendudukkan dirinya sambil tersenyum juga merentang kedua tangannya.
Gibran tau artinya Diandra ingin dipeluk, jadi dia langsung naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya.
"Daddy sudah selesai telponnya?" Tanya Diandra
"Sudah, kamu lagi apa baby? Katanya mau nontin film." Kata Gibran
"Emm bikin laporan aku gak nemu film yang bagus." Kata Diandra
"Belum selesai?" Tanya Gibran
"Belum, tapi mau dilanjutin besok aja sekarang mau tidur." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya
Setelah disimpan Diandra mematikan laptopnya dan menaruh di atas meja lalu kembali ke atas ranjang. Berbaring menyamping Diandra minta untuk dipeluk dan Gibran langsung tersenyum, dia menarik selimut lebih dulu sebelum memeluk Diandra.
"Daddy"
"Hmm"
"Usap perut aku." Pinta Diandra
"Anak Daddy sepertinya kangen ya?" Kata Gibran sambil mengusap perut isrinya
Diandra tersenyum sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Gibran dan memejamkan matanya.
Malam ini dia akan tidur nyenyak di dalam pelukan suaminya.
¤¤¤
Bonus untuk hari inii hehe😋
Aku suka bacaiin komentar hehe makasih yaaa dukungannya😚