OBSESSION

OBSESSION
Ayo!



"Anak kami baik-baik saja kan?"


Pertanyaan itu langsung Gibran ajukan ketika Dokter Tiara selesai memeriksa istrinya dan anggukan singkat yang diberikan membuat mereka merasa lega. Sejujurnya kemarin Diandra hanya kepeleset dia juga tidak langsung jatuh ke lantai karena sempat berpegangan, tapi tetap saja dia cemas karena di dalam sana ada anaknya.


Sekitar pukul sembilan pagi dia dan suaminya pergi ke Dokter Tiara untuk periksa, mereka menunggu sampai setengah jam karena Dokter Tiara datang sedikit terlambat. Sekarang mereka lega setelah Dokter Tiara mengatakan kalau bayi mereka baik-baik saja di dalam perutnya.


Tidak ada yang lebih penting dari keselamatan anaknya.


"Lain kali Diandra lebih berhati-hati ya? Apalagi kehamilan kamu sudah masuk bulan kelima harus hati-hati dan perhatikan makannya juga, jangan melakukan pekerjaan berat." Kata Dokter Tiara


"Iya Dok"


"Tapi, bayi kami benar-benar tidak papa kan?" Tanya Gibran lagi


"Tidak Gibran kandungannya sehat tidak ada masalah apapun, tapi setelah ini lebih berhati-hati lagi ya?" Kata Dokter Tiara sambil tersenyum


Gibran mengangguk faham lalu mengusap puncak kepala Diandra dengan sayang.


"Baiklah kalau begitu terima kasih Dok." Kata Gibran


Setelah mengucapkan terima kasih mereka berdua keluar dari ruangan karena masih banyak orang yang juga ingin menemui Dokter Tiara untuk check up. Senyum Diandra terbentuk dia mengusap perutnya dengan lembut, perasaannya lega sekarang karena Dokter sudah mengatakan kalau anaknya baik-baik saja.


"Mau pulang ke rumah atau rumah Mama?" Tanya Gibran


"Mau ke apartemen aja, boleh?" Tanya Diandra sambil mendongak untuk menatap suaminya


Entah kenapa Diandra sangat ingin ke apartemen.


"Tentu sayang, mau beli sesuatu dulu? Kita tidak memiliki makanan apapun di apartemen." Kata Gibran


"Emm kalau gitu nanti kita ke super market dulu." Kata Diandra


"Oke apapun yang kamu bilang sayang." Kata Gibran


Diandra tersenyum dan memeluk lengan Gibran sambil menyandarkan kepalanya di lengan sang suami.


"Kemarin kenapa bisa jatuh? Apa lantainya licin?" Tanya Gibran


"Enggak, aku juga gak tau tiba-tiba jatuh untung masih sempat pegangan." Kata Diandra


"Kamu bikin aku takut." Kata Gibran


"Maaf"


Gibran hanya tersenyum dan begitu mereka sampai di parkiran dia langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah berada di dalam mobil Gibran langsung melaju meninggalkan area rumah sakit dan dia langsung meminta Diandra untuk mengabari Mama nya kalau mereka akan ke apartemen.


Diandra mengangguk patuh lalu mengambil ponsel Gibran di dashboard dan mengirim pesan untuk mertuanya. Tadi Dara memang meminta untuk ikut, tapi Gibran mengatakan kalau itu tidak perlu.


Mama nya terkadang memang sedikit berlebihan, tapi Gibran tau kalau itu juga karena rasa sayang Dara untuk mereka berdua.


"Sudah"


"Ah Diandra aku lupa bilang temanku ada yang mau ngajak kita makan malam bareng, dia sama istrinya juga." Kata Gibran


Tadi pagi Nicholas menghubunginya dan mengajak dia untuk makan malam bersama dengan istri mereka.


"Teman Daddy yang mana?" Tanya Diandra


"Dia tidak datang ke acara pernikahan kita kamu belum pernah bertemu dengannya, tapi kemarin aku bertemu sama dia di acara kantor Papa." Kata Gibran membuat Diandra mengangguk faham


"Hmm oke nanti malam kita pergi." Kata Diandra dengan senyuman


"Kamu mungkin akan berteman dengan istrinya Nicholas." Kata Gibran


"Kenapa Daddy bisa bilang gitu?" Tanya Diandra penasaran


"Nic itu posesif jadi istrinya hanya menghabiskan waktu hampir dua puluh empat jam di rumah, dia pasti senang bisa bertemu kamu." Kata Gibran


"Emm aku juga di rumah terus." Kata Diandra membuat Gibran tertawa kecil mendengarnya


"Tapi, kamu sering ikut aku untuk pemotreran baby." Kata Gibran


"Iya soalnya Daddy sama model-model banyak aku takut kamu selingkuh." Kata Diandra


"Jadi, karena itu kamu selalu mengikuti aku sayang?" Tanya Gibran yang dijawab dengan anggukan oleh Diandra


"Aku percaya Daddy, tapi tidak dengan mereka karena mereka pasti bakal curi-curi kesempatan aku gak suka." Kata Diandra


"Kalau gitu kamu harus ikut aku terus sayang." Kata Gibran


"Iyaaa harus aku bakal ikutin Daddy kemana-mana." Kata Diandra dengan senyuman lebarnya


Mengulurkan tangannya Gibran menggenggam dengan lembut tangan istrinya dan mengajaknya untuk masuk ke dalam. Mereka mengambil troli belanja lalu Gibran mengikuti langkah kaki istrinya yang entah ingin membeli apa.


"Aku mau roti sama susu." Kata Diandra


Mengambil beberapa roti juga susu kotak Diandra memasukkan ke dalam troli. Kembali berjalan Diandra mengambil beberapa cemilan lalu pergi ke tempat ice cream.


"Baby sudah beli susu, kenapa beli ice cream juga?" Tanya Gibran


"Emm untuk malam, kita menginap ya?" Kata Diandra


"Tentu sayang beberapa pakaian kita juga masih disana." Kata Gibran membuat Diandra tersenyum senang


Setelah selesai membeli apa yang dia inginkan Diandra mengajak suaminya untuk membayar belanjaan. Mereka mengantri Gibran merangkul istrinya yang berdiri tepat disampingnya membuat Diandra tersenyum senang.


Gibran seolah menunjukkan kalau dia adalah miliknya.


Milik Gibran seutuhnya.


¤¤¤


Tertawa kecil Gibran memainkan rambut Diandra yang sekarang tengah memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di leher Gibran karena takut. Mereka sedang menonton film horror atas permintaan Diandra sendiri, tapi sekarang istrinya itu sangat ketakutan dan terus memeluknya.


Tentu saja Gibran senang malah semakin menggoda Diandra agar semakin takut. Kapan lagi dia bisa dipeluk dengan erat seperti ini biasanya Diandra hanya melakukannya kalau ingin tidur.


"Lihat baby hantunya muncul lagi wajahnya merah penuh darah." Kata Gibran


"Apa seram?" Tanya Diandra enggan untuk melihat


"Lihat saja sayang, kamu yang ajak nonton film horror, tapi malah nyumput gini." Kekeh Gibran


"Seramm nanti aku gak bisa tidur." Kata Diandra


"Kalau gitu kenapa menonton hmm?" Tanya Gibran


"Mauu"


Tertawa kecil Gibran mengeratkan pelukannya dan mengusap punggung Diandra dengan sayang.


"Sudah mau habis." Kata Gibran


"Benarkah?" Tanya Diandra sambil menjauhkan wajahnya dan menatap Gibran


"Hmm tinggal sepuluh menit lagi." Kata Gibran


Diandra mengangguk lalu menatap layar tv, tapi bersamaan itu dia dikejutkan dengan wajah seram yang tiba-tiba muncul dan memenuh layar hingga membuat Diandra berteriak dan kembali memeluk suaminya.


"Daddy matikan sajaaa"


"Tapi, sebentar lagi habis sayang." Kata Gibran


"Gak mau takutt." Rengek Diandra


Menggelengkan kepalanya pelan Gibran menurut dan mematikan tv nya lalu menatap Diandra dengan senyuman.


"Sudah sayang"


Menatap suaminya sebentar Diandra kembali memeluknya dengan erat.


"Udah sore mandi dulu." Kata Gibran


"Yaudah ayo"


"Ayo?"


"Iya ayo mandi aku takut sendirian." Kata Diandra


Gibran tersenyum, tentu saja dia dia tidak akan menolak.


"Baiklah ayo kita mandi"


Mengangkat tubuh Diandra yang sedikit berat Gibran mencium bibirnya sekilas membuat Diandra tersenyum dan memeluknya.


Apa Gibran harus mengajak istrinya menonton film horror setiap hari?


¤¤¤


Double up untuk hari ini yaaa😉


Kalau ada waktu luang besok kita triple updatee😚