OBSESSION

OBSESSION
Ngidam



"Daddyyy"


Panggilan itu membuat Gibran bergegas pergi ke kamarnya untuk melihat Diandra yang ternyata sedang berbaring di ranjang sambil menonton film melalui laptop miliknya. Berjalan mendekat Gibran mendudukkan dirinya ditepian ranjang dan menanyakan apa yang istrinya itu butuhkan, tapi Diandra hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Sudah tiga hari mereka pulang dari rumah sakit dengan dua hari tinggal bersama orang tua Gibran dan sekarang mereka sudah kembali ke apartemen. Sudah tiga hari juga Diandra sering kali mengerjai Gibran dengan memanggilnya lalu ketika ditanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Kemarin ketika Gibran pergi membelikan coklat sesuai keinginan Diandra tiba-tiba saja istrinya menelpon dan meminta dia untuk segera pulang. Sudah panik juga terburu-buru Gibran harus menahan kesalnya ketika Diandra mengatakan tidak ada apa-apa dia hanya mau Gibran cepat saja.


Astaga kadang Gibran merasa kesal.


"Ada apa baby?" Tanya Gibran


"Enggak papa mau manggil aja." Kata Diandra tanpa menoleh


"Aku keluar lagi ya? Aku lagi kirim foto ke Ara tadi." Kata Gibran jujur


Diandra menganggukkan kepalanya dan membiarkan Gibran pergi sambil mengusap kepalanya sebentar. Belakangan ini Diandra memang suka sekali memanggil Gibran, tapi tidak ada hal apapun hanya mau memanggilnya saja.


Sesaat setelah suaminya keluar film yang dia tonton habis membuat Diandra mengerucutkan bibirnya sebal lalu mematikan laptopnya. Meraih ponsel yang ada di bawah bantal Diandra mengeceknya, tapi tidak ada satupun pesan yang masuk.


Menghela nafasnya pelan Diandra berjalan keluar kamar dan tersenyum melihat Gibran yang duduk sambil fokus dengan laptopnya. Berlari kecil Diandra mengagetkan suaminya itu lalu tertawa ketika Gibran menegurnya dan tanpa permisi duduk dipangkuan Gibran.


"Kenapa hmm?" Tanya Gibran


"Filmya sudah habis Daddy." Kata Diandra


"Lalu?" Tanya Gibran sambil mengirim semua foto pemotretan kemarin melalui e-mail


"Mainn"


"Hey ada banyak arti untuk kata main." Kata Gibran sambil tertawa


"Ishh menyebalkan." Kata Diandra


Dia memeluk Gibran dan menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Aku mau makann." Kata Diandra


"Mau apa?" Tanya Gibran


"Makan bakso yang dekat butik Kak Araa." Kata Diandra dengan semangat


Tersenyum manis Gibran mengangkat tubuh Diandra yang ada dipangkuannya lalu membawa ke kamar dan mengambilkan jaket untuknya. Selesai memakai jaket mereka bersama-sama keluar dari apartemen untuk memenuhi keinginan Diandra.


Selama perjalanan Diandra terlihat tidak sabaran hingga meminta Gibran untuk cepat karena perutnya sudah lapar. Menggelengkan kepalanya pelan Gibran tetap melajukan mobilnya dengan hati-hati karena tidak mau membuat celaka orang lain.


Tapi, begitu sampai raut wajah Diandra berubah sendu karena rukonya tutup dia menoleh pada Gibran dengan raut wajah seperti ingin menangis.


"Tutup Daddy"


"Cari ditempat yang lain ya?" Bujuk Gibran


Diandra menggelengkan kepalanya dengan sedih.


"Maunya yang ini Daddy kita cari rumahnya saja." Kata Diandra membuat Gibran menatapnya dengan tidak percaya


Apa Diandra fikir semudah itu?


"Baby kalau tidak buka berarti dia ada urusan." Kata Gibran


"Maunya bakso yang ini." Kata Diandra lagi


"Yang lain ya? Ada banyak sayang." Kata Gibran


Sekali lagi Diandra menggelengkan kepalanya dan menolak sambil mengatakan kalau dia hanya mau bakso langganannya.


"Ayo cari rumahnya sajaa." Paksa Diandra


"Kita kan tidak tau Diandra." Kata Gibran


"Ya makanya kita cari." Kata Diandra galak


Menghela nafasnya pelan Gibran akhirnya keluar untuk bertanya pada beberapa penjual yang disampingnya, tapi tidak ada yang tau.


Keinginan Diandra benar-benar sulit sekarang.


Masuk ke dalam mobil Gibran menggelengkan kepalanya pelan lalu menelpon Sahara untuk bertanya, tapu bukan mendapat jawaban dia malah mendengar tawa.


'Selamat menikmati Kak'


Kembali menghela nafasnya pelan Gibran menggelengkan kepalanya lagi membuat wajah Diandra semakin sedih.


"Kamu mau apa hmm? Yang lain ya?" Kata Gibran


"Maunya baksoo"


"Di tempat lain hmm?" Kata Gibran berusaha membujuk


"Enggak mauuu!" Kata Diandra galak


Menghela nafasnya pelan Gibran menghidupkan mobilnya dan melajukan lagi entah kemana, dia harap Diandra akan merubah keinginananny nanti.


"Mau makan apa baby?" Tanya Gibran


"Bakso yang dekat butik Kak Araa." Kata Diandra lagi


"Tutup sayang." Kata Gibran


"Maunya yang disitu." Kata Diandra


Menghela nafasnya pelan Gibran terus melajukan mobilnya tanpa tujuan dan Diandra mengedarkan pandangannya. Entah berapa lama, tapi setelah cukup lama berkeliling mata Diandra menangkap penjual batagor dan dia langsung meminta Gibran untuk berhenti.


"Daddy berhenti cepattt!" Kata Diandra tidak sabaran


Terkejut karena suara Diandra refleks Gibran menginjak remnya hingga membuat beberapa pengendara menghidupkan klakso mobilnya. Merasa kesal karena Diandra yang bisa saja membahayakan mereka Gibran menyentaknya dan membuat Diandra diam.


"Diandra!"


Menepikan mobilnya Gibran menatap Diandra yang melihat ke luar jendela dan ketika ingin meraih tangannya Diandra menariknya.


"Kenapa minta berhenti?" Tanya Gibran


"Enggak jadi jalan lagi aja." Kata Diandra pelan


"Kenapa hmm?" Tanys Gibran lagi


"Enggak jadi!" Kata Diandra kesal


"Mau apa?" Tanya Gibran


"Daddy marah kan?" Tebak Diandra sambil menatap Gibran dengan sedih


"Tidak baby"


"Marah, tadi bentak aku." Kata Diandra


"Bukan marah sayang, tapi perbuatan kamu tadi bikin aku kaget dan kita bisa celaka apalagi kita lagi dijalan raya." Kata Gibran pelan


"Tapi, aku mau beli ituu." Kata Diandra sambil melihat kebelakang


"Mau apa?" Tanya Gibran dengan lembut


"Mau batagor." Kata Diandra membuat Gibran tersenyum mendengarnya


"Bicaranya pelan saja baby aku pasti dengarkan, bahaya kalau seperti itu lagi." Kata Gibran


"Maaf"


"Yaudah aku belikan dulu kamu mau ikut atau disini?" Tanya Gibran


"Ikutt"


Tersenyum manis mereka berdua keluar dari mobil dan Gibran langsung merangkul istrinya.


Dia harus banyak bersabar.


¤¤¤


Selesai membeli batagor Diandra tidak langsung mengajak pulang dan meminta suaminya untuk berjalan-jalan. Akhirnya mereka berkeliling tanpa tujuan selama lebih dari setengah jam, belum ada tanda-tanda Diandra ingin pulang.


Hanya saja matanya mulai terlihat mengantuk hingga Diandra menyandarkan tubuhnya pada jok dan memejamkan matanya. Melihat hal itu Gibran tersenyum, kebiasaan sekali Diandra minta diajak berjalan-jalan lalu tidur ditengah perjalanan.


"Ngantuk?" Tanya Gibran


"Heem"


"Pulang ya?" Kata Gibran


Diandra mengangguk singkat membuat Gibran memutar balik mobilnya dan kembali ke apartemen. Terlihat sekali Diandra sudah sangat mengantuk karena dia sudah tertidur sekarang membuat Gibran menggelengkan kepalanya pelan.


Sekitar dua puluh menit Gibran sampai di apartemen dan mencoba membangunkan istrinya. Berhasil Diandra bangun hanya saja matanya terlihat sayu.


"Mau digendong?" Tanya Gibran


Diandra menggelengkan kepalanya pelan dia menyandarkan kepalanya di lengan Gibran hingga mereka masuk ke dalam apartemen. Begitu masuk Diandra mengajak Gibran ke kamar lalu merebahkan tubuhnya disana dan mendekat lalu memeluk suaminya.


"Daddy"


"Hmm"


"Jangan kemana-mana." Kata Diandra


"Tidak sayang"


Gibran mengusap kepala Diandra dengan lembut dan tak butuh waktu lama Diandra kembali tertidur.


Istri kecilnya yang menggemaskan.


¤¤¤


Satu lagi nihhh😂