
"Baby"
Diandra mengabaikan Gibran hanya karena suaminya itu menghentikan ucapannya yang sedang bercerita dan sekarang Diandra benar-benar tidak mau bicara dengan suaminya. Meskipun berkali-kali Gibran mencoba untuk mengajaknya bicara tetap saja Diandra mengabaikannya sambil memasang wajah cemberut.
Jujur hal itu membuat Gibran gemas sendiri, lagian istrinya itu aneh sekali mana mungkin dia sanggup disuruh mendengarkan kisah masa lalunya bersama pria lain yang bahkan masih menyukai istrinya hingga sekarang. Memikirkan namanya saja Gibran sudah kesal sendiri ini malah disuruh mendengar kisah romantis mereka dulu.
Malas sekali!
"Sayang kenapa kamu malah marah?" Tanya Gibran
Diandra tidak menjawab dan fokus pada acara tv yang sedang dia tonton membuat Gibran menghela nafasnya pelan.
"Hey baiklah aku minta maaf jangan marah." Kata Gibran sambil berusaha meraih tangan istrinya
Dengan cepat Diandra menarik tamgannya dan masih memasang wajah cemberutnya.
"Aku cemburu baby kalau kamu cerita tentang pria itu dihadapanku, memang kamu mau kalau aku cerita tentang wanita lain didepan kamu?" Tanya Gibran
Kali ini Diandra menoleh dan menatapnya dengan tajam lalu mencubit gemas lengan kekar suaminya.
"Aku pukul kalau Daddy berani ceritaiin wanita lain!" Ancam Diandra
"Aku juga tidak suka kamu cerita pria lain." Kata Gibran
"Tapi, bedaa akunya lagi mau ceritaa." Kata Diandra
"Cerita yang lain kan bisa baby." Kata Gibran
"Maunya cerita itu! Udah ah Daddy gak bakal ngerti!" Kata Diandra sebal
"Baby"
"Aku gak mau denger Daddy ngomong!" Kata Diandra membuat Gibran kesal sendiri jadinya
"Kamu ini kenapa Diandra?!" Tanya Gibran kesal
Diandra diam dengan raut wajah sedih lalu mendorong tubuh Gibran dan berlari kecil memasuki kamar.
"JAHAT!"
Melihat hal itu Gibran kembali menghela nafasnya pelan, tapi tak lama setelahnya dia malah melihat istrinya keluar sambil membawa tas sontak saja dia langsung berlari menghampiri Diandra. Saat ditanya Diandra tidak menjawab membuat Gibran merasa kesal dan langsung saja menahan tangannya.
Astaga dia tidak menyangka kalau istrinya akan semarah ini.
"Mau kemana baby?" Tanya Gibran lembut
"Daddy jahat! Aku mau ke rumah Mama!" Kata Diandra galak
"Mau pergi sama siapa kesananya?" Tanya Gibran
"Aku bisa pesan ojek online!" Ketus Diandra sambil menarik tangannya lepas
Tentu saja Gibran tidak akan membiarkannya.
"Jangan berani Diandra." Kata Gibran mengingatkan
"Biarin! Ihh lepass." Kata Diandra
"Yaudah aku antar ke rumah Mama." Kata Gibran
Sambil menggenggam tangan istrinya Gibran mengambil kunci mobilnya lalu membawa Diandra keluar dari apartemen. Begitu memasuki mobil Diandra langsung memasang sabuk pengaman dan tetap mempertahankan wajah cemberutnya.
Dia kan hanya ingin cerita, apa salahnya?
Suaminya saja lebay masa gitu saja marah padahal kan dia juga sudah menikah dengan Gibran, apa yang harus ditakutkan?
Pokoknya Diandra kesal!
"Hey aku kan sudah minta maaf sayang." Kata Gibran
"Aku tidak peduli!" Kata Diandra ketus
Menggelengkan kepalanya pelan Gibran memilih untuk diam dan bicara nanti saja ketika Diandra sudah lebih tenang. Sesampainya di rumah orang tua Gibran dengan segera dan tanpa banyak bicara atau menunggu suaminya Diandra turun dari mobil.
Sedikit berlari kecil Gibran berusaha menyusul istrinya yang sekarang sudah masuk ke dalam. Melihat anak serta menantunya datang Dara langsung tersenyum senang, tapi dia menatap bingung ketika melihat wajah cemberut menantunya.
"Mamaaa"
Membalas pelukan menantunya Dara tersenyum sambil mengusap punggungnya dengan lembut lalu menatap penuh tanda tanya Gibran yang hanya mengangkat bahunya acuh.
"Ada apa hmm? Kangen sama Mama?" Tanya Dara dengan senyuman
"Iyaaaa"
"Sini duduk dulu, udah makan belum sayang?" Tanya Dara
"Emm sudah." Kata Diandra
Dara tersenyum lalu merangkul menantunya dan mengajak untuk duduk, tapi sebelum itu Diandra menoleh sambil menatap suaminya dengan sengit.
"Kak Gibran pulang sanaa!" Ketus Diandra
Bukan pulang Gibran malah ikut duduk di sofa dan membuat Diandra mengerucutkan bibirnya sebal lalu mengadu pada mertuanya.
"Mamaa Kak Gibran jahat." Kata Diandra sedih
"Ada apa? Kamu apakan menantu Mama sayang?" Tanya Dara sambil menatap anaknya dengan tajam
"Ya ampun Ma aku gak ngapa-ngapain." Kata Gibran
Dara menatap keduanya bergantian.
"Ma bukan salahku, dia menceritakan tentang mantan kekasihnya tentu saja aku kesal dan tidak mau dengar lagi." Kata Gibran membela diri
"Tapi, Mama aku kan cuman mau cerita masa tidak boleh padahal tadi Kak Gibran bilang aku boleh cerita sepuasnya." Kata Diandra
"Ya mana aku tau kalau kamu akan menceritakan pria itu kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama kalau jadi aku." Kata Gibran tidak mau kalah
"Pokoknya Kak Gibran jahat Ma!" Kata Diandra
"Diandra kenapa kamu ini seperti anak kecil?" Tanya Gibran membuat Diandra langsung diam
Dia menatap mertuanya dengan sedih membuat Dara menghela nafasnya pelan sambil menatap anaknya dengan tajam.
"Mama lihat kan? Kak Gibran jahat! Aku gak mau ketemu Kak Gibran." Kata Diandra sambil memeluk mertuanya dari samping
"Ma aku tidak salah." Kata Gibran tetap pada pendiriannya
Dasar anak ini sama saja seperti Farhan.
Dulu Dara juga pernah memiliki permintaan yang hampir mirip dengan Diandra dan reaksi Farhan sama seperti Gibran sekarang.
"Diandra"
"Iya Mama"
"Mau menginap?" Tanya Dara membuat Gibran langsung protes
"Ma apaan sih?" Kata Gibran
Diluar dugaan Diandra tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Mau, tidur sama Mama ya?" Pinta Diandra
Dara tersenyum dan mengangguk lalu kembali memeluk menantunya.
"Diandra kita pulang saja." Kata Gibran
"Aku tidak mau!" Ketus Diandra
"Baiklah aku minta maaf, tapi kita pulang ya? Masa aku tidur sendirian." Kata Gibran
"Aku tidak dengar." Kata Diandra
Melihat hal itu Dara tertawa lalu mengajak menantunya untuk naik ke atas dan pergi ke kamar.
"Diandra"
Dan Diandra menoleh lalu memeletkan lidahnya sambil memeluk Dara lagi.
Gibran menghela nafasnya pelan.
Yaudah dia yang salah.
Semua salah Gibran.
¤¤¤
"Gara-gara kamu Gibran"
Begitu pulang Farhan melihat menantu serta anaknya di rumah, tapi dia terkejut dan tidak bisa protes ketika Dara mengatakan kalau dia akan tidur bersama Diandra nanti malam. Saat Farhan ingin protes Dara menceritakan semuanya jadilah Farhan hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Semua karena Gibran harusnya anak itu dengarkan saja Diandra bercerita dan bukan malah melarangnya. Tahan sebentar kekesalannya itu dan sekarang Farhan juga harus kena imbasnya.
Dia biasa tidur bersama istrinya.
"Kok Papa salahin aku juga?" Tanya Girban tidak terima
Dia tetap tidak mau disalahkan.
"Ya memang salah kamu! Apa salahnya dengarkan menantu Papa cerita." Kata Farhan
"Papa tidak tau dia menceritakan mantannya, mana mungkin aku tahan?" Kata Gibran masih terus membela diri
"Hey masih mending hanya bercerita, kamu tidak tau apa yang Mama kamu minta ketika sedang hamil kamu." Ketus Farhan
"Apa?" Tanya Gibran
"Bukan bercerita dia malah minta dipeluk sama teman Papa yang playboy dan lihat sekarang anaknya mirip sekali suka ganti-ganti cewek." Kata Farhan
"Pa aku sudah tidak gitu lagi." Kata Gibran
"Ya tetap saja setidaknya kamu beruntung Diandra tidak meminta hal seperti itu." Kata Farhan
Gibran menghela nafasnya pelan dan diam. Awas saja kalau Diandra sampai minta hal seperti itu, dia bisa gila.
"Sekarang karena kamu Papa harus tidur sendirian." Kata Farhan sebal
Ya salahkan saja Gibran lagi.
¤¤¤
Kasihan Gibran😂
Nexttt?