OBSESSION

OBSESSION
Kolam Renang



Berkali-kali Gibran berusaha mengenyahkan fikirannya yang berkelana ketika melihat Diandra dengan kaos hitam polosnya serta celana pendek tengah berenang kesana kemari. Sekarang mereka memang sedang berenang hanya berdua Gibran mengosongkan kolam renang agar tidak ada yang bisa melihat istrinya.


Tadi pagi Diandra memang mengatakan kalau dia ingin berenang dan Gibran mengabulkan keinginannya, dia terlihat sangat senang hingga melompat ke dalam pelukannya. Berbeda dengan dulu yang ketus juga galak sekarang Diandra begitu manja dan sering meminta sesuatu sambil memasang wajah lucunya.


Gibran tidak akan membiarkan orang lain melihat istri cantiknya.


"Daddy sinii"


Berdeham pelan Gibran berenang mendekat dan menghampiri Diandra yang ada di pinggir kolam.


"Kenapa?" Tanya Gibran


Diandra menggelengkan kepalanya pelan dan malah memeluk Gibran membuat suaminya itu memejamkan matanya untuk menahan sesuatu.


Diandra memeluknya di dalam kolam renang sambil mengusap punggungnya yang tidak tertutupi apapun.


"Kenapa jauh-jauh?" Tanya Diandra


"Aku tidak fokus baby." Kata Gibran serak


"Kenapa tidak fokus?" Tanya Diandra sambil menatapnya dengan lugu


"Tidak, sekarang lepaskan pelukannya ya?" Kata Gibran


Dengan raut wajah sedih Diandra menggelengkan kepalanya dan malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa? Aku mau peluk Daddy." Kata Diandra


"Kalau gitu jangan salahkan aku kalau kita malah bermain disini." Kata Gibran


"Main apa?" Tanya Diandra


"Jangan pura-pura tidak tau baby." Kata Gibran sambil mencubit pipinya


"Memang tidak tau." Kata Diandra


Menghela nafasnya pelan Gibran menyingkirkan rambut Diandra yang basah ke belakang telinganya membuat Diandra tersenyum.


"Mau duduk." Kata Diandra


Tersenyum singkat Gibran membantu Diandra untuk duduk di pinggir kolam renang.


"Sudah lelah?" Tanya Gibran


"Emm belum tapi, mau duduk dulu sebentar." Kata Diandra


Gibran mengangguk faham lalu ikut duduk disamping istrinya dan membiarkan Diandra menyandarkan kepala dibahunya.


"Kenapa Daddy tidak pakai baju?" Tanya Diandra


Saat sampai tadi Gibran memang melepas kaosnya dan hanya memakai celana pendek saja.


"Memang kenapa?" Tanya Gibran


"Enggak malu?" Tanya Diandra membuat suaminya itu tertawa


"Kenapa malu? Hanya ada kamu disini." Kata Gibran


"Sama aku tidak malu juga?" Tanya Diandra sambil mendongak dan menatapnya dengan penasaran


"Kamu juga sudah lihat semuanya untuk apa aku malu." Kata Gibran


Diandra tersenyum dengan pipi memerah membuat Gibran tertawa kecil lalu mencubit pipinya.


"Ayo berenang lagi." Kata Diandra


Kembali masuk ke dalam kolam renang Diandra berenang sendirian sedangkan suaminya masih duduk di pinggiran kolam sambil memperhatikannya. Cukup lama hingga Diandra memasang wajah cemberut sambil menghampiri Gibran yang masih belum bergerak dari tempatnya.


"Daddy turun ayo berenang." Kata Diandra


"Tidak baby kamu saja." Kata Gibran


"Ihh turunnn." Rengek Diandra


Menghela nafasnya pelan Gibran akhirnya turun dan bergabung bersama istrinya membuat Diandra tersenyum senang.


"Ayo kita balapan." Kata Diandra


"Aku pasti menang." Kata Gibran


"Kalau Daddy menang aku kasih hadiah." Kata Diandra


"Apa hadiahnya sayang?" Tanya Gibran dengan penuh minat


"Hadiahnya aku akan nurut seharian penuh." Kata Diandra membuat Gibran menatapnya dengan alus bertaut


"Are you sure baby?" Tanya Gibran


"Oke kita mulai." Kata Gibran


Mereka pergi ke ujung kolam renang dan setelah Diandra berhitung sampai tiga mereka berenang hingga sampai ke sisi kolam yang lainnya. Bisa ditebak siapa yang sampai duluan karena secepat apapun Diandra tetap saja Gibran yang berhasil sampai duluan.


Tidak ada raut wajah sebal atau sedih Diandra terlihat biasa berbeda dengan Gibran yang sangat senang.


"Boleh aku minta sesuatu sekarang?" Tanya Gibran


Diandra mengangguk singkat membuat Gibran tersenyum dan berjalan mendekat hingga membuat Diandra mundur sampai ujung, dia tidak bisa bergerak lagi.


"Kiss me"


"Disini?" Tanya Diandra


"Iya baby"


"Tapi, aku tidak sampai." Kata Diandra polos


Perkataan itu membuat Gibran tertawa dia lupa kalau Diandra itu memiliki tubuh yang mungil dan akhirnya Gibran mengangkat tubuh itu membuat Diandra melingkarkan kakinya. Tersenyum manis Diandra mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman singkat disana hingga berkali-kali.


"Sudah"


"Bukan ciuman yang seperti sayang." Kata Gibran


"Lalu?"


"Seperti ini"


Mata Diandra terpejam ketika merasakan ciuman lembut dibibirnya dan dia meletakkan tangannya di pipi Gibran. Suaminya itu tidak membiarkan Diandra untuk mengambul nafasnya dan malah semakin memperdalam ciumannya.


Diandra mulai kedinginan, tapi dia enggan untuk pergi.


¤¤¤


Bergelung dengan selimutnya Diandra masih merasa kedinginan karena mereka tadi berlama-lama di kolam renang, salah Gibran bukan salahnya. Sudah meminta untuk pulang, tapi Gibran malah terus menciumnya setelah dia memasang wajah ingin menangisnya baru Gibran membawanya pulang.


Disampingnya ada Gibran yang tersenyum sambil mengusap-ngusap pipinya. Mereka belum makan siang padahal waktu sudah menunjukkan pukul satu, tapi Diandra belum merasa lapar.


"Masih dingin?" Tanya Gibran


"Sedikit, makanya pelukk." Kata Diandra membuat Gibran tertawa lalu memeluknya


"Kamu mau makan apa?" Tanya Gibran


"Mau sup." Kata Diandra


"Aku belikan dulu." Kata Gibran


Baru ingin beranjak Diandra menahannya dan mengatakan kalau dia akan memasak sendiri saja. Boros sekali kalau harus beli terus lagipula dia bisa memasak.


"Katanya dingin." Kata Gibran


"Udah enggak kok lagian kita kemarin udah belanja bahan makanan sayang kalau gak dipakai dan malah beli terus." Kata Diandra


Menyingkap selimutnya Diandra turun dari ranjang dan pergi ke dapur membuat Gibran mengikutinya dari belakang. Begitu sampai dapur Diandra membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa sayuran untuk dimasak.


Bukan hal yang aneh untuk Gibran beberapa kali dia menemani Diandra memasak dan memakan masakannya yang tidak pernah mengecewakan bahkan sebelum mereka menikah.


"Baby"


"Hmm"


"Rumah kita sebentar lagi selesai, aku mau ajak kamu untuk beli beberapa barang besok." Kata Gibran membuat Diandra menoleh dan menatapnya


"Daddy tidak bilang dimana tempatnya." Kata Diandra cemberut


"Dekat dengan rumah Mama." Kata Gibran


"Besok aku mau lihat juga." Kata Diandra


"Besok kita lihat rumah dan beli beberapa barang, oke?" Kata Gibran


Diandra tersenyum lalu mengangguk dan kembali fokus pada aktifitasnya, dia tidak sabar untuk melihatnya.


Selagi istrinya memasak Gibran memperhatikannya dalam diam bahkan Diandra membuat jatuh cinta hanya dengan melihatnya ketika sedang memasak.


Kenapa Diandra terlihat begitu mempesona?


Gibran tidak bisa mengalihkan pandangannya meski hanya sesaat.


¤¤¤


Yeee updateee😚