
felix membuka pintu kamar Hana. kemudian dia tutup perlahan dengan hati hati. felix mengendap masuk menuju kasur dimana tempat Hana tertidur. felix tersenyum manis sekali.
felix berpikir dengan cara ini dia bisa mengembalikan ingatan Hana. dia pun merebahkan dirinya di samping Hana lalu memeluk Hana dari belakang. hana tak bergeming. felix pun menjilat telinga Hana kemudian berbisik
"kamu milikku" tiada henti.
hana mulai merasakan telinga nya yang basah dan menghangatkan itu. entah kenapa ini terasa seperti Dejavu. hana membalikkan badannya
felix!
dia ingin berteriak tapi mulutnya langsung di ***** oleh felix. mereka berciuman sangat lama namun ada yang aneh dari Hana, dia sangat menikmati ciuman nya dengan felix. felix bukan siapa-siapa ku kenapa aku tak bisa melawan, kenapa sekarang aku begitu lemah, batin Hana.
tangan felix mulai membuka kancing baju Hana satu persatu dan Hana hanya membiarkan saja bahkan tangan Hana kini bergelayut di leher felix. setelah hana telanjang dada felix pun menurunkan ciuman nya ke leher Hana lalu meninggal kan bekas di sana kemudian turun lagi hingga ke dada Hana.
"ahh"
hana tak kuasa menahan erangan nya. anggap saja sekarang dia sedang gila mungkin ini gara-gara efek mabuk yang belum hilang.
felix nampak senang mendengar erangan Hana. kemudian felix menurunkan celana tidur hana. sambil menjilati dada Hana dia mengelus paha Hana Dengan sangat lembut hingga tangan nya berhenti di ****** Hana yang masih tertutup celana dalam nya. hana mengerang dengan keras seolah-olah dia tak sabar felix membuka celana dalamnya. namun sebelum itu felix berbisik di telinga Hana
"tidak kah kau ingat jika kita pernah melakukan nya" Hana terdiam dia kembali mengingat
"kau mengatai ku gila dan kamu kehilangan akal" tambah felix, kini dia harus berusaha mengembalikan ingatan Hana dia sangat sakit hati jika Hana terlalu lama melupakan nya
felix tak peduli, dia melepaskan celananya sendiri kemudian punya Hana lalu menjilati punya Hana. hana yang merasakan punyanya di jilat di bawah sana kembali mengerang dengan kencang dia sangat menikmati semua ini. hana meremas-remas rambut felix dia sudah tidak tau apa apa lagi.
felix kemudian mulai menggesekkan punya nya ke milik Hana lalu di memandang wajah Hana. hanapun menatap balik felix. lama mereka berpandangan mencoba berkomunikasi melalui mata
"ada rasa ingin tau di matamu, kau sudah jatuh padaku" kata felix lalu tersenyum
"katakan felix apa kita pernah bertemu?" balas hana, dia sangat penasaran
"tentu saja Hana, aku harap kau segera mengingat ku" Hana memejamkan matanya. dia merasa sangat dekat dengan felix. bahkan saat felix ada di atas tubuhnya sekarang dia merasa senang. seolah-olah dia sangat merindukan tubuh nya felix. hana merasa felix sangat spesial.
"nikmati lah Hana, aku akan memberikan sensasi yang tersembunyi bukalah kesempatan untuk kita"
felix pun memasukkan punya nya ke dalam milik Hana. kesucian Hana sudah dia ambil dulu sehingga Hana tidak terlalu merasa sakit. sementara Hana benar-benar terkejut dia sudah tidak perawan lagikah? kenapa tidak sakit, bukankah jika aku perawan rasanya akan sakit?, batin hana. hana benar-benar lupa.
malam itu adalah malam yang panjang. mereka berdua melakukan nya sampai benar benar lelah. felix berbaring di sebelah Hana. sebelum benar benar tidur dia berbisik lagi
" aku gila dan kau juga. tapi aku suka"
pipi hana memerah menahan malu. felix mencium pipinya dengan gemas kemudian Meraka tertidur dengan posisi berpelukan.