
Hollaa... Cuci mata bentar yukkk... hehe
...David Booker...
...Kendall Jenner...
...Harry Booker...
Kendall menggigit bagian dalam pipi. "Bagus." Kemudian ia membuka bebat di pergelangan kaki David untuk diperiksa. Kulit di atas sepatu bot kerja pasien membiru dan bengkak. Kemungkinan terbaik, kaki itu terkilir parah. Kemungkinan terburuk... terlihat pembengkakan itu mengkhawatirkan. Kendall mengeluarkan gunting dari tas dan memotong celana jins David sampai lutut.
"Kendall, ada yang bisa kubantu?" tanya Hailey, berpura-pura khawatir.
Susah payah Kendall menahan diri agar tidak memutar bola matanya. Tampaknya Hailey berpikir mereka memiliki kesamaan karena wanita itu pernah menjadi resepsionis di klinik dermatologi. Karena di sepanjang perjalanan tadi, ia mengoceh tentang "Keahlian" medis mereka yang sama.
"Tidak, terima kasih," jawab Kendall, lalu kembali memperhatikan tungkai David. Telihat sendinya yang membengkak. Kulit pasien tidak robek tapi pembengkakan terjadi di pergelangan kaki dan menghilang dalam kaus kaki tebal. Dengan hati-hati Kendall meraba kulit itu.
"Aku perlu merontgen untuk mengetahui apakah ada yang patah." Kendall mendongak menatap Harry "Di mana rumah sakit kalian?"
"Kami hanya punya pos P3K dengan persediaan obat dasar dan... tanpa mesin rontgen." jawab Harry
"Kami bisa membawanya ke Atlanta dan meminta tumpangan udara jika Anda pikir lukanya serius."
"Tidak," Harry mengakui, "Tapi kita bisa memindahkannya ke asrama."
Tak ada pilihan. "Ada brankar lipat di belakang mobilku," kata Kendall, "juga mesin rontgen portable dan perlengkapan lain." Ia mengangguk ke arah para pekerja yang masih berdiri di bak truk. "Bisakah beberapa kawan kalian membantuku menurunkan?"
Kendall hendak berdiri, tapi pergelangan tangannya ditarik oleh seseorang. Ternyata di cengkeram oleh David Booker dengan jemarinya yang panjang dan kokoh. "Bu Dokter Kecil?"
Tak disangka, sentuhan itu membuat jantungnya berdebar. Senyum miring David mempesona. Mata hazel pria itu cerah, memikat dan amat sangat seksi.
"Yeah?" jawab Kendall susah payah.
David menarik dokter itu mendekat hingga napasnya menyapu pipi Kendall. "Apakah kau mengajak suster-suster cantik?"
Kendall mengerjap mendengar omongan itu, tanpa perlu menjawab mata David sudah tertutup. Sambil mendesah kesal, ia memeriksa denyut nadi sang pasien. Pria bodoh itu sudah kehilangan kesadaran.
Kendall berjalan menuju mobilnya memperhatikan sekitar, saat melihat para pekerja sedang sibuk menatap dan saling siku kearah Hailey Baldwin. Wanita-wanita lain memang datang untuk mencari cinta, dan ia tidak boleh kesal melihat kebahagiaan mereka hanya karena ia tak berencana untuk bersenang-senang.
Sejak dulu ia ingin membuka praktik sendiri, batinnya mengingatkan. Inilah kesempatannya. Sementara itu para pria membawa satu per satu kardus berisi persediaan obat dari mobil menuju 'asrama' yang tampak baru selesai dibangun, Kendall menatap ke sekeliling kota Happiness.
Sejauh penglihatannya, terdiri atas mes itu dan semacam tempat makan serta gubuk yang mereka sebut dengan "pos P3K". Seluruh bangunan ini terletak di persimpangan jalan beraspal yang mereka lewati tadi. Menara yang terlihat sejak dari kejauhan, membuat Kendall sadar, bahkan Denville di Virginia, kota industri yang mulai meredup bisa di anggap sebagai kota metropolis dibandingkan dengan tempat ini.
Nama "Happiness" memberi kesan pohon-pohon rindang dan subur, dengan gelas-gelas limun tinggi, dan ayunan rotan putih. Namun sebaliknya, Happiness adalah tempat kecil muram, kotor, lengket, dan panas di jalan. Di gunung. Dan dari cara kaum pria dan wanita saling memandang, Happiness akan menjadi ajang kencan kilat yang besar.
...****************...