
Dalam sekejap, tautan mereka yang lembut berubah liar. David me-lu-mat bibir Kendall, lalu menurunkan kepala untuk menciumi leher wanita itu.
"Kruk sialan," gumam David dan menekan tubuh Kendall ke wastafel. Meskipun dengan cedera, ia berhasil mengangkat Kendall ke meja dan menempatkan diri di antara lutut wanita itu. Tubuh Kendall menggelora, tangannya menyusuri bahu dan lengan David. Mata David setengah terpejam sementara ia berkutat dengan kancing baju Kendall. Aroma maskulin David memenuhi indra penciuman Kendall dan jantungnya berdegup kencang saat merapatkan tubuh, merasakan kenikmatan yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Kendall merasa seperti mobil yang melaju kencang. Ia tidak bisa berhenti dan memang tidak ingin berhenti, tidak sekarang.
"Cepat," bisiknya, takut berubah pikiran. Kata-kata itu seperti menyemangati David. Bibir dan tangannya semakin mendesak. Ia melepas kait depan bra Kendall dan menelanjangi payu-daranya. David mengerang senang dan puncak payu-dara Kendall menegang. David menyentuh salah satu ujungnya dengan bibir, membuat sekujur tubuh Kendall menggelenyar.
Kendall terpekik, mengubur jemari ke rambut David mendesaknya terus melakukan itu. David memberikan porsi yang sama pada puncak yang satu lagi, me-lu-matnya dengan lapar atas bisikan perintah Kendall sambil menurunkan tangan ke paha wanita itu. Kendall menjadi lemas, napasnya memburu oleh gairah. Saat David mengangkat kepala, ia mencium Kendall dengan penuh gairah kemudian mengarahkan wanita itu ke bukti hasratnya. Kendall membelainya, membuat napas pria itu tersentak tajam. Merasa lebih berani, kendall membasahi bibir yang terasa bengkak dan meraih sabuk David.
Ketukan tajam di pintu membuyarkan momen menggairahkan itu.
"Kendall?" Suara Hailey terdengar. "Kau ada di dalam? Aku mencari David."
Kendall jatuh kembali ke bumi. Saat melihat kilatan rasa bersalah di mata David, tubuhnya jadi kaku dan ia mendorong dada pria itu. David mundur dan menutupi wajah dengan kedua telapak tangan.
Kendall mengaitkan bra dan mengancing kemeja dengan tangan gemetar, merapikan pakaian sambil berjalan ke pintu.
Satu ketukan lagi. "Kendall?"
Kendall menghela napas panjang dan membuka pintu. Hailey yang berkulit kecokelatan, bertungkai panjang dan membawa keranjang piknik, tampak seperti gadis model perdesaan.
"Halo," sapa Kendall.
Hailey menjulurkan leher ke ruang praktik. "Kau melihat David? Ada yang bilang ia datang menemuimu dan traktornya masih terparkir di depan. Kami seharusnya pergi piknik."
Darah Kendall langsung beku. Sayang sekali pria kurang ajar itu tidak menyebut-nyebut soal kencan dengan Hailey sebelum menciumnya. Dengan sangat malu, Kendall membuka pintu lebih lebar sehinggal David pun terlihat.
"Oh, bagus, ternyata kau di sini," kata Hailey sambil tersenyum menggoda. Lalu ia mengernyit saat melihat hewan yang berbaring di ranjang. "Apa yang terjadi?"
David menghindari tatapn Hailey, Kendall memperhatikan. "Rusa ini melompat ke samping traktor dan kakinya patah. Aku membawanya ke sini untuk di obati."
"Kau juga merawat binatang?" tanya Hailey kepada Kendall. "Wow, keberadaanmu di kota ini bermanfaat ganda. Akhir-akhir ini pencernaan anjingku terganggu, mungkin kau bisa memeriksa agar penyakitnya ketahuan?"
Kendall tersenyum datar. "Kita lihat saja."
David memandangnya dengan tatapan yang menyiratkan permintaan maaf, tapi Kendall membuang muka. Tubuhnya masih bergairah dan darahnya masih berdesir gara-gara desakan bibir dan tangan David... yang rupanya adalah sesi pemanasan sebelum kencan makan siang intim dengan Hailey. Kok bisa aku sebodoh itu! pikir Kendall.
David tampak menyesal. "Maaf, aku terpaksa menbatalkan janji kita karena harus mengurus kawan kecilku ini."
"Oh, tidak perlu," timbrung Kendall riang. "Aku akan membius rusa itu sampai kau pulang. Lagi pula, sebaiknya ia tidak dipindahkan selama beberapa waktu. Kalian berdua pergi saja, bersenang-senang." Ia melambai ke arah pintu dan Hailey tersenyum senang sementara ekspresi David tak terbaca.
Di pintu, David menoleh ke belakang. Matanya mengamati wajah Kendall, lalu ia berkata, "Hanya makan siang, kami tidak akan lama."
"Oh, tidak perlu terburu-buru." Kendall tersenyum lalu menutup pintu.
Ia memejamkan mata dan menutup wajah dengan kedua tangan. Memangnya apa yang tadi aku pikirkan? batinnya. Ia hampir bercinta dengan David. Ia pasti akan bercinta dengan David kalau Hailey tidak mengganggu. Dan sekarang, pria itu pergi dan mungkin akan bercinta dengan Hailey.
Bagi pria seperti mantan tunangannya dan David Booker wanita bisa diganti-ganti. Ia harus meninggalkan tempat ini... dan memikirkan lagi rencananya untuk kembali ke Denville matang-matang. Mungkin ia perlu memulai hidup baru di kota besar tak dikenal, seperti Atlanta.
Di ranjang si rusa mendengkur lembut. Kendall mendekat dan membelai leher lembut binatang itu. Rusa itu membuka mata hitam besarnya sejenak dan menatap Kendall, seolah tahu Kendall yang menolongnya. Hati Kendall terenyuh.
"Jangan khawatir," bisiknya mendesah. "Aku akan tinggal sampai kau sembuh."
Strateginya adalah dengan menjauh dari David Booker.
----------------
"Aku senang kau tidak keberatan Oscar ikut," oceh Hailey, hidungnya beradu dengan hidung si anjing kecil. Anjing itu di taruhnya dalam gendongan di depan dada dengan kaki mengangkang dan menggantung.
David berusaha sekuat tenaga untuk tersenyum. Seolah ia di paksa. "Jangan tersinggung, tapi ia kelihatan tidak nyaman dalam gendongan itu."
"Tidak, ia sukaaa...," tukas Hailey dengan suara seperti anak-anak sambil tetap mengusel anjingnya. "Akhir-akhir ini perutnya bermasalah, jadi aku tidak mau meninggalkannya sendirian."
David memutuskan untuk tidak memberitahu bahwa anjing yang mengalami masalah pencernaan mungkin lebih suka berada dalam posisi horizontal. Ia memimpin jalan ke kaki pohon yang rindang dan duduk di batu, meletakkan kruk di sebelahnya. Pikirannya masih tertuju pada Kendall, yang ditinggalkannya dengan enggan setelah mereka nyaris bercinta di ruang praktik wanita itu... pada siang bolong. Kalau Hailey tidak datang mencarinya, ia dan Kendall mungkin masih akan saling menggerayangi. Tapi mungkin sekarang Kendall menganggapnya ba-jing-an. Setidaknya begitu.
Dan David terpaksa menyetujui.
Jika mau bersikap jujur, ketertarikannya pada Kendall muncul sejak wanita itu tiba. Sesuatu dalam diri wanita kecil yang tangguh itu menyentuh hatinya... dan bagian-bagian lain tubuhnya. Ia mengahargai kemandirian Kendall dan apa yang pasti sudah wanita itu lalui untuk menjadi dokter. Saat mengurus rusa luka, rasa kagumnya pada wanita itu berkembang menjadi gairah dan yang membuatnya kaget, Kendall membalas. Dan tadi ia lupa daratan gara-gara mata... bibir... dan tangan sang dokter, sampai ia lupa waktu dan janji kencannya dengan Hailey.
...****************...