New Happiness, Begins

New Happiness, Begins
Part 36



David mengatupkan rahang. Meskipun Kendall berusaha menyembunyikan perasaan terhinanya karena gangguan pada saat yang tidak tepat, ekspresi wanita itu saat menyuruhnya bersenang-senang terasa membakar otak.


Hailey meletakkan keranjang piknik, lalu menurunkan anjing dari gendongan ke tanah. Ia mengangkat tangan tinggi-tinggi untuk meregangkan tubuh dan menekuk tubuh seksinya. David membuang muka. Ia sungguh tidak ingin berada di sini.


"Tempat yang bagus," ucap Hailey. "Bagaimana sampai bisa kau temukan?"


"Kakakku dan aku biasa ke sini untuk berenang," sahut David, berusaha menenangkan diri dan menikmati suasana. Ia harus bertanggung jawab karena sudah menerima ajakan Hailey. "Sebagian besar danau ini dangkal tapi bagian ini salah satu yang paling dalam."


"Untung juga aku pakai baju renang," kata Hailey, dan sebelum David sempat berkedip, wanita itu sudah membuka kaus dan tampaklah atasan bikini polkadot pink dan putih.


Sesak oleh daging berwarna kecokelatan.


David berdeham, lalu menunjuk ke pohon di atas mereka. "Tinggi pohon ek ini dulu dua kali lipat. Tapi terpangkas oleh badai."


"Masih cukup rindang untuk piknik," sahut Hailey, lalu membungkuk untuk mengeluarkan selimut dari keranjang piknik, membuat celana pendeknya tertarik dan menampakkan daerah-daerah yang mengundang bencana.


David menutupi wajah dengan tangan. Kenapa ada perasaan yang menggerogoti, seolah ia tidak setia kepada Kendall hanya karena berada di sini? Padahal mereka tidak memiliki ikatan atau... apa pun. Bahkan wanita itu sudah benar-benar berusaha untuk menunjukkan bahwa ia tidak tertarik padanya. Kejadian di ruang praktik tadi mungkin hanya reaksi sang dokter karena merasa kesepian... dan mungkin sedikit dendam yang dilampiaskan karena tunangan yang berselingkuh. Mungkin Kendall ingin tidur dengan pria lain sebelum kembali pada pria itu.


Kenapa pikiran itu membuatku sangat resah? batin David.


"Panggilan untuk David."


David mengembalikan perhatian kepada Hailey, yang berdiri sambil berkacak pinggang dan memandangnya dengan tatapan menyelidik.


"Aku membuatmu bosan?"


"Maaf," sahut David, merasa bersalah. Ia menyambar kruk dan berdiri. "Apa yang bisa kubantu?"


Hailey tersenyum malu. "Coba cicipi dan katakan apakah lezat."


David tersandung, tetapi bisa menahan tubuh dengan satu kruk.


Hailey tertawa dan mengulurkan satu sandwich. "Maksudku sandwich salad ayamnya, bodoh."


David tertawa lega, merasa konyol saat mendudukan diri diselimut. Saat menerima ajakan Hailey, bukankah ia berharap mereka akan bergulingan di tanah sepanjang sore? Tapi itu sebelum kejadian dengan Kendall... sebelum ia tahu betapa cepat Bu Dokter Kecil berubah dari dingin menjadi menyala-nyala. Sebelum ia tahu bagaimana tangan-tangan kecil dan cekatan wanita itu bisa membuat suhu tubuh melejit terbakar gairah... dan bibirnya membuat David kehabisan napas.


"Kau tidak suka sandwich salad ayam?"


David menoleh dan melihat Hailey mengulurkan sendwich yang dimaksud. David tersadar dan tersenyum. "Suka," katanya sambil mengambil roti itu. "Terima kasih. Aku senang bisa libur sejenak dari masakan Molly."


Hailey mencibir. "Makanan di kantin sudah mendingan. Molly setuju memberi izin kepada sebagian wanita untuk menolong menyiapkan makanan dan menjadikan tempat itu lebih menarik, lebih mirip restoran."


"Sungguh? Bagus." David sudah menerima sandwich dan menggigitnya. Ia tersenyum sampai rasa aneh menghantam lidah, tapi mempertahankan ekspresi sampai ia berhasil menelan. "Ehm, rasanya...beda. Tapi enak," tambahnya cepat.


David terus mengangguk dan menggigit lebih besar. Lebih baik menghabiskan makanan itu secepat mungkin. Ia menyadari Hailey juga tidak menikmati sandwich salad ayamnya yang memiliki "bahan rahasia" dan malah mengambil gelas berisi buah karena ia vegetarian.


Hari ini David tidak keberatan jadi vegetarian.


Sambil mengunyah, ia bertanya, "Jadi, bagaimana kemajuan ruang media? Aku melihat antena TV sudah dipasang."


Hailey mengangguk. "Dan komputer-komputer baru sudah diletakkan. Wireless router sudah dipasang. Mudah-mudahan seluruh Happiness akan memiliki koneksi WiFi beberapa hari lagi. Wanita-wanita itu sudah tidak sabar ingin bisa terhubung lagi dengan dunia luar."


Tiba-tiba terpikir oleh David bahwa Kendall juga meninggalkan kehidupan sebelumnya. "Kau rindu Denville?"


"Tidak lagi setelah aku memutuskan untuk tinggal."


"Semudah itu?"


Hailey mengangkat bahu. "Kenapa repot-repot menebak akibat keputusanmu? Tak ada gunanya. Sekarang aku di sini dan bertekad membantu kau dan kakakmu mengubah Happiness menjadi kota seperti yang kalian idamkan. Aku punya banyak ide."


David selesai makan sendwich yang terasa aneh itu dan menyimak Hailey menggambarkan secara terperinci bagaimana ia dapat membayangkan situasi retail kota itu berkembang... dari toko pangan sampai perhotelan. Pikiran David mulai berkelana saat ia tiba-tiba dikejutkan sesuatu yang basah menggelitik kakinya. Anjing kecil itu sedang menjilati kakinya yang tidak digips, seolah akan dilahap. David menggeliat dan berusaha mengusir hewan itu, berharap Hailey melihat. Tapi wanita itu sedang tenggelam dalam monolognya yang antusias. Ketika Hailey merogoh ke dalam keranjang piknik, David mengira ia akan mengeluarkan map berisi rencana bisnis. Tapi ternyata wanita itu mengeluarkan sepotong sendwich lagi yang diulurkan kepadanya.


"Aku tahu pria besar seperti kau memiliki selera makan yang besar." Hailey mengerjap-ngerjapkan bulu matanya.


Karena enggan memakan lebih banyak sendwich yang aneh itu, atau mengakui sindiran Hailey, David mengangkat tangan. "Aku tidak bisa."


Hailey tampak tersinggung. "Kau tidak suka?"


"Tentu saja aku suka," dusta David. Tetapi ia merasa seperti pria breng-sek jika tampak tak menghargai dan tidak ingin berada di sana, jadi ia tersenyum dan menerima. "Aku hanya tidak mau kelihatan rakus."


Hailey tersenyum dan melanjutkan ocehan tentang rencananya untuk kota Happiness. David menyimak dengan sabar dan menyingkirkan sendwich itu dengan sembunyi-sembunyi, melempar beberapa cuilnya kepada Oscar untuk mengalihkan perhatian anjing itu dari kakinya yang gatal dan basah. Oscar menelan makanan itu seperti anjing liar yang kelaparan.


Setelah satu jam berlalu dan Hailey masih bicara tentang membangun kereta gantung yang akan membawa para turis ke atas untuk menikmati panorama gunung, David menyadari ia sudah meremehkan wanita itu. Hailey ternyata bukan sekedar makhluk cantik. Ia juga memiliki ambisi... jenis ambisi yang dibutuhkan oleh kota yang sedang berkembang.


Hailey cantik, bersemangat dan ingin menjadikan Happiness rumahnya. Lalu kenapa ia tidak tertarik kepada wanita itu? Kenapa ia justru kesengsem pada dokter wanita yang ada di sini hanya karena mobilnya sudah ia sabotase?


Tiba-tiba Hailey berhenti. "Aku memang membuatmu bosan. Maaf aku terus mengoceh."


"Tidak, tak apa," tukas David. "Aku senang kau bersemangat dengan rencana kami. Kami beruntung memilikimu di sini."


Hailey memajukan tubuh dan membuat gambar di punggung tangan David dengan kukunya yang terawat. "Ada hal-hal lain di Happiness yang membuatku bergairah."


...****************...