
Ku lihat area balap liar yang sudah ramai dipenuhi oleh pembalap atau orang yang sekedar menonton balapan. Di area ini tidak hanya laki-laki, perempuan dengan pakai seksi pun banyak. Ku lihat banyak orang yang merokok dan minum-minuman keras baik laki-laki ataupun perempuan, ada yang sedang mempersiapkan motornya untuk balapan dan ada pula yang sedang bercumbu di depan umum. Apa ini yang disebut dunia malam.
Entah kenapa aku tak suka berada disini, aku merasa ini bukan tempatku dan tak seharusnya aku datang ketempat ini, aku ingin pulang namun tak bisa Nata pasti takkan membolehkan.
Kulihat sekumpulan anak muda seumur atau lebih tua beberapa tahun dari kami datang menghampiri aku dan Nata.
"Akhirnya lo datang juga gue pikir lo gak akan nerima tantangan ini," kata pemimpin dari kumpulan itu.
"Lo pikir gue itu sepengecut lo apa," ujarnya angkuh. Aku bisa lihat kalo lawan bicara Nata mulai emosi karena kata-kata Nata.
"Lo!," tunjuknya ke arah Nata seakan mencari ribut, Nata tak menanggapi hanya menatap si pemimpin seakan meremehkannya.
Karena kesal dibuat Nata, pemimpin itu mengalihkan pandangannya ke arah ku. "Hai cantik," sapanya menggodaku dan menatapku seakan menilai sesuatu, aku merasa risih saat dia menatapku seperti itu.
"Gak usah gangguan pacar gue," ujarnya saat melihatku menyusutkan diri di belakangnya.
"Gak usah pada ribut di sini, mending kalian ke tempat taruhan sekarang," sela Arya sahabat Nata yang baru saja datang. Nata dan si pemimpin itu pergi ke tempat tahuran yang dikatakan Arya.
"Itu tadi siapa," tanyaku pada Arya. "Tadi itu Leo, musuh bebuyutannya Nata lo gak perlu peduliin dia."
Tiba-tiba suasana menjadi hening, tidak ada yang bicara diantara kami mungkin karena bingung juga mau ngomong apa.
"Oh ya... gue lupa bilang makasih sebelumnya, makasih ya udah berhentiin Nata buat mukulin gue." Seketika aku jadi keingat kejadian waktu pertama kali ketemu Nata, bukannya Arya yang berkelahi dengan Nata, tapi kok mereka sahabatan ya.
"Sebenarnya aku masih bingung, bukannya Nata dengan kamu waktu itu berantam? Tapi kalian juga sahabatan." Mendengar apa yang kukatakan Arya hanya tersenyum tipis.
"Kita sahabatan tapi untuk waktu itu ceritanya panjang, kita cuma ada sedikit salah paham aja," jelasnya. "Dan lagi gak biasanya Nata buly cewek, lo adalah cewek pertama dan lagi alasan dia buat buly lo bukan masalah besar yang mengharuskan dia buat buly lo."
"Lho... bukanya kamu bilang Nata gak pandang bulu baut ngebuly orang baik itu cewek atau cowok?" Mendengar pertanyaanku Arya malah ketawa. "Haha... sorry, waktu itu gue cuma bercanda aja. Tapi gak tau juga kenapa jadi beneran."
Saat aku mau nanya alasan Nata buat ngebuly aku itu apa, terdengar suara yang aku kenal siapa lagi kalo bukan Nata. "Kalian lagi ngomongin apa?."
"Gak! Gak lagi ngomongin apa-apa kok," elak ku. "Oh... Ayo siap-siap."
"Balapannya udah mau mulai?" Tanya Arya, "Iya," jawab Nata singkat dan berjalan ke arah motornya.
"Cepat naik! Sebelumnya gue tarik lo," teriak Nata kepadaku. "Iya! Iya sabar." Kataku saat memakai helm lalu naik ke motor Nata dan duduk di boncengannya. Setelah itu Nata mulai melajukan motornya pelan ke garis start yang juga merupakan garis finish dari area balap ini.
Ku lihat satu cewek mulai berjalan di depan kami dan mulai menghitung mundur. Akupun mulai berpegangan dengan jaket yang dipakai Nata. Saat hitungan ketiga dan teriakan kata mulai Nata dan pembalap lainnya mulai melajukan motornya dengan kencang, aku reflek memeluknya dari belakang. Sial! Dia mengendarai dengan kecepatan yang bisa membuat umurku berkurang setengahnya.
Selama perjalanan aku hanya menutup mataku rapat-rapat karena saking takutnya, ku eratkan pelukanku saat merasakan hembusan angin yang sangat kencang mengenai tubuhnku seakan-akan angin itu bisa saja menerbangkan ku kapan saja.
Terus ku panjatkan doa dalam hati 'tuhan tolong jaga hamba mu biarkan aku selamat dari balapan gila ini', entah sudah berapa lama balapan ini berlangsung yang ku pikirkan hanya garis finish dan mengakhiri balapan gila ini.
Saat motor Nata berdecit dan berhenti setelah mencapai garis finish, dapat kudengar tepuk tangan riuh membahana di sekelilingku. Kubuka helmku dan mulai turun dari motor Nata. Saat menginjak tanah yang pertama kali ku pikirkan adalah 'terimakasih tuhan. Kau masih membiarkan ku untuk hidup', dalam hati ku bertekad bahwa ini untuk yang pertama dan terakhir kalinya.
Aku tak tau siapa yang menang dan siapa yang kalah, saat itu yang ku pikirkan hanya aku masih selamat. Setelah tersadar sudah banyak orang yang menghampiri Nata dan mulai mengucapkan selamat kepadanya.
Nata menarik tanganku untuk mengikutinya ke tempat teman-temanya berkumbul. Disana Nata mulai bercengkrama dengan mereka dan aku gak tau harus ngapain, karena bosan aku mulai menyibukkan diri dengan handphone ku, banyak aplikasi yang ku jelajahi hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari.
Mataku mulai mengantuk karena tidak biasanya aku masih bangun jam segini, aku mau pulang tapi gimana cara ngomongnya ya.
"Lo ngantuk?" Tanya Arya yang ada di samping ku. "Hmm," jawabku singkat karena memang mataku rasanya sudah hampir tak sanggup lagi untuk terbuka.
"Nat pacar lo ngantuk nih! Gak lo antar pulang?" Katanya. Arya kamu memang penyelamat ku baru aja aku bingung mau pulang gimana ternyata udah disampaikan Arya duluan, aku jadi terbantu.
Setelah itu Nata mulai berpamitan dengan teman-tamannya. "Kalo gitu gue pulang duluan ya."
"Gue mau ngambil motor dulu, lo disini aja," titahnya lalu berlari kecil ke arah motornya.
"Dia siapa sih?" Dapat ku dengar suara wanita bertanya entah kepada siapa. "Oh itu, itu pacar Nata yang jadi pasangannya waktu balapan," jawab Arya dapat ku kenali dari suaranya. "Jadi lo gak perlu dekati Nata lagi, lo liat sendiri dia sudah ada yang punya," lanjutnya.
Aku terlalu malas untuk memperhatikan siapa wanita itu, yang kupikirkan hanya agar cepat pulang.
"Ayo naik," Kata Nata saat motornya sudah berhenti di depan ku. Akupun naik ke motor Nata lalu berpegangan di jaketnya. "Udah."
Nata mulai melajukan motornya ke arah jalan menuju rumahku.
***
Jangan lupa Like and comments
Silahkan berikan saran dan kritik kalian di kolom komentar, mohon dukungannya.