My Memory

My Memory
Belajar Bareng



"Hei Anin," panggil seseorang setelah ku toleh ternyata kak Dante. Aku tersenyum sopan untuk menanggapinya. "Mau pulang ya? Mau bareng?"


"Iya kak ini mau pulang," jawabku seadanya. Gimana cara nolaknya ya, aku cari alasan apa buat nolak ajakan kak Dante. Disaat seperti ini Nata dimana lagi.


"Jadi gimana mau pulang bareng?" Tanyanya sekali lagi dengan senyum yang masih menghiasi wajahnya.


Aku bingung harus menjawabnya bagaimana, siapapun tolong aku keluar dari situasi yang canggung ini.


Ku rasakan ada seseorang yang merangkul bahuku dari belakang, saat ku lihat pelaku siapa lagi kalo bukan Nata. "Sayang kamu kelamaan ya nunggunya."


"Hehe gak kok, aku juga baru keluar." Kataku sekenanya. Syukurlah Nata datang disaat yang tepat kalo tidak aku bingung harus menanggapi kak Dante gimana.


"Ayo kita pulang." Ajak Nata yang tangannya masih setia merangkulku. "Kak Dante kalo gitu aku duluan ya." Pamitku sopan.


Dengan tangannya yang masih merangkulku Nata membawaku ke tempat parkir, ku lihat ke belakang untuk melihat kak Dante dia masih tersenyum ke arahku. Entah kenapa setiap melihat kak Dante tersenyum seperti itu aku selalu berpikiran negatif tentangnya.


"Ayo naik." Tanpa berkata lagi aku naik ke motor Nata, lalu dia melajukan motornya ke arah rumahku.


***


"Nat kamu ngapain di situ, ayo masuk." Ajak ku. Nata masih saja berbenah diri baik merapikan rambutnya atau seragamnya.


"Bentar lagi, lo duluan aja." Katanya yang masih merapikan rambutnya. Setelah selesai dia mengikuti ku masuk ke dalam rumah.


Saat aku masuk ke rumah ku lihat tante yang sudah rapi, tante mau kemana ya.


"Eh ada tamu ternyata, Nin bikin minum sana." Kata tante saat melihat Nata masuk.


"Sore tante." Sapa Nata sopan. "Ayo duduk dulu, kamu temanya Anin ya? Siapa namanya?" Kutinggalkan Nata dan tante yang masih bercakap-cakap di ruang tamu.


Akupun mulai sibuk membuat jus jeruk di dapur, sekekali dapat ku dengar percakapan mereka. Setelah selesai ku bawa jus jeruk dan kue ke ruang tamu. Ku lihat mereka masih asik mengobrol entah apa yang sedang dibicarakan.


"Di minum dulu nak Nata." Kata tante mempersilahkan. "Iya tante."


Nata yang sekarang di depanku sungguh berbeda dengan Nata yang biasanya. Baru pertama kali aku melihat Nata yang sopan seperti ini bahkan senyum di bibirnya tak pernah hilang saat berbicara dengan tante. Entah kenapa melihat Nata yang seperti ini terlihat lebih tampan dari biasanya.


"Anin... Nin" panggil tante menyandarkan ku. "Iya tante."


"Tante pergi dulu ya, ada janji di luar. Kamu belajar yang benar jangan main-main." Nasihat tante sebelum pergi. "Iya tante."


"Buka bukunya, kalo ada yang lo gak paham baru tanyai ke gue." Aku hanya menurut dan mulai membuka buku pelajaran ku, aku mulai fokus belajar matematika sempat beberapa kali ku tanyakan kepada Nata mengenai beberapa soal yang tidak ku pahami.


Lama kami belajar di ruang tamu sampai jam sudah menunjukkan pukul 18.30 tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Ku lirik Nata yang ketiduran di tanganya masih memegang buku latihan IPA di bagian fisika, ku tarik buku itu dari pelukan Nata ku lihat banyak catatan kecil yang ada di samping soal dan jawabannya. Ku baca catatan kecil itu Nata menjelaskannya dengan singkat dan mudah untuk di pahami.


Walaupun waktu belajarku tidak lebih dari dua hari sebelum ujian perbaikan, dengan Nata yang membantuku belajar apalagi penjelasan Nata yang mudah untuk ku pahami aku yakin, aku pasti bisa lulus ujian perbaikan.


"Hmm ini jam berapa." Tanyanya pelan saat mulai membuka matanya. Saat melihatnya aku merasa Nata terlihat imut. Jarang-jarang aku melihatnya seperti ini ingin rasanya aku memotretnya tapi sepertinya tak sempat.


"Sekarang jam 18.35" jawabku singakat. Ku lihat dia mulai mulai bersiap untuk pulang.


"Kamu mau pulang? Kenapa gak sekalin makan malam di sini." Ku lihat dia masih membereskan barang bawaannya dan masih sempat-sempatnya menulis di buku latihan yang ku lihat tadi.


"Gak terimakasih, aku harus kerja." Katanya setelah selesai menulis catatan di buku fisika. "Nih pelajari baik-baik, kalo ada yang lo gak paham telpon aja." Aku mengangguk tanda mengerti.


"Kalo gitu gue pamit."


Aku mengikutinya ke luar rumah. "Dah... hati-hati." Kataku saat dia menyalahkan motornya.


Nata mengangguk kecil untuk meresponnya, lalu melajukan motornya setelah Nata tak terlihat lagi aku kembali masuk ke rumah. Ku lanjutkan belajar ku, aku tak ingin usaha Nata untuk mengajari ku sia-sia aku akan berusaha lebih keras untum lulus di ujian kali ini. Oke Anin ayo semangat!


Tok tok tok


Ada yang mengetuk pintu, ku lihat jam di dinding sudah pukul 21.00 tak terasa cukup lama aku belajar.


Tok tok tok


"Anin..." ku dengar sekali lagi suara ketukan disertai sura panggilan tante. "Iya sebentar tante." Jawabku singkat lalu berjalan ke pintu seraya membukakan pintu untuk tante.


"Nata udah pulang?" Tanya tante setelah melihat sekeliling ruang tamu hanya aku sendiri. "Iya tante."


"Nih tante bawa makanan, makan gih terus tidur." Akupun menerima makanan yang di bawakan tante. "Tante gak makan?" Tanyaku saat tante ingin masuk ke kamar.


"Tante udah makan tadi di luar, kamu habis makan langsung tidur ya, tidurnya jangan ke malaman." Nasihat tante sebelum masuk ke kamar.


Aku mengikuti nasihat tante, setelah selesai makan aku langsung ke kamar untuk tidur.


***