My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"ingin memenangkan hatimu"



MAAF YAA GUYS KALAU KADANG BANYAK TYPO


DISINI MAU KEYSYA JADI SAMA SIAPA?


TULIS DI KOLOM KOMENTAR YAA


OK


KITA LANJUT


Tidak terasa akhir semester tiba, kesya lanjut kelas 2 sekarang, umur keysya belum genap 17 tahun, keysya lahir di bulan agustus tanggal 29, sementara akhir itu di bulan juli, masih 1 bulan lagi keysya ulang tahun, seperti rutinitas biasa keysya berangkat ke sekolah untuk pengambilan raport di dampingi mayya, keysya berangkat di antar pak ujang supirnya.


Sesampainya di sekolah, keysya melihat raisya tertunduk lesu.


"sa...lo kenapa?"tanya keysya.


"eh key..aku ambil raport tapi ga ada ibu atau ayah" jawab raisya sedih.


"kok sedih sih sayang...kan masih ada tante..." ucap mayya dari arah belakang.


Raisya terharu dan menangis di pelukkan mayya...


"sudah...yuk kita masuk..." titah mayya.


Selesai pengambilan raport mereka pun pulang, raisya ikut ke rumah keysya karena mayya yang memintanya


*Di kantor Arya*


Arya dan richard berada di ruangan arya, mereka sedang mengerjakan profosal untuk meeting siang nanti, Arya dan richard pun sibuk dengan kerjaan masing-masing.


Tiba saatnya meeting mereka bergegas ke tempat meeting, Arya dan Richard tiba direstoran yang dijanjikan bersama dengan diana selaku sekertaris richard, meeting pun berjalan lancar, mereka kembali ke kantor.


Arya teringat keysya dia pun menghubungi keysya.


*tut...tut...tut...


"iya om...tumben telefon" jawab keysya dari seberang telepon


"kamu ada waktu sayang datang ke kantor om bisa?" tanya arya


"ok om...tapi aku ajak raisya yaa om, raisya juga dah lama ga ketemu om" pinta keysya dengan nada ceria.


"ok...om tunggu yaa sayang" jawab arya memutuskan sambungan telefon.


Keysya bergegas ke kantor arya, dia mengendarai motor sportnya menuju kantor arya bersama dengan raisya, menempuh waktu 1 jam akhirnya sampai di kantor arya, lebih lama 15 menit karena jalanan sedang padat-padatnya di jalan jakarta.


Sampai di gedung perkantoran keysya dan raisya masuk menuju ruangan arya, sesampainya depan ruangan arya, mereka di sapa asisten arya morgan gunawan, morgan pun menyapa keduanya.


"sudah di tunggu dari tadi , kamu baru sampai key ? macet yaa cantik? " sapa morgan seraya bertanya.


"iyaa om...kekey masuk yaa om" sahut keysya ceria.


Di dalam ruangan ada thomas sedang membahas soal tanah yang di pinjamkan oleh kakeknya thomas, tanah tersebut ingin di bangun mall, raisya seperti pernah mendengar rumah singgah yang sedang di bicarakan oleh arya dan thomas, thomas melihat keysya dan juga raisya mengakhiri diskusinya dengan arya


"sampai sini dulu pak arya...nanti saya kabari lagi" pamit thomas pada arya, walaupun arya sahabat papanya thomas selalu profesional dalam bekerja, di area kerja dia pasti bersikap sewajarnya antar rekan bisnis tidak di campur adukkan masalah pribadi, itu yang membuat arya senang dengan thomas, thomas pun keluar ruangan arya


"om...keysya... aku keluar dlu yaa" raisya bergegas mengejar thomas


"tuan...kakak...om...oppa..." teriak raisya memanggil thomas.


Thomas berbalik saat raisya memanggilnya oppa, dalam hati thomas, "apa aku setua itu sampai gadis kecil ini memanggil ku opah?" batin thomas.


"ada apa?" jawab thomas berhenti menatap raisya yang berlari ke arahnya.


"hufft....maaf tuan ganggu, saya mau minta sesuatu tapi tunggu saya selesai bicara baru tuan boleh bicara" ucap raisya.


"ini gadis kecil berani memerintahku, lumayan imut sih" gumam thomas dalam hati dengan senyum menyamping.


"ini orang stress apa senyum-senyum sendiri" batin raisya.


"gini tuan, aku mau tuan memberi waktu lagi untuk Pak asep dan ibu saodah untuk pindah dari rumah singgah harapan kita, karena mereka belum menemukan rumah yang baru, lagian dana rumah harapan nita tidak cukup kalau pindah sekarang, mohon tuan beri waktu kami lagi yaa"pinta raisya mengatupkan kedua tangannya memohon.


Melihat raisya memohon dengan wajah imut, thomas tak tahan ingin mencubit raisya, raisya meringis akibat cubitan di pipi nya, raisya pun memukul pelan tangan thomas, thomas tersadar pun jadi salah tingkah.


"upps...sorry...itu...itu...hmmm maksud saya nanti bisa kita bicarakan lagi, apa yang harus dilakukan nanti, saya akan bicarakan dengan pak asep, kamu tak perlu khawatir, saya bukan pengusaha yang kejam" ucap thomas dan berbalik memunggungi raisya, yang masih memegang pipi nya yang sedikit memerah, thomas menoleh kebelakang


"oh yaa....saya belum terlalu tua umur saya baru 27 tahun, apa tidak terlalu tua, kamu memanggil saya opah?" tanya thomas mengernyitkan keningnya.


"eh...opah? bukan opah tuan oppa, maka nya sering-sering nonton drakor" jawab raisya berpaling meninggalkan thomas yang masih berfikir ucapan raisya.


*Dalam ruangan arya*


"raisya lama banget sih" gumam keysya


"mungkin dia ke toilet key..."


clekkk....suara pintu terbuka


"maaf om...key..." ucap raisya dengan nada ceria tanpa dosa.


"ya sudah duduk sa...om mau bicara dengan kalian berdua" titah arya.


"begini kalian liburan kan?"


"iya om" sahut keysya dan raisya.


"om ajak ke paris mau ga?"


Keysya dan raisya tertawa bahagia dan menjawab pertanyaan arya dengan gembira.


"mau om.." jawab kedua nya


"apa lagi gratis plus di tambah uang jajan juga buat shopping" sahut keysya dengan nada manja.


"hahhaahaa...kamu memang ga mau rugi yaa kekey...." jawab arya tertawa mendengar permintaan keysya.


Mereka pun tertawa bersama, selang 20 menit datang richard dan diana di ikuti maxim juga lucas.


"hai dad...tawa daddy sampai terdengar keluar ruangan" sapa richard lalu duduk di samping keysya, keysya menatap richard dengan tatapan dingin.


"ooh...gini papa mau ke paris minggu ini mengajak keysya dan raisya berlibur, juga sekaligus untuk mengantar mommy operasi disana" kata arya penuh semangat.


Diana yang mendengar itu pun merasa tambah kesal pada keysya, selalu saja dia yang mendapatkan hal baik, diana iri dengan keysya, diana pun pamit ke ruangannya.


"permisi semuanya, saya pamit undur diri" ucap diana.


Diana pun keluar ruangan arya dengan marah, sementara keysya hanya sibuk dengan ponselnya tak menghiraukan kakaknya yang sedang marah.


"om...lucas ikut donk om" pinta lucas


"boleh..." jawab arya singkat


Richard menatap keysya yang sibuk dengan ponselnya begitu mereka sampai, richard berfikir ada apa dengan keysya kenapa sikapnya berbeda pada saat di pesta.


"kenapa dengannya, balik lagi memasang wajah dingin dan datar" gumam richard dalam hati.


clekkk...suara pintu kembali terbuka


seorang delivery dan morgan mengantarkan makanan untuk mereka


"pesanannya sudah datang tuan" ucap morgan mempersilahkan delivery masuk membawa makan siang untuk mereka.


"terima kasih...ini untukmu" ucap arya menyerahkan 1 lembar uang 100rbu.


"terima kasih kembali pak" ucap sang delivery menundukkan kepalanya, delivery melirik sekilas ke arah keysya, menyadari gadis kecilnya di lirik seorang delivery richard pun membuka jasnya menutupi wajah keysya, keysya merasa kesal dengan ulah richard, selepas delivery itu pergi keysya melemparkan jas ke muka richard


"isshhh...ngeselin banget sih, sudah aku bilang ga ada lain kali" ucap keysya ketus memalingkan wajahnya.


"hahhaha..." semua tertawa melihat richard dan keysya.


Setelah perdebatan yang tidak penting, keysya dan yang lainnya menikmati makan siang dengan tenang, sesudah makan keysya pun pamit, keysya dan raisya pergi meninggalkan gedung perkantoran arya.


*Di ruangan arya*


"max kamu dan diana handel semua kerjaan disini untuk satu minggu, mulai minggu depan aku ikut daddy ke paris" ucap richard memberi perintah.


"heii...anak daddy sejak kapan berminat liburan? " tanya arya heran.


"sejak tadi" jawab richard santai.


Lucas,maxim dan arya mengernyitkan kening mereka melihat richard, seorang pria yang hobby kerja, bahkan mengabaikan pacar-pacarnya dulu, walaupun pacarnya marah richard tidak memperdulikannya, dia hanya perduli dengan kerjaannya saja, richard mendadak ingin liburan, sungguh sesuatu hal yang langkah.


***


*Di rumah keysya*


"key...kayaknya kak rich naksir lo deh" ucap raisya di dalam bathtub


Raisya dan keysya mandi bersama, karena bathtub kamar mandi keysya lumayan besar untuk mereka berdua.


"huffttt....dah ga sah di bahas sa, lagian dia tuh gebetan kak ana" jawab keysya dengan nada malas.


"hmm....tapi yaa key...kak rich tuh belum tua-tua amatlah baru 25 tahun key, beda jauh ma lo pun kan ga masalah, toh wajah ka rich baby face"


Keysya tidak menjawab omongan raisya, dia memang tidak tertarik untuk pacaran, menurutnya pria itu hanya akan membuatnya pusing.


Selesai ritual mandi dan berganti pakaian, mereka pun terlelap dalam mimpi...


Sementara di ruangan lain diana membanting barang-barang di meja riasnya, diana marah karena harus terus bekerja sementara keysya berlibur dengan richard.


"siall....ade sialan...gue benci lo key.." umpat diana setengah berteriak


*Di kediaman arya*


Arya dan lainnya menikmati makan malam, lucas dan maxim ada disana, lucas dan maxim memang tinggal di rumah arya, keduanya anak yatim piatu, lucas anak dari sepupunya arya, sementara maxim anak dari kakaknya merry, arya dan merry sangat menyanyangi keponakan nya, karena dengan adanya mereka richard tidak kesepian lagi.


Seusai makan malam mereka pun kembali ke kamar masing-masing.


Richard memandang langit-langit kamarnya, dia memikirkan sikap keysya tadi, dia sangat ingin mendekati keysya namun tak tahu harus di mulai dari mana?.


"ingin mendapatkanmu key, bukan hanya dirimu tapi juga hatimu" gumam richard dalam hati, dia pun terlelap dalam mimpi.


Tiba saatnya liburan, keysya dan raisya sangat antusias menunggu arya menjemput mereka, selesai packing keysya dan raisya menunggu di ruang tamu rumah keysya.


tinnn...tinnn....klakson mobil berbunyi, mayya dan vano mengantar anak nya ke depan rumah nya


"om...tante...kita bawa keysya dan raisya yaa om.." pamit lucas dan richard.


"ini playboy cap badak ikut juga" gumam keysya dalam hati.


Keysya pamit begitu juga raisya, mereka pergi menuju bandara, disana sudah ada merry dan arya, mereka menggunakan pesawat pribadi arya, tak perlu menunggu lama, pesawat mereka melesat meninggalkan bandara.


Didalam pesawat raisya dan keysya mengobrol, sementara para pria berdiskusi tentang bisnis, merry berada di kabin kamar pesawat karena kondisi nya memang melemah akibat gagal ginjal, keysya menghampiri arya untuk ijin ke kamar merry.


"om..aku lihat tante merry yaa...oh yaa kak lucas temani raisya sebentar bisa kan?" pinta keysya menoleh pada arya dan lucas.


"ok..."jawab lucas tersenyum berjalan menghampiri raisya yang sedang melamun.


tokk...tok...tok...clekkk....keysya membuka pintu


"tante..." keysya masuk kedalam kabin merry.


"eh kamu nakk...sini" kata merry , saat ini merry tengah duduk di pinggir ranjang membaca buku tentang kesehatan, keysya naik ke atas ranjang membaringkan tubuhnya, dengan kepala berada di paha merry.


"tante kok tidak tidur" tanya keysya sambil memandang wajah merry yang sedikit pucat.


"tante belum mengantuk nak" jawab merry sambil mengelus lembut kepala keysya.


Keysya merubah posisinya tidur di samping merry memeluk pinggang merry.


"tante...cepat sembuh yaa, keysya mau tante sehat lagi, keysya kangen jalan-jalan bareng tante, tante...selain papa dan mama, om dan tante juga bagian dari hidup aku, keysya mau tante sembuh, keysya sayang tante..." ucap keysya lalu terlelap.


Mendengar apa yang di katakan keysya merry terharu, dia mencium pucuk kepala keysya dan berbaring ikut terlelap di samping keysya, richard masuk ke dalam kamar mendapati pemandangan yang indah, dua bidadari hatinya tertidur saling berpelukkan.


"aku makin ingin memenangkan hatimu keysya" gumam richard.


Sementara di ruangan lain raisya masih melamun tak menyadari keberadaan lucas, lucas melihat raisya yang biasa ceria berubah sedih, membuat lucas penasaran apa yang di pikirkan nya


"sa...kakak disini dari tadi di anggurin aja" tegur lucas menepuk bahu raisya.


"eh...oh...kak lucas hehhe, maaf kak hanya menikmati pemandangan" jawab raisya dengan senyum di paksakan, setelah menjawab pertayaan lucas raisya pun melanjutkan lamunannya.


*Flash back on*


Saat malam raisya mendapat telepon dari ayahnya, menyuruhnya pulang, raisya masih dalam keadaan mengantuk terpaksa bergegas pulang ke rumah nya, di antar pak ujang supir keluarga keysya, raisya pun sampai di rumahnya, saat masuk dalam rumah terlihat ayahnya dengan wanita lain, raisya pun marah melihatnya.


"ayah siapa dia?" tanya raisya sedikit berteriak.


"anak ga tau di untung, kamu tau kalau bukan karena aku menikahi ibumu kamu hanya akan jadi anak haram tanpa ayah" jawab panji pada anak tirinya.


raisya tidak percaya apa yang ayahnya katakan hanya mematung memandang wajah ayahnya.


"tuh...bawa barang-barangmu pergi dari rumahku, aku ingin tenang dengan calon istriku, tidak ada tempat disini untukmu" bentak panji pada anak tirinya.


raisya mengambil semua barang-barangnya dan bergegas pergi dari rumahnya, di jalanan sepi raisya menangis sambil membawa dua koper miliknya, raisya bingung harus tinggal dimana, dari kejauhan nampak mobil thomas memperhatikan raisya, thomas menghampiri raisya dan memberi tumpangan sampai ke rumah keysya.


*flash back off**


^


^


^


Minta vote nya yaa guys...see you next time....😊😊😊😊


jangan bosan sama athour ya...hehe.