My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"gunung es mulai mencair"



Matahari bersinar menerangi celah-celah kamar richard, richard kembali ke rutinitasnya, setelah mandi berganti pakaian dan sarapan richard bergegas ke kantor, di antar oleh maxim sepupunya, richard memilih maxim sebagai asisten pribadinya karena maxim cekatan dalam hal pekerjaan dan juga bisa meringankan tugas richard, maxim pandai menangani klien yang sulit karena pribadi maxim yang ramah juga sopan membuat banyak klien yang merasa senang dengan maxim, maxim pun mengerti apa yang richard mau.


"max meeting nanti sudah siap semua nya?" tanya richard.


"sudah selesai semuanya rich" jawab maxim.


Sesampainya di kantor richard memasuki rungan kerjanya, di ikuti maxim, saat richard sedang fokus bekerja, seseorang mengetuk pintu ruangannya


"masuk" titah richard masih tetap fokus pada laptopnya, diana menghampiri richard membawa secangkir kopi untuknya.


"ini kopi nya pak" ucap diana lembut.


"terima kasih an"jawab richard masih fokus pada laptopnya.


Diana merasa di abaikan merasa kesal, diana keluar dari ruangan richard dengan perasaan marah, maxim melihat raut wajah diana hanya bisa terdiam.


"sialan...kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu, orang lain juga tidak aku izinkan untuk mendapatkanmu" umpat diana dalam hati.


Arya di dalam ruangannya juga sibuk dengan pekerjaannya, untuk sesaat arya seperti lupa akan sesuatu, ketika dia ingat apa yang terlupakan segera dia menghubungi richard melalui telepon kantornya.


"rich ke ruanganku segera" titah arya.


Richard yang mendapatkan telepon dari arya segera berlalu meninggalkan ruangannya untuk menemui ayahnya.


suara ketukkan pintu terdengar dari arah luar ruangannya arya.


"masuk"


Richard masuk ke ruangan arya duduk di sofa ruangan...


"ada apa daddy memanggilku?" tanya richard sopan.


"begini rich, kamu sudah siap untuk menggantikkan daddy sebagai CEO MH CROP?" kata arya pada anaknya.


"mengenai itu terserah daddy, aku kapan saja siap dad..." jawab richard.


"baiklah...lusa kita adakan acara penyambutan kamu menjadi CEO Peusahaan, kamu cukup mempersiapkan diri, selebihnya daddy yang mengatur"


Setelah pembicaraan dengan ayahnya richard kembali ke ruangannya.


Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 12:30 siang, menurut jadwal jam 1 siang richard mengadakan meeting di salah satu hotel bintang lima di jakarta, richard dan maxim bergegas menuju hotel tempat bertemu dengan klien, di dampingi asisten dan sekertarisnya richard menuju hotel tempat meeting.


Sesampainya di hotel richard di sambut pelayan hotel, mengantarkan richard dan yang lainnya ke VVIP ROOM, meeting berjalan dengan lancar.


"senang bekerja sama dengan anda pak rich" ucap valdo.


"sama-sama pak valdo, untuk keterangan lebih lanjutnya silahkan hubungi asisten saya" jawab richard


Mereka berjabat tangan, dalam perjalanan pulang, di lampu merah richard melihat motor keysya, richard membuka kaca mobilnya.


"keysyaaa...." teriak richard pada keysya yang sedang menunggu lampu merah.


Keysya membuka kaca helmnya, di lihat richard yang memanggilnya keysya memundurkan motor sportnya.


"kamu mau kemana key?" tanya richard.


Sebelum menjawab keysya membuka helmnya...


"mau ke apartemen kak lucas, mau bertemu dengan raisya" jawab keysya


datar.


"boleh aku ikut key?" tanya richard lagi.


Keysya teringat apa yang di katakan mamanya, kalau richard yang membawanya masuk ke kamarnya, karena richard tak tega untuk membangunkannya, keysya di minta mamanya untuk lebih ramah pada richard


"boleh kak..." jawab keysya lagi.


"kamu maju sedikit key, aku mau membuka pintu" ucap richard pada keysya.


Keysya memajukkan sedikit motornya.


"max...kerjaan kantor lo handel lagi yaa, gue ga balik lagi ke kantor" pamit richard pada maxim, di balas anggukkan kepala tanda mengiyakan ucapan richard.


Richard langsung keluar dari mobil menghampiri keysya, keysya menatap heran richard keluar dari mobilnya.


"loch kok kakak ga naik mobil?" tanya keysya.


"aku naik motor saja denganmu, boleh yaa" pinta richard memelas.


"ya sudah...pakai helm nya" jawab keysya, richard memakai helm yang diberikan keysya lalu naik ke atas motor, lampu merah tinggal 3 detik lagi berganti menjadi hijau, keysya mengegas motor sportnya, saat lampu sudah hijau keysya melajukan motornya dengan kecepatan penuh, membuat richard terkejut dan memeluk pinggang keysya dengan erat, keysya yang menyadari richard ketakutan bukan mengurangi kecepatannya malah menambahnya.


"playboy kok takut kebat-kebutan" gumam keysya(dibalik helm keysya tersenyum)


Sesampainya di parkiran apartemen, keysya memarkirkan motornya, saat richard membuka helmnya keysya tidak tahan untuk tertawa melihat rambut richard yang berdiri tak beraturan.


"hahhahahahha...kak itu rambut kakak kenapa?" ledek keysya.


Richard hanya diam melihat keysya tertawa, keysya turun dari motor berjalan menghampiri richard.


"nunduk sedikit deh kak...biar aku rapihin" titah keysya.


Richard menurut pada keysya, menundukkan kepalanya, dengan sedikit berjinjit keysya merapihkan rambut richard, keysya memperhatikan setiap inci wajah richard, sampai tak sadar richard sedang menatap mata keysya, entah kenapa keysya gugup lalu menyudahi kegiatan merapihkan rambut richard.


"sudah rapih kak..." ucap keysya berbalik membelakangi richard.


Richard menarik lengan keysya sampai keysya berakhir ke pelukkannya, mata keysya beradu dengan mata biru milik richard, richard melingkarkan tangannya di pinggang keysya, tangan yang satu nya lagi memegang dagu keysya, richard mendekatkan bibirnya ke arah bibir mungil keysya...tiba-tiba...


"keeyyy..." teriak lucas dari arah belakang.


Richard dan keysya kaget langsung membenarkan posisi mereka jadi mode siaga, lucas menghampiri keduanya, lucas mengajak richard dan keysya untuk masuk kedalam gedung apartemen, mereka berjalan menuju kamar apartemen lucas, richard dan keysya tampak masih canggung dengan apa yang terjadi, sesampainya di lantai apartemen lucas, mereka berjalan lagi menuju room lucas.


"sa...kangen" ucap keysya begitu masuk apartemen lucas, keysya memeluk raisya dengan erat guna meringankan perasaan canggungnya.


"sama key...gue juga kangen" balas raisya.


Richard dan lucas duduk di sofa ruang tamu sementara para gadis menyiapkan makan malam, melihat richard melamun sambil tersenyum malu, lucas tersenyum penuh selidik lalu dia mendekati richard seraya berbisik...


"lo ngapain tadi sama keysya?" tanya lucas.


"mau tau aja lo" bisik richard.


"ayo...tunggu 1 bulan lagi genap keysya 17 tahun baru boleh lo dekati"l


lucas berkata juga sambil berbisik.


Mereka menikmati makan malam dengan saling bercerita, sesekali tertawa karena guyonan lucas, selesai makan malam richard dan keysya pamit, keysya dan richard kembali mode canggung, apa lagi saat lift yang mereka tumpangi penuh, richard berdiri di depan keysya, keysya hanya tertunduk tak berani menatap richard, richard melihat keysya yang malu-malu merasa senang, richard berbisik di telinga keysya.


"kamu malu key...?" tanya richard dengan nada menggoda.


"idih...pede banget" keysya berjalan keluar lift mendahului richard, richard berlari kecil mengejar keysya.


"sudah malam biar kakak yang bawa motornya, kakak antar kamu pulang" kata richard, tanpa menunggu persetujuan keysya, richard mengambil kunci motor yang ada di tangan keysya, keysya menurut tanpa membantah, keysya naik ke atas motor, richard menarik tangan keysya dengan lembut menaruhnya di pinggangnya.


"penggangan...nanti jatuh" kata richard tersenyum senang.


Dalam perjalanan keysya menatap punggung richard, dan bersandar di punggungnya,richard merasa bahagia keysya bersikap lembut padanya, di balik helmnya, dia tersenyum bahagia.


Sesampainya di depan rumah keysya, richard turun dari motor keysya.


"masuk dulu kak" titah keysya.


Saat masuk kedalam rumah mereka di sambut mayya dan vano, mayya melihat keysya terlihat bahagia ikut tersenyum.


"rich...masuk nak, duduk dulu biar tante buatkan teh" titah mayya.


"tidak perlu tante...sebentar lagi maxim menjemputku" kata richard sungkan.


Richard duduk berhadapan dengan mayya dan keysya, keysya tidak berani menatap richard karena malu akan tingkahnya sewaktu dalam perjalanan, sementara kedua orang tua keysya menantap penuh selidik.


"rupanya gunung es keysya sudah mencair"gumam vano dalam hati


Selang 20 menit richard menunggu jemputan akhirnya maxim datang untuk menjemputnya.


"aku pamit yaa om...tante...keysya..." pamit richard.


"salam untuk orangtua mu yaa rich" ucap mayya.


"terima kasih sudah mengantar keysya" lanjut vano kemudian.


Richard segera pergi pulang menuju kediamannya, dalam perjalanan maxim melirik ke arah richard yang nampak bahagia, richard tanpa sadar tersenyum mengingat kejadian yang baru dia alami, perasaan bahagia pun sangat dia rasakan.


"rich lo kesurupan setan mana sih senyum-senyum sendiri, bikin gue takut aja lo" kata maxim membuyarkan lamunan richard.


"mau tau aja lo" sahut richard masih dalam senyumannya.


Mereka akhirnya tiba di kediaman arya, richard dan maxim masuk kedalam rumah, arya dan merry melihat anaknya terlihat bahagia pun melirik maxim, maxim hanya mengangkat bahunya dan memajukkan bibir bawahnya tanda tak tahu apa yang terjadi.


Richard berlalu ke kamarnya sesekali bernyanyi dengan riang, arya dan merry hanya saling menatap.


^Acara pengangkatan richard^


Acara di adakan besar-besaran karena richard penerus satu-satu nya keluarga mahendra, semua hadir tak terkecuali, mahendra dan sang istri rania kakek dan nenek nya richard, acara di mulai dengan pengumuman CEO baru MH CORP yaitu Richard mahendra, pesta berjalan lancar


Richard mencari keberadaan keysya namun tidak menemukkan keysya hanya ada vano,mayya dan diana di meja keluarga rahardy, saat mencari keysya, tiba-tiba lampu padam ditengah-tengah keysya duduk di kursi piano, keysya memainkan piano dengan jari-jari lentiknya.


Di akhir lagu keysya mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan, richard berjalan menghampiri keysya mengadahkan tangan seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.


"mau kah kamu berdanca denganku tuan putri" ucap richard.


"tentu" jawab keysya dengan senyuman manis.


Mereka ada diman berdansa tampak sangat serasi, semua tamu menatap kagum pada kedua pasangan dansa itu, banyak juga wanita yang menatap iri pada keysya karena bisa berdansa dengan richard


Dari kejauhan keluarga rahardy dan mahendra menatap mereka dengan penuh harap


"dia harus jadi cucu mantu ku"gumam nenek nya richard


Diakhir berdansa mereka di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan, keysya dan richard menghampiri kedua keluarga yang duduk dalam satu meja


"sini cantik duduk di sebelah nenek"titah rania pada keysya


Keysya pun menurut duduk di antara nenek dan kakek nya richard, richard pun senang nenek nya seperti memberi lampu hijau


"siapa nama mu nak?"tanya hendra


"keysya kek..."sahut keysya tersenyum manis


"nama yang cantik seperti orang nya, iya kan rich"sambung rania nenek nya richard


Richard tertunduk maludan berucap


"iya nek..."jawab richard dengan malu-malu


"umur kamu berapa cantik?"tanya rania


"mau 17 tahun nek 24 hari lagi" jawab keysya


"bagus...tinggal tunggu 1 tahun lagi..."sambung hendra


Keysya terdiam berfikir apa yang di maksud, kakek nya richard


pesta pun selesai, di lobby gedung semua berkumpul, satu persatu berlalu meninggal kan gedung, begitu pun nenek dan kakek nya richard, saat keluarga rahady hendak meninggalkan lobby, richard pun ijin mengantar keysya pulang, vano pun memberi izin richard


Di dalam mobil keysya hanya terdiam menatap ke arah jendela, keysya masih canggung untuk berduaan dengan richard, richard pun tidak mau berlarut dengan kecanggungan richard pun memulai obrolan dengan keysya


"key...apa kamu marah karena kejadian waktu itu?"tanya richard melirik sekilas ke arah keysya


"hmm...ga kak..."sahut keysya tanpa menoleh ke arah richard, richard menepikan mobil nya, membuka sabuk pengaman nya, menarik wajah keysya dengan lembut, keysya tertunduk malu


"tatap aku key?"titah richard


keysya mendongakkan kepala nya, menatap mata biru milik richard, richard pun mencium kening keysya dengan lembut, keysya pun memejamkan mata nya, merasakan kecupan hangat richard


"key...i love you..."ucap richard pelan, keysya hanya terdiam mendengar ucapan richard dia tak tahu harus berkata apa


"key...dengar aku baik-baik mungkin ini mengejutkan bagimu, mungkin kamu juga takut untuk menerima ku, aku tau setiap aku putus dengan pacarku selalu ada kamu, kamu mungkin menganggapku playboy, tapi apa yang kamu lihat bukan yang sebenar nya, kasih aku kesempatan key, walaupun hanya satu kali, aku menunggu jawabanmu di hari ulang tahun kamu"ucap richard dengan lembut membelai pipi mulus keysya


Keysya hanya terdiam, mereka pun melanjutkan perjalanan nya


*


*


*


^mohon vote nya yaa teman-teman


sampai ketemu di hari ulang tahun keysya...😊😊😊