
***
"Keysyaaaaaa... " teriak seorang pria dari arah belakang keysya, keysya menoleh kebelakang raut wajah keysya makin muram karena pria itu mendekat ke arah keysya berdiri.
"Haiii...apa kabar kamu key? " tanya pria itu.
"baik..." jawab keysya datar.
"sedang apa kamu disini key? " tanya pria itu lagi dan lagi-lagi keysya menjawab dengan ekpresi yang amat sangat datar.
"sedang menunggu om... "
"maaf ka maxim aku duluan... " pamit keysya pada pria itu, nama pria itu maxim alfaro teman kuliah sekaligus teman masa kecil kakaknya diana, keysya malas berlama-lama dengan maxim karena bagaimanapun dia asing buat keysya.
Keysya berjalan hendak meninggalkan maxim, lalu maxim menarik tangan keysya, tanpa di sengaja malah menariknya terlalu kuat, sehingga keysya jatuh ke pelukkan maxim, mata maxim menatap mata keysya yang bulat berwarna coklat, tiba-tiba saja jantung maxim berdegub kencang.
deg...deg...deg...
"shit!!! kenapa ini anak dari dekat cantik banget dari jauh dah cantik dekat begini makin cantik..." ucap maxim dalam hati.
"apa...? " tanya keysya datar.
"eh maaf..." maxim melepas pelukkannya.
"Buru2 banget mau kemana? " tanya maxim dengan nada canggung.
"mau makan siang sama om aku, dah ya permisi..." dengan menahan kesal keysya melanjutkan tujuannya.
Keysya berjalan meninggalkan maxim yang memandangi punggungnya, keysya berjalan tanpa menoleh kebelakang, belum sampai ke ruangan arya, ternyata om arya sudah ada didekat taman sedang mencari keysya.
"kekey...darimana kamu sayang, om dari tadi nyariin kamu..." tanya arya dengan rawut wajah khawatir.
"dari taman om...om keysya lapar makan yuk om!!! " jawab keysya sambil mengandeng lengan arya mereka meninggalkan gedung menuju restoran.
*Restoran sushi*
"waaahhhh....banyak bgt om, ini buat keysya semua? " keysya sangat senang melihat aneka sushi di depan matanya, seakan tak sabar untuk menyantapnya.
"iyaa...makanlah sayang biar cepat gemuk...hehhee..." canda arya.
"huh...om aku mau makan kayak gimana banyak nya tetap ja badan aku kayak model hehhee..." keysya menjawab dengan pede nya.
"iyaa...iyaaa...selamat makan..." kata arya mulai mengangkat sumpit nya.
*Diruangan lain Restoran*
Tampak Richard dan kawan-kawan sedang menikmati acara ulang tahun sahabatnya billy, billy sahabat masa kecil richard berulang tahun, disana ada juga diana yang juga teman kuliah billy.
"met ultah bro... " ucap richard memeluk sahabatnya billy.
"tkhs bro..." billy menyambut pelukkan sahabatnya
"met ultah yaa bil... " diana menyerahkan kado untuk billy.
"tkhs an...silahkan duduk dan makan yaa..." billy mempersilahkan duduk, sedang maxim yang datang terlambat buru-buru menghampiri billy.
"sorry bro telat...met ultah yaa..." maxim merangkul sahabatnya.
"ok...gpp...tkhs dah datang...duduk max..."
Billy melihat richard sahabatnya melamun membuat billy menghampirinya, richard melamun memikirkan gadis kecil yang mengabaikannya, richard penasaran gadis kecil itu terlihat tidak asing, tapi dia pun lupa dimana pernah bertemu, dia melamun sampai tidak menyentuh makanannya.
"woyy...kenapa lo melamun, kesambet setan baru tau rasa lo..." sentak billy membuyarkan lamunan richard.
"breng$ek lo ngagetin w aja..." sahut richard sewot.
"lagian lo playboy apa yang lo lamunin? maka nya cewek jangan dibanyakin stress sendiri kan lo!!! " Ledek billy.
Richard berdiri meninggalkan billy tanpa menjawab pertanyaan billy...
Saat keluar dari toilet richard mendengar suara yang tak asing, richard melihat daddynya bersama dengan seorang gadis kecil berjalan hendak meninggalkan restoran.
"itu kan daddy, bersama siapa dia? masa daddy mainannya anak ABG, ahhh... mana mungkin, daddy selalu setia sama mammy... "gumamnya kembali berjalan menuju tempat acara.
Tak terasa hari mulai gelap waktu menujukkan pukul 8 malam, keysya pulang mengendarai motor balapnya ninja 250cc menembus jalan ibukota yang semerawut, dia pun akhirnya sampai di rumah.
"darimana kamu key? lihat jam berapa kamu baru pulang? kamu ini anak perempuan tak bisakah kamu lebih waspada? apa kejadian waktu itu tidak menjadi pelajaran untuk mu? kamu mau terulang kembali hahhh!!! " Bentak diana.
Ucapan diana membuat keysya mengingat kejadian kelam yang dia alami, tubuhnya tiba-tiba gemetar membayangkan kejadian kelam yang dia alami, sudah lama dia melupakanya, tapi karena kata-kata diana keysya pun mengingat kembali kejadian dimana keysya hampir saja terusak masa depannya, kejadian itulah yang membuat keysya dingin terhadap pria.
Keysya pun tiba-tiba menjerit histeris...
"tiidaaaaaakkkkkkkkk..." teriak keysya, keysya terduduk di pintu depan rumah nya, semua orang berlarian ke arah keysya, keysya duduk dilantai sambil memejamkan matanya, menangis histeris tubuhnya makin gemetaran.
"Ya Tuhan keysya ada apa nak? " vano mendekati anaknya yang terduduk dilantai sambil menangis, vano mencoba meraih keysya, namun dengan kuat keysya mendorong papanya.
"jangaaaan mendekattttt..." keysya masih memejamkan matanya, vano kembali berusaha mendekati putrinya.
"Buka mata kamu sayang ini papa..." kali ini vano berhasil meraih tangan keysya, tangan keysya dingin dan tak lama keysya membuka matanya.
"ppaa-pppa..." panggil keysya dengan terbata-bata lalu keysya tak sadarkan diri, vano mengendong keysya menuju kamarnya.
"hallo lis...ini aku...keysya lis...cepat datang lis... " titah maya sambil menangis, begitu sambungan telepon tersambung.
"ok...tunggu aku segera kesana..." jawab lisa dari seberang telepon.
*Kamar keysya*
"Gimana lis keadaan nya? " tanya vano mengenggam tangan putri kecilnya yang masih tak sadarkan diri.
"Keadaan fisiknya sudah stabil van, tapi aku belum yakin soal sikis nya..." jawab lisa membelai lembut pipi keysya yang biasa nya pink merona kini pucat pasih.
Lisa dokter yang menangani keysya, keysya waktu umur 10tahun depresi karena kejadian yang memilukan, malu dan takut itu yang keysya rasakan pada saat itu, kejadian itu merenggut keceriaan keysya, dia berubah jadi pendiam, tak mau bersekolah bahkan bertemu dengan orangtuanya pun keysya tak ada ekpresi.
Saat itu adalah saat dimana keysya terpuruk dalam kenangan buruknya, hingga suatu ketika dokter lisa datang, lisa yang berhasil membuat keysya keluar dari masa kelamnya, lisa dengan sabar terus mendampingi keysya sampai keysya kembali ceria, keysya mengikuti kegiatan-kegiatan yang dia suka sampai dia benar-benar melupakan kejadian yang menyakitkaan itu.
"Aku sarankan untuk waktu dekat keysya lebih baik berlibur dulu van, kalau dia jauh dari sini untuk sementara waktu aku yakin, pelan-pelan dia akan membaik, aku sudah suntikkan obat penenang di cairan infusnya, besok ketika dia bangun harus pelan-pelan mendekati dia, kalau dia sadar kamu beritahu aku dulu, biar aku yang bujuk keysya yaa van..." lisa menjelaskan dengan tatapan penuh dengan rasa kasih sayang dan iba pada keysya.
"kalau begitu aku pulang dulu van..." pamit lisa pada vano yang masih menggenggam tangan putrinya, tak terasa air matanya terjatuh mengingat kejadian dimana keysya hanya duduk termenung di balkon kamarnya tanpa ekpresi hanya airmata yang ada pada saat itu, vano takut masa-masa itu terulang kembali.
Selepas lisa pergi, vano keluar kamar keysya menuju kamar diana, diana hanya terdiam saat papanya masuk ke kamarnya.
"inikah yang kamu inginkan diana? melihat adikmu seperti ini? kembali kemasa dimana dia hanya mengurung diri di kamarnya! apakah kamu tak punya hati hah! haruskah kamu marah dan mengingatkan pada kejadian yang menyakitkan bagi adikmu? apa mau kamu anaaaa!!! " Ucap vano pada anak pertamanya dengan nada membentak.
"maaf paa...aaakuuu..." diana tak melanjutkan ucapannya karena melihat papanya benar-benar marah, diana hanya menunduk dengan wajah ketakutan.
"papa ingatkan pada kamu an, jangan kamu ulangi lagi, kalau sampai adikmu depresi lagi, kamu tanggung sendiri akibatnya!!! " Ancam vano berlalu keluar kamar diana.
"dari pada depresi mending kamu mati sekalian key, aku benci banget sama kamu, selalu kamu yang di perhatikan, sampai orang yang aku suka pun penasaran akan kamu, dasar kamu adik sialan!!! " Umpat diana sambil membanting barang-barang di kamarnya.
Mataharipun bersinar terang tapi tidak dengan keysya yang sedang terselimuti awan gelap, dia duduk termenung dikasur imutnya sambil memandang ke arah jendela hanya menangis dalam diam, tak ada kata yang keluar dari mulut mungilnya, hanya airmata yang terus mengalir dipipi mulusnya, vano dan maya hanya bisa mengintip dari pintu kamar karena pesan lisa, harus menunggu lisa yang bicara pada keysya, baru keysya mau bicara pada yang lain kalau sudah di tenangkan oleh lisa.
*Di rumah dokter lisa*
Lisa termenung di ruang tv rumahnya dengan sesekali air matanya mengalir tak tertahankan, mengingat keysya yang sangat dia sayangi, lisa hanya memiliki dua orang putra, dia sangat ingin sekali memiliki putri, ya keysya sudah di anggap sebagai putrinya sendiri.
*FLASS BACK ON*
Saat pertama bertemu keysya, keysya tak bicara sedikitpun, hanya terdiam dan menangis, pelan-pelan dan dengan penuh kesabaran lisa terus datang untuk mendampinginya, sampai suatu hari keysya mulai berbicara padanya.
"taanntee lisa..." panggil keysya dengan suara serak karena banyak menangis.
"iyaa nakk....kamu sudah mau bicara sayang..." lisa membelai lembut rambut panjang keysya.
"Tante...akuuu...."keysya terdiam sejenak,..aku mau belajar motor tante, aku juga mau latihan dance dan jiu jitsu boleh tante? " tanya keysya dengan tatapan berharap.
"selagi itu bisa membuat kamu lupa akan hal yang menyakitkan kamu boleh melakukannya, aku akan memberitahu papa dan mamamu, mereka pasti mendukung apa yang kamu ingin kan..." jawab lisa menyakinkan keysya.
Keysya terdiam kembali lalu memeluk lisa, itu pertama kali keysya mau keluar dari ruang gelap hatinya, lisa merespon pelukkan keysya memeluknya kembali dengan erat, lisa berbisik di telinga keysya.
"kamu kuat...kamu pasti bisa sayang, ingat akan satu hal dalam hidup ini harus kita yang memulainya, dengan begitu keadaan akan membaik dengan sendirinya..." bisik lisa menyakikan keysya, keysya hanya menggangguk tanda mengiyakan ucapan lisa.
*FLASH BACK OFF*
"ada apa sayang? kenapa kamu menangis? "tanya bima pada istrinya seraya memeluknya dari samping
"keysya pa...dia histeris lagi kemarin... aku sedih lihat dia seperti itu lagi..." jawab lisa masih dalam tangisan pilu mengingat keysya yang tak sadarkan diri.
*Drrttt....drttt...drttt...
suara hape lisa ber*getar.
"iyaa may...ohhh...tunggu aku, aku akan kesana..." lisa mengangkat panggilan dari maya mamanya keysya, memberitahu keysya sudah sadar.
"pa...mama buru-buru mau ke rumah maya, keysya sudah sadar pa..." pamit lisa pada bima suaminya.
"mari aku antar aku juga ingin melihat keadaan keysya..." kata bima mengikuti langkah istrinya.
Dari arah tangga dua putranya melihat orangtuanya terburu-buru pergi mereka menatap dalam kebingungan, ada apa gerangan mama dan papa nya terlihat panik.
"ma...." pangggil thomas dan billy berbarengan, lisa dan bima menghentikan langkahnya sejenak, thomas dan billy menghampiri mereka.
"mau kemana mama dan papa, tergesa-gesa begitu? " tanya billy.
"mama dan papa mau ke rumah tante maya, keysya kemarin malam histeris sampai tak sadarkan diri, sekarang keysya sudah sadar mama mau memeriksa keadaan dia..." ungkap lisa menjelaskan kepada dua putranya.
"oohhhh....anak perempuan yang mama pernah ceritakan pada kami itu yaa?" tanya thomas.
"iya...ya sudah papa antar mama dulu, kamu jangan telat ke kantor, papa tidak ke kantor hari ini, kamu gantikan papa yaa untuk meeting siang ini..." titah bima pada thomas.
"baik pa...hati-hati di jalan..." sahut thomas mengiyakan titah papanya.
Bima dan lisa pun jalan menuju rumah maya dan vano
***
^minta like yaa para pembaca maaf kalau ada yang kurang-kurang, maklum pemula hehhee^
aku bakal kebut episode-episode selanjut nya....😊😊😊