My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"jadi model (part 1)"



Keesokkan hari nya dessy datang menemui keysya,..


richard dan keysya duduk di ruang tamu, sudah ada dessy duduk dihadapan mereka, dessy bingung ada apa mereka memanggil nya, karena setau diri nya, dia tidak punya masalah apapun dengan mereka,..


"duduk des,.."titah keysya


"kamu pasti bingung kan kenapa aku memanggil mu kesini??


"iyaa kak,..


"begini des,aku mau minta tolong sama kamu, tolong kamu menjadi model untuk hotel yang baru saja di resmi kan perusahaan suamiku, karena model utama nya meminta syarat seorang patner dari kalangan orang biasa, dan lagi harus berwajah indonesia, aku rasa kamu pantas di pertimbang kan, maka dari itu suami ku setuju memilihmu,.."ungkap keysya panjang lebar,..


Richard hanya diam sambil menatap dessy penuh harapan, berharap dessy mau menerima tawaran dari mereka, sedangkan yang diharap hanya mematung tak percaya akan keinginan majikan oma nya, dessy merasa tak layak untuk menjadi model, karena selain tidak tinggi dia juga merasa diri nya jauh dari kata cantik..,!


"maaf kak sebelum nya, saya merasa tidak layak menjadi model, selain saya tidak tinggi, saya juga tidak cantik,.."ucap dessy sambil menunduk


Keysya berdiri lalu berjalan mendekati dessy, dia menarik lembut tangan dessy agar berdiri menghadap nya, dia manaikan dagu dessy,..lalu berkata..


"wajah seperti ini lebih dari cantik, selain itu kamu juga manis des, jangan merendahkan dirimu,.."kata keysya lagi


Sementara bi rosita yang berdiri di sebelah cucu nya, dia menangis haru karena majikan nya selain cantik juga sangat baik mau memuji cucu nya..


"nyonya berlebihan dalam menilai cucu saya,.."kata bi rosita mulai menitikan airmata..


"bi..cucu bibi ini beneran cantik dan manis kok, aku tidak bohong bi,..


"jadi des,.kamu mau kan membantuku??" tanya keysya lagi


Dessy melirik oma nya meminta persetujuan, oma nya mengangguk tanda mengiyakan maksud dessy,..


"terimalah sayang tawaran majikan oma, anggap kamu sedang membayar budi baik majikan oma yang mau memperkerjakan wanita tua ini.."ucap bi rosita sambil mendekati cucu nya lalu membelai lembut punggung dessy,..


"baiklah kak, saya mau.."jawab dessy tersenyum manis,..


Richard bernafas lega setelah mendengar jawaban dessy, dia pun pamit ke kantor dengan membawa dessy bersama nya,..


Ting..tong..ting..tong..


"biar bi..aku jga sudah mau berangkat.."kata richard melarang bi rosita membuka pintu,..


"baik tuan.."jawab bi rosita..


Mereka berjalan ke arah pintu rumah, saat pintu dibuka benar dugaan richard yang datang adalah damian, dia menjemput richard untuk berangkat ke kantor,..


"sudah datang dam,.."sapa richard begitu tiba di hadapan damian,..


"iya,..sudah siap pak??"kata damian,..


"bun..ayah pamit yaa, maaf aku tidak bisa mengantar anak-anak,.."pamit richard pada istri nya


"hati-hati yah,.."jawab keysya lalu mencium punggung tangan suami nya


"ayo des,,.!!"ajak richard,..


Damian mengerenyitkan kening nya tanda tak faham, siapa dessy,..???


Dessy keluar dari arah belakang keysya, sambil menunduk, damian hanya diam saat melihat dessy, berbeda dengan damian, dessy menatap kagum pada pria yang berdiri dihadapan nya, walau tak setampan richard tapi damian cukup tampan,..pikir dessy,..


"saya permisi dulu yaa kak,..


"oma aku pergi dlu,.."pamit dessy pada keysya dan oma nya,..


Mereka akhir nya berangkat, sedangkan keysya mengantar anak-anak berangkat kesekolah dengan di supiri pak asep,..


***


«Di kantor MH Corp»


Disebuah ruangan model terkenal axel sudah menanti kedatangan richard, axel juga menantikan model yang richard janjikan,..


Richard masuk ke ruang tamu kantor nya, sudah ada axel dan manager nya, di ikuti oleh damian dan dessy dia masuk kedalam ruangan dengan gaya wibawa nya,..


"hallo saya richard"richard memperkenalkan diri (dengan menggunakan bahasa inggri)


"axel,.."axel juga memperkenal kan diri


Setelah perkenalan mereka sama-sama duduk di sofa ruang tamu, sementara dessy masih berdiri disamping sofa yang richard duduki, axel menatap dessy dari atas ke bawah, dia berfikir mungkin ini patner yang sudah disiapkan untuk nya,..


"oh ya...ini dessy,..dia model yang saya janjikan.."kata richard memperkenal kan dessy pada axel dan filbert


"siapa nama kamu?"tanya axel masih menggunakan bahasa inggris


Awal nya damian tidak memperhatikan dessy, tapi saat dessy tampak gugup ditanya oleh axel dia pun hendak membantu, mungkin dessy tidak bisa bahasa inggris, di luar dugaan damian kalau dessy ini sebenar nya mahasiswi mana mungkin tidak bisa berbahasa inggris...


"nama nya,.."kata damian terpotong oleh dessy,..


"nama saya dessy,.."ucap dessy tersenyum getir


"senyum nya manis, yang seperti ini yang aku mau, bosan dengan model wanita yang sudah terkenal, mereka selalu berlebihan ketemu dengan ku, sedangkan dia,,ahh...aku tak sabar ingin memulai nya,.." batin axel,..


Setelah sepakat dessy dan axel memulai dengan perkenalan, richard meminta damian mendampingi dessy, dia meminta dessy agar membangun chemistry antara dia dan axel, agar hasil nya juga bagus nanti nya, dessy menuruti perintah richard, dia pergi ditemani oleh damian untuk sekedar makan siang bersama axel,..


***


«Didalam restoran»


Axel dan dessy duduk di satu meja sedangkan damian dan manger axel filbert duduk tak jauh dari mereka berdua, dessy terlihat jauh lebih tenang dari sebelum nya, karena dessy juga memang fasih menggunakan bahasa inggris membuat axel betah berlama-lama berbincang dengan dessy,..


"baiklah dessy, senang berkenalan denganmu dan terima kasih sudah mau berpatner denganku,.."ucap axel pada dessy setelah selesai makan siang


"sama-sama,."jawab dessy dengan senyuman manis menampilkan lesung pipi nya,..


***


※satu minggu kemudian※


Dessy bersiap pemotretan dia mengenakan dress warna putih polos juga higheels warna pich, dengan polesan make up yang tak berlebihan, dia tampak cantik,..cantik nya wanita indonesia,..


Sementara axel juga tampak tampan juga sangat berkharisma,dia memakai baju warna putih polos di tambah dengan kemeja yang sengaja tidak dikancing kan, juga celana pendek warna senada, bisa di bilang sangat serasi dengan dessy, walau tinggi badan mereka jelas berbeda, dessy hanya sebatas pinggang axel, justru itu yang sangat menarik,..!


"ok kita mulai,.."kata fotografer memberi aba-aba,


Pemotretan pun dimulai, awal nya dessy agak gugup, tapi axel yang pembawaan nya santai dan menuntun dessy jadi lebih rileks menjalankan pemotretan pertama nya, semua gaya yang di arahkan oleh fotografer di ikuti dengan baik, tiga jam lebih mereka bergaya akhirnya tuntas sudah pekerjaan mereka hari ini, dessy sangat senang juga bangga pada diri nya, pasal nya hasil foto nya benar-benar bagus dan natural,..


"ok sweety...kita ketemu lagi besok,.."ucap axel sambil meraih tangan dessy lalu mengecup nya,..


"ok,.."jawab dessy singkat, tapi pipi nya mulai memerah walau kulit wajah nya tidak putih, bisa dilihat kalau wajah nya memerah karena malu,..


"ayo des, kita kembali pulang.."ajak damian,.


Ajakan damian mengantarkan dessy kembali sadar, bahwa yang mengecup tangan nya sudah tak menampakkan diri,..


"hufff..malu nya..!" batin dessy


Setelah ganti baju dessy menyusul damian ke dalam mobil, didalam perjalanan mengantar dessy, damian tidak banyak bicara, dia asli nya suka bercanda cuma dia tidak ingin ada salah faham kalau tau-tau dia sok akrab, karena itu damian lebih memilih diam,..


"ini cowok ganteng tapi bisu, dari tadi ga ada suara nya" gerutu dessy sambil melirik sekilas ke arah damian yang sedang fokus menyetir, sesampai nya di kosan dessy, damian terdiam sejenak, melihat lingkungan yang terkesan kumuh, jalanan yang berlubang dan banyak genangan air, miris sekali wanita muda yang duduk disamping nya tinggal dilingkungan kurang layak,..


"kenapa pak???"tanya dessy


"tidak ada apa-apa,..!


"kalau begitu saya permisi pak, terima kasih sudah mengantar.."ucap dessy seraya menunduk hormat pada damian, lalu dia keluar dari dalam mobil,..


"kebanyakan wanita akan malu memperlihatkan rumah nya pada seorang pria yang mapan, tapi dia sama sekali tidak perduli ataupun malu..."


batin damian, kemudian melajukan kembali mobil nya,..


※※※※


Damian memasuki kamar nya masih membayangkan kosan kumuh tempat tinggal dessy, dia berfikir kalau uang bayaran untuk menjadi model bisa untuk dessy membeli sebuah apartemen kecil, walau tidak mewah setidak nya lingkungan nya tidak kumuh..


"dia memang layak dipilih, setidak nya dia tidak pernah bertanya masalah bayarannya menjadi model.."gumam damian lalu perlahan dia memejamkan mata nya..dan tertidur...