My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"memikirkan kamu"



***


Di pagi hari yang cerah keysya masih terlelap dalam mimpinya, sampai bunyi dering ponselnya berbunyi, dengan segan keysya pun mengangkat panggilan dari ponselnya.


"iyaa...siapa?" tanya keysya dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"cantikk...jadi ga ke tempat kakak? katanya mau latihan dance?" jawab lucas dari seberang telepon.


"huahhhh...iyaaa...jadi kok" keysya menguap.


"ok...kakak tunggu..." ucap lucas lagi.


***


Dengan mengendarai motornya keysya pergi ke tempat lucas, lucas buka usaha spa dan gym, disitu juga ada sanggar tari tradisional dan modern seperti dance, keysya sudah lama ingin kesana, tapi karena lucas sempat kuliah S2 di belanda, diapun malas ke tempat tersebut, walaupun tak terlalu dekat dengan lucas, tapi keysya merasa aman dekat dengan lucas.


Sesampai keysya di tempat lucas, keysya memarkirkan motornya, iyaa... dimanapun keysya berada selalu saja jadi pusat perhatian.


"gila tuh cwe cantik bgt"


"body nya ga nahan"


"pengen deh w punya cwe kayak gtu"


(bisik-bisik tengga pun mulai lagi)


Keysya berjalan masuk dalam sanggar, begitu masuk dalam sanggar keysya di sambut resepsionis.


"pagi mba...ada yang bisa saya bantu?" tanyanya pada keysya.


"tolong beritahu lucas, keysya sudah sampai.." jawab keysya dengan tersenyum.


Resepsionis itupun menelepon lucas memberitahu keysya sudah sampai, lucas keluar ruangannya berjalan menuju keysya.


"sudah sampai, langsung ke ruangan saja yaa, kakak masih menunggu teman kakak..." titah lucas.


"ok..." keysya berlalu menuju ruangan dance.


Keysya pun melakukan pemanasan sebelum dance, saat keysya melakukan pemanasan lucas dan richard masuk dalam ruangan, richard menatap keysya setengah terkejut, karena keysya mengenakan tanktop setengah, yang memperlihatkan perut putihnya, lucas pun tak kalah terkejut melihat pemandangan indah didepan matanya.


"woy...berdiri depan pintu" kejut bianca dari arah belakang membuyarkan lamunan kedua pria tampan tersebut.


Keysya merasa familiar dengan suara bianca menoleh ke belakang dilihat ada richard juga lucas disana.


"ehmmm...pantes pada bengong..." ucap bianca dalam hati melihat keysya berjalan ke arahnya.


"ka bi...ada disini juga?" tanya keysya tersenyum.


"iyaa..aku habis spa di lantai atas, kamu sendiri ngapain?" tanya balik bianca.


"latihan dance, oh yaa ka lucas bisa mulai sekarang? " jawab keysya sambil bertanya pada lucas, lucas masih terkesima pada keysya tidak menjawab pertanyaan keysya, sampai keysya mencubit pinggang lucas, lucas meringis kesakitan.


"duhhh..key...sakit..." ucap lucas sambil meringis.


"cepatlah kak, jangan melamun..."


Mereka pun melakukkan dance dengan di iringi lagu k-pop, richard menatap keysya dengan kagum, badan keysya bak biola membuat siapapun terlena, melihat richard menatap kagum pada keysya, bianca pun mulai menggoda richard.


"ga gitu juga rich, bisa copot mata lo kalau kayak gitu..." ledek bianca.


"apaan sih lo bi... " jawab richard, dari para mantannya hanya bianca yang mampu menjaga hubungan baik, walaupun sudah putus bianca tetap bisa berteman baik dengannya.


Lucas mengakhiri lantihannya dengan keysya, keysya dengan keringat menghiasi tubuhnya menambah kesan sexsi, walaupun umurnya baru 16 tahun tapi badan keysya sudah terbentuk sempurna, tak heran banyak pria yang berusaha mencari perhatiannya.


Lucas mengambil handuk dan air untuk keysya, lucas menghampiri keysya bermaksud menyeka keringat keysya, keysya hanya diam saat lucas menyeka keringatnya, richard melihat adegan itupun menatap menahan cemburu, bianca melihat richard cemburu dia pun menghampiri keysya.


"modus banget lo luc...sini gue aja yang lap keringat keysya..." bianca merebut handuk kecil itu dari tangan lucas.


Lucas pun terdiam menatap keysya...


"ck...ganggu aja sih bi..." batin lucas.


"ingin rasanya gue tonjok tuh muka lucas, kalau aja dia bukan sepupu gue!!!"Umpat richard dalam hati.


"makasih kak, padahal aku bisa sendiri kok..." ucap keysya pada bianca yang masih menyeka keringatnya.


"gpp...soal nya tadi da yang cemburu lihat kamu ma lucas hehhee.." bianca melirik richard.


"oh yaa habis ini kamu mau kemana? kebetulan apartemen aku ga jauh dari sini, kamu mampir dlu yaa, please jangan nolak..." pinta bianca.


"ok, kakak kasih tau aja alamat kakak dimana?"


Setelah bersih-bersih keysya pun berjalan menuju parkiran motor...


"key kamu duluan aja yaa, pin pintu apartemen aku adalah hari ulang tahun aku dan kamu..." ucap bianca.


Bianca pergi menumpang mobil richard, bersama dengan lucas bermaksud membeli makanan karena bianca tidak bisa masak, keysya terlebih dulu masuk ke apartemen bianca, keysya membuka jaket kulit nya dan berbaring di sofa ruang tamu bianca, karena lelah keysya pun terlelap.


clekkk....suara pintu apartemen terbuka


Saat mereka bertiga masuk, mereka melihat keysya tertidur pulas di atas sofa, dengan berjalan perlahan bianca dan yang lainnya masuk ke dalam apartemen, richard dan lucas melihat keysya tertidur, mereka menatap keysya dalam hati mereka sungguh pemandangan yang menyegarkan mata.


"cantik...seperti bidadari yang tertidur..." ucap richard.


"udah jangan di liatin keysya nya, biar dia tidur, mungkin dia lelah..." kata bianca.


*Dalam mimpi keysya*


"jangan...aku mohon jangan..." ucap keysya dengan nada gemetar.


pria tersebut mendekati keysya, memeluk keysya, dan mencumbu keysya kecil dengan kasar, saat dia ingin melancarkan aksinya lagi, keysya mengigit lengan pria tersebut dan berlari.


"Tolong...tolong...tolong..."jerit keysya kecil, pria tersebut pun menjambak rambut keysya menyeretnya kembali masuk ke ruangan gelap.


"jangan...jangan mendekatttt....tiiidaakkkkkkk..." jerit keysya kecil.


Keysya terbangun dari mimpi sambil berteriak histeris, richard,bianca dan lucas berlari ke arah keysya, tapi richard yang terlebih dahulu menghampiri keysya.


"tiiidaaakkkkkkk....." jerit keysya dan membuka matanya.


Richard menghampiri keysya dan memeluknya, keysya memeluk balik richard, tubuh nya gemetar dan keysya pun menangis di dada richard, richard mengelus punggungnya.


"sudah...jangan takut ada aku disini..." ucap richard lembut.


Keysya masih menangis di pelukkan richard, bianca dan lucas memandang keysya dengan tatapan iba.


"kasihan sekali kamu key, begitu kejamnya orang itu pada anak kecil seperti kamu..."ucap bianca, bianca pun tak tahan untuk tidak menangis, lucas merangkulnya yang menangis menenangkan bianca.


"sudah kamu jangan ikutan menangis, kita harus kuat untuk menghibur keysya..." ucap lucas menenangkan bianca.


Saat keysya sudah tak lagi menangis, keysya tersadar siapa yang memeluknya, dalam hati keysya merasa aman di pelukkan pria asing yang bukan siapa-siapa baginya, keysya tidak merasa takut saat richard memeluknya malah merasa damai dan aman, keysya pun melepaskan pelukkannya, di lihat pria tersebut ternyata richard, keysya tertunduk malu akan apa yang terjadi.


"maaf..."ucap keysya lemah, keysya terdiam sejenak,...terima kasih sudah menenangkan aku..."lanjut keysya.


Bianca menghapus air matanya dan menghampiri keysya.


"kamu sudah tenang key? ayo kita makan "bianca menarik tangan keysya dengan lembut berjalan menuju meja makan.


Mereka pun makan tanpa bersuara...


"gue berdua pamit duluan yaa bi..." pamit richard dibalas anggukan bianca.


"ok...makasih dah mampir..."


Richard dan lucas pun pulang kembali ke kediaman richard...


***


*Dalam kamar richard*


"saat ini hanya gadis kecil itu yang benar-benar mampu membuatku selalu memikirkannya, aku harus mendapatkanmu..." gumam richard.


***


*Dalam apartemen biaca*


"kamu nginep jaa yaa key..."pinta bianca sambil menggenggam tangan keysya.


"ok kak..."


Setelah memberitahu papa dan mamanya, keysya pun menginap di apartemen bianca, mereka berdua pun terlelap dalam mimpi.


Kembali bersekolah dan belajar kembali, sekitar jam dua sekolah pun usai, keysya langsung menuju parkiran motor hendak pulang ke rumahnya saat ingin melajukan motor nya, keysya di hadang damian.


"key...makan siang bareng yuk...saudara gue buka restoran..." ajak damian.


"ok...share loc aja, ntr gue nyusul kesana, terus tuh teman gue mau kenalan sama lo kak..."


Dari arah belakang muncul raisya dengan senyum manisnya...


"damian ini raisya, dan raisya ini damian..." ucap keysya memperkenalkan mereka berdua.


"damian...


"raisya...


"lo ikut juga aja sya, biar rame gimana mau ga?" titah damian dibalas anggukkan raisya.


Mereka pun jalan menuju restoran, raisya bersama dengan damian dan keysya tetap dengan motor kesayangannya, sampai mereka dalam restoran damian memesankan makanan untuk kedua gadis cantik yang ada di depannya.


Pesanan mereka pun akhir nya sampai, di sela-sela makan keysya melihat richard dan kawan-kawan, keysya menunduk karena masih malu mengingat kejadian di apartemen bianca, richard melihat dari kejauhan, dia melihat gadis kecil yang selalu membuat richard memikirkannya.


Saat hendak menghampiri keysya, lengan richard di gandeng diana, richard hanya bisa pasrah dan ikut duduk bersama teman-temannya, dari kejauhan richard melihat gadis kecilnya, dia melihat seorang pria menyeka bibir keysya, richard ingin sekali mengahampiri namun dia berfikir, siapa dia bagi keysya?...


"maaf ada saus di samping mulut lo..."ucap damian, damian mengatur nafas dan detak jantungnya berdegub kencang.


deg...de...deg suara jantung damian seperti melompat-lompat saking gugup nya


"gpp..."


Bagi wanita di perlakukan seperti itu mungkin akan senang sekali, lain hal dengan keysya, dia bersikap seakan-akan tidak ada yang terjadi.


Selesai makan mereka pun kembali ke rumah masing-masing.


~


~


~


^minta minta vote nya yaa^


see you.....😊😊😊