
*Dikediaman keysya*
Semua hanya tertunduk menunggu lisa datang, semua staf pembantu dan supir terlihat lesu mengingat keysya, takut kalau keysya kembali seperti 5 tahun yang lalu, terlebih bi minah dan pak ujang pasangan pasutri yang sudah 20 tahun lebih mengabdi pada keluarga Rahardy sangat menyanyangi keysya seperti anak sendiri, karena anak mereka jauh di kampung, keysya tak pernah membedakan orang-orang sekitar, dia selalu ramah pada para staf yang bekerja di rumahnya.
"mana lisa ini lama banget sih may..? " tanya vano tak sabar menunggu lisa datang.
"sabar pa...aku udah telepon tadi, mungkin masih dalam perjalanan..." jawab maya menenangkan suaminya yang gelisah karena kondisi putri mereka.
Tak lama bell rumah mereka berbunyi
Teettt...tettt...tettt...
"itu pasti mereka..." ucap vano berlari kecil ke arah pintu utama rumahnya
"maaf van...jalanan macet..." kata bima menjelaskan begitu masuk.
"kamu juga datang bim, terima kasih kamu sudah datang bersama lisa..." vano memeluk sahabatnya bima, bima,arya,dan vano bersahabat sejak kecil mereka bertiga pembisnis terbaik se-Asia, tapi yang paling menonjol dari mereka bertiga adalah Arya mahendra.
"aku langsung ke kamar keysya yaa van..." ucap lisa langsung berjalan menuju kamar keysya.
*Dikamar keysya*
tok...tok...tok
krekkk....suara pintu terbuka
Sejenak lisa menangis melihat keysya tertunduk lemah, terdengar samar suara tangis keysya membuat lisa pun ikut merasakan kesedihannya lisa menarik nafas menghapus air matanya, berjalan menghampirinya.
"keeyyy...." sapa lisa membelai kepala keysya.
Keysya masih tertunduk enggan mengangkat kepalanya, masih terisak dan tak bergeming sapaan lisa, lisa memeluk keysya kembali dia memanggil keysya dengan suara lembut.
"keysya sayang..." panggil lisa lagi dengan tetap memeluk keysya.
Kali ini keysya merespon dengan membalas pelukkan lisa, keysya merasakan kehangatan dari lisa walaupun tidak berbicara sama sekali.
Lisa keluar kamar keysya karena keysya tertidur dalam pelukkannya.
"bagaimana lis...? " tanya vano tak sabar karena melihat rawut wajah lisa lesu.
"maaf vano...keysya masih tidak mau bicara..." jawab lisa sedih.
"paa....bagaimana ini pa? " tanya maya pada suaminya kali ini dia tak kuasa menahan tangisnya.
"sebentar aku hubungi arya, selain aku hanya arya yang dekat dengan keysya..." vano berusaha tenang walaupun sebenarnya dia juga kalut.
^Kantor MH CROP^
Drrttt....drrtttt...drtttt...suara getar hape arya.
"iyaa van...ada apa?" tanya arya, dengan mata masih menatap laptopnya.
"ya...aku minta tolong boleh?..." tanya vano dengan suara sedikit bergetar menahan tangis, arya yang menyadari ada yang tidak beres pada sahabatnya pun menghentikan kegiatan kerjanya.
"ada apa van? kamu menangis?" tanya arya mengernyitkan keningnya.
"keysya ya...dia histeris lagi, aku minta tolong sama kamu, bawa keysya berlibur, aku tak tega melihat dia terpuruk lagi..." ungkap vano dari seberang telepon kali ini sudah tak bisa menahan tangisnya.
"aapaaa....!!!! aku akan ke rumahmu, soal apa yang kamu bilang kita bicarakan sesampainya aku disana, aku tutup dulu van..." ucap arya memutuskan sambungan telepon dan berjalan cepat keluar ruangan.
"morgan siapkan mobil cepat, aku mau ke kediaman vano... " titah arya pada asistennya.
Saat berjalan keluar gedung dia berpapasan dengan putranya richard, richard yang hendak masuk gedungpun mengurungkan niatnya menghampiri daddynya yang terlihat tergesa-gesa.
"what happened dad? kenapa wajahmu terlihat panik? " tanya richard.
"hahh...kau rich, ikut daddy kita ke rumah om vano, dan hubungi mammymu untuk menyusul kesana..." titah arya pada anak semata wayangnya.
Dalam perjalanan arya tak henti-hentinya khawatir, dia juga tau pristiwa yang di alami keysya, saat itu juga adalah saat paling menyedihkan baginya, untuk pertama kali dia merasa hancur melihat gadis kecil yang dia anggap anak kandungnya sendiri terpuruk, arya ikut hancur melihat keadaan keysya waktu itu, benar-benar saat yang paling menyakitkan dalam hidupnya, lebih menyakitkan daripada kalah tender.
Teettt...tettt...tettt...
Kali ini diana yang membuka pintu, diana melihat richard dan arya datang, dia sangat senang, dia mengira richard datang karena diana tak masuk kerja.
"rich...om...silahkan masuk..." diana mempersilahkan masuk, sebelum mereka masuk, datang satu mobil lagi merry istri arya pun datang ke rumah vano, begitu dapat pesan dari putranya dia langsung menyusul, diana diam sejenak dia kecewa ternyata richard bukan mau menemuinya, melainkan menjenguk keysya.
"kamu baru sampai juga sayang..." tanya merry menghampiri arya dan richard.
"iyaa sayang...mari kita masuk dulu, aku tak sabar untuk melihat keadaan keysya... " jawab arya.
Diana memundurkan langkahnya mempersilahkan mereka masuk, sesampainya di ruang tamu, ada bima,lisa,vano dan juga maya, masih menangis memikirkan keadaan putrinya.
"van...gimana keadaan keysya? " tanya arya tak sabar.
"ikut denganku ya...kita coba bujuk keysya..." pinta vano.
Mereka berjalan menaiki tangga menuju kamar keysya di ikuti yang lainnya, richard yang tidak mengerti apa yang terjadi hanya mengikuti langkah mereka menuju kamar keysya.
kreeekkkk...suara pintu keysya terbuka
Dalam kamar keysya sudah terduduk di ranjangnya, keysya tertunduk menangis tanpa suara yang jelas namun masih bisa terdengar, vano terlebih dulu menghampiri putrinya, membelai lembut kepala keysya, namun keysya malah histeris kembali.
"Pergiiiiiiiii....." teriak kesya menghempaskan tangan vano dengan kasar,...Peerrrgiiiiiiiiiiii...aku mohon jangan mendekat..." keysya menjerit menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan wajahnya pada kedua lututnya, kembali teisak dengan suara yang memenuhi ruangan.
"keyyy....buka mata kamu ini papa...! " Bentak vano dengan memaksa keysya mengadahkan wajah keysya, perlahan keysya membuka matanya lalu memeluk erat vano.
Semua di ruangan itu pun ikut merasakan kesedihan keysya, bahkan richard pun yang sedari tadi tidak tahu apa yang terjadi ikut meneteskan airmata, entah dari mana perasaan ini, rasanya sakit melihat keadaan keysya.
"kenapa hatiku sakit melihat keadaan gadis kecil ini? aku tidak pernah merasa iba ketika mantan-mantanku menangis, mengapa melihatnya menangis...hatiku merasakan sakit..." batin richard.
"keysya sayang...lihat ini...kamu masih ingat kan? om masih menyimpan hadiah dari kamu, om pakai gantungan hp yang kamu buat untuk kado ulang tahun om..." ucap arya seraya menghampiri ikut duduk disisi ranjang keysya.
Keysya merenggangkan pelukkan papanya dan melihat ke arah arya, mata keysya sembab masih meneteskan airmata yang tiada hentinya.
"om hendraaa....."
"iyaa sayang...kemari nak...om rindu keysya..." arya merentangkan kedua tangannya, keysya menghampiri arya memeluk arya masih dalam terisak.
"hiks...hiks...hiks...."suara keysya menangis membuat semua yang mendengar ikut menagis, maya dan merry juga lisa menghampiri keysya.
Keysya beralih melihat maya dan merry, keduanya bersamaan memeluk keysya, sekarang keysya sudah jauh lebih tenang walaupun masih terdengar samar-samar isak tangisnya.
"keysya sayang....kamu kuat nak..kamu gadis pemberani, jangan takut ada mama dan semuanya, kami yang ada disini menyayangi kamu nak..."ucap maya sambil ikut menangis.
"ingat sayang...banyak yang menyayangimu keysya ku sayang... " tambah merry
Kini keysya jauh lebih tenang, keysya keluar kamar di papah oleh maya dan merry, mereka tiba di ruang tamu keysya duduk tertunduk dan tak bicara, richard melihat iba keysya, dalam hati richard masih bertanya-tanya apa yang terjadi pada gadis kecil itu.
"eehhhmmmm...." richard mendehem keras namun keysya masih tertunduk tanpa bicara.
"ehhmmm....sorry girl...are you ok..." tanya richard.
Keysya menoleh sekilas, hanya mengangguk tanpa berbicara sepatah katapun, maya menghampiri keysya seraya membawa susu hangat untuknya, dia sudah seharian tidak makan apapun.
"sayang...diminum nak..." ucap mayya menyerahkan susu ke tangan keysya, keysya masih terdiam menggenggam susu hangat yang diberikan maya.
Richard menatap keysya terus, keysya merasa ditatap richard akhirnya diapun menatap balik richard, richard yang sadar ditatap balik keysya diapun tertunduk malu, karena kedapatan telah menatap keysya, entah apa yang membuat keysya ingin tersenyum melihat kelakuan richard, keysya tersenyum kecil tanpa richard tau, keysya sudah benar-benar tenang
"key...tante pamit yaa..."pamit lisa pada keysya, kali ini keysya sudah bisa sepenuhnya tersenyum
"iyaa tante...maaf keysya bikin tante khawatir..." sahut keysya suaranya hampir habis.
"its ok sweety..."ucap lisa lalu mencium kening keysya dan memeluk.
Setelah rumah keysya sudah sepi, keysya pun kembali ke kamar, keysya duduk di tepi ranjang dan berbicara pada diri sendiri.
"kamu kuat key, banyak yang sayang padamu, jangan kecewakan mereka yang menyayangimu..." ucap keysya pada dirinya sendiri dan keysya pun tertidur kembali.
***
*Dikediaman Arya mahendra*
Richard dan kedua orangtuanya sedang duduk di meja makan, menikmati sarapan pagi, richard menatap arya, dia penasaran apa yang terjadi dengan gadis kecil itu, tapi takut untuk bertanya, richard pun mengambil nafas dan memberanikan diri bertanya
"Dad...sebenar nya apa yang terjadi dengan gadis itu? " tanya richard.
"hmmm...maksudmu keysya?"
"keysya mengalami percobaan perkosaan waktu dia berumur 10 tahun, pelakunya guru nya sendiri, guru itu adalah guru yang paling baik menurut keysya sampai keysya mengalami hal tersebut ternyata pelakunya orang yang dia kagumi, sejak saat itu dia jadi lebih dingin dengan namanya pria, kecuali papanya dan daddy dia tidak percaya terhadap pria, kalaupun dia hangat hanya untuk beberapa pria saja, daddy, om vano, om bima dan satu orang lagi keysya hanya akan hangat kepada dia, satu-satunya orang luar yang keysya percaya..." arya menjelaskan keadaan keysya.
"satu orang lagi siapa dad? kenapa keysya bisa percaya pada nya? " tanya richard penasaran.
"kamu kenal orang nya rich..."
Selesai sarapan pagi arya dan richard pun berangkat ke kantor, dalam perjalanan richard terus berfikir, penasaran siapa yang berhasil menghancurkan gunung es keysya?
*Kantor MH CORP*
Mereka anak dan ayah berjalan menuju ke arah lift khusus presdir, dengan elegan berjalan menuju lift disambut dengan senyuman dan anggukan para staf kantor, Arya dan Richard selalu di kagumi karena tidak pernah sombong untuk membalas sapaan para bawahannya, sampai di lantai ruangan richard dan arya mereka menuju ruangan masing-masing.
"maaf pak ini kopi nya "ucap sekertarisnya richard menaruh kopi di meja.
"tkhs rayya..." jawab richard tak lupa dengan senyum manisnya.
"sama-sama pak, saya permisi dulu pak..." jawab rayya berbalik keluar ruangan.
"gimana ga betah gue punya atasan ganteng nya kebangetan..." gumam rayya.
Sedari tadi diana melihat rayya, diana menghampirinya lalu mendorong rayya ke tembok samping ruangan, diana mendekatkan mulutnya ketelinga rayya dan berkata.
"jangan centil lo disini cuma babu, ga pantes sama richard, PAHAM!!!!" Ucap diana penuh penekanan.
Diana meninggalka rayya yang masih mematung, diana bekerja sebagai asisten pribadi nya richard, kalau richard berhalangan hadir maka dianalah yang menggantikan richard, walaupun sering bersama namun richard hanya menganggap diana sebatas sahabat tidak lebih, walaupun richard tau diana menaruh hati padanya tapi richard tak pernah membalasnya.
"sudah di siapkan bahan meeting hari ini an?" tanya richard pada ana yang baru saja masuk ke ruangannya.
"sudah pak, sekarang kita harus sudah jalan menuju tempat meeting di restoran YX pak..." jawab diana.
Merekapun pergi menuju restoran tempat dimana sudah disepakati oleh rekan bisnis tersebut.
Sesampai nya disana sudah di sambut dengan beberapa pelayan restoran yang mengantar mereka ke ruangan VVIP, meeting pun berjalan lancar tanpa kendala, tiba-tiba dari arah belakang ada yang memeluk richard, richard dan diana terkejut siapa yang berani memeluk richard.
***
^Siapa yaa kira-kira yang memeluk richard....
Penasaran kann...tunggu episode selanjut nya yaaa😊😊😊