
^selamat membaca^
※
※
※
※
※
※
※
Hari yang cerah untuk mengawali pagi, keysya masih liburan sekolah pun hanya menghabis kan waktu di rumah, sesekali raisya menginap di rumah nya
"hufff....bosan..."gumam keysya dalam hati
"kamu diam terus di rumah tidakkah merasa bosan nak"tanya mayya pada anak nya
"bosan sih ma...ma aku boleh ke rumah om arya ga jenguk tante merry?"pinta keysya
"boleh donk sekalian pendekatan sama calon mertua kamu!"jawab mayya dengan nada meledek anak bungsu nya
"iihh...mama rese banget sih..."ucap keysya, dengan memajukkan bibir nya
"ehh....kok gitu sih sayang, memang benar kan?"mayya senang melihat untuk pertama kali nya keysya menampilkan wajah malu nya, biasa nya keysya selalu datar tanpa ekpresi
"dah ah ga jdi..."keysya merajuk
tring...tring...tring(suara telepon rumah berdering)
"hallo...mau mencari siapa?"mayya mengangkat telepon rumah nya
"ini richard tante, keysya nya ada tante? sudah 1 minggu keysya tidak bisa di hubungi tante..."jawab richard dari seberang telepon
**Flash back on*
Sejak richard menyatakan cinta pada keysya, keysya seperti menghindar dari nya, richard pun menjadi kalang kabut, dalam benak nya, apa dia terlalu terburu-buru dalam menyatakan cinta nya, richard sampai tidak fokus dalam bekerja, richard menanyakan pada diana, tapi diana seperti enggan menjawab nya, diana malah senang mengetahui keysya menghindar dari richard
"an..keysya apa kabar?"tanya richard pada diana di perjalan menuju tempat meeting
"baik"jawab diana singkat
Richard pun tak bertanya lagi, di tempat meeting berlangsung, direktur YS Company membawa putri nya, putri nya tampak jelas tertarik pada richard, tapi richard tak bergeming dengan tatapan putri direktur tersebut, saat berjalan keluar restoran putri rekan bisnis nya mendekati richard, tiba-tiba mencium pipi richard dan berlari, diana mengambil kesempatan itu untuk memotret diam-diam dan mengirim kannya pada keysya
Keysya mendapatkan pesan dari diana, foto richard sedang di cium pipi nya, merasa cemburu buta, dia pun menghindar dari richard, saat richard telepon atau mengirim pesan selalu keysya abaikan
"sekali playboy...yaa tetap playboy..."kira-kira begitu pemikiran keysya
*flash back off**
"keysya nya ada kok rich, sebentar tante panggil kan"mayya berjalan menghampiri keysya yang duduk di ruang keluarga
"key...richard telepon, mencarimu sana angkat telepon nya"titah mayya
"bilang keysya tidur ma...keysya ga mau lagi berhubungan dengan playboy itu"ucap keysya berlalu menuju kamar nya
Mayya hanya menghembuskan nafas nya, dan kembali mengangkat telepon rumah nya
"maaf rich...keysya masih tidur, sulit untuk di bangun kan..."ucap mayya lagi
"baiklah tante...jika dia sudah bangun, tolong sampaikan aku mencari nya"jawab richard dari seberang telepon, dengan nada kecewa
Waktu pulang kantor pun tiba, richard bergegas keluar kantor hendak menemui gadis kecil nya, richard melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi, karena sudah rindu dengan gadis. kecil nya itu
Richard pun sampai di rumah keysya, richard memencet bel rumah keysya
"sore tuan..., silahkan masuk"bi minah mempersilahkan richard masuk
Richard masuk ke dalam rumah keysya, di ruang tamu keysya sedang ada teman pria nya, damian kakak kelas keysya datang berkunjung, keysya melihat kedatangan richard pun terdiam sejenak
"nak rich...silahkan duduk"ucap mayya mempersilahkan richard duduk
Richard melirik ke arah damian dengan tatapan tajam, seolah ingin membunuh, damian melirik richard pun dengan tatapan yang sama
"kalau gitu gue pulang dulu key, lain kali gue mampir lagi"pamit damian
Damian pun berpamitan dengan mayya mama nya keysya dan berlalu pulang, keysya masih di ruang tamu tertunduk menahan kesal akan apa yang dia lihat di pesan WA nya
Richard mendekati keysya
"kamu kenapa menghindar dariku key?"tanya richard
"haahh...ga kok perasaan kakak aja"kelak keysya
"key...aku mau pergi untuk perjalanan bisnis ke china, mungkin bisa 2 minggu disana"ucap richard
"terus"jawab keysya berusaha tenang
"aku akan sangat merindukkan mu key, apa kamu tidak merasakan hal yang sama?"lanjut richard
"hmm...itu...itu..."keysya bingung mau menjawab apa
"baiklah...mungkin hanya perasaanku saja, aku fikir kamu juga akan merindukan ku, kalau begitu aku pamit key"ucap richard pelan
Richard pun pamit pada mayya, dia pun pamit dengan perasaan kecewa, keysya melihat mobil richard pergi dari balkon kamar nya, keyya menyesal dengan apa yang dia lakukan, keysya sebenar nya juga akan merindukan richard, karena keysya tidak pernah merasakan hal ini, jadi dia pun tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya
Keberangkatan pun tiba, richard di dampingi maxim dan diana berangkat ke china, richard fokus pada pekerjaan nya, richard kembali seperti dulu, pria yang gila kerja, walaupun diana sering mencari perhatian richard, richard tidak terpengaruh sama sekali
^Di Restoran hotel^
Sudah hampir 1 minggu lebih richard hanya fokus bekerja, keysya pun tidak memberi kabar pada richard begitu pun sebaliknya, richard menatap layar ponsel nya, tidak ada pesan sama sekali dari keysya, richard pun menghembuskan nafas nya berulang kali, maxim menyadari sepupu sekaligus bos nya sedang galau
"hubungi lah dia, kalau lo rindu rich"ucap maxim
Diana tidak senang dengan apa yang di ucapkan maxim
"ikut campur urusan pribadi bos, nyali kamu gede juga ya max"ucap diana
"dia bos gue, tapi juga kakak gue, sebagai adik gue hanya ingin kakak gue bahagia"cetus maxim dengan penekanan
Richard hanya diam mendengar perdebatan sengit antara maxim dan diana
"keysya tidak akan jadi milikmu rich, aku pastikan dia akan tambah menghindarimu"gumam diana dalam hati
**flash back on*
Begitu tiba di china, richard langsung menuju kamar nya, di dalam kamar ternyata sudah ada jebakan yang di siapkan diana, velope glenda mantan richard yang tinggal di china berada di dalam kamar richard, saat masuk ke dalam kamar richard terkejut karena sudah ada velope disana
"velo...? sedang apa kamu di sini?"tanya richard
Velope tidak menjawab pertanyaan richard, dia berdiri dari duduk nya, berjalan menghampiri richard dan mencium bibir richard, saat velope mencium bibir richard orang suruhan diana mengambil foto mereka, tanpa richard sadari, richard melepas kan tangan velope dari leher nya, mendorong velo menjauh dari nya
Richard mengusir velope dari kamar nya, dengan kasar richard menarik lengan velope keluar kamar nya, dari arah lain datang maxim
"max kenapa dia ada di kamarku, aku minta kamu bawa dia jauh-jauh dariku!"umpat richard dengan nada meninggi
maxim pun membawa velope keluar hotel, saat di tarik keluar hotel velope memberontak, velope marah karena maxim menarik nya sangat kasar
diana mengirim foto velope yang mencium richard pada keysya
"kalau kamu tak bisa aku miliki maka jangan harap dia bisa memilikimu"gumam diana, tersenyum licik
*flash back off*
^Di Indonesia*^
Keysya melihat pesan masuk di hp nya, dari nomor tak di kenal, keysya terkejut melihat foto-foto richard, keysya melempar hp nya ke atas kasur
"dasar playboyyy..."umpat keysya, tak terasa air mata keysya mengalir di pipi mulus nya
Keysya menangis semalaman tidak keluar dari kamar nya, mayya khawatir pada keysya yang tidak keluar dari kamar nya
"keysya tidak keluar kamar dari kemarin pa, ada apa dengan nya yaa?"ucap mayya pada vano
Vano melirik istri nya yang terlihat cemas, vano pun beranjak dari duduk nya menghampiri mayya
"biar aku lihat"ucap vano berjalan menuju kamar keysya
tok
tok
tok
"key...ini papa nak..."ucap vano
Keysya membuka pintu kamar nya, keysya sudah rapih seperti ingin pergi
"aku pamit ke tempat kak bianca yaa pa.."ucap keysya
Keysya pun berangkat ke apartemen bianca, di sana sudah ada lucas dan raisya, apartemen bianca dan lucas hanya berbeda tower, jadi raisya dan bianca lebih sering bertemu, akhir-akhir ini, keysya pun duduk di ruang tamu apartemen bianca
"huff..."keysya menghela kan nafas nya seraya duduk bersandar di sofa empuk ruang tamu
Lucas, bianca dan raisya saling melirik, mereka bingung kenapa gunung es terlihat galau
"kenapa sih keysya?"bisik lucas pada bianca
"ga tau"jawab bianca juga berbisik
Bianca dan lucas melirik raisya mengisyaratkan untuk mencari tahu apa yang terjadi, raisya pun menghampiri keysya dan duduk di sebelah keysya
"lo kenapa key?"tanya raisya, mengelus lengan keysya
"gpp sa"jawab keysya lemah
Raisya melihat keysya tidak seperti biasa nya menjadi cemas
"lo lupa janji kita hmm..."ujar raisya lagi
Keysya menatap raisya, keysya memeluk raisya dan menangis, lucas dan bianca juga menghampiri keysya, kini mereka duduk di satu sofa panjang ruang tamu, semua mata mengarah pada keysya
"cerita donk key..."ucap lucas
"tau...lo ga anggap kita lagi hah"lanjut bianca
Keysya pun menceritakan apa yang terjadi, lucas melihat foto yang di tunjukkan keysya, lucas mengingat-ingat siapa orang dalam foto itu, karena mantan pacar richard terlalu banyak lucas pun harus berfikir lebih keras
"oh ya...kakak inget ini key...mantan nya richard, lebih tepat nya cinta pertama richard, kakak juga kurang tau kisah nya kenapa bisa putus, coba kamu tanya diana atau maxim, karena hanya mereka berdua yang selalu menempel dengan richard"jelas lucas
"dah jangan sedih lagi key, tapi kalau lo ga suka sama richard ngapain juga lo cemburu"cetus raisya
"jangan...jangan...."lanjut bianca
"benar kak...aku mulai suka sama kak richard, sebenar nya sudah sering aku menghindari nya, karena aku ga mau buat kak diana sedih, tapi hati aku ga bisa bohong kak, aku suka sama ka rich"jawab keysya tertunduk kembali menangis
Bianca dan yang lain nya memeluk keysya, mereka pun menghibur keysya agar tak lagi bersedih
Hari berlalu begitu cepat, tiba saat nya keysya berulang tahun, keysya menatap layar ponsel nya, terlihat pengingat hari ini adalah hari ulang tahun nya, keysya hanya terdiam termenung, ulang tahun kali ini adalah yang terburuk, akan kah lebih buruk lagi
Richard bersiap pulang ke Indonesia, di dalam pesawat richard menatap hadiah yang sudah dia siapkan untuk keysya, sesuai janjinya dan keysya hari ulang tahun keysya, keysya akan memberikan jawaban nya
Keysya bergegas ke rumah richard saat tau richard sudah pulang, keysya melaju kan motor nya dengan kecepatan penuh, keysya tidak sabar memberikan jawaban nya pada richard, menempuh waktu 40 menit keysya tiba di depan rumah richard, keysya melihat diana dan richard saling berpelukkan, keysya hanya tertunduk tanpa menghampiri richard, richard terkejut melihat keysya di hadapan nya, keysya pun menaiki motor nya kembali dan melaju kan motor nya tanpa menoleh ke belakang
Richard berteriak memanggil keysya, namun keysya sudah jauh dari pandangan mata nya, richard masuk ke dalam mobil nya mengejar motor keysya, di perjalanan richard terus melaju kan mobil nya dengan kecepatan penuh, karena sudah malam jalanan ibukota sedikit lebih lengang, keysya melihat dari kaca spion nya mobil richard mengikuti nya
Keysya pun menambah kecepatan laju motor nya, tiba-tiba lampu lalu lintas yang semula hijau berganti merah, keysya tak sempat untuk mengerem motor nya, alhasil dari arah berlawan mobil dengan cepat menghempas kan motor keysya
BRUAKKK.......bunyi hantaman mobil pada motor keysya cukup kencang
Richard pun mengerem mendadak melihat kecelakaan di depan mata nya
"keyysyaaaaaaaaa..."teriak richard yang sudah di luar mobil nya, richard berlari ke arah keysya, tubuh keysya berlumuran darah, sampai helm yang keysya gunakan pun terbelah menjadi dua, saking kencang nya hantaman mobil itu, richard mengangkat tubuh keysya yang berlumuran darah
"keysya bangun key...tolong...tolong...."teriak richard
Keysya masih membuka sedikit mata nya, dia melihat richard, keysya berkata dengan suara lemah
"dasar playboy...."ucap keysya dan langsung tak sadarkan diri, melihat keysya tak sadarkan diri richard pun semakin panik, richard mengguncang kan tubuh keysya dengan kencang
"bangun key...bangun...jangan tinggalkan aku, ku mohon buka matamu"richard menangis histeris
Ambulance pun tiba, keysya segera di bawa ke rumah sakit terdekat, richard tak melepaskan genggaman tangan nya pada keysya, sampai tiba di pintu ruang UGD richard pun masih menggenggam tangan keysya
"maaf pak anda tunggu disini"titah dokter yang menangani keysya
"tapi...dok..."jawab richard yang enggan melepas kan genggaman tangan nya
"biar kita yang menangani pasien, mohon kerja sama nya pak"lanjut dokter
Richard pun melepas genggaman tangan keysya, richard pun terduduk dilantai depan pintu ruang UGD, richard mengambil ponsel nya dan menelepon maxim
"max...."ucap richard begitu sambungan telepon tersambung, maxim mendengar suara serak richard dan sedikit bergetar menjadi panik
"lo kenapa rich?...rich....jawab rich, jangan buat gue panik"ucap maxim berteriak di seberang telepon
"keysya max...keysya...hiks...hiks...hiks..."richard tak melanjutkan ucapan nya kembali menangis
"keysya kenap rich...woy...rich..."maxim pun kembali berteriak
Richard menghambil nafas panjang sebelum melanjutkan ucapan nya
"keysya kecelakaan max, bantu gue hubungi keluarga nya, dan kasih tau mommy dan daddy...hiks...hiks...hiks..."ricahrd pun melanjutkan omongan nya sambil menangis
"aapaaaaaaa....."teriak maxim dari seberang telepon lalu langsung menutup sambungan sambungan telepon nya
*
*
*
^APA YANG AKAN TERJADI NANTI?^
TUNGGU KELANJUTAN NYA YAA...
SEE YOU....