
Kita lanjut kisah cinta bianca yaa guys
****
****
****
Bianca menyetir mobil nya dengan kecepatan sedang, dia terus menyetir tanpa berbicara, raisya dan keysya juga hanya bisa diam, karena mereka tidak mau ikut campur kalau bianca sendiri tidak ingin bercerita
Bianca mengantar keysya terlebih dahulu, karena dia dan raisya tinggal dilingkungan yang sama, setelah mengantarkan keysya bianca melajukkan mobil nya menuju apartemen raisya, bianca menurunkan raisya di tower apartemen raisya
"maaf kakak ga mampir yaa sa..."ucapnya pada raisya
"iya...makasih yaa kak..."jawab raisya
Bianca melajukan mobilnya kembali, bianca melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, bianca menuju bar langganannya, bianca masuk kedalam bar
"hai bi..."sapa bartender bar
"hai juga lucky...biasa yaa..."jawab bianca pada bartender itu
Bartender itu menyediakan pesanan bianca lalu duduk disampingnya
"sudah lama lo ga datang, kemana aja"tanya lucky
"haha...iyaa...gue lagi sibuk sama kerjaan gue"jawab bianca
Lalu bianca mulai menenggak minumannya, bianca terus meminum minumannya, sesekali tersenyum kecut
Lucky melihat bianca sudah setengah mabuk mencoba menghentikan bianca
"udah woy, mabok nanti nyusahin gue"ujarnya pada bianca
"haha...gue belum mabuk luc"jawab bianca, bianca mulai meneteskan air mata mengingat apa barusan terjadi, lucky melihat bianca menangis mencoba bertanya
"kenapa lo, cerita aja sama gue"pinta lucky
Namun bianca tidak menjawab, lalu menenggak lagi minumannya sampai tandas, ketika bianca sudah mulai mabuk, beberapa pria menghampiri bianca
"hai cantik, sendirian aja"ucap salah satu pria
"mau kita temani?"sambung pria lainnya
Lucky berusaha untuk menjauhkan segerombolan pria hidung belang itu
"sorry mas-mas bro, cewe ini teman gue"ucapnya pada segrombolan pria yang mendekati bianca
"gue ga lagi ngomong ma lo"ucap pria itu meraih kerah baju lucky, saat pria itu ingin melayangkan pukulannya, datang lucas mererai
Lucas meraih tangan pria itu lalu menariknya dan mendorongnya, segrombolan pria yang mendekati bianca mundur setelah melihat wajah lucas
Lucas terkenal pukulan maut nya, hanya dalam 1 kali pukulan mereka akan berakhir di batu nisan, mereka pun meninggalkan lucas dan bianca, mereka berlari menjauh seperti kuncing yang bertemu serigala
Lucas melihat bianca sudah tertidur dimeja bar, dia pun menggendong biancaa ala bridal style, berjalan menuju keluar bar
Lucas menurunkan bianca di kursi penumpang lalu memasang seatbelt, dia pun masuk kedalam mobil, melajukan mobilnya kembali ke apartemen bianca
***
***
***
«***Flash back on»
Raisya masuk kedalam apartemennya, didalam sudah ada lucas yang sedang duduk di sofa ruang tamu sambil menonton tv
"udah pulang de?"tanya lucas pada raisya
"udah kak...eh kak tadi kak bi..."ucapan raisya mengatung
"bianca kenapa de? ngomong kok di gantung kayak hubungan"ledek lucas pada raisya
"iihh...kakak sejak kapan jadi bucin?"jawab raisya
"tadi kita bertiga kan ke mall, terus ketemu cowok bule, lumayan ganteng sih tapi masih gantengan ka lucas kok, hehehe, terus tiba-tiba aja kak bi nampar tuh cowok, terus..."sebelum raisya menyudahi cerita nya lucas pergi keluar apartemen
"ck...dasar..."ucap raisya melihat kakak nya terburu-buru pergi
«Flash back off***»
Sekarang lucas sudah ada dikamar bianca, dia menatap bianca dengan iba, pasalnya bianca hidup di Indonesia sebatangkara, orangtua nya bermukim di yunani, karena ayah tiri nya asal yunani sedangkan ayah kandungnya entah dimana bianca pun tidak tau, karena ibunya tidak pernah membahasnya
Lucas mengenal bianca sejak masuk SMA yang sama, bianca sempat tinggal di belanda, tempat lucas juga menimba ilmu disana
Namun bianca balik ke Indonesia sebelum lulus, bianca meneruskan sekolahnya di Indonesia lalu berkenalan dengan richard, saat kuliah dia berpacaran dengan richard, sebenarnya dia hanya memanfaatkan richard guna bertahan hidup di Indonesia, karena uang dari ibunya tak cukup untuk kebutuhan dia sehari-hari
Pria bule yang dimaksud adalah erros, dia anak tiri ibunya yang juga cinta pertama bianca, bianca dan erros berpacaran setelah dia putus dari richard, saat berpacaran sudah berapa kali erros mengajak bianca berhubungan badan, namun bianca tidak mengiyakan keinginan erros
Erros berubah semenjak bianca berulang kali menolak keinginannya, bianca mencari tau tentang sikap erros yang brrubah, ternyata erros brrselingkuh, tapi mungkin baru kali ini dia melihat dengan mata kepala nya sendiri
Bianca membuka matanya, dia melihat lucas seperti melihat erros, dia pun mulai mengacau
Tiba-tiba bianca mencium bibir lucas, lucas mendorong kuat bianca sampai terjatuh diatas ranjang
"kenapa kamu mendorongku er, bukankah kamu juga meninginkannya?"tanya bianca pada lucas yang dilihatnya erros
Bianca hendak membuka bajunya, tapi dihentikan oleh lucas
"lo mabuk bi, jangan berbuat yang tidak-tidak"ucap lucas, sambil memegang erat lengan bianca
Bianca memberontak, dia menarik lengan lucas sampai ikut terjatuh diatas tubuh nya, bianca mengalungkan tangannya di leher lucas hendak mencium lucas lagi, lucas menutup mulut bianca, dia mengelus kepala bianca dengan lembut
"sstt....tidur saja bi..gue takut khilaf"ujarnya pada bianca
Belaian lembut lucas membuat bianca kembali tertidur, lucas merasakan hal yang tidak enak, dia pria normal diperlakukan begitu oleh bianca tentu saja menimbulkan hasrat birahi lucas, lucas segera keluar kamar lalu dia kembali ke apartemennya
Didalam apartemennya lucas mengguyur sekujur badan nya dengan air dingin berharap hasrat nya menghilang, setelah hasratnya menghilang dia pun segera tidur
«Apartemen bianca»
"duh...kepala gue sakit banget"ucap bianca pada dirinya sendiri
Bianca menyadari dia berada dikamarnya, dia mengingat-ingat apa yang terjadi, bianca hanya ingat dia mabuk lalu...dia tak ingat lagi..
"**** banget gue..."ujarnya lagi
Bianca pergi kekamar mandi lalu dia membersihkan diri, setelah membersihkan diri bianca ke dapur apartemennya, dia tidak menemukan apapun untuk dimakan, lalu dia pergi minimarket terdekat
Bianca membeli beberapa barang, saat hendak membayar dia bertemu lucas
"hai luc...ngapain lo disini?"tanya nya pada lucas
Lucas teringat kelakuan bianca tadi malam hanya menoleh sekilas, lalu berlalu meninggalkan bianca
"aneh tuh orang"umpat bianca pada lucas
Bianca hanya sarapan dengan roti bakar dan segelas susu, saat bianca sedang sarapan bel apartemen berbunyi
Bianca berjalan menuju pintu
Clekkk....
Dilihatnya lucas didepan pintu apartemennya, bianca mempersilahkan lucas masuk, lucas masuk ke apartemen bianca
"ini gue bawain lo makanan, ini ada susu jahe buat lo, biar perut lo ga sakit karena kebanyakkan minum"ujar lucas pada bianca
Lucas sebenarnya sudah lama memperhatikam bianca, sejak bianca sering berkunjung ke apartemen nya lucas sedikit menaruh hati pada bianca, hanya saja dia takut di tolak
"makasih luc...lo mang paling baik deh sama gue"ucap bianca memeluk lucas
"apaan sih peluk-peluk segala"ucap lucas merasa tidak enak di peluk bianca, seperti kata lucas tadi malam dia ngeri khilaf(hehhee...lucas malu guys)
Lucas dan bianca sarapan bersama, setelah sarapan lucas pun pamit, lucas hendak pergi namun berbalik kembali, dia menatap bianca
"iya luc...tkhs yaa...sorry gue ngerepotin lo terus, jadi lo uang bawa gue balik? oh ya... waktu gue mabuk, gue macem-macem ga sama lo?"tanya bianca beruntun
Lucas mendekati bianca dan mencium bibir bianca
Cupp....
Bianca melotot akan apa yang dilakukan lucas
"lo gila ya luc?"tanya bianca
"itu yang lo lakuin ke gue, gue cuma membalas nya aja kok"ucap lucas santai lalu berjalan meninggalkan bianca
Bianca diam mematung akan penuturan lucas
"lo gila bi..."ucapnya pada dirinya
Bianca bersiap-siap ke pesta teman SMP nya dulu, bianca dandan seperti biasa, dia dandan dengan full make up, memakai baju sexsinya lalu pergi menuju lokasih acara
Dilokasi acara pesta ternyata ada erros disana, erros di undang pacar nya teman SMP bianca, bianca tidak menghiraukan erros dia berjalan melewati erros
"selamat ulangtahun yaa"ucap bianca pada teman nya
Saat bianca tengah duduk, erros menghampiri nya dengan senyum licik nya, bianca berdiri hendak pergi meninggalkan erros tapi sayang tangan erros terlebih dahulu menarik tangan bianca, saat bianca hendak menepis tangan erros, lucas datang lalu memeluk nya dari belakang, bianca menepis tangan erros dengan kasar, lalu memegang tangan lucas yang memeluknya
"sayang dia siapa?"tanya lucas
"buka siapa-siapa"jawab bianca
Lucas melepaskan pelukkannya lau merangkul pinggang bianca berjalan meninggalkan erros
Lucas dan bianca pulang bersama, lucas mengantar bianca sampai di depan apartemennya, mereka berdua canggung atas kelakuan mereka tadi lalu mereka tertawa bersama, saat sedang asyik tertawa, seorang penghuni apartemen keluar
"sstt...jangan berisik"bisiknya pada bianca dan lucas
Bianca menarik tangan lucas lalu membawa nya dalam apartemennya, balik pintu apartemen mereka tertawa kecil
Lucas berhenti tertawa dia memandang wajah bianca yang masih dengan tawa nya, lucas meraih dagu bianca yang lancip mengarahkan bibir nya ke bibir bianca
Cupp...
Lucas mengecup sekilas bibir bianca lalu melepasnya, bianca tertunduk malu, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya
Lucas menyingkirkan tangan biaca dari wajahnya, menarik tubuh bianca dalam pelukkannya
"aku menyukaimu bi"ujarnya pada bianca
"tapi luc...gue cuma anak buangan"ucap bianca sambil menangis
"aku tidak perduli, asalkan kamu mau menerimaku, itu saja yang lain tidak penting"ucap nya lagi
Bianca semakin menangis mendengar jawaban lucas, bianca memang belum ada rasa suka pada lucas, namun dia sudah menemukan rasa aman saat bersama lucas, dia pun menerima perasaan lucas
Lucas melepaskan pelukkannya, kemudian menghadiahi kecupan mesra di kening bianca
"good night"ucapnya lagi lalu keluar pintu apartemen bianca
♡
♡
♡
♡
Disiang hari raisya dalam perjalanan pulang dari kampus nya, karena kini keysya sudah bersuami, bianca juga baru jadian dengan kakak nya, alhasil sekarang dia sendirian
"huff...nasib jomblo"gumam raisya
Pada saat berjalan raisya teringat rumah singgah harapan kita, raisya sudah lama tidak datang kesana, dia menghubungi kepala yayasan
"hallo pak asep...ini raisya pak"ucap nya saat panggilannya tersambung
"oh...neng raisya, kebetulan neng telepon, bi odah kangen pisan sama neng"ucap pak asep dari seberang telepon
"sama pak...aku juga kangen sam kalian semua"ucapnya lagi
"aku meluncur kesana yaa pak, dimana alamat yang sekarang pak?"tanya nya pada pak asep
"masih tempat yang lama neng, cuma sekarang sudah di renovasi jadi makin bagus dan luas, neng mau kesini kebetulan ada pak thomas pemilik lahan yayasan, dia ingin ketemu neng raisya"jawab pak asep dengan ciri khas logat sundanya
"ok pak, raisya segera merapat, hehe"ucapnya lagi lalu mengakhiri panggilan teleponnya
Sesampainya di rumah singgah, raisya langsung menuju ruangan pak asep, raisya melihat sekeliling, sekarang rumah singgah itu sudah lebih baik keadaannya benar-benar bagus dan terawat
"permisi..."ucap raisya begitu masuk ke ruangan pak asep
"eh neng...sudah datang..!"sapa pak asep
"pak thomas nya ada di belakang neng, lagi ngajar anak-anak, sok neng temui pak thomas, kata nya pak thomas neng raisya yang membujuk pak thomas, maka nya sekarang lahan yayasan sudah menjadi hak milik pak asep"ucapnya pada raisya
Raisya terkejut dengan penuturan pak asep, pasalnya terakhir ketemu thomas, dia marah pada thomas, dia pun berjalan kebelakang yayasan
Dia melihat thomas sedang mengajar bahasa inggris untuk anak-anak rumah singgah, raisya terharu melihat anak-anak tampak jauh lebih bahagia, pakaian yang mereka kenakan bagus-bagus
Salah satu anak melihat kedatangan raisya, dia pun berteriak memanggil raisya
"kak raisyaaa...."teriak imron berlari ke arah raisya, thomas menoleh ke raisya, dia pun tersenyum
"imron...adik-adik semua nya, kakak kangen..."ucap raisya pada anak-anak yang mengerumuninya
Selepas melepas rindu pada anak didiknya, raisya kini duduk ditaman bersama dengan thomas, pembawaan raisya yang ceria dan cerewet membuat dia tidak ada rasa canggung sama sekali
"makasih yaa oppa sudah berbaik hati memberikan lahan ini untuk pak asep"ucap raisya tulus
"iya sama-sama"jawab thomas
"oh yaa...kenapa kamu masih memanggil aku oppa?"tanya thomas
"oppa sudah nonton drakor belum? kalau sudah berarti ngertikan maksud aku apa?"jawab raisya tentu dengan nada ceria nya
"aku tau, gara-gara kamu aku ditertawakan mama dan adikku, karena aku menanyakan yang kamu bilang barusan"ucap thomas menjelaskan betapa kolot nya dia
"hhehee....maka nya jangan kerja terus, sekali-kali menghibur diri ga da salah nya kan?"jawab raisya
"apa aku memang terlihat seperti oppa yang di drama korea itu?"tanya lagi thomas
"iya...oppa masih ganteng kok untuk cowok seusia oppa"jawab raisya tanpa canggung
Thomas mendengar jawaban raisya tersipu malu, wajahnya memerah seperti tomat, raisya melihat thomas tersipu lalu menggoda nya lagi
"oppa...kamu malu yaa..."ucap raisya, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah thomas, memiringkan kepala nya dan tersenyum manis
Raisya menyudahi godaannya pada thomas, dia berbalik ke arah anak-anak, raisya bermain bersama anak-anak yayasan rumah singgah, dia tertawa lepas seakan dunia benar-benar indah
Thomas memandangi raisya dengan seksama, tanpa sadar sedari tadi dia memandang raisya senyuman nya melingkar terus dibibir pink nya...
"cute"gumam thomas
****
****
****
****
****
Next episode kita masih membahas raisya tapi nanti kita siksa dikit yaa raisya nya...hehhee
terima kasih sudah membaca
see you tomorowwwwwww😊😊😊😊