
Diana memandang langit malam, dia merasa bahagia bisa berbuat baik untuk pertama kali nya benar-benar dengan ketulusan hati, dia bahagia karena bisa mendamaikan sepasang kekasih yang saling mencintai, kemudian dia teringat dulu pernah membuat keysya dan richard patah hati, dia menangis menyesali atas apa yang pernah dia lakukan
"itu bukan cinta tapi obsesi,..gumam diana mengingat ke khilafannya.
Diana kembali ke jepang sementara thomas dan raisya kembali ke Indonesia, saat dibandara thomas mengucapkan terima kasih atas kebaikkan diana.
"terima kasih diana, aku tidak akan pernah melupakan kebaikkanmu,..ucap thomas.
"sama-sama thom, jaga raisya baik-baik dan secepatnya beri aku keponakan yang lucu-lucu,..jawab diana sambil membelai lembut kepala raisya.
"kita pisah disini kak? kamu ga mau pulang bareng kami? bukannya tugasmu dijepang sudah selesai?,..tanya raisya.
"aku malu untuk kembali, aku malu akan kesalahanku pada keysya,..jawab diana dengan mata berkaca-kaca.
"yang lalu biar berlalu an, aku yakin keysya sudah memaafkanmu,..ucap thomas lagi..
"aku tau..keysya mempunyai hati malaikat karena itu aku semakin malu untuk menemuinya..jawab diana.
"salam sayangku untuk semua yang ada di Indonesia, aku pamit yaa...lanjut diana kemudian berjalan menuju loket pesawat tujuan jepang.
※÷※※※
※※÷
※※※
※※※
※※※
Thomas dan raisya tiba di Indonesia dengan selamat, mereka langsung menuju pulang kerumahnya, setelah sampai kerumah thomas dan raisya masuk ke kamar mereka, setelah bergantian mandi mereka tertidur bersama sambil saling memeluk
Pagi hari raisya kembali ke aktifitas nya, raisya menyiapkan sarapan untuk thomas dan dirinya, setelah sudah siap dia kembali kekamar untuk membangunkan thomas.
"oppa...oppa...bangun.."ucap raisya membangunkan thomas.
"hmm..iyaa..5menit lagi sa.."jawab thomas sambil memejamkan mata.
"ihhh...oppa bangun, kalau oppa ga kerja siapa yang cari uang buat aku belanja"ucap raisya lagi.
Thomas akhirnya bangun kemudian mandi lalu turun kebawah untuk sarapan, selesai sarapan thomas pamit berangkat kerja
"aku berangkat ya.."pamit thomas.
Thomas masuk kedalam mobil lalu melajukan mobil nya, baru sampai gerbang thomas turun dari mobil berlari ke arah raisya,..
"kamu ikut aku ke kantor"titah thomas
"oppa kan mau kerja, aku disana mau ngapain?"tanya raisya.
"ikut aja, aku baru aja ketemu kamu, aku takut kamu kabur lagi"ucap thomas lagi
Raisya menggelengkan kepalanya, kemudian pergi kekamar untuk berganti baju, setelah selesai berganti baju, dia pun mengikuti kemauan thomas.
Sepanjang perjalanan thomas mengenggam tangan raisya, dia menyetir dengan satu tangan, raisya hanya diam melihat thomas seperti nya benar-benar takut kalau dia kabur lagi, sesampai nya dikantor, thomas turun dari mobil kemudian berjalan memutar membuka pintu untuk raisya, raisya hanya tersenyum melihat kelakuan thomas.
Thomas terus menggenggam tangan raisya walaupun para karyawan memandanginya, thomas memang benar-benar takut kehilangan raisya, sesampainya di ruangan nya thomas, dia masih menggenggam tangan raisya.
"oppa mau sampai kapan ini tanganku sudah berkeringat"ucap raisya.
Thomas tidak menjawab, dia duduk dikursi kebesarannya lalu menyuruh raisya duduk dipangkuannya
"kamu duduk disini"ucap thomas sambil menepuk paha nya.
"duh oppa..malu ah.."jawab raisya tersipu malu.
Thomas menarik tangan raisya lalu memangku raisya, thomas membuka laptop nya dan mulai bekerja, sedangkan raisya hanya mematung dipangkuan thomas, thomas sangat serius bekerja, raisya merasa pegal kemudian dia menyandarkan kepala nya dibahu thomas, thomas mengelus kepala raisya mengecupnya pucuk kepala raisya
Saat sedang serius bekerja pintu ruangan diketuk dari arah depan
"masuk"titah thomas masih fokus pada laptopnya, melani masuk kedalam ruangan thomas, melani terkejut melihat thomas bekerja sambil memangku raisya.
"maaf menganggu"ucap melani tenang yang sebenarnya kesal melihat adegan didepan mata nya.
Raisya melirik sekilas kearah melani lalu melingkari tangannya dileher thomas seraya berbisik.
"oppa ngapain dia disini"bisik raisya kesal.
"udah kamu diam saja, tetap dipangkuanku agar wanita genit ini segera pergi"thomas balik berbisik.
"ada perlu apa ibu melani?"tanya thomas formal.
"aku hanya ingin memberi salinan hasil meeting kita kemarin"jawab melani.
"taruh saja disana nanti saya akan membaca nya"ucap thomas lagi.
Melani menaruh berkas yang dia bawa di atas meja, kemudian dia undur diri...
"kalau begitu saya permisi undur diri"ucap melani, thomas hanya menganggukkan kepala nya tanpa menatap melani.
Melani keluar dengan perasaan kesal karena diabaikan thomas, setelah melani pergi raisya berbalik menghadap thomas.
"oppa masih berhubungan dengan wanita itu?"ucap raisya sambil cemberut.
"iya..hanya untuk kerja sama bisnis tidak lebih"jawab thomas sambil memainkan rambut panjang raisya.
Thomas memandang raisya yang masih cemberut, lalu thomas mencium bibir raisya yang sedang cemberut, thomas mencium raisya agak lama sebelum tiba-tiba seseorang muncul didepan pintu ruangan thomas.
"upss...sorry, nanti papa kembali lagi"ucap bima.
Raisya bangkit dari pangkuan thomas, kemudian menghampiri papa bima...
"papa...raisya kangen"ucap raisya manja.
"papa juga kangen"jawab papa bima memeluk menantu kesayangannya.
"ya sudah papa pergi dulu, kalian lanjutkan saja yang tadi"ucap papa bima lagi.
Raisya malu kepergok oleh papa mertuanya...
Jam kerja thomas usai, thomas dan raisya kembali menuju pulang, sesampainya dirumah sudah ada tamu didalam rumah nya, raisya dan thomas saling melirik
Mereka masuk kedalam rumah, raisya langsung histeris melihat sahabat yang dia rindukan ada dirumahnya.
"keysyaa..."jerit raisya.
Raisya dan keysya saling berpelukkan kayak teletubies...
"lo yaa..pulang ga bilang-bilang gue, ga kangen apa sama gue?"ucap keysya sambil melepaskan pelukkannya
"maaf key..soal nya mendadak"jawab raisya
"mendadak mulu, pergi mendadak, pulang juga mendadak"ucap keysya lagi
"sini gue ceritain dari awal"sahut raisya
*
*
*
FLASH BACK ON
**Raisya melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh karena jalanan ibukota sudah sangat lengang jika malam hari, ketika sampai dirumah, raisya berlari menuju kamarnya, dia membawa semua bajunya, kemudian keluar kamar lalu kembali malajukan mobil nya, raisya menginap di hotel biasa, karena kalau di hotel bintang lima pasti mudah terlacak oleh thomas, didalam kamar hotel raisya menangis sampai tertidur.
Pagi harinya raisya menelefon diana...
"hallo kak.."ucap raisya.
"iya sa, ada apa yaa?"jawab diana dari seberang telefon.
"kak aku mau ketempat kakak boleh?"tanya raisya berusaha tidak menangis.
"ok kak..sampai ketemu dijepang, muacchhh..."ucap raisya lagi, raisya lalu memutuskan panggilan telefonnya.
Raisya naik taksi dia menjual mobilnya dengan cepat, karena dia tidak punya uang sama sekali karena dia melupakan dompet nya yang satu lagi, dia hanya membawa dompet berisi pasport dan kartu tanda pengenal, setelah itu dia menuju bandara menggunakan taksi.
ketika sampai bandara, raisya menelefon mertua nya setelah itu menelefon keysya dan mematikkan ponsel nya.
Sesampainya dijepang, diana sudah siap menjemputnya dibandara, sepanjang jalan raisya bercerita tentang apa yang menimpa nya, diana tidak tega mendengarnya maka dari itu diana memutuskan semua hal yang bisa melacak keberadaan raisya.
Diana membawa ke apartemennya...
"kamu tenang aja disini, besok ikut kakak kerja yaa, biar kamu ga stress, kebetulan sekertaris kakak lagi pulang kampung kamu gantiin dia sementara"ucap diana menenangkan raisya.
Selama di jepang hampir setiap malam raisya menangis, tapi begitu pagi raisya kembali ceria, sudah 1 bulan berlalu karena sudah tak tahan akan kesedihan raisya, diana memutuskan untuk memberi tahu arya.
Sore hari ketika raisya sedang dikamar mandi diana menelefon arya dan memberitahukan mengenai keberadaan raisya, setelah itu arya meminta nya membawa raisya ke tempat dimana raisya dan thomas berbulan.
«Flash back off»
※
※
※
※
※
Setelah raisya menceritakan semua nya keysya teringat dengan diana, siapa sangka diana adalah orang yang menolong raisya, keysya sebenarnya sudah lama memaafkan diana, tapi entah karena malu atau perasaan bersalah diana enggan menemui keysya.
Keysya menangis raisya menyebutkan nama kakak nya, keysya rindu pada kakaknya, sebelum nya ketika keysya lahir diana sangat menyayangi keysya, diana mengajak keysya main, menyuapi nya, bahkan memandikan keysya, tapi keysya tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik semua orang mengaggumi kecantikan keysya, itu yang membuat diana mulai membenci adik nya.
"apa ka ana ga mau menemuiku lagi sa? aku rindu diana..,ucap keysya sambil menunduk dan mulai menangis.
"diana bilang dia malu bertemu denganmu, dia sebenarnya selalu menanyakan kabarmu pada raisya dan om arya, dia malu untuk bertanya lansung padamu ataupun pada orangtuamu, dan lagi satu diana sudah tau rahasianya, karena itu diana makin malu menemuimu"jawab thomas panjang lebar.
"aku ga perduli kak, dia tetap kakak yang sangat aku sayangi, aku benar-benar merindukannya"ucap keysya lagi masih menangis
Tiba-tiba...
"selain dingin..ternyata kamu bisa memasang muka sedih juga yaa key.."ucap diana yang ternyata sudah berdiri didepan pintu.
Diana berjalan mendekati mereka, kemudian berjongkok didepan keysya lalu berkata..
"jangan menangis,..kasihan twins boys yang ada didalam sini, pasti mereka juga sedih bunda cantik nya menangis"ucap diana lagi sambil mengelus perut keysya lalu menghapus airmata keysya dengan lembut, keysya meraih tangan diana mengecupnya, diana berdiri kemudian duduk disamping keysya.
"maafkan aku adik kecilku yang cantik, aku selalu iri padamu, kamu memiliki semua nya yang tidak aku miliki, kecantikan,kecerdasan, dan kebaikkan hatimu yang membuatku semakin iri padamu, sampai aku melakukan hal bodoh untuk menyingkirkanmu, maaf..kekey..aku...hikss...hiks..."diana meminta maaf sambil menangis.
Keysya menggenggam tangan diana, menghapus airmata diana yang sudah membasahi wajahnya, keysya sangat merindukan diana, sudah lama dia melupakan semua yang diana lakukan padanya, baginya diana tetap kakak kesayangannya.
"aku merindukanmu kak, jangan pergi lagi, kumohon tetap disini, bersamaku juga bersama mama dan papa kita"ucap keysya lalu mengecup tangan dan pipi diana.
Mendengar kata-kata keysya, tangis diana pun pecah seketika, dia merasa malu, keysya benar-benar berhati malaikat, diana menciumi seluruh wajah keysya secara bertubi-tubi masih meneteskan airmatanya, richard, raisya dan juga thomas ikut terharu melihat adik kakak yang saling menyayangi ini kembali bersatu.
"sudah..jangan pakai acara nangis-nangis lagi dah kayak drakor aja, bikin ingus aku meler neh"ceplos raisya kemudian mereka seketika berhenti menangis lalu tertawa bersama.
"kakak kapan sampai di Indonesia? kenapa tidak mengabariku selama ini, kakak tau ga kekey rindu kakak? tanya keysya kini mulai berhenti menangis.
"tadi pagi..cuma aku masih ragu menemui mu dan juga menemui mama,papa"jawab diana sambil memeluk keysya dari samping karena sulit memeluk dari depan, perut keysya sangat besar karena hamil anak kembar.
"apapun itu aku mau kakak janji, kakak akan disini terus menemani aku, jangan pergi lagi"ucap keysya lagi sambil mengacungkan jari kelingking nya.
"iya..janji.."jawab diana melingkari jari kelingking nya ke jari kelingking keysya.
Setelah pertemuan yang mengharukan mereka makan malam bersama sambil mengobrol, karena ada raisya yang super ceria membuat obrolan semakin seru.
"kak an, kakak udah punya pacar belum? mau ga sama adik nya kak thom? dia jomblo tuh"ucap raisya di sela-sela makannya.
Diana terbatuk mendengar nya, karena sebenarnya billy lah yang membuatnya berubah, billy selalu mampir ke tempat diana hanya sekedar untuk mengunjungi diana atau ada urusan bisnis, makin lama karena sering bertemu diana punya perasaan lain pada billy cuma dia tidak tau, apa billy juga punya perasaan yang sama padanya.
"hukkk...hukkk.."diana tersedak makanannya, depan cepat keysya memberikan air pada kakak nya.
"ini kak minum dulu"ucap keysya sambil berdiri lalu menepuk-nepuk pundak diana.
"kamu ini yaa sa, selalu saja menanyakan hal yang ga penting"ucap thomas.
"yeahh...oppa nama nya juga usaha" kelak raisya.
Richard dan keysya yang kembali duduk hanya menggelengkan kepalanya, raisya memang orang yang bisa merubah suasana menjadi lebih ribut, namun menurut thomas itulah yang dia suka dari raisya.
Selesai makan richard dan keysya pamit pulang ke rumahnya, sementara diana ingin kembali pulang kerumah orangtuanya.
Disepanjang jalan diana memikirkan kata-kata raisya, dia hanya terdiam karena dia tidak tau sebenarnya billy mencintainya atau tidak, dia hanya tau karena perasaan nyaman nya pada billy, dia mempunyai rasa pada billy.
"aku tidak mau berharap"gumam diana sambil terus melajukan mobil nya menuju rumah.
Sesampainya dirumah nya, dia membunyikan bel nya...
Mayya sedang menonton tv dengan vano, mayya mendengar suara bel rumah berbunyi.
"siapa yang bertamu malam-malam"ucap vano...
"biar mama lihat pa"ucap mayya berjalan membukakan pintu, saat pintu terbuka dia melihat tuan putrinya yang selama ini mereka rindukan sudah hampir 1 tahun lebih sejak diana ditugaskan ke jepang, dia tidak pernah bertemu ataupun mendengar suara diana, di hubungi diana tidak pernah merespon, mayya langsung mengecup kening diana lalu membawa diana masuk.
"siapa ma..."teriak vano dari ruang tv.
"tuan putri papa sudah kembali"jawab mayya sambil menggandeng lengan putri nya.
Vano masih terkejut melihat diana ada dihadapannya, vano berdiri kemudian menjewer teling diana pelan.
"tuan putri apaan yang tidak pernah memberi kabar orang tua nya, sekarang malah datang malam-malam begini"ucap vano masih menjewer telinga diana.
Diana hanya tersenyum dijewer papa nya, karena selama ini papa nya sangat menyayanginya, dia tidak pernah memukul atau membentak diana, hanya saat kejadian keysya dia membentak diana.
"aduh pa..telinga aku bisa copot neh.."ucap diana berpura-pura meringis
"dasar kamu ini, kamu tidak merindukan mama dan papa, kenapa masih diam saat dijewer bukannya memeluk kami"ucap vano melepaskan telinga diana lalu merentangkan kedua tangannya, diana berhamburan kepelukkan papa nya, diana juga rindu pada mereka berdua, setelah acara berpelukkan mereka mengobrol di ruang tv.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
terima ksih sudah membaca semoga athour bisa jauh lebih baik lagi dalam penulisan...mpe ketemu diepisode selanjutnya...😊😊😊