
Haiii...mohon maaf athour belum kasih cover novel nya, karena hp athour udah ketinggalan jaman, jadi susah buat upload...yaa...gambar kita tinggalkan dulu...
Silahkan kalian berimajinasi sendiri
hehheee...kita lanjutkan yaa...
※
※
※
※
※
※
※
※
Hari sudah mulai gelap, raisya makan malam bersama anak-anak yayasan dan pak asep juga ibu saodah, raisya menganggap rumah singgah seperti rumahnya sendiri, jadi dia tak ragu untuk memasak makanan buat anak-anak rumah singgah yang dia sudah anggap adik kandungnya
Thomas ikut membantu raisya didapur. raisya tidak menyangka seorang thomas pandai memasak, karena dibantu thomas, setelah masak mereka pun makan bersama, selesai makan raisya dan thomas pamit pulang
Diperjalanan...
"oppa ga capek kalau nganterin aku dulu"tanya raisya
"tidak"jawab thomas singkat sambil terus fokus menyetir
Mereka berdiam sepanjang jalan, walau sesekali thomas melirik ke arah raisya, raisya merasa dia mengantuk kemudian diapun tertidur
Mobil thomas sudah masuk ke area parkir apartemen, thomas tidak tega membangunkan raisya jadi dia mendiami raisya untuk tidur sedikit lebih lama sebelum membangunkannya lagi.
«bianca dan lucas»
Bianca dan lucas habis keluar makan malam, saat hendak masuk kedalam apartemen dia melihat mobil thomas, mereka pun menghampiri mobil thomas lalu mengetuk kaca mobilnya
tok...tok...tok
thomas membuka kaca mobilnya
"ngapain lo disini thom?"tanya lucas
"ini nganterin cewe, eh dia nya malah molor?"jawab thomas memperlihatkan raisya yang tertidur.
"ini mah ade gue thom, sini biar gue yang gendong"ucap lucas lagi.
Lucas di bantu bianca membawa keysya kembali ke apartemen mereka.
"makasih lo dah nganterin ade gue, gue ceritain nanti pasti lo bingung kan? gue naik dulu thom"sambungnya sambil terus menggendong keysya.
Thomas bingung dengan apa yang terjadi?, kemudian dia melanjutkan kembali ke kediamannya.
♡
♡♡
♡♡♡
♡♡♡♡
♡♡♡♡♡
Malam hari richard dan keysya sedang berada di kamar nya, mereka sedang mengobrol soal anak.
"kak..kakak mau punya anak berapa?"tanya keysya.
"hmmm...6 cukup kayaknya"jawab richard santai.
"banyak banget, ga ah aku ga mau!"protes keysya.
"loch tadi kan kamu tanya aku...sayang... aku hanya menjawabnya saja"ucap richard lagi.
"yaa...ga salah sih, tapi kan kakak kira-kira donk minta nya"jawab keysya dengan mimik muk cemberut.
Melihat istri kecilnya cemberut, richard justru tersenyum, dia mencium kening lalu beralih ke bibir istrinya.
"olahraga malam yuk yang"pintanya pada istrinya.
Walau sedang ngambek keysya tetap melaksanakan kewajiwabannya dengan baik, sikap keysya yang selalu melayani nya dengan baik membuat richard makin mencintai istri kecilnya
«pagi hari di kediaman richard»
Matahari mulai menampakkan wujudnya, keysya terbangun dari tidurnya kemudian bersiap untuk membuat sarapan, setelah bersih-bersih diri keysya menuju dapurnya, keysya membuat sarapan untuknya dan juga richard, selesai membuat sarapan keysya kembali ke kamarnya untuk membangunkan richard.
"kak...bangun...sudah pagi nanti telat loh..."ucap keysya mengguncang pelan tubuh richard.
"ehmm..iya yang, morning kiss nya mana?"jawab richard sambil menunjuk bibir nya dan memeluk pinggang keysya.
Keysya menggelengkan kepalanya lalu...
"muachh...udah kan...mandi gih"ucap keysya setelah mencium sekilas bibir richard.
Richard pun menuruti perintah istri kecilnya, setelah siap dia menghampiri istrinya di ruang makan.
"nanti siang aku kekantor kamu boleh ga?"tanya keysya sambil memberikan sarapan untuk richard
"boleh sayang, aku senang kamu mulai mau membuka ke publik bahwa kamu milikku"jawab richard.
Dari awal menikah keysya tidak pernah datang ke kantor richard, karena mereka menikah hanya di hadiri keluarga inti dan beberapa rekan bisnis yang tau bahwa richard dan keysya pasangan suami istri.
"aku hanya ada kelas jam 11, jam 1 aku baru sampai kantor kamu, aku pergi dengan raisya, dia sudah punya mobil sekarang, hehhee"ujar keysya disertai tawa manis nya.
"iya sayang..."jawab richard, richard pun bergegas berangkat ke kantor.
Sementara richard berangkat keysya masih menunggu raisya menjemputnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09:30
keysya menyiapkan beberapa masakan untuk di bawa kekantor richard, setelah siap raisya sudah sampai untuk menjemput keysya, mereka berangkat menuju kampus terlebih dahulu.
Setelah sampai kampus mereka menuju ruang kelas, keysya selalu jadi pusat perhatian, karena tidak ada yang tau kalau keysya sudah menikah, keysya sudah sering memberitahu laki-laki yang mengejarnya, namun menurut mereka keysya hanya membuat alasan untuk menolak mereka.
Jam pulang kampus tiba, keysya dan raisya meninggalkan kampus menuju kantornya richard, menempuh waktu 1jam lebih mereka akhirnya sampai, keysya dan raisya masuk kedalam gedung.
"permisi mba, pak richardnya ada?"tanya keysya pada resepsionis kantor.
"sudah ada janji apa belum?"jawabnya ketus.
"belum, tapi saya istrinya, kasih tau saja pak richard istrinya datang"titah keysya pada resepsionis.
Resepsionis memandang keysya dengan tatapan tak suka...
"maaf mba, jangan ngaku-ngaku bos saya masih single, dan saya calon istrinya"jawabnya pada keysya.
Raisya yang sedari tadi tidak ingin ikut campur akhirnya turun tangan, dia mengebrak meja resepsionis, membuat semua nya menatap ke arah meja resepsionis.
BRakkk....
"eh...lo dari tadi bikin emosi, dia ini istri atasan lo, kurang ajar banget lo sama bos lo"ucap raisya setelah menggebrak meja.
Resepsionis itu marah, dia menghampiri raisya lalu dia mendorong kuat raisya, raisya hampir terjatuh, namun ada tangan besar yang menangkapnya.
"oppa..."ucap raisya melihat orang yang menolongnya adalah thomas.
"kamu tidak apa-apa?"tanya thomas pada raisya.
Tiba-tiba raisya bergelayut di lengan thomas seraya berkata...
"oppa..kita mau masuk kedalam, tapi dihalangin mba ini"ucap raisya dengan nada manja sambil menunjuk resepsionis yang tadi mendorongnya.
"kamu baru disini? maka dari itu saya maafkan, ini nyonya richard, bos kalian sudah menikah, saya menghadiri acara pernikahannya, tidak semua orang mengetahuinya hanya orang-orang penting yang diberitahu"ujarnya pada resepsionis itu.
Mereka kemudian berjalan menuju lift, saat berjalan raisya masih bergelayut di lengan thomas, thomas merasa senang bisa sedekat ini dengan raisya, tapi disisi lain sekertaris kantor thomas menatap raisya dengan tatapan tajam, tapi bukan raisya namanya kalau tidak membalas.
"rupa nya dia suka sama oppa, gue kerjain lo biar makin semaput"gumam raisya dalam hati.
Didalam lift mereka berempat hanya terdiam, sampai lift berhenti mereka turun bersama, saat menuju ruangan richard, raisya melancarkan aksinya
"oppa...perut aku sakit..duh sakit kak"ucap nya pada thomas sambil memegang perutnya.
Thomas panik menggendong raisya ke klinik kantor richard, saat di gendong ala bridal style raisya menoleh ke sekertaris thomas lalu menjulurkan lidahnya.
"wehh...."ledek raisya.
Keysya melihat kelakuan sahabatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, keysya tak mau ambil pusing dengan apa yang dilakukan sahabatnya, dia pun masuk ke ruangan kantor richard.
"sayang..."ucap richard begitu keysya sampai di depan pintu ruangannya, dia menghampiri istrinya dan memeluknya.
"kak...ini aku bawain makanan, kak rich pasti belum makan kan?"ujar keysya sambil merenggangkan pelukkan richard.
Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu, tak berselang lama datang thomas dan raisya.
"hai kak rich..."sapa raisya dengan nada ceria.
"hai sa..."jawab richard.
"pak rich..."kali ini thomas yang menyapa.
"eh lo thom, sini makan siang bareng, istri gue yang masak"jawab richard bangga.
"baik, kalau tidak merepotkan"jawab thomas lagi.
"ga kok kak, aku bawa banyak, memang mau makan bareng sama kakak, tadi richard cerita kakak mau kekantornya jadi aku sengaja masak agak banyak"ucap keysya panjang lebar.
Mereka makan dengan tenang, walau sesekali mereka mengobrol di sela-sela makan, selesai makan mereka melanjutkan dengan bersenda gurau
"sa..lo tadi sengaja kan?"tanya keysya tanpa basa-basi.
"iyaa...habis nya sekertaris oppa ngelihat gue gimana gitu, kayaknya dia cembokir deh"jawab raisya masih dengan nada ceria nya.
"maksud kamu apa sa, saya tidak paham?"sahut thomas, sambil meminum teh nya.
"cemburu oppa, sekertaris oppa cemburu sama raisya"jawab raisya.
Thomas tersedak lalu raisya menepuk-nepuk pundak thomas.
"duh...kayak anak kecil aja minum sampe keselek...eh tersedak..."ucap raisya sedikit gagap.
"hukk...hukkk...ehemm..kamu yang buat saya begini sa, dia sekertaris saya sudah 5 tahun mana mungkin dia ada perasaan dengan saya"jawab thomas yang kini dah membaik.
"oppa kan ganteng,baik, plus kaya mana ada cewek yang bisa nolak oppa, oppa thomas gak ngerasa gitu kalau oppa kebangetan ganteng"ujar raisya sambil menopang dagunya dengan tangan kanannya dan berjongkok di hadapan thomas.
Thomas menelan ludahnya melihat raisya terlalu imut, jika saja mereka hanya berdua, tidak tau apa yang akan dilakukkan thomas.
"sa...bangun kamu dari sana, kamu tidak malu apa sa? haduh...aku bilang kakak kamu baru tau"ancam richard.
Richard risih dengan kelakuan raisya...
"iyaa kak...lagian kak lucas juga ga bakal marah, ya emang aku begini, aku orang nya terus terang, ga mau bohong"sahut raisya.
Keysya kehilangan kata-kata melihat kelakuan sahabatnya, tiba-tiba dari arah depan terdengar suara pintu di ketuk....
"masuk"titah richard.
"maaf pak richard, pak thomas harus segera pergi untuk pertemuan dengan para pemegang saham"pinta sekertaris thomas.
"baiklah, mari kita berangkat sekarang"jawab thomas, "key,rich,sa saya pamit duluan ya, terima kasih atas makanannya"sambung thomas
Thomas meninggalkan ruangan menuju tempat yang akan dia tuju, saat di perjalanan thomas yang duduk di belakang senyum-senyum sendiri, sementara asisten dan sekertaris thomas saling melirik.
"imutnya"thomas membayangkan wajah imut raisya.
Sekertarisnya tau apa yang membuat thomas tersenyum, dia semakin marah pada raisya.
"anak kecil mau main-main, aku akan melenyapkanmu"umpat ira sekertaris thomas.
Raisya pulang sendiri karena keysya bersama suaminya, raisya bersenandung di dalam mobilnya, walaupun dia jomblo tapi dia jomblo yang bahagia, dia tidak pernah jatuh cinta sama sekali, dia terlalu ceria sampai dia tak punya waktu untuk sedih, walau dulu dia sempat terpuruk tapi bukan raisya namanya kalau tidak kembali ceria.
Raisya melihat ada gerobak penjual kue cubit, dimenepikan mobilnya...
"bang 2 porsi setengah matang yaa"ujarnya pada pedagang kue cubit.
"siap neng"jawab pedagang itu kemudian membuat pesanan raisya.
Raisya menunggu pesanannya jadi, dia membeli teh kemasan lalu duduk dimeja yang disediakan, saat raisya sedang asik dengan ponsel nya seorang wanita mendatanginya.
"eh..pelakor!"umpat wanita itu ketika berhadapan dengan raisya.
Raisya bingung apa yang wanita itu katakan...
"eh lo jangan coba-coba ngerebut laki gue, kalau sampe lo masih gangguin laki gue, gue habisin lo"umpatnya lagi.
"maaf yaa mba, laki situ aja gue ga kenal, ngomong tuh di pikir mba!"jawab raisya sewot.
Wanita itu menjadi marah dan menampar keras pipi raisya, pipi raisya jadi memerah dan bengkak.
"itu buat pelajaran, kalau lo masih aja sok cantik, gue acak-acak muka lo!"ancam wanita itu berlalu meninggalkan raisya yang mematung.
Raisya menangis sambil memegang pipinya yang bengkak, lalu dia pergi membawa pesanan nya yang tak jadi dia makan, raisya terus menangis karena orang-orang yang melihat kejadian itu, memaki raisya dengan kata-kata menyakitkan.
"cantik-cantik pelakor"
"masih muda dah jadi pelakor"
"murah banget badannya, mau sama suami orang"(begitulah kira-kira hinaan untuk raisya)
Raisya kembali ke apartemennya, masuk kekamarnya melanjutkan tangisannya.
Lucas kembali ke apartemennya bersama bianca, raisya mengirim pesan kalau dia beli kue buat dimakan bersama, tapi lucas dan bianca tidak melihat keberadaan raisya, hanya ada tas dan beberapa makanan di atas meja ruang tamu.
"sayang raisya mana?"tanya bianca sambil celingak-celinguk
"coba kamu lihat dikamar nya yank, aku mau ganti baju dulu"titah lucas kemudian masuk ke kamarnya.
Bianca mencari raisya dikamarnya, bianca melihat raisya sedang menangis sambil tiduran, bianca menghampiri raisya.
"sa..."panggil bianca.
Raisya bangkit dari tidurnya lalu memeluk bianca kemudian menangis lagi.
"hiks...hiks...hiks...ka bi...hikss...hiks..."raisya menangis.
◎
◎◎
◎◎◎
◎◎◎◎
◎◎◎◎◎
♡
♡♡
♡♡♡
♡♡♡♡
♡♡♡♡♡
kita lanjutkan di episode selanjutnya yaa...masih menyiksa raisya sih...tapi nanti kasih ending yang bagus kok...😊😊😊
makasih sudah membaca😊😊😊