My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"Keysya harus kuat"



★★★


Malam berganti pagi, richard masih di posisi yang sama, dia tertidur sambil terus menggegam erat tangan kekasih nya, yang masih enggan membuka mata nya


Clekkk...suara pintu terbuka


Mayya masuk kedalam ruangan keysya, melihat richard masih tertidur sambil duduk disamping putri nya, mayya membangunkan richard dengan lembut


"rich...bangun nak..."ujar nya


Rich menyipitkan mata nya, melihat orang yang membangunkannya adalah calon ibu mertua nya, richard mengusap wajah nya dengan sebelah tangan nya, dilihat kekasih hati nya masih belum sadarkan diri


"hah...tante...keysya belum juga sadar tan"ucap richard


"kamu pulang lah dulu, biar tante yang menjaga keysya, kalau kamu terus disini pekerjaan kamu akan terbengkalai"titah mayya pada calon menantu nya


Dengan berat hati richard menuruti titah mayya, dia pun bergegas pulang untuk kembali ke kantor nya


Begitu richard meninggalkan ruangan 20menit kemudian keysya perlahan sadar, keysya membuka mata nya, melihat sekeliling, mayya sedang menyiap kan air untuk membersihkan keysya, saat mayya keluar kamar mandi melihat keysya sudah membuka mata nya, mayya menghampiri putri nya


"kamu sudah sadar sayang..."tanya mayya pada putri nya


Keysya tidak menjawab, dia tak menjawab ataupun menatap mayya, mayya panik melihat putri nya tidak merespon, dia memanggil dokter, dokter memeriksa keadaan keysya, keysya hanya terdiam diperiksa oleh dokter


"bagaimana dok?"tanya mayya cemas


"keadaan pasien stabil dalam segi fisik tapi kalau segi sikis saya tidak yakin, di lihat dari kondisinya saat ini, pasien mengalami guncangan yang cukup membuat pasien depresi, saran saya pasien dibawa ke dokter ahli jiwa, maaf saya hanya mencoba memberi arahan, karena kemungkinan pasien akan mengalami gangguan jiwa"dokter menjelaskan kondisi keysya


"kalau begitu saya permisi undur diri"pamit dokter menundukkan kepala, lalu keluar ruangan


Mayya mendengar kondisi putrinya bertambah cemas, mayya segera menghubungi suami nya


"pa...keysya pa...tolong kamu kesini sekarang, jangan lupa hubungi lisa juga"titah mayya begitu sambungan telepon tersambung





1 jam menunggu, vano dan lisa datang, mayya menceritakan apa yang dokter katakan, vano dan juga lisa terkejut mendengar penuturan mayya


Lisa menyarankan keysya dibawa pulang, karena akan lebih mudah pengobatan dilakukkan kalau keysya berada dilingkungan yang dia kenal


Keysya pun dibawa kembali ke rumahnya, begitu sampai rumah keysya masuk kedalam kamarnya, dituntun oleh lisa, lisa menyarankan agar dia berbicara terlebih dahulu dengan keysya, karena lisa sebagai dokter keysya ingin segera memberi pengobatan untuk keysya


Lisa memulai pengobatan dengan hipnoterapi


"Keysya...coba kamu lihat jam pasir ini, makin berkurang pasir diatas, kamu akan lebih rileks"titah lisa memulai pengobatan


Keysya menatap jam pasir itu, makin lama..makin dalam...keysya pun tertidur


"apa yang kamu lihat disana key?"tanya lisa


"ruangan gelap...dia datang...d-iiaaaa menghampiriku"jawab keysya masih menutup kedua matanya


"kamu lihat disana ada benda yang bisa membantumu untuk mengusirnya?"lanjut lisa


"ada...sebuah gunting rumput"jawab keysya lagi


"gunakan itu untuk melumpuhkannya dan memusnahkannya, musnahkan dia dihati dan pikiranmu, kamu pasti bisa key, kamu kuat jangan biarkan dia tertawa melihatmu tidak berdaya, lawan dia key, lawan sekuat tenagamu, jangan biarkan dia menang"ucap lisa meyakinkkan keysya


Keysya berteriak lalu membuka mata nya


"aaarrggghhhhhhhhhh"teriak keysya lalu membuka mata nya, dan terduduk dari tidurnya


Lisa menyeka keringat yang membasahi dahi keysya, membelai kepala keysya dengan lembut, lisa memeluk keysya dan menepuk-nepuk pundak keysya


"kamu bisa keysya, dia sudah kalah, kamu harus bangkit jangan jadi pengecut yang melarikkan diri dari kenyataan, hidup harus terus berlanjut"ujar nya lagi


Keysya menangis di pelukkan lisa, keysya menangis dengan suara kuat, terus menangis tanpa henti


"huuaahhh...huhu...huhu...huhuu"tangis keysya pecah memenuhi kamarnya


Keysya perlahan-lahan mulai tenang, dia merenggangkan pelukkan lisa


"taante...keysya lapar..."ucap keysya yang kini sudah tenang


Lisa tersenyum mendengar perkataan keysya, lisa berlalu meninggalkan keysya menuju mayya dan vano


"gimana lis?"tanya vano cemas


"keysya sudah baik-baik saja, mungkin karena keinginan dan tekad yang kuat kali ini diluar dugaan, keysya bangkit dengan cepat"ujar dokter lisa


"dia lapar van, kamu dan mayya sudah bisa melihatnya sekarang"ujar nya lagi


Mayya dan vano naik tangga menuju kamar keysya, dengan membawa nampan berisi makanan, mereka masuk kekamar putri mereka


Keysya makan dengan lahap, sesekali tersenyum paksa, vano dan mayya lega melihat putrinya, mereka keluar kamar putrinya, membiarkan putrinya istirahat


※※※


※※※


※※※


^Di gedung MH Corp"


Richard bekerja dengan serius, menghadiri rapat dan meeting dengan baik, richard tak sabar untuk kembali ke rumah sakit menemuia kekasih hati nya


Jam pulang pun tiba, richard bergegas pergi menemui pujaan hati nya, namun langkah kakinya berhenti karena ponselnya berdering, dilihat dilayar keysya, richard segera mengangkat telepon nya


"sayang...ini benar-benar kamu?"ucap richard


"iya..."jawab keysya lemah dari seberamg telepon


"aku akan segera ke rumah sakit untuk menemuimu"ujarnya


"aku..aku..sudah ada di rumah kak"ucap keysya lagi


"kamu sudah dirumahmu, baik aku segera menuju kesana"richard memutuskan sambungan telepon nya


Dia pun berlari menuju parkiran, dan melajukkan mobil nya dengan kecepatan penuh, richard terus melajukkan mobil nya, tanpa memperdulikkan banyak bunyi klakson karena dia mengemudi sangat cepat


Richard akhirnya sampai di gerbang rumah keysya, richard masuk kedalam rumah keysya, disambut vano yang sedang duduk diruang tamu


"nak rich...masuk..."titah vano


"om...bisa tidak saya langsung menemui keysya, tadi dia menghubungiku"pinta richard


Vano mengangguk tanda mengiyakan, richard berlari menuju kamar keysya, sesampainya di pintu, richard mengambil nafas lalu membuka pintu kamar keysya


Clekkk(suara pintu terbuka)


Richard tersadar dari lamunannya, dia membalas pelukkan keysya


"aku merindukkanmu sayang..."ucap richard, menenggelamkan kepala nya keleher keysya


"aku juga..."jawab keysya masih memeluk tubuh kekasih nya, menghirup aroma yang dia rindukkan


Keysya jauh lebih kuat, sekarang dia mempunyai alasan untuk keluar dari ketakutannya, alasan itu adalah richard, dia percaya bahwa richard akan membahagiakannya


Keysya merenggangkan pelukkannya, namun richard menariknya lagi lalu memeluknya kembali, setelah lama berpelukkan richard pun melepaskan pelukkannya, kini richard dan keysya duduk di sofa kamar keysya


Richard memandangi wajah keysya yang masih pucat, menggenggam tangan keysya, membelai pipi putih keysya


"aku fikir kamu tidak ingin menemuiku lagi"ucap richard menundukkan kepala nya


Keysya melepaskan genggaman tangannya, lalu meraih wajah richard, keysya mengecup kening richard, dan keysya pun mengakhiri kecupannya


"maaf...sudah membuatmu cemas, aku mencintaimu kak.."ucap keysya sambil menangkup wajah richard


Richard terkejut dengan apa yang dia dengar, dia tidak percaya kejadian mengerikkan itu keysya mengatakan kalimat itu, richard semula mengira akan sulit nantinya untuk mendekati keysya, tapi diluar dugaan keysya justru mengatakan kalimat yang ingin dia dengar


Richard memegang tangan keysya yang masih menangkup wajahnya lalu mengecup tangan keysya


Richard dan keysya turun dari tangga menghampiri orangtua keysya


"ma...paa..."sapa keysya pada orangtua nya


Vano dan mayya sangat bahagia melihat putrinya terlihat bahagia, Richard duduk disofa seberangg orangtua keysya, keysya pun duduk disamping richard masih berpegangan tangan


"om...tante...richard mau menikahi keysya sekarang juga, tapi cukup keluarga inti yang hadir, tidak usah mengadakan resepsi pernikahan, karena saya tidak mau hal kemarin terulang kembali"ucap richard dengan tegas


"maaf ma..pa..ini keinginan keysya, kak richard hanya menuruti keinginan keysya saja, mama dan papa tidak keberatan kan?"sambung keysya


"tentu kami tak keberatan, asalkan kamu bahagia, itu cukup bagi kami"jawab vano tersenyum pada putrinya


※※※


※※※


※※※


※※※


Setelah 1 minggu kemudian richard dan keysya resmi menjadi sepasang suami istri, richard dan keysya tinggal di mensionnya sendiri


Keysya sedang memberekan barang-barang pribadinya dan juga milik suaminya, keysya begitu serius membereskan barang-barang, sampai tidak memperdulikkan suaminya yang menatapnya sedari tadi


Richard hanya menatap istrinya yang tengah sibuk membereskan barang, dia menatap istrinya tanpa berkedip, richard masih tidak percaya kini dia dan keysya sudah menjadi pasangan suami istri, richard menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang


"kenapa kak?"tanya keysya pada suaminya yang tiba-tiba memeluknya


"tidak...aku hanya merindukkanmu..."jawab richard


Richard membalikkan tubuh istrinya, meraih tengkuk istrinya lalu mencium bibir mungil istrinya, keysya memejamkan matanya, dia pun membalas ciuman mesra suami nya, keysya mengalungkan tangan nya keleher richard


Richard memperdelam ciumannya, bahkan kini lidah nya sudah masuk kedalam mulut istrinya, dia ******* lembut bibir keysya, richard merasa tidak ada perlawanan dari istrinya, dia menggiring istrinya keatas ranjang


Masih tetap dalam ciuman panas nya, richard menyudahi ciumannya, membaringkan istrinya ke atas ranjang, mereka mengambil nafas karena sedari tadi berciuman, mereka seperti kehabisan oksigen, richard menatap keysya seraya berkata


"key...bolehkah...?"tanya richard sambil terus menatap wajah keysya, merapihkan anak rambut yang menutupi wajah keysya


Keysya tahu apa yang richard maksud, namun keysya masih takut untuk melakukkannya


"kak...bisakah itu nanti saja...aku belum siap"jawab keysya


Richard menutup matanya sejenak lalu mengambil nafas panjang, richard tahu apa yang di alami keysya bukan sesuatu yang mudah untuk dilupakan, maka richard tidak ingin egois, dia menghentikkan keinginannya, walaupun sangat ingin dia melakukkannya


"baiklah...aku tidak akan memaksa..."ucap richard mencium kening keysya


Mereka pun akhir nya terlelap dalam mimpi tanpa melakukkannya







Pagi hari tlah tiba, richard kembali ke rutinitas hariannya, richard sedamg bersiap-siap berangkat kekantor


Keysya menyiapkan segala kebutuhan richard, saat richard keluar kamar mandi, keysya terkejut lalu membalikkan badannya, richard tersenyum jahil melihat kelakuan istri kecilnya


Richard menghampiri istri nya memeluknya dari belakang, richard yang mengenakan handuk dan bertelanjang dada membuat keysya merasakan otot-otot badan richard


Keysya menelan slavinanya, lalu mendorong pelan tubuh richard


"pakai bajumu dulu kak..."ucap nya tanpa menoleh


"kamu malu sayang?"ucap richard pada istri nya


"apaan sih...cepat sana nanti telat"ucap keysya, lalu berlari keluar kamar


Richard tertawa melihat kelakuan istri kecilny


Richard sudah siap untuk berangkat kerja, keysya mengantarkan richard keluar rumah, lalu mengecup punggung tangan richard, richard membalas dengan mengecup kening keysya


"hati-hati yaa kak..."ucap keysya pada suami tercinta


"ya...aku berangkat"jawab richard


Richard pun berangkat ke kantor dengan ditemani maxim, maxim hanya menyapa dengan tersenyum kearah keysya, keysya membalas dengan anggukkan kepala


※※※


※※※


※※※


※※※


***Maaf yaa kalau adegan richard dan keysya kurang hot...athour masih belajar jadi bersaabar yaa....


nanti athour. bikin adegan malam pertama keyysya dann richard


ditunggu yaa guys....


terima kasih sudah membaca***