My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"Gadis kecil..."



Matahari sudah menampakan dirinya, dan keysya pun terjaga dari tidurnya, setelah ritual mandi keysya turun dari kamarnya menuju meja makan, sesampainya di meja makan semua keluarga keysya sudah berkumpul menikmati sarapan pagi.


"pagi ma..pa..kak..."sapa keysya.


"pagi sayangnya mama dan papa.. " jawab mama dan papa keysya berbarengan.


"pagi key... " jawab Diana yang sebenarnya malas menjawab sapaan adiknya.


Diana sangat tidak menyukai adiknya, karena sejak adiknya lahir dia merasa dilupakan, awal dia tidak suka akan kehadiran keysya adik nya berawal dari acara ulang tahun diana yang ke 17tahun, saat itu semua mata hanya tertuju pada keysya, termaksud Richard pujaan hatinya.


"pa...aku mau ke tempat om hendra yaa... " kata keysya sambil mengunyah makanannya.


"boleh...di antar sama pak ujang yaa, kamu kan belum punya sim... " balas papanya karena tau anaknya pasti lebih memilih naik motor balapnya daripada jadi tuan putri yang di supiri.


"ck...buat apa papa beliin kalau ga boleh di pake, sekarang kaki keysya dah nyampe pa, ga jinjit lagi, beneran deh " ucap keysya lagi dengan memasang wajah paling imut.


"biar pa, selama membuat kekey senang, lagian bagus buat dia, papa inget kan alasan menghadiahkan keysya motor? " ucap maya pada suaminya.


"haahhhh....kamu tuh...ya sudah jangan ngebut2, papa berangkat dlu yaa.." jawab vano seraya membelai lembut kepala keysya, berjalan meninggalkan kedua putrinya, di ikuti maya mengantar vano berangkat bekerja.


selagi maya mengantar vano ke depan, seperti biasa diana selalu memulai perdebatan, jika keysya mau mengunjungi om nya, diana pasti merasa tidak senang.


"kamu bisa ga jangan sering-sering ke kantor om arya, nanti om terganggu pekerjaannya " ucap diana dengan nada marah.


"ya elah kak...om hendra aja ga keberatan.. " jawab keysya santai.


"T E R S E R A H... " jawab diana, dengan kesal dia meninggaalkan adiknya, berangkat mengendarai mobil nya sendiri.


Kantor MH CORP


"Pagi bu diana... " sapa pak satpam seraya membukakan pintu.


"Pagi... " sahut diana dengan senyum yang dipaksakan.


Diana berjalan menuju lift...


"Beda banget sama adiknya, ramahnya natural ga dibuat-buat... " gumam karyo dalam hati.


"eh...di omongin orangnya nongol.. " ucap karyo lagi melihat kehadiran keysya.


Keysya turun dari motornya, dengan membawa helm ditangan kiri dan yang tangan kanan memainkan kunci motornya, berjalan ke arah pintu utama gedung perkantoran tersebut, semua mata pria maupun wanita tidak berkedip menatap keysya, keysya mengenakan jaket kulit, dipadukan celana jins hitam dan sepatu bot warna senada menambah kesan ala-ala anggota geng motor.


"Pagi...pak karyo tolong parkirin leo nya keysya, inget jangan sampai lecet... " titah keysya lalu menyerahkan kunci serta uang 100rbu.


Dengan tangan di atas kepala, seperti hormat bendera, mengambil kunci dan berjalan ke arah motor keysya, keysya pun masuk kedalam gedung, sudah 3 tahun semenjak SMP, keysya tidak pernah menggujungi kantor om nya, dia berjalan menuju lift, saat keluar dari dalam lift tiba-tiba keysya menabrak seseorang.


BRRUGGG...


"maaf...kamu tidak apa-apa kan gadis kecil..? " tanya seorang pria yang bertabrakan dengan keysya, dia hendak membantu keysya berdiri namun keysya dengan cepat berdiri sendiri.


"i'm fine..." jawab keysya tanpa menoleh ke arah pria itu, lalu berjalan meninggalkan pria tersebut, yang hanya diam karena merasa di abaikan


*Ruangan Arya Mahendra*


Sesampai nya diruangan arya, di samping ruangan berdiri seorang pria tinggi berkulit coklat menyapa keysya.


"Hai cantik...silahkan masuk saja...pak arya sudah menunggu... " sapa sekertaris arya sekaligus asisten pribadi arya morgan.


"makasih..."sahut keysya tak lupa tersenyum manis


Kreekkkkk..suara pintu terbuka


"om... " panggil keysya begitu masuk.


"kamu sudah datang sayang... " sahut arya merentangkan kedua tangannya, keysya pun berlari kecil mengahampiri arya yang berdiri di dekat mejanya, keysya memeluk arya, arya pun membalas pelukkan keysya, karena keysya sudah di anggap anaknya sendiri.


"kata mama kamu kesini naik motor?"


"hehehe...iya om...kan tinggal tunggu 2tahun lagi aku dapat SIM... "


"hmmm...ya sudah tunggu di sofa om masih ada sedikit kerjaan... " titah arya sambil melepaskan pelukkannya.


Tok


Tok


Tok


"masuk...! " Ucap arya masih menandatangani berkas-berkas di atas mejanya.


"Pagi pak...ini berkas yang bapak minta... " diana menaruh berkas di atas meja, saat berbalik dia melihat keysya tiduran disofa dengan kaki terangkat, sontak diana marah melihat kelakuan adiknya.


"Key...kamu bisa duduk yang sopan!!! ini kantor bukan rumah kamu...! " Bentak diana.


"ck...maaf tuan putri... " jawab keysya beranjak dari tidurnya lalu keluar ruangan arya.


*Di taman belakang gedung*


"huh...tuan putri selalu saja bikin emosi..." gerutu keysya dalam hati.


"Keysyaaaaaaa..."teriak seorang pria dari arah belakang.


***


^*Siapa kira-kira yang memanggil keysya


tuggu updatetan aku yaaaaa^


Sampai ketemu lagi...