My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"raisya calon istri thomas"



Setelah sampai di ruangan richard, dia menurunkan keysya dengan hati-hati, keysya duduk di sofa sementara richard menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, setelah selesai mereka kembali ke rumah orangtuanya keysya.


Sesampainya disana richard dan keysya kembali ke kamar keysya, setelah bersih-bersih mereka pun turun kembali untuk makan malam, mereka makan sambil mengobrol.


"apa kabar orangtua kamu rich? sudah lama kami tidak bertemu dengan mereka"tanya vano.


"baik pa, mereka titip salam buat papa dan mama"jawab richard.


"salam balik buat mereka yaa rich"sahut mayya.


Setelah makan malam keysya dan richard kembali ke kamar, didalam kamar keysya dan richard mengobrol tentang masalah kelanjutan kuliahnya keysya.


"apa kamu kuat yank kuliah sambil mengandung?"tanya richard yang kini tiduran dipaha keysya.


"kuat kak, aku ga mau diam dirumah nanti bosan, kamu juga pastinya sibuk kan?"jawab keysya.


"iya mau gimana lagi sayang aku kerja kan buat kamu"sahut richard.


Karena sudah larut mereka akhirnya tertidur tentu saja sambil berpelukkan, richard sangat takut keysya meninggalkannya.


Mentari pagi bersinar kembali, keysya yang terbangun lebih dulu, turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan, setelah sarapan siap, dia pergi kekamar nya untuk membangunkan richard.


"kak...bangun..."ucap keysya sambil mengguncang pelan tubuh richard.


Richard pun terbangun, kemudian mandi lalu segera turun kebawah bergabung dengan yang lainnya, setelah sarapan merek pun pamit pulang.


"ma..pa..kekey pulang dulu yaa"pamit keysya.


"iya sayang...hati-hati dijalan"jawab mayya.


Keysya memeluk orangtuanya secara bergantian kemudian masuk kedalam mobil.


※※※


※※※


※※※


Sementara di tempat lain thomas terlihat risau karena semenjak pulang dari rumah sakit raisya sangat susah si hubungi, entah kenapa raisya menghindarinya, thomas pun memutuskan untuk menemui raisya secara langsung.


Saat thomas dalam perjalanan menuju apartemen raisya dia melihat raisya sedang duduk disebuah cafe sambil menatap kearah jendela, thomas memarkirkan mobil nya kemudian dia masuk kedalam cafe, saat hendak berjalan mendekati raisya, seorang wanita yang dia kenal datang lalu duduk didepan raisya.


"ada apa lagi kamu mencariku?"tanya raisya.


"aku hanya memastikan kamu sudah menjauhi thomas, karena thomas sudah dijodohkan denganku"jawab ira angkuh.


"ga usah kamu terus mengingatkan aku kalau kamu calon istri oppa, aku sudah menghindari oppa seperti permintaanmu"ucap raisya.


Raisya hendak pergi dari tempatnya duduk, tapi langkahnya terhenti melihat thomas sudah berdiri dihadapannya, raisya tertunduk lalu berjalan kembali hendak keluar dari cafe, segera thomas menarik tangan raisya kemudian mencium bibir raisya, raisya membulatkan matanya terkejut dengan aksi thomas yang menciumnya di muka umum, thomas melepaskan ciumannya kemudian dia berkata sambil sedikit berteriak...


"mohon perhatiannya pada semua yang hadir disini, ini Raisya L Thimoty calon istriku, dihadapan semua orang aku akan melamarnya"ucap thomas kemudian berlutut dan memasangkan cincin di jari manis raisya, semua pengunjung cafe bertepuk tangan, sementara ira merasa terabaikan dia pun protes pada thomas.


"maksud kamu apa thom, orangtua kita sudah sepakat menjodohkan kita, kenapa kamu bersikap seperti ini padaku?"ucap ira dengan suara bergetar menahan amarah.


"kamu sudah lihat sendiri ra, aku tidak mencintaimu, hanya dia yang aku cintai"jawab thomas mantap.


Ira bergegas keluar cafe karena malu di tolak thomas, Ira keluar cafe dengan wajah memerah menahan amarahnya.


Thomas menatap raisya dengan tatapan tajam...


"jadi ini alasanmu menghindariku?"tanya thomas dingin.


"terus aku harus gimana oppa, semua hal aneh yang terjadi padaku waktu itu karena ulahnya, terakhir kita hampir saja mati, aku lebih memilih pergi dari oppa daripada melihat oppa celaka"jawab raisya sudah mulai menangis, thomas segera memeluk raisya begitu dia melihat raisya menangis.


"raisya..percayakan semuanya padaku, aku mohon jangan menghidar ataupun pergi dariku, aku bisa gila kalau harus kehilangan lagi"ucap thomas masih memeluk raisya.


"tapi oppa...aku ga mau oppa celaka, aku...aku...aku...juga mencintaimu oppa, aku takut kamu mati karena mempertahankanku"sahut raisya sambil membalas pelukkan thomas.


"sudah...sekarang ikut aku..."titah thomas.


Thomas melajukan mobilnya menuju ke rumahnya, thomas terus menggenggam tangan raisya, thomas menyetir dengan satu tangan, setelah sampai rumah thomas, thomas dan raisya masuk kedalam rumah sambil bergandengan tangan, didalam rumah thomas ada orangtuanya dan juga orangtua ira dan ira, thomas menghampiri mereka.


"pa...ma...ini calon istri thomas"ucap thomas tegas.


Bima dan lisa tidak bisa berkata-kata pasalnya anaknya yang kaku dan super pendiam berani membawa seorang wanita kehadapan mereka.


"maaf sebelumnya anton...dahlia...aku ga tau anakku sudah punya pacar, maka nya aku terima saat kalian ingin menjodohkan anak kita, tapi seperti yang kamu lihat anakku membawa calon istrinya kesini"ucap bima.


Orangtua ira dan ira merasa terhina dengan perlakuan bima dan thomas, mereka pun pergi tanpa berkata apa-apa, lisa menghampiri raisya menarik tangannya dengan lembut, kemudian mengajaknya untuk duduk.


"kamu raisya kan sahabat nya keysya yang setiap hari nemenin keysya kan?"tanya lisa.


"iyaa tante..."jawab raisya gugup.


"baiklah mama terima calon istri kamu dengan syarat cepat-cepat kamu memberikan kami seorang cucu"ucap lisa sambil tersenyum.


"baik ma...apapun itu asalkan aku bisa segera menikahinya"jawab thomas.


Setelah perdebatan tadi, mereka makan siang bersama, bima dan lisa sangat menyukai raisya, raisya selain cantik juga pandai bergaul, setelah makan siang thomas mengantar raisya pulang.


«Dalam apartemen raisya»


Didalam apartemen raisya hanya berdua dengan thomas, thomas melihat-lihat apartemen raisya, sementara raisya membuat kan minum untuk thomas.


"ini oppa silahkan diminum"ucap raisya menaruh secangkir teh di ats meja.


"kamar kamu yang mana sa?"tanya thomas sambil meminum sedikit tehnya.


"oppa mau lihat kamar aku?" tanya balik raisya.


"kalau kamu ga keberatan"jawab thomas.


Raisya mengajak thomas ke kamarnya, thomas melihat-lihat kamar raisya, kamar raisya seperti orang nya ceria, kamar bercat pink banyak gantungan warna-warni, didinding banyak foto-foto raisya semua nya sedang tersenyum, thomas melihat foto raisya lalu tersenyum.


"oppa...aku tau..aku ini cantik, tapi lihat foto aku ga pake senyum-senyum juga kali oppa...hehhee"ledek raisya.


"tapi...aku kan juga tampan..bukti nya kamu bilang aku mirip...mirip...sawo apa...apalah itu"ucap thomas lupa artis korea kesukaan raisya dan keysya.


"eunwo oppa...ihh...oppa nyebelin, itu oppa kesayangan aku loh, jangan diledekin gitu"rengek raisya.


"apa kamu bilang tadi? jadi dia oppa kamu yang sangat kamu sayangi, ya sudah kalau memang mau nya kamu begitu"ucap thomas pura-pura marah kemudian keluar kamar raisya.


Raisya berlari mengejar thomas, tapi saat dia sampai ke ruang tamu dia tidak menemukan thomas, raisya sedih thomas ngambek padanya, raisya menelepon thomas.


"hallo...oppa..."ucap raisya begitu sambungan telepon tersambung.


Thomas tak bersuara pasal nya dia ada dibelakang raisya...


"halo oppa...oppa jangan marah dong eunwo itu kan jauh di korea, ga mungkin buat raisya sama dia lagian dia kan artis mending sama yang pasti-pasti aja kayak oppa"ucap raisya lagi...


"oh jadi aku cuma cadangan daripada ga da gitu?"tanya thomas menampilkan wajah dinginnya.


"iihhh...oppa..."teriak raisya lalu berlari mengejar thomas, thomas berlari mengitari sofa ruang tamu, sehingga mereka mengelilingi sofa, raisya kesal dia naik keatas sofa lalu melompat ke arah thomas.


Brugg...mereka berdua jatuh


Mereka berdua terjatuh dengan posisi raisya menimpah badan thomas, kemudian pintu apartemen terbuka, bianca dan lucas memergoki adegan mereka berdua, lucas menatap tajam kearah thomas, thomas menelan ludahnya saking takutnya dia kalau lucas marah, pasal nya thomas tau kekuatan tangan lucas bisa mengirimnya langsung ke syurga.


Setelah adegan kecelakaan raisya dan thomas berakhir dengan introgasi lucas...


"jelasin sama gue thom, yang tadi tuh apa yang lo lakukan sama adik gue?"tanya lucas dengan nada mengancam.


"kak...oppa ga.."ucapan raisya langsung di potong lucas.


"DIAM!!!...belum saat nya kamu bicara, jangan buat kakak tambah marah!"potong lucas.


"kamu tuh yaa yank, apa ga bisa ngomong baik-baik, kalau kamu marah-marah lagi sama adik kamu, malam pertama kita hari ini sebagai suami istri kamu tidur di luar"ancam bianca.


Wajah lucas yang semula merah karena marah mendadak pucat, raisya yang tadinya menangis langsung menatap lucas dengan tatapan yang sulit di artikan, begitu juga dengan thomas, thomas menatap lucas dengan tatapan yang sama.


Lucas yang mendapatkan ancaman dari istrinya bianca langsung ciut, lucas berbalik bersimpuh dikaki bianca.


"ampun nyonya lucas"ucapnya pada bianca.


Bianca memalingkan muka nya melipat tangannya didada...


"huh...maka nya jangan bikin aku kesel"sahut bianca masih memalingkan wajahnya.


Thomas dan raisya tertawa melihat keadaan lucas, lucas menatap tajam kearah mereka berdua kemudian balik memohon pada bianca...


"ampun yank, aku janji ngomong baik-baik, janji yank,"ucap lucas lagi.


"ok...sekarang kamu duduk disitu ngomong jangan pakai emosi"titah bianca dan lucas pun menurut.


"apa yang terjadi barusan thom?"kini nada thomas sudah benar-benar melemah.


"begini luc, tadi gue tadi sama adik lo lagi bercanda terus ga sengaja dia jatuh nya menimpa gue, gitu aja..beneran ga ada apa-apa"jawab thomas panjang lebar.


"bener begitu sa.."tanya lucas lagi pada raisya.


"iya kak, oppa ga macem-macem kok sama aku, dia kan bukan kakak yang dikit-dikit nyosor"jawab raisya dengan gaya meledek, bianca hanya terdiam mendengar jawaban raisya, bianca malu mengingat raisya pernah mergokin lucas mencium paksa bianca saat bianca sedang ngambek.


"ok kalau memang begitu kejadiannya"ucap lucas lagi.


Baru saja thomas bernafas lega sudah dihimpit lagi dengan perintah lucas...


"gue mau besok orangtua lo kesini untuk melamar raisya, dan dari acara lamaran 1minggu kemudian lo harus udah nikahin raisya"titah lucas.


"ok...besok gue ngelamar raisya seminggu kemudian gue langsung nikahin raisya"jawab thomas mantap.


"bagus...sekarang lo pulang gih..."usir lucas.


Thomas pun pamit pulang, raisya mengantar lucas sampai depan lift, raisya melirik kekanan dan kekiri sebelum akhirnya raisya mencium pipi thomas, kemudian berlari menuju kamar apartemennya, thomas tersenyum sambil memegang pipinya.


Seperti kesepakatannya dengan lucas kemarin, thomas membawa orangtua nya untuk melamar raisya, setelah acara lamaran satu minggu kemudian raisya menikah dengan thomas


«hari pernikahan thomas dan raisya»


Keysya bersiap untuk pergi resepsi pernikahan raisya sahabat nya, keysya tampak cantik dengan gaun warna putih dengan sedikit lengan serta terdapat manik-manik dibagian dadanya, rambutnya dibiarkan tergerai sepatu heels putih menambah kesan anggun pada diri keysya.


Richard pun tampak gagah dengan setelan jas warna senada dengan warna gaun keysya, mereka memang sengaja memesan jas dan gaun couple untuk mengahadiri resepsi raisya, karena raisya sahabat sejati keysya, richard melihat penampilan istri nya terpesona karena semakin cantik setelah hamil, walau perut keysya sudah tampak membuncit karena dia hamil bayi kembar.


"yank jangan dandan terlalu cantik, aku takut khilaf"ucap richard sambil memeluk keysya dari belakang.


"ayo kita cepat jalan kak, nanti telat!"semprot keysya.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju lokasi acara, sesampai nya disana keysya dan richard langsung menemui kedua mempelai pengantin.


"selamat yaa sa.."ucap keysya sambil memeluk sahabat nya.


"makasih key"jawab raisya.


"selamat kak thom"ucap keysya pada thomas sambil menyalaminya.


"selamat yaa raisya dan thomas, gue ada hadiah buat kalian"ucap richard menyerahkan 2 tiket bulan madu.


"terima kasih rich"ucap kedua pengantin kompak.


Setelah menyalami raisya dan thomas, mereka menghampiri para orangtua nya dimeja mereka, semua hadir orangtua richard,orangtua keysya juga ada nenek dan kakeknya thomas yang kini tinggal dengan orangtua richard di kediamannya


"ma..pa..dad...mom..."sapa richard dan keysya bersamaan.


"eh kalian baru sampai?"sahut mayya.


"sini sayang, mommy dan daddy kangen banget sama kamu"ucap merry pada keysya, keysya duduk didekat merry dan arya.


"bagaimana kabarmu nak dan cucu oma?"tanya merry lagi.


"baik oma..."jawab keysya menirukan suara anak kecil sambil mengelus perut nya.


Semua yang mendengarnya tertawa, begitu juga nenek dan kakek nya richard, mereka mengobrol dengan suasana yang gembira, sampai tiba-tiba mereka terdiam.


"permisi...keysya..."sapa damian.


"eh...kak damian" sahut keysya.


Damian dengan pede nya duduk disebelah keysya, semua mata tertuju pada damian, damian memperkenalkan dirinya.


"maaf mengganggu semuanya, saya damian kak kelas keysya waktu SMA"ucap damian sambil berdiri menyalami satu persatu keluarga richard dan keysya, setelah itu damian kembali duduk di kursi sebelah keysya.


"apa kabar kamu key?"tanya damian.


"baik kak...aku sekarang sudah hamil 3bulan"jawab keysya sambil memegang perut buncitnya.


Damian terkejut mendengarnya tapi dia berusaha untuk tetap tenang kemudian berkata...


"oh yaa selamat yaa key, dan buat lo rich jaga baik-baik keysya, atau nanti gue akan merebutnya kalau sampai lo nyakitin dia"ancam damian didepan semuanya.


Semua nya yang mendengar ucapan damian terkejut tidak menyangka damian berani mengancam richard dihadapan orangtuanya.


"tenang aja bro, gue akan jadi orang yang paling bodoh kalau sampai nyakitin keysya, karena keysya perempuan sempurna yang diberika Tuhan buat gue"jawab richard sambil menggenggam tangan keysya, keysya membalas nya dengan senyuman manis nya kemudian mencium pipi richard dihadapan semua nya, orangtua nya dan mertuanya hanya sedikit terkejut karena keysya tipe wanita dingin dan cuek, sikap keysya dulu sering mengabaikan semua pria yang mendekatinya tak terkecuali richard, tapi siapa sangka seorang playboy mampu melelehkan gunung es keysya.


Damian menyaksikan keysya begitu bahagia dia juga merasa bahagia, karena sudah memastikan apa yang dia ragukan, damian pamit undur diri.


"kalau gitu saya pamit, untuk semuanya...maaf saya hanya ingin memastikan keysya bahagia, karena dulu saya sempat memiliki perasaan pada keysya, tapi sekarang sangat lega melihat keysya bahagia"jelas damian.


"dan buat kamu key, bahagia selalu kalau keponakan ku sudah lahir jangan lupa kabari aku, aku mau pergi ke singapure, aku pamit yaa key...rich..semua nya saya pamit"lanjut damian kemudian pergi meninggalkan mereka yang masih bingung dengan kata-kata yang berani dari mulut damian.


"anak yang berani..."ucap arya dan vano.












**Terima kasih guys...semoga kalian ga bosan baca nya...maaf kalau sering typo


 


«Terima kasih**»