My Lovely My Little Girl

My Lovely My Little Girl
"jangan tinggalkan aku"



KITA LANJUT YAA GUYS....PASTI PENASARAN KAN ?...APA YANG TERJADI SEBELUM KECELAKAAN????


LAAANNNJUTTTTT....


*


*


*


Di dalam rumah sakit semua menunggu dengan cemas, merry dan mayya saling meranggkul, cemas dengan keadaan keysya, sudah lebih dari 3 jam keysya di ruang operasi namun tak kunjung ada yang keluar, keadaan semakin panik karena para tenaga medis berlalu lalang mengambil kantong darah dan juga alat kejut jantung, semua yang menunggu menjadi panik


Richard yang semula tertunduk pun berdiri menghampiri suster yang terburu-buru membawa kantong darah


"Ada apa ini sus"tanya richard mengguncang kan tubuh suster itu sedikit kencang


"maaf pak....pasien kritis, mohon jangan mengganggu pekerjaan kami"suster pun masuk kembali ke ruang operasi


Richard terjatuh mendengar keadaan keysya, arya menghampiri richard, arya membantu richard berdiri, richard memeluk arya dengan erat, richard kembali menangis, arya nepuk-nepuk pundak richard, vano pun ikut berhamburan memeluk richard


Merry dan mayya pun makin menangis, di lain sisi diana tampak senang dengan keadaan adik nya, diana malah berharap keysya meninggal, diana hanya berpura-pura sedih, maxim sudah tau bagaimana sebenar nya diana, diana memang anggun dan baik dari luar, tapi sesungguh nya dia lebih berbisah di banding kan dengan ular


Maxim menarik tangan diana, keluar dari rumah sakit, di taman rumah sakit maxim berbicara dengan diana


"jawab jujur an...apa yang terjadi saat gue masuk kedalam rumah?"ucap maxim penuh selidik


"tidak ada"jawab diana tenang


"ingat ini an, lo jangan sampai menyesal nanti jika lo tau kebenaran nya, gue ingat kan sekali lagi, lo beruntung punya orang tua seperti mereka, maka jangan kecewakan mereka dengan kelakuan lo"lanjut maxim berlalu meninggalkan diana


Diana mencerna kata-kata maxim, dia tidak mengerti apa yang di maksud kata-kata maxim


"kamu tenang saja max, aku tidak akan pernah menyesal keysya mati, karena aku benci dia, dia merebut semua yang seharusnya jadi milikku, aku akan memgambil nya kembali hakku, aku harap dia segera bertemu Tuhan, hahhahaha"diana tertawa seperti orang tidak waras


Bianca dan raisya datang ke rumah sakit, di susul lucas yang baru pulang kerja, di dalam rumah sakit semua masih di posisi yang sama, richard masih terlihat lesu tak bersemangat, bahkan jas dan kemeja nya belum dia ganti masih berlumuran darah keysya


Lucas menghampiri orang tua keysya terlebih dahulu baru dia menghampiri richard sahabat nya yang terlihat kacau, lucas menepuk pundak richard yang tertunduk lemah


"sabar rich...keysya pasti kuat..."ucap lucas, menepuk pundak richard


"ini semua salah gue luc, kalau gue ga ngejar motor keysya kecelakaan ini tidak akan terjadi, gue...gue..."richard tak melanjutkan ucapan nya


Vano yang mendengar apa yang richard katakan pun mendadak marah, vano meraih kerah kemeja richard dan menarik nya


"apa maksud kata-kata mu barusan! jawab!"teriak vano


semua orang terkejut melihat vano tiba-tiba saja marah, arya menghampiri vano untuk menenangkan nya


"sabar van...kita dengarkan dulu cerita richard, jangan mengambil kesimpulan dulu"ucap arya menenangkan


Vano melepaskan genggaman nya dari kerah kemeja richard, lalu duduk di samping richard, vano menghelahkan nafas


"huufff...sebenar nya apa yang terjadi rich?"tanya vano


"maafkan aku om sebelum nya, sebenar nya"richard menceritakan apa yang terjadi sehingga keysya bisa kecelakaan


*FLASH BACK ON*


Richard baru sampai di kediaman nya, maxim terlebih dulu masuk kedalam, richard bermaksud menemui keysya, saat hendak masuk kembali ke dalam mobil, diana menghampiri richard


"richard...aku mau bicara sebentar boleh?"tanya diana


"iya ada apa?"tanya balik richard


"sebenar nya aku...aku yang mengijinkan velope masuk ke kamar kamu waktu di china, aku tidak sengaja bertemu dia di lobby hotel, dia tau kamu bersamaku dan memaksa mengambil kunci kamar mu, aku tak bisa menolak karena aku takut dengan nya, maaf kan aku rich..."ucap diana mencoba menjelaskan


Richard melihat sahabat nya menangis pun tidak tega, richard memeluk diana dan diana membalas pelukkan richard, tanpa dia sadari keysya melihat semua nya, belum sempat richard menjelaskan keysya berlalu pergi meninggal kan kediaman richard


"maaf an...aku harus kejar keysya"ucap richard pada diana


*FLASH BACK OFF*^


"begitu om cerita nya..."richard mengakhiri cerita nya sambil terus menangis


Vano mendengar apa yang terjadi sebenarnya, menjadi jauh lebih tenang, vano pun menepuk-nepuk pundak richard seraya menenangkan richard


Lampu operasi pun mati tanda operasi sudah selesai, dokter keluar terlebih dahulu, richard pun menghampiri dokter


"gimana dok keadaan nya?"tanya richard dengan suara serak


"operasi berhasil di lakukkan walau ada sedikit kendala, detak jantung pasien sempat berhenti sejenak namun berhasil kembali berdetak, dan tadi pasien kehilangan banyak darah, kondisi pasien kini, maaf dengan berat hati kami katakan pasien koma..."ucap dokter dengan menundukkan kepala


Mayya histeris mendengar kondisi terkini putri nya


"keysyaaa....huhuhuhu....hikss...hiksss.."suara tangis mayya memenuhi lorong ruang operasi, richard pun kembali tersungkur di lantai, vano menenangkan istri nya, sementara arya dan merry menenangkan richard dan membantu nya berdiri


Raisya dan bianca pun menangis, maxim juga lucas ikut bersedih karena keadaan keysya


"kenapa pakai acara koma segala sih, mati aja sekalian, kalau malaikat tidak mau mengambil nyawa mu, aku siap menggantikkan nya"gumam diana dengan senyum licik nya


Keysya di pindahkan ke ruangan VIP rumah sakit, richard hanya memandang keysya dari balik kaca, richard mengutuk diri nya sendiri, karena dia penyebab kecelakaan keysya


Ke esokkan pagi nya diana datang kembali ke rumah sakit, diana masuk ke kamar inap keysya


"ma...gantian sama aku ya.., mama istirahat dulu, nanti kalau kekey bangun lihat mama sakit dia akan sedih ma"pinta diana


"iya sayang...mama pulang dulu yaa..."pamit mayya


Mayya pun pulang kembali ke rumah nya, diana tersenyum licik, di tatap nya adik nya, diana menyeringai sambil memandang keysya, diana menahan selang oksigen nya keysya, keysya pun kejang-kejang, diana terus menahan nya, sampai alat medis yang menempel pada tubuh keysya pun berbunyi, diana tersenyum melihat keysya sekarat,0 sampai terdengar suara langkah kaki menghampiri kamar keysya, diana buru-buru melepas selang oksigen yang dia tahan


CLEKKK....SUARA PINTU TERBUKA


Richard melihat keysya kejang-kejang saat dia baru saja membuka pintu, dia pun berteriak memanggil dokter


"dokterrrr....dokter....tolong...."teriak richard, dokter pun segera ke ruangan keysya, dokter memeriksa keadaan keysya, tak berselang lama keysya pun kembali terdiam


"brengsek...padahal sedikit lagi dia mati!"umpat diana dalam hati


Richard menghampiri keysya, menggenggam tangan keysya


"gimana dok keadaan adik saya"tanya diana(pura-pura panik)


"keadaan nya sudah kembali stabil, nona tenang saja, adik nona kuat"ucap dokter menenangkan diana


"kalau begitu saya permisi dulu"lanjut dokter dengan membungkukkan setengah badan nya


Richard hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya, richard menatap keysya dan membelai lembut punggung tangan keysya juga mencium nya


"key...jangan tinggalkan aku"ucap richard dengan suara bergetar menahan tangis


"my lovely....my little girl...i love you and i miss you..."ucap nya lagi, dengan terus menggenggam tangan keysya


Diana amat marah mendengar apa yang di ucapkan richard, ingin rasa nya dia mencekik keysya saat ini, namun lagi-lagi dia pun mampu mengatasi emosi nya


"aku yakin keysya pasti akan cepat sadar, maaf kan aku yaa rich, kalau bukan karena salah faham, mungkin keysya tak akan seperti ini"ucap diana(pura-pura menghibur)


^Di mimpi keysya^


"dimana ini kenapa silau sekali...siapa kamu?"tanya keysya melihat wanita cantik yang mirip dengan diri nya


"aku nenek buyut mu sayang...kemari lah..."titah wanita cantik itu


"nenek bunyut...tempat apakah ini? kekey mau disini saja dengan nenek buyut"ucap keysya


"kamu harus kembali sayang...ada yang menunggumu...kamu dengar kata-kata nya, dia merindukkanmu"ucap wanita itu lagi


"itu suara kak richard, apa dia benar-benar menungguku?"ucap keysya melirik wanita cantik itu


"kembali lah cicitku...dia sangat merindukkanmu, ingat apa yang di lihat belum tentu kebenaran dan apa yang di dengar belum tentu itu kenyataan"wanita cantik pun lenyap di berlalu berjalan menuju cahaya yang menyilaukan, sampai keysya pun tidak mampu memandang nya lagi karena silau nya cahaya putih itu...


Richard merasa kan tangan nya keysya bergerak, richard mendongakkan kepala nya, perlahan-lahan keysya pun membuka mata nya


"dimana ini kak?"tanya keysya


"kamu di rumah sakit key, sebentar kakak panggil dokter"richard pun berlari memanggil dokter, dokter pun memeriksa keadaan keysya


"syukurlah nona keysya sudah dalam keadaan stabil, dan dalam beberapa hari akan mulai pulih kembali"ucap dokter menjelaskan


Richard menghubungi keluarga nya dan keluarga keysya bahwa keysya sudah sadar, diana menghampiri keysya, dia membisikkan di telinga keysya


"aku dan richard sudah tidur bersama, kalau sampai aku hamil, ini anak richard"bisik diana


Keysya terkejut dengan apa yang dia dengar, ingin menangis dan marah, tapi keysya berhasil menahan nya, diana pamit pada richard mau pulang untuk istirahat, richard akhir nya yang menemani keysya


Di ruangan richard dan keysya sama-sama terdiam, keysya diam karena ucapan diana, sedang richard bingung harus mulai dari mana?


"ehmm....key..."panggil richard


"iya kak..."jawab keysya menoleh ke arah richard


"key...apa yang kamu lihat bukan lah seperti yang kamu fikirkan, aku mohon, kasih aku satu kesempatan untuk menjelaskan nya"pinta richard dengan memohon


Keysya terdiam tak lama dia pun menggangguk...richard pun menceritakan apa yang sebenar nya terjadi, keysya teringat pesan wanita cantik yang di mimpi nya(in**gat apa yang di lihat belum tentu kebenaran dan apa yang di dengar belum tentu itu kenyataan**)


"ku mohon percayalah key..."pinta richard lagi


"iya...aku percaya kak..."jawab keysya


Hari pun berlalu...dan keysya kini sudah kembali pulang, setelah kecelakaan motor keysya rusak parah, vano pun sekarang tak mengijinkan keysya untuk naik motor, vano menyiapkan supir pribadi untuk keysya


Sejak penjelasan richard di rumah sakit, hubungan keysya dan richard pun membaik, seperti malam ini richard mengajak keysya makan malam, keysya bersiap di bantu bianca dan raisya, mereka mendandani keysya agar tampak cantik dan anggun


"selesai juga key..."ucap bianca dan raisya berbarengan


Richard sampai di rumah keysya tepat waktu, dia menunggu keysya di ruang tamu, vano senang karena anak bungsu nya bahagia


"jangan pulang terlalu malam yaa rich..."titah vano


"baik om...saya pasti...."richard tak melanjutkan omongan nya, karena dia melihat gadis kecil yang dia cintai berdiri di hadapan nya, keysya mengenakan dress warna pink pech, sepatu heals warna senada, rambut nya di kepang kesamping, dengan cepit bunga di tiap kepangan nya, keysya terlihat seperti peri


"kak...kak...kak..."panggil keysya


"woy...biasa ja keles...mulut lo tutup rich..."ucap bianca yang sudah berdiri di samping richard dan menutup mulut richard yang menganga


Karena malu richard pun mengajak keysya buru-buru untuk pergi, richard pamit dengan orang tua keysya, dan mereka pun pergi


Mereka sampai di restoran tempat mereka dinner, keysya melihat sekeliling tidak ada orang, keysya pun bertanya pada richard


"kak...kok sepi?"tanya keysya


"aku tidak mau di ganggu..."jawab richard singkat


Mereka menikmati makan malam dengan di iringi suara musik klasik, selesai makan richard berdiri menghampiri kursi keysya


"berdiri key dan tutup mata kamu"titah richard


Keysya menuruti perkataan richard, dia pun berdiri dan menutup mata nya, richard mengeluarkan kalung berlian berbentuk bulan dan bintang, kalung itu ada 2


"buka mata kamu"ucap richard


Keysya pun membuka mata nya


"bagus banget kak"ujar keysya


Richard pun memakai kan kalung bulan pada keysya, dan keysya memakai kan kalung bintang pada richard, keysya sedikit berjinjit karena tinggi badan nya jauh dengan richard, setelah selesai richard tanpa aba-aba menaikkan posisi badan nya yang membuat bibir keysya dan richard beradu


CUP...


Keysya menutup bibir nya dengan kedua tangannya, richard tersenyum melihat keysya terkejut, keysya tertunduk malu


"duh...gimana nich..."gumam keysya


Richard menarik pinggang keysya, tangan yang satu nya lagi melepaskan tangan keysya yang menutupi bibir nya, saat berhasil di melepaskannya richard pun meraih tengkuk leher keysya dan memiring kan kepala nya, richard mencium bibir keysya, keysya hanya mematung tapi tak lama keysya melingkarkan tangan nya di leher nya richard dan membalas ciuman richard, ciuman yang semula biasa menjadi ciuman panas, makin lama sampai mereka berdua ke habisan oksigen, richard menyudahi ciuman nya, menempel kan dahi nya nya di dahi keysya


"i love you my little girl..."ucap richard di akhir ciuman di kening nya


*


*


*


*


*


*


*


*


*MAAF BANGET YAA....SOAL NYA ATHOUR KURANG BERPENGALAMAN YANG NAMA NYA BIKIN ADEGAN YANG GIMANA GITU...


SABAR YAA GUYS....ATHOUR NANTI BELAJAR DULU...HEHEHE*