
Cafe & Grill tertera di depan restoran yang akan kami tuju, kak fau memakirkan mobil sedan putihnya tepat di depan restoran.
"kalian berdua turunlah" perintah kak fau, dia menerima panggilan dari seseorang di handphone nya
"ini dari temanku, kalian tidak apa-apa kan memilih meja kosong untuk kita?"kata kak fau bertanya pada kami berdua
"tidak.. maksudku baiklah kak" terserahlah pikirku
"ayo adik kecil ku yang imut" ajak kak ran mengedipkan mata
aku mengangguk. adik kecil? imut?. yang benar saja.
kami berdua turun dari mobil dan berjalan kearah restoran, sesampainya di dalam kami di sambut oleh beberapa waiters.
"selamat datang di cafe & grill kami, silahkan ikuti saya, saya akan menunjukkan meja yang kosong untuk kakak, untuk berapa orang kak?" kata waiters kepada kak ran
"tiga orang"kataku menyela
"empat orang" jelas kak ran membenarkan
"maaf Mey, aku mengundang seseorang tanpa sepengetahuan mu" kata kak ran tersenyum manis
"apa? apa kak fau tahu?" tanya ku
"tidak.." kak ran jalan begitu saja
aku hanya tercengang kaget dan heran serta penuh dengan pertanyaan. perempuan yang di depanku adalah pacar kakak lantas mengapa dia mengundang orang lain yang bahkan belum di ketahui oleh kak fau.
waiters itu menunjukan meja kosong untuk kami, kami di persilahkan duduk dan memberi menu hidangan terbaik mereka.
aku selalu melihat kak ran tapi tampaknya dia sangat tenang bahkan saat memilih menu.
"kamu benar pacar kak Fauzan? jika mempunyai niat buruk pada kakak aku tidak akan memaafkanmu" pikirku selintas ingin bicara seperti itu tapi kenapa tidak bisa hah..!! menyebalkan.
"tidak perlu cemas, yang aku undang adalah adikku, memang fau tidak tahu karena aku akan memberinya kejutan"
kejutan apa yang semacam itu. batinku kesal
"kalian disini rupanya, sudah memesan menunya?" kata kak fau sambil duduk menghadap kami
"belum" kataku ketus
kak fau melihatku "ada apa? ada yang membuatmu kesal Mey?" kata kak fau mengelus rambutku
"tidak.." kataku tegas
jelas sekali terlihat kalau aku memang kesal.
beberapa menit kemudian menu yang kami pesan sudah datang, beef steak well done adalah kesukaanku, aku bahkan melupakan wanita di samping kakak karena sangat asik menikmati nya.
"kamu pasti tahu siapa beb" menatap mata Rania
"adiknya kak ran kan?" kataku menunjuk Rania
"bagaimana kamu tahu sih Mey" kata kak fau heran
"aahh itu dia" kak fau melambaikan tangannya
"rupanya kalian disini, senang bertemu dengan mu lagi kakak" kata laki-laki itu kepada Rania
"Fauzan, terimakasih telah menjemput kakakku Rania" kata pemuda itu
"maaf Mey, sepertinya itu bukan kejutan untuk kakakmu, kejutan untuk kamu ternyata, fau tadi kamu menelepon Randi?"
"iya.." sahut kak fau
"Mey perkenalkan dia Randi adik dari Rania"
"sepertinya aku di kerjai oleh pacarmu kak"
lalu ku menatap pemuda itu yang tidak lain adalah seniorku di kampus.
"kamu..?" "kamu kesini ngikutin aku ya, dasar penguntit!" kataku kesal
"eits.. tenang dulu aku adalah.."
"Megan, Randi ini adalah adik ku, Randi perkenalkan dia Megan adik dari calon kakak ipar kamu" jelas Rania
"Oohh.. begitu, salam kenal aku Randi" Randi membungkukkan badannya salam perkenalan.
"kalau kamu lagi marah imut juga Megan hadisutrisno" memajukan tangannya untuk berjabat tangan
"iya.. " aku menyambut jabatan tangannya dan langsung pergi meninggalkan restoran
"Megan" panggil kak fau
"maaf kak, maaf.. aku akan mencari udara segar sebentar" teriakku dalam hati
saat aku berjalan cukup cepat seseorang mengejar ku, bau parfum ini bau yang sama saat aku mengalami penglihatan.
"tunggu aku" kata seseorang yang berada di belakangku
aku tidak berani menatap orang itu karena aku tahu siapa dia.
#bersambung