My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 31



Setiap kehidupan yang kita jalani terdapat beberapa ujian yang harus kita lewati seperti saat kita mengikuti ujian semester di sekolah maupun di kampus atau juga mau memasuki dunia kerja pasti terdapat ujian. bersyukur telah melalui ujian semester pertama di awal perkuliahan dan ujian ku masih belum selesai di tempat aku kursus memasak.


"ini bukan ujian yang biasa"kataku pada diriku sendiri


beberapa kali ku pandangi tempat kursusku memasak "home training kitchen"


entah mengapa ku teringat Randi yang memelukku saat di kampus beberapa hari lalu


"kamu pasti bisa Mey" kata Randi


tiba-tiba seseorang memanggil ku dari belakang


"permisi kak, ada yang bisa saya bantu?" kata orang itu yang berdiri tegak dan sangat tampan


"ooohh ya.. hmm.. aku Meghan peserta pelatihan home training kitchen" kataku berusaha membalas sapaan orang tersebut


"baiklah, saya Arka, ayo Meghan masuk ke kelas dan kita akan memulai sesi ujian nya, karena yang lain sudah menunggu" katanya mempersilahkan


"tunggu, mas Arka ini siapa ya? belum pernah lihat sebelumnya?" tanya ku


"oohh ya saya lupa memperkenalkan diri, saya adalah tutor dan pengawas ujian di home training kitchen ini" katanya lagi


"apa kamu gugup Meghan? itu wajar bagi yang pertama kali mengikuti ujian di tempat ini dan setelah itu akan terbiasa, ujian nya tidak jauh dari selama kamu mengikuti pelatihan di home training kitchen ini Meghan" katanya menjelaskan


"baiklah mas Arka" jawabku tersenyum getir


walaupun aku suka sekali memasak tapi ini sangatlah berbeda situasi nya. gumamku


memasuki ruang yang penuh estetika dengan peralatan masak yang tertata rapi, kitchen set, wastafel, semuanya benar-benar rapi dan setiap orang yang berada di sini mengagumi ruangan dapur yang mereka miliki. interior klasik dengan warna coklat dan cream, mungkin suatu saat aku pasti bisa mempunyai ruang memasak ku sendiri.


"sangat berkelas bukan? ini lah yang namanya keindahan apalagi saat kita memasak dan menghidangkan untuk orang tersayang, benar bukan cantik" kata seseorang yang berada di sebelahku


"perkenalkan aku Liza, pake z ya, kalau kamu mau pake es silahkan" katanya tersenyum hangat


"aku Meghan" balasku


"mohon perhatian nya semua, saya adalah Arka asisten chef Ronald, hari ini beliau tidak dapat menghadiri ujian karena ada suatu keperluan mendesak oleh karena itu saya akan mewakili beliau untuk mengganti kan menjadi pengawas ujian, maka ujian memasak kali ini adalah membuat hidangan dari seafood, tema hidangan ujian hari ini adalah sefood, silahkan membuat hidangan versi kreasi kalian" kata Arka menjelaskan


waktu kami tinggal beberapa menit sebelum kami selesai dalam membuat hidangan, wangi masakan yang memenuhi dapur tercium sangat enak dan lezat.


"apakah ada yang sulit meghan?" kata Arka


"tidak, sebentar lagi sudah selesai tinggal di plating" kataku


"okey, kamu membuat apa?" tanya arka yang melihatku memasak


ya tuhan kenapa dia tidak pergi saja, memangnya ini acara Mr.chef yang di televisi hah. gumamku


"saya membuat cumi asam manis" kataku


tanpa tidak di sengaja tanganku terkena teflon yang masih panas


"aargghh.." erangku


"kamu tidak apa-apa, berikan tanganmu biar ku lihat"


Arka menarik tanganku dan dia menyalakan kran air, mengucurkan air ke tangan ku yang terdapat luka bakar karena terkena teflon panas.


sebenarnya aku sudah terbiasa terkena wajan, panci panas apalagi terkena cipratan minyak panas saat menggoreng telur atau ikan.


"saya sudah tidak apa-apa mas Arka"


aku menarik tanganku dan ingin menyiapkan hidangan yang tinggal di plating


"baiklah, kalau sudah tidak apa-apa" kata Arka dan dia pergi kembali ke trainee lainnya


"apa dia merasa bersalah? sedari tadi terus melihatku cemas, sudahlah Meghan, ayo selesaikan ujian hari ini" kataku dalam hati


waktu sudah menunjukan enam puluh menit, satu jam kurang ku bisa menyelesaikan hidangan cumi asam manis, dan setelah itu penilaian.


#bersambung