My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 4 Pilihan Hati



"ndokk.. bangun to ndok.. kamu anak gadis, anak perawan tidur terus mbok ya bangun mandi terus ke pasar bantu ibu belanja sayur.."


"iya bu... siapp" sahutku masih terkantuk-kantuk


semua orang sudah berada di meja makan siap menyantap makanan masakan ibu, aku melirik kakak dan juga ayah secara bergantian, sepertinya mereka akan baik-baik saja, baguslah.pikirku


tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang berbeda. Oohh tidakk penglihatan itu kembali.. bau parfum wanita rok merah muda dan jaket jeans.. siapa dia? apakah pacar kakak yang akan datang ?


seseorang menepuk pundak ku "kak..? kamu nggak apa-apa ?" tanya adiku


"iya.. sudah-sudah ayo makan!" perintahku


"mey berangkat dulu Bu.. mau daftar jurusan"


kataku beranjak dari kursi dan bersiap


"kamu mau ke kampus yang ayah rekomendasikan ke kamu kan Mey?" tanya ayah


" iya.. ayah" kataku datar


semua kehidupan kami bagaikan sandiwara yang tidak lain sutradara nya adalah ayah tentunya.. kami tidak mengerti pemikiran ayah sama sekali, ibu pun juga demikian walaupun beliau sudah bersama ayah dua puluh dua tahun tetap tidak bisa memahami pemikiran ayah mungkin satu dua itupun makanan kesukaan ayah atau hobi ayah.


dengan memakai transportasi umum ku naik bus transjakarta menuju kampus A, langsung terhubung ke gedung A dengan jurusan administrasi bisnis. tidak sesuai yang ku harapkan aku tidak menginginkan ini. cetusku


dengan langkah yang ringan kuputuskan untuk ke gedung B, jurusan yang aku suka tata boga. "aahh ini dia.." melangkah masuk dan segera mendaftar


"boleh lihat kartu identitas ada fotokopi nya ?" tanya salah satu staff admin


"sebentar" ku cari di dalam tas dan ku berikan ke staff admin


"tulis formulir ini dan tolong cantumkan nomor teleponmu" mengarahkan


"baik" sahut ku


"berapa usiamu nona cantik?" tanya seseorang


"18 tahun" jawabku


"apa kau sudah punya seseorang yang kau suka?


"apa? maksudnya?" ekspresi ku terlihat heran dan terkejut


"bukan aku yang bertanya, tapi dia" menunjuk ke salah satu orang di belakangku


"hah.. kau lihat aku sedang menulis formulir" kataku ketus


"kau bisa melihat antrian, sana tulis di meja itu" kata anak laki-laki itu lagi dan dengan nada memerintah


"siapa dia berani menyuruhku, aneh aku tidak punya penglihatan tentang orang itu" melanjutkan menulis dalam batinku mengomel


"apa kau gaptek? tidak bisakah mendaftar online? ngomong-ngomong aku Randi anak semester tiga, senang di kampus ini ada wanita cantik"


"sudah bicaranya? si gaptek ini sedang sibuk dan akan menyerahkan formulir ini kepada kakak yang tampan itu, mengerti" tegasku kesal


"menarik siapa tadi ya namanya?"


"oohhh.. Megan hadisutrisno"


"kak.. sudah selesai belum?" tanya ku kepada staff admin


tidak sabar ingin meninggalkan ruangan tata usaha, kenapa dengan laki-laki itu, ya tuhan. dia melihatku terus..


"namaku toni, panggil saja aku kak ton" seru nya sambil memperlihatkan senyum manis


"nah ini dia, tanda terima dan kartu mahasiswa, ini hanya untuk sementara nanti akan di buatkan yang baru yang lebih bagus" kata dia menjelaskan


"jangan melihat anak itu, dia sedikit aneh selalu menggoda gadis yang masuk universitas ini, fokuslah pada pelajaranmu nanti, mengerti adik kelas!"


"aahhh.. baik, aku mengerti"


"terimakasih kak toni" kataku


"you are welcome"


langsung ku bergegas keluar dan membaca setiap situasi sekitar kampus, bau ini aroma kampus baru, suasana baru dan aku Megan akhirnya masuk kuliah..


"tin.tin.tin.." suara mobil sedan putih menghampiri ku dan ternyata itu kakak.kak Fauzan


"ayo masuk.." kak fau menyuruhku untuk masuk ke mobilnya


"kakak tau mey ada disini..? pasti dari Maesa iya kan?"


"bukan, feeling aja" kata Kaka


kami pergi dan aku merasakan penglihatan lagi, baju biru, tas, dan wajah seseorang "tunggu aku" kata orang itu, serta bau parfum.


"Mey..Mey.. kamu tidak apa-apa?" kak fau memberhentikan mobilnya ke sisi jalan


"iya kak, lanjutkan saja, mey tidak apa-apa?


kataku lirih


"nanti kita ketemu sama teman kakak ya, kamu pasti suka sekali sama dia, dia.. eehhmm"


"yakin kamu tidak apa-apa Mey?"


"iya kak"


"dia itu pacar kakak ya?" kataku tersenyum


"benar.."


#bersambung