My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 11



kencan yang tertunda


"tok tok" suara ketukan terdengar dari luar pintu kamar


perlahan mba Rin membuka dan mengintip


"hayoo.. ngapain mba Rin" kataku mengagetkan mba rin


dalam sekejap mba Rin lompat dan bilang "copot copot"


gurauan ku membuat mba Rin terkejut dan tercengang. aku tertawa riang sekali.


"haduhh mba Mey..


mba rin bukan anak kecil di kagetin gitu, hampir saja jantung mba Rin ini copot" kata mba Rin


"hehe maaf mba Rin, tapi Ndak copot kan..??" gurau ku lagi


"kenapa ngintip-ngintip sih.. ada apa?" tanya ku


"biasa mba Mey .. tugas mba Rin ini kan bangunin mba mey, mau tak bangunin kok malah bangun duluan, tumben.." kata mba Rin membersihkan kamar


"iya ya.. kenapa ya mba?" gurauku cengingisan


"mba Mey mau ketemu pacar ya.. ini kan hari Sabtu malam Minggu" lanjut mba Rin tertawa


omongan mba Rin menyadarkan ku memang sedikit aneh untuk bangun pagi di hari Sabtu, hari ini aku mengajak Randi kencan sungguhan, terasa beda dengan hari yang biasa ku lalui.. merasa sangat spesial.


mungkin itu jika aku tergila-gila dengan Randi tapi ada satu hal yang membuatku belum mantap untuk jatuh hati pada nya


"Oia ya mba Rin, hari ini Sabtu malam Minggu tak kira Jumat"


"Yo wis mba tak berangkat dulu ya.." pamitku pada mba rin


" dahhh mba Rin cantik.."


"lohh.. mba Mey.." "tunggu mba.. di tungguin ibu sama bapak" langkah mba Rin terhenti saat semua sudah berkumpul di meja makan


aku melihat ayah ibu dan kak fau di meja makan


"mau kemana kamu Mey.." tanya ayah duduk di meja makan


"di mana adek Bu?" aku mencoba mengalihkan ayah


"tuhh adekmu..baru bangun tidur" Jawab ibu


"Mey mau ke.. keluar yah.. ke rumah teman ngerjain tugas kelompok" kataku tergagap takut ketahuan pergi dengan laki-laki


"sarapan dulu baru pergi.." ayah menunjuk meja makan yang di penuhi banyak sekali lauk, dengan menggunakan bahasa Jawa yang kental ayah membuatku selalu hormat padanya


"Mey, sarapan roti aja sama telor mata sapi" lanjutku


"ceplok kali kak.. mata sapi kan serem" gurau Mae yang mengambil beberapa sosis dan telur


"dasar usil.."kataku


"sudah-sudah, kakak adek sama-sama saja berantem terus kalau ketemu seperti kucing dan tikus" kata kak fau mengejek


"tom and Jerry kali kak fau" kataku dan mae berbarengan


semua yang di ruangan langsung tertawa


aku merasa lega melihat keluarga ku baik-baik saja tapi pandanganku mengarah pada ruang kerja ayah.


memikirkan bagaimana untuk masuk ke dalamnya tanpa sepengetahuan orang rumah.


aku sudah berada di lampu merah perempatan Jalan Kusuma.


ku buka tas hitam kecilku dan ku ambil handphone, panggilan dari Randi.


"ya Randi .." balas ku


"kamu di mana Mey?" tanya randi


"sudah di perempatan jalan dekat rumah"


telepon di tutup


"ihhh.. ngeselin malah di tutup sih telepon nya kan belum tanya mau ketemuan dimana"


kataku kesal


"panass.. tunggu di halte aja deh"


"tin..tin..tin.." suara klakson mobil


dengan berat hati ku memaksa untuk balik badan dan itu kak fau. sesuai dugaan, untungnya bukan ayah.


"Mey.. ngapain kamu di halte sendirian, katanya mau kerumah teman.. kerja kelompok?"


"kakak" kataku yang masih terdiam tidak menjawab


di kejauhan terlihat mobil Randi mulai mendekat mungkin dia tahu aku dalam kesulitan. tolong aku Randi.


"begini kak.. kak fau duluan saja, Mey nunggu teman, dia mau jemput Mey"


"memangnya kerja kelompoknya di mana?" tanya kak fau


"ehhmm.. di di.."


"Mey..!" seseorang memanggilku dari kejauhan


"rando" langsung ku tutup mulutku dengan tangan


"apa kabar kak fauzan" salam dari Randi


"oohh jadi Randi teman belajar kelompok kamu Mey?" kata kak fau tersenyum


"iya kak.." jawab ku


"begini kak, tadi Randi mau jemput Megan, tapi sama Megan tidak boleh jemput ke rumah"


"huusstt.. Megan Ndak mau kalau ayah tahu" kata ku mencubit Randi


terlihat Randi kesakitan. maaf dalam hatiku.


"ya sudah, Randi titip Megan dan jangan malem-malem ya" kata kak fau mengingatkan


"baik kak" jawab Randi


mobil kak fau melaju dengan cepat hingga tidak terlihat


"silahkan tuan putri.."Randi mempersilahkan untuk masuk ke mobil


aku menurut, masuk ke mobil dan terdiam.


#to be continue


..."selamat menunaikan ibadah puasa...


...mohon maaf lahir dan batin"...