
Rahasia yang tersembunyi
kami sedang di ruang perpustakaan, aku dan Randi membicarakan masalalu leluhur kami, kakek buyut antara keluarga hadisutrisno dan maheswara.
menemukan titik terang? tidak !
tapi kami menemukan sebuah teka-teki yang harus kami pecahkan.
"apakah Rania tahu tentang ini?" tanyaku sambil berpikir keras
"aku kan sudah bilang Rania dan aku tahu tetapi tidak bisa menemukan apa yang di sepakati kakek buyut kita" jelas Randi
"mungkin dia tahu segala sesuatu nya, yang belum kita ketahui misalnya, aku harus menemui Rania" kataku berdiri
"tunggu, bukannya kamu tidak suka dengan Rania ?" kata Randi menaikan alisnya
"hhaahhh... benar juga, aku tidak suka dengan kakakmu yang cenayang itu" jelasku duduk kembali di kursi
"hei..,aku punya cara lain" berdiri dan menatap Randi yang kebingungan melihat tingkahku
"apa itu nona?" tanya Randi penasaran
"ayo kita kencan" ajakku kepada Randi
"okey" kata Randi tersenyum menggoda sambil menyilangkan tangannya dan bersandar di kursi
kami merapikan buku-buku yang kami pinjam lalu meletakkan kembali ke ruang resepsionis
"apa semua buku ini akan di bawa?" tanya Randi heran
"tidak.."
"memangnya kakek buyut kita adalah pahlawan nasional, jika iya akan aku bawa untuk referensi dan memecahkan teka-teki"
"aku akan meminjam beberapa buku supranatural atau mitos kalau begitu" kata Randi
"apa?"
"tidak, kita butuh seseorang yang mengetahui seluk beluk keluarga kita"
"yellow pages?" tanya ku
"seperti itu" sahut Randi
"ayah.. mungkin di ruang kerja ayah ku"
"Mey.. tapi sebelum itu"
"sebelum itu apa?"
"bukannya kau mengajakku berkencan" Randi mengingatkan
"aahh.. ohh yaa?"
aku lupa tanpa sadar kami sudah berjalan dan sampai di depan parkir mobil dan aku lupa akan kata-kata ku mengajak Randi berkencan sungguhan.
saat itu aku melihat mata batinku muncul
kakek itu kakek bukan kakek buyut
"ruang rahasia, Megan"
"Mey..Mey.." Randi memanggil-manggil namaku
"apa itu tadi?" ucapku syok
"kamu tidak apa-apa? Mey? " Randi cemas melihatku yang mengalami delusi
"Mey Mey tenanglah.." Randi mencoba menenangkan ku tapi aku terlihat sangat panik
hingga aku mendengar suara teriakan Randi memanggil namaku
"Megan!!"
"Randi "
"aku tahu ini sulit, kita pasti bisa memecahkan misteri ini, lihat aku Megan, kita pasti bisa memecahkan masalah dan misteri yang terjadi di keluarga kita okey, jadi tenanglah" Randi mulai menggunakan kekuatannya untuk menenangkan ku, aku mulai menyadari saat itu juga Randi menggunakan kekuatannya untuk membuatku tertidur
Randi membuka pintu mobil dan membawa ku masuk ke dalam mobilnya, di samping kemudi tepatnya ,
aku melihat Randi memasangkan seat belt dan membuatku agar merasa nyaman.
lalu di susul Randi masuk melalui pintu kanan mobil, aku mendengar suara pintu tertutup dan memasukkan kunci mobil
"Megan? "
"iya.. hentikan untuk membuatku tenang, tapi terimakasih"
"kau berbohong tentang kekuatan mu bukan, ada yang ingin kau sampaikan?" kataku ketus
"kembali ke Megan yang jutek.."
"Randi" panggilku
"hmmff.. maaf aku menggunakan kekuatan ku, kemampuan ku tidak lain adalah hipnotis, memanipulasi pikiran, aku membuat mu tenang , dengan cara masuk ke dalam pikiran, aku melihat.."
"apa? kamu melihat apa?"
"se akan-akan kamu menolak kemampuan yang kamu punya Mey, itulah yang membuat penglihatan mu terpecah"
"hah.. jadi.. kamu memang unik ya Randi" kataku tersenyum
"lohh.. malah tertawa sih kamu Mey.." kata Randi merasa lega
"aku juga melihat kamu sangat suka sama aku" kata Randi menggoda ku.
"hei.. jangan se enaknya baca pikiran orang"
teriakku, mencubit tangan Randi
"aduhh.. sakit sayang"
"apa sihh kamu Randi.. sayang sayang"
Randi menangkap tanganku yang ingin mencubit tangannya
"aku bukan Edward Cullen yang bisa baca pikiran, kemampuan ku melihat pikiran dengan cara menyentuh, dengan sentuhan seperti yang ku lakukan padamu" jelas Randi
"oohh.. baiklah kalau begitu, cepat antar aku pulang" kataku memerintah
"bukannya kita akan kencan"
"sekarang sudah sore, sampai rumah jam berapa aku, ijin sama orang rumah kan ngampus" kataku sembari tersenyum
"gagal dehh kencannya" gerutu Randi
"besok pagi ya aku kabari,. lagipula ada handphone" kataku tersenyum puas melihat wajah Randi yang kecewa
"okey my princess"
Randi mulai melajukan mobilnya
#to be continue