My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 3 Rahasia



Suasana malam itu sangat sunyi tidak satupun dari kami yang bersuara Bahkan di rumah itu tidak ada satupun suara yang terdengar kecuali suara dalam ruang makan. kami diam seribu bahasa, ayah dan kakak serta ibu hanya terdiam.


"eehhmm.. ngomong-ngomong kak fau mau nambah nasi? nasi nya enak lohh kak? kerupuknya juga enak.." kataku memecah suasana


"terdengar boring" kataku dalam hati


mau bagaimana lagi suasana rumah ini saja sudah membuatku merinding


kak fau tiba-tiba tersenyum renyah "dek kamu tuh nasi sama kerupuk ya rasanya gitu-gitu aja sama dari dulu"


"iya ya.." kataku


"coba rendang daging sama sambelnya kak super super pedes dan enak" kata adeku Maesa


semuanya pun tertawa kecuali ayah yang membisu


acara makan malam keluarga kami sudah selesai dan suasana kembali seperti biasa.dingin.


ayah memanggil kak fau ke ruang kerjanya


"fauzan, keruang kerja ayah" suara yang tegas


"baik ayah.." jawab kak fauzan


ayah menuju ruang kerja nya dan di ikuti kak Fauzan. kami pun bertatapan ibu, Maesa dan aku diam-diam menguping pembicaraan mereka berdua.


"bagaimana dengan kuliahmu disana, universitas dirgantara ? ayah ingin kamu masuk ke universitas yang ayah tunjuk tapi itu semua adalah pilihan kamu nak.. ayah tidak ingin memaksa"


"iya ayah.."


"selama 4 tahun ini aku belajar dengan giat dan aku lulus dengan hasil yang memuaskan" jelas kak fau


"aku ingin ayah datang di acara kelulusan ku, untuk pertama kalinya kumohon ayah"


"iya baik.., ayah tidak mau lihat ibumu sedih lagi memikirkan kamu yang berada jauh dari ibumu"


kata ayah tegas


tiba-tiba pintu terbuka dan kami terjatuh dengan panik kami membuat alasan masing-masing


"haduuhh kok pintunya apik yo.. ayah mau teh atau kopi?" kata ibu panik


aku yang terjatuh di lantai membuat alasan yang tidak masuk akal "lantainya kinclong ya Bu, mba Rin kalo ngepel bersih banget, pakai pembersih cuci piring ini ya Bu?"


ayah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami yang kebingungan karena panik setelah curi dengar percakapan nya dengan kak Fauzan


sedangkan Kakak hanya tertawa kecil melihat tingkah kami


SORE ITU KETIKA turun hujan aku bercengkrama dengan kakak


"Kak.. Mey ingin mengakui sesuatu yang kalau Mey bilang kepada ayah dan ibu, Mey pasti di marahi.."


"apa itu? oohhh kakak tau kamu sudah punya pacar ya?" goda kak Fauzan


"hmm.. bukan.. Mey kan udah lulus sekolah, di kira ibu Mey lagi mencari universitas yang bagus tapi sebenarnya Mey cari-cari kerja"


"kamu yakin mau kerja? ayah berharap kamu bisa kuliah sama seperti kakak, apa yang membuat kamu memotivasi untuk kerja?"


"Mey ingin cari penghasilan sendiri, tidak mau minta orangtua terus, Mey ingin mandiri kak"


"yaahh.. kakak tidak memaksa, itu adalah pilihan kamu tapi kamu tahu kan ayah bagaimana?"


"kakak sudah membuat ayah kecewa.. kakak tidak ingin kamu juga sama seperti kakak, jadi pikirkan baik-baik Mey, mandiri boleh, tapi kamu juga pikirkan perasaan orangtua" jelas kak fauzan memberi saran


"yaa.. ini lagi putar otak nyari inspirasi buat kerja sambil kuliah"


" ya itu bagus, kuliah sambil kerja, kamu cari jurusan yang kamu suka dan lihat waktunya kalo bentrok Ndak usah, sesuaikan dengan jam kuliah kamu"


"iya kak.. megan mengerti" kataku


"sudah sana pergi tidur sudah malam, kakak ada urusan penting" kak fau tersenyum lebar


"aahhh.. jadi kakak yang udah punya pacar to, Mey juga nggak mau jadi nyamuk hihihi.." kataku tertawa riang


"selamat malam kak fau"


"selamat malam dek"


kak fau mendorongku agar aku cepat pergi dan segera menelepon seseorang yaitu kekasihnya.mungkin. pikirku.


kurebahkan badanku dan kunikmati kasur hangatku, AC kamar sudah menyala sedari tadi dan membuat ruangan sangat dingin..


"selimut dan bantal kesayanganku ayo kita tidur, berikan aku mimpi pangeran yang tampan"kataku dan aku mulai terpejam


#bersambung