My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 13



Di balik kisah yang sebenarnya


mungkin aku adalah dari keluarga yang biasa-biasa saja, mempunyai ayah dan ibu yang sangat aku cintai bahkan mereka rela memberikan setiap waktunya hanya untukku dan mempunyai dua orang saudara yang sangat sayang kepadaku.


entah kenapa saat aku melihat layar monitor yang menunjukan ayah bahkan ibu ada rumah keluarga Maheswara membuatku berpikir akankah keluargaku menjadi keluarga ku lagi, apa yang sebenarnya yang terjadi.


cctv cam 20


"selamat datang tuan dan nyonya hadisutrisno" sambut salah satu keluarga Maheswara


"dia siapa?" kataku


"pamanku, adik dari ibuku" jawab Randi


"terimakasih, sudah menyambut kami tanpa basa basi"


"tentu tuan dan nyonya hadisutrisno" sahut paman azami


"silahkan duduk dan jelakan maksud kedatangan kalian kerumah kami" dengan tegas Tante Dahlia mempersilahkan


"kudengar kalian memiliki anak laki-laki yang seumuran dengan salah satu anakku" kata ayah menyilangkan kakinya


dengan tenang Tante dahlia menjawab kata-kata ayah


"siapa yang kamu maksud?"


"Randi bukan nama nya, ku peringatkan jangan dekati anakku Megan"


"selama kesalahpahaman yang terjadi aku harap kau dapat mengerti, aku bukanlah orang yang sama dan tidak akan bisa melupakan setiap kejadian yang menewaskan suamiku, tuan su?"


"jika kau mengerti semua itu adalah kesalahpahaman yang kau buat kenapa selalu meneror kaluarga kami"


"ternyata benar, kau memata-matai kami!" Tante Dahlia bangun dari duduknya


"kau pun juga begitu, dengan mendekati anak-anakku" kata ayah menyipitkan matanya


"ini adalah peringatan ku yang pertama Dahlia, kau dan keluargamu jangan pernah mendekati anak-anakku lagi" ayah bangun dan pergi meninggalkan kediaman maheswara


ibu yang sedari hanya terdiam mulai berbicara pada Tante Dahlia


"dahlia, aku harap kau masih dahliaku seperti dulu, jangan pernah berpikir untuk menjauhi ku, kau tahu Dahlia kau adalah temanku satu-satunya yang kusayangi" kemudian ibupun pergi


"temanku ? seperti dulu ? satu-satunya? apa maksud perkataan ibuku?" tanyaku pada randi


"biar ibuku yang menjelaskan nanti, ayo sebaiknya kita keluar" Randi menuntunku untuk keluar dari ruang rahasia di perpustakaan


di ruang tamu keluarga kami berkumpul, mereka semua seperti tampak tak asing bagiku.


aku menghampiri ibu Randi yaitu Tante Dahlia


"Tante, aku ingin bertanya satu hal apakah ini yang ingin Tante perlihatkan kepada ku, pasti ada satu alasan kenapa keluarga Hadi dan mahes berselisih seperti ini?"


"Hadi dan mahes itu panggilan akrab keluarga kita dulu" Tante Dahlia tersenyum manis


"pak Rudi tolong buatkan kami teh dan bawakan camilan juga" perintah Tante Dahlia


"setelah minum teh pulanglah Mey, akan Tante ceritakan jika waktu nya tepat, saat ini yang bisa Tante katakan adalah dulu sekali keluarga kita, hadisutrisno dan maheswara adalah keluarga terpandang, bangsawan terpandang bahkan perjodohan sering kami lakukan untuk mempererat tali persaudaraan keluarga kita tapi suatu hari entah itu dari keluarga Hadi atau mahes membuat suatu kesalahan yang menewaskan suami Tante, ayah dari Randi dan Rania" kata Tante Dahlia tertunduk lemas


"sekarang sudah jam lima sore" kata Randi berbisik pada ibunya


Pak Rudi kembali membawakan teh dan camilan untuk kami semua


"makan dan minumlah perlahan Megan, Randi akan mengantar kamu pulang kerumah" jelas Tante Dahlia


"baik Tante" kataku mengiyakan


setelah itu kami pun meninggalkan kediaman maheswara, sebelum itu ada beberapa wejangan yang di berikan kepadaku.


"uwahh.." kataku sebelum memasuki mobil


"ada apa?" tanya Randi penasaran


"pelindung, rumah ini memiliki pelindung, saat mulai memasuki rumah ini aku sama sekali tidak bisa menggunakan kekuatan ku"


seperti sebuah kubah besar sekali. batinku.


lalu aku menatap nya laki-laki yang ada di hadapanku, seperti dia terkejut bahwa aku tahu soal lapisan pelindung.


bersambung