
Arti Kasih Sayang yang Sebenarnya
Jika kembali ku ingat lagi kebelakang
entah mulai kapan aku bisa melihat masa depan dan prekognisi ini terjadi mungkin saat aku di bangku sekolah dasar.
suara anak-anak berlarian terlihat sangat bahagia dan gembira, dengan riangnya mereka bercanda gurau satu sama lain "megann.." panggil salah satu anak berlari ke arah ku
"ayo kita main, ayo Megan" ajak anak kecil itu menggandeng tangan ku
saat itulah terlintas gambaran yang membuatku takut salah satu anak terjatuh dengan kepala terbentur di salah satu meja dan penglihatan itu masih sangat buram untuk di lihat jelas
"Megan, Megan ?" panggil Sasha
itulah nama temanku dulu, aku ingat senyumnya dan tawanya dulu kami sangat akrab sekali
"Sasha.. lebih baik kita tidak usah main, aku ingin ke kelas saja" kataku berbalik arah
"baiklah kalau begitu, Mey ini untukmu?"
Sasha memberikan uang kepadaku sebesar duaribu
"tolong belikan roti, aku lapar sekali dan minumannya ya" kata Sasha memohon untuk di belikan
" baiklah.." kataku mengiyakan
saat itu mungkin aku tidak memiliki pengetahuan apapun tentang penglihatan ku karena itu adalah pertama kalinya bagiku
saat ingin menuju kantin, Pak Jimmy pengurus sekolah memindahkan sebuah meja, aku melihatnya melintasi ku.
sesampainya di kantin
"Bu.. beli roti dua sama susu nya dua?"
"ini dik.. totalnya .." kata Bu kantin memberikan makanan yang ku pesan tadi
tiba-tiba teriakan pun terdengar seantero sekolah..
"Sasha.." panggilku
"Bu nanti saya kesini lagi ya" kataku pada Bu kantin
refleks ku berlari dan melihat Sasha di kerumuni banyak orang, para guru dan murid-murid lainnya berkerumun melihat Sasha
"Sasha..Sasha.." teriakku
suara ambulanpun datang, itulah terakhir kalinya aku melihat sahabatku
Aku terbangun dengan bergelimang air mata
"Megan, kamu sudah bangun nak?" ibu mengelus mukaku
"Bu.. Sasha.. Sasha dimana dia Bu?"
"Sasha itu siapa to ndok?" ibu langsung memelukku
"Sasha itu teman..." ku berhenti
"ternyata cuma mimpi, Megan kenapa Bu?" kataku sembari mengusap air mata
"kamu pingsan di ruang kerja ayah, kamu Ndak ingat?"
"ingat, sudah berapa lama Megan pingsan?"
"semalaman, sekarang sudah siang, ibu bawakan makan dan minum buat kamu ya, tidak apa-apa kan sendirian, nanti ibu panggilkan mba rin kekamar ya" ibu mencoba menenangkanku
"ya Bu"
mimpi yang membuatku kembali ke masa lalu.pikirku.
"dderrtt dderrtt.."
suara apa itu, aahhh.. ternyata handphone ku
25 panggilan tak terjawab dari Randi dan Rania
"Hallo Randi?"
"Mey.. are you okey?, Rania melihat kamu pingsan dan kak fau sangat mencemaskan mu" kata Randi cemas
"kak fau ?, dia disana? kamu bersama kak Fauzan?" tanya ku
"iya.. saat ini kakak kamu ada disini" kata Randi menoleh ke kak fauzan
"Maaf dan terimakasih Randi dan kak Fau sudah mencemaskanku, aku sudah tidak apa-apa, untuk saat ini biar aku yang menghubungi mu, akan ku tutup teleponnya"
kataku
hanya untuk mengobati rindu mungkin sudah cukup mendengar suaranya, maaf Randi untuk saat ini aku tidak bisa bertemu denganmu.
Air mata yang tak terbendung jatuh di pipiku semakin lama semakin deras, dan itu membuatku takut apakah mungkin aku benar-benar jatuh cinta pada randi, kenapa terasa sesak sekali.
Disinilah aku, di kamarku yang dingin
ku menangisi apa yang telah terjadi dan hatiku yang sakit karena tidak bisa menemui laki-laki yang membuatku seperti ini.
Bersambung