
SESEORANG YANG BERINISIAL "A" Part 1
Ciuman Pertama Mey
Kami sudah berada di bandara Adisucipto Yogyakarta. Pukul 15.00 WIB. tanpa sadar aku selalu memperhatikan jam tangan yang kupakai. khawatir tentang ayah jika ketahuan aku tidak kuliah dan juga kesehatan ibu. dari kejauhan aku melihat Randi menghampiriku.
"pesawat delay setengah jam, kemungkinan kita sampai jam enam sore" jelas Randi
Randi memegang tanganku
"aku tahu kamu khawatir sama ayah dan ibu kamu,tapi coba tebak siapa yang tadi pagi punya ide pergi ke Jogja?" goda Randi
"aku" jawabku menunduk lesu
"lantas dimana Megan yang aku kenal?"
"Megan yang jutek dan ceria" kata Randi memberi semangat
"kenapa ada jutek nya sih?" tanyaku tak terima
Randi hanya tersenyum dan mengelus rambutku
"yuk kita makan dulu, aku sudah lapar" Randi menggandeng tanganku dan kami menuju ke food court
tatapanku tidak lepas dari laki-laki ini, kenapa dulu aku sangat membencinya. pikirku
"I love u to" kata Randi berbisik di telingaku
"iiihh.. apa sih kamu, Jangan mulai baca ekspresi aku, itu privasi" kataku melotot ke Randi
"hi hi.. kamu lucu Megan, tapi itu yang aku lihat di diri kamu" kata Randi tertawa kecil
"panas panas.. huuu...!! udah sana pilih menu apa saja, nanti ketinggalan pesawat" kataku jutek dan memalingkan wajah untuk memilih kursi yang kosong
Randi pun tersenyum lagi melihat tingkahku, dan dia melanjutkan mengantre untuk memesan menu.
setelah kami selesai makan, tersisa lima belas menit waktu penerbangan kami. tidak lama kamipun menaiki pesawat tujuan Jakarta.
tepat seperti perkiraan Randi kami pun sampai pukul enam sore dan segera menuju rumah ku.
kami yang sudah berada di dalam mobil bergandengan tangan dengan sangat erat, tiba-tiba handphone berdering dengan kerasnya, itu dari Maesa dan sepuluh panggilan tak terjawab dari ayah.
"Maesa dan juga ayah, maaf handphone aku matikan selama kita berada di Jogja" kataku
"telpon ayah mu, biar beliau tidak khawatir"
perintah Randi
"iya tapi.. " aku ragu-ragu untuk menelepon ayah
okey. kataku dalam hati. memberanikan diri untuk menelepon ayah
"Haloo.." kataku. telepon pun tersambung.
"Mey, ndok kamu lagi dimana?"
"ehmm.. Mey lagi di jalan pulang ke rumah ayah"
"ya sudah hati-hati, ayah masih di rumah sakit menemani ibu kamu, kemungkinan ayah menginap"
"mau Mey bawakan baju yah?" kataku
"tidak usah, sudah di bawakan kakak kamu tadi" jelas ayah
"ya sudah, ayah jaga kesehatan ya, semoga ibu tidak apa-apa ya yah" kataku mulai menahan sedih
" iya, ibu kamu Ndak apa-apa, kamu pikirkan saja kuliah kamu, dan ingat pesan ayah jangan dekat-dekat dengan keluarga maheswara, ayah tutup dulu telepon nya" jelas ayah lagi
"kamu dengar tadi kan ?" kataku bertanya pada Randi
kami sama-sama menghela nafas panjang
"kamu pasti takut sekali kan Mey, sekarang sudah lebih lega kan? oohh iya bagian jangan dekat-dekat dengan keluarga maheswara itu sangat terdengar jelas" kata Randi menatapku dan tersenyum menggoda
tiba-tiba Randi menepikan mobilnya di bahu jalan dan mulai meminta izinku untuk mencium ku
"izinkan aku mencium mu Megan?" kata Randi mendekati ku, ku lihat dia melepas sit belt nya dan perlahan memeluk pinggangku, bibirnya yang merah pun mulai mendekati bibirku dan tanpa sadar aku menutup bibirku dengan kedua tanganku.
terlihat Randi sedang membaca pikiranku
"maaf" kataku menyesal
randipun mulai melepas pelukannya
"aku yang seharusnya meminta maaf, belum mendapat izin sudah, eehhmm.. ayo kita lanjutkan lagi sebentar lagi kita sampai rumah kamu"
Randipun memasang sitbelt nya lagi, kami pun melanjutkan perjalanan pulang dan akhirnya sampai di depan rumahku.
"sampai kapan kamu akan merasa bersalah begitu Megan, aku lihat kamu melihatku terus, untungnya aku masih fokus mengendarai mobil" senyum Randi merekah mencoba menggodaku lagi
"aku .. hmm.." tiba-tiba dengan cepat ku mengecup bibir Randi. hangat. pikirku
"terimakasih untuk hari ini Randi" kataku dan membuka pintu mobil, randipun menarik tanganku dan memelukku kami berciuman kembali.
bersambung