
Hal yang harus di ketahui
Dengan elegan nya mobil bmw hitam melaju dengan perlahan, menembus udara panas yang melintas tetapi di dalam mobil sangatlah sejuk karena AC di dalam mobil menyala dengan teratur.
dengan melajukan mobil perlahan randi memulai percakapan, menoleh ke arah ku beberapa kali.
"maaf.. aku terlambat jemput kamu Mey"
kata Randi menyesal
"kenapa minta maaf.. aku kan yang ajak kamu keluar" jelasku cuek
"aku lupa kita mau kemana?" tanyaku melihat jalan sekitar
"sebentar lagi kamu bakal tahu kita mau kemana" senyum Randi senang
"kenapa senyum memang ada yang lucu?" ketusku
"manis banget sih kalau lagi bete" Randi mengelus rambutku
"iihh.. apaan sih, Jangan pegang-pegang"
"iya tuan putri"
setelah tiga puluh menit kemudian kami sampai di puncak Bogor. terpampang rumah megah nan indah disana, begitu besar dan mewah..
"kita mau ke museum atau ke villa, apakah ini perpustakaan ?" kataku dalam hati
"ini rumah kakek buyut ku, ayo kita perkenalkan diri" Randi menggandeng tanganku dan menarik perlahan
sesampainya di dalam kami di sambut beberapa pelayan dan juga perempuan separuh baya, terlihat seperti Rania.
"perkenalkan dia ibuku, Dahlia "
"ibu, dia.." perkataan Randi di putus oleh wanitaparuh baya itu
"Megan hadisutrisno" kata wanita itu,Dahlia.
"Tante banyak mendengar tentang kamu Megan, dari Randi" lanjut Dahlia
"oohh ya, jangan omongin yang jelek-jelek ya tante" kataku bergurau
"ya ndaklah, kamu tuh ibaratnya mataharinya Randi"
"kenapa matahari Tante?" tanyaku
kami berjalan menelusuri rumah yang berbau aroma kayu
"Randi selalu membicarakan kamu, selalu berpusat padamu Megan"
saat itulah aku tersipu malu
"betulkah Tante? saya tersanjung" kataku senang
"hmm hmm.. tersanjung karena aku"
dengan percaya dirinya Randi tersenyum nakal
entah itu yang keluar dari mulutku atau hatiku, keluarga ini sangatlah familiar tapi juga ada sesuatu yang membuatku ingin tahu satu hal yaitu misteri antara dua keluarga. penasaran memang, ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari ku, tidak..!! aku dan adiku yang tidak tahu sejarah antara dua keluarga ini. Hadisutrisno dan Maheswara.
tiba-tiba terdengar suara yang memanggilku
"Megan.." panggil Randi
suara Randi menyadarkan lamunanku
"I iya.. ada apa?" kataku tersadar
"kita harus pergi dari sini" kata Randi panik
"memang kenapa?" kataku bertanya heran
"dengar Megan, sembunyilah di salah satu ruangan ini, ikuti Randi jangan sampai terpisah dan kau akan tahu suatu kebenaran yang selama ini keluarga kita sembunyikan dari keturunan-keturunan dua keluarga" jelas Tante Dahlia mama dari Randi
"apa?"
"baiklah" kataku menurut
kami berlari tidak kami berjalan cepat dan tanpa suara. aku mengikuti jejak dan langkah Randi beserta dua orang berkemeja hitam rapi seperti bodyguard, intruksi demi intruksi di arahkan untukku dan sepertinya Randi menghafal dan mempelajari setiap instruksi tersebut.
"Randi, sebenarnya ada apa? kenapa kita harus sembunyi? memangnya ada yang mau menyerang kita?" tanya ku
"ssttt.. diam Rania atau aku akan menciummu!"
"okey" kataku pelan
kita mulai memasuki perpustakaan pintu terbuka dan menakjubkan tidak henti - hentinya ku memandang setiap buku yang terpajang di rak - rak nan rapi. "awesome" pikirku dalam hati
"kagum?" itulah yang di rasakan setiap orang saat masuk di perpustakaan milik keluarga kami dan tidak boleh sembarangan yang masuk kesini" jelas Randi
langkah kami berhenti lalu Randi mulai menyentuh salah satu buku tua di rak besar, seketika pintu bergeser dengan sangat teratur.
"okey ayo Megan" Randi menggandeng tanganku dengan rasa percaya diri dan tidak peduli dengan eranganku yang tidak mau di pegang Randi.
menakjubkan, dua kali ku terkagum-kagum, ini adalah ruangan rahasia keluarga Randi. cctv. banyak monitor yang mengarah pada setiap sudut rumah, tidak main-main mereka memasang hingga ratusan cctv, pertanyaan nya adalah untuk apa semua ini?"
"si siapa itu?" aku bertanya pada Randi sambil menunjuk salah satu monitor cctv
"ayah? mataku tertuju pada layar monitor
"perbesar layar nomor 20, tepatnya di ruang tamu keluarga" perintah Randi pada salah satu bodyguard
"sudah" kata salah satu bodyguard
"megan" panggil Randi
"benarkah itu ayahku? kenapa ayahku ada di rumah ini?" tanya ku pada Randi
Randi hanya terdiam
bersambung