My Life Is Survive

My Life Is Survive
Bab 30



Tertulis "Cara Membuat Rempeyek Kacang"


"seumpama ada buku cara membuat laki-laki selalu jatuh cinta padamu atau cara agar laki-laki tidak terpikat dengan wanita lain" gumamku


"uuwoww.. chef Meghan ingin membuat rempeyek kacang" canda Shasa


"Minggu ini aku ada ujian dan aku mulai mendaftar les kursus masak"


"dan apalagi?"


"Sha.. aku harus bisa bikin Rempeyek Kacang" teriakku pada shasa


"terus itu ujian dari kampus?" tanya Shasa lagi


"bukan.. dari tempat kursus" kataku lesu


"di sana sini ada ujian belum lagi masalah keluarga oohh my.."


"setiap kita ketemu pasti curhat, sini sini aku peluk lagi"


"ooohhh.. my best friend" kata Shasa memeluk erat diriku yang penuh kesedihan


"tapi Mey, hubungan kamu sama Randi masih tetap gini kan kaya perangko gitu" tanya shasa


"iyalah Sha.. awas aja kalau dia nakal bisa-bisa nanti di depak sama bodyguard-bodyguard yang ada di rumah" jawabku ketus


"siapa sih bodyguard kamu, kan cuma aku" kata Randi muncul dari belakang dan memeluk erat


"iihh.. apa sih.. ini kampus Randi" kataku mencoba melepaskan pelukannya


"ya ampun.. silau silau.. aku ke kelas dulu ya, tidak tahan sama ke bucinan kalian tuh" Shasa pergi dan meninggalkan kami berdua


"Shasa jadi pergi kan" kataku menepuk pundak Randi


"aaaww.. " Randi mengerang sakit


"lebay deh kamu.."


sekali lagi ku tepuk pundaknya


"aaww.. beneran sakit sayang"


"beneran, coba sini aku lihat"


"jangan.. nanti di rumah aku aja ya buka nya" canda Randi


"apaan sih kamu, udah berani bilang sayang sekarang pikirannya mulai kemana-mana"


"kamu manis tambah cute kalau aku ledekin" kata Randi tersenyum senang


"hihi.. yaudah sini aku lihat"


terdapat memar di punggung Randi dan memang dia terlihat kesakitan


"kamu sudah periksa? kenapa bisa memar begitu? kamu berantem? jatuh dari motor ? cerita Randi sekarang juga!" kataku


Randi hanya tersenyum melihat ku begitu cemas


"seminggu ini aku full ujian, bukan dua Minggu"


kataku membenarkan


"kenapa bukannya hanya seminggu kita ujian?"


tanya Randi heran


"ujian kesabaran mengahadapi pacar" kataku kesal


waktu sudah menunjukan pukul 14.00 wib


dan aku harus bergegas untuk kembali ke ruang ujian


" ayo.. Randi, ujian tertulis berikut nya dan kamu masih punya utang sama aku untuk menceritakan semua nya okey!"


"okey sayang" kata Randi tersenyum


kata "sayang" yang terus di ucapkan oleh Randi begitu menggelitik karena tidak terbiasa dengan sebutan itu.


bulan November ini adalah hari ulang tahun ku yang ke 19, aku hanya berharap semua akan baik-baik saja. seminggu telah berlalu dan ya Randi memang berkelahi dengan seniornya di kampus.


flashback


"tiga atau empat hari aku menunggu jawaban dari kamu, atas pertanyaan-pertanyaan ku kenapa? apa yang terjadi? bisa kan jawab Randi?"


"senior ku, senior kita, satu tingkat di atas kita Mey, kamu tahu dia ngomong apa sama aku?"


"maaf aku tidak terlalu kenal dengan semua mahasiswa disini kecuali kamu dan Shasa tentunya"


"itulah sebab nya kamu di jadikan bahan gunjingan oleh para senior, dan karena tidak terima akhirnya aku berkelahi" jelas Randi


"hhmm.." aku menghela nafas panjang


"aku minta maaf karena aku kamu kesakitan, aku melihat dengan penglihatan ku saat menyentuh memar di badan kamu, Randi.. apapun yang kamu lakukan aku berterimakasih sama kamu dan aku mohon jangan terulang lagi, abaikan mereka berkata jelek tentang aku, yang terpenting aku ada untuk kamu, dan kamu ada untuk aku" lalu ku pergi meninggalkan Randi


"dasar bodoh, bodoh.. Randi bodoh" gumamku kesal


seseorang dari belakang tiba-tiba memelukku dengan erat dan mencaoba menahanku akan tidak pergi lagi


"itu kebiasaan mu atau memang kau seperti itu, jika bertengkar selalu lari dan pergi" kata Randi yang memelukku dari belakang


"lepaskan, ini kampus" kataku berontak


"biar saja semua teman-teman kita tahu bahwa kita pacaran, mereka mulai bertanya-tanya"


"maafkan aku Meghan"


Randi mulai menyesal apa yang telah dia lakukan, dalam lubuk hati yang paling dalam aku sangat berterimakasih tetapi kekerasan sangat lah tidak di benarkan.


"aku sayang kamu, Randi" kataku


#bersambung