
Setiap memikirkan penglihatan yang bagiku abstrak membuatku tidak ingin mengalami hal yang seharusnya tidak ku alami. kebohongan dan hanya ketidakpastian yang membuatku tidak percaya bahwa semua yang ku alami nyata.
setelah berpamitan dengan Randi, ku memberanikan diri untuk membuka pintu. berharap semua penglihatan yang ku alami tadi salah.
"Mba mey.. ngapain ngendap-ngendap begitu kaya maling saja" bisik mba Rin
"lohh mba Rin yang ngapain kok bisik-bisik sihh" kata ku sambil berbisik juga
"hhmm.. bapak ada tamu perempuan" jawab mba Rin lagi
"lohh .. kalau ibu dimana?" kataku panik
"ibu di kamarnya, ada mas fau sama mas maesa jagain ibu" jelas mba rin
"hhuuhh.." aku bernafas lega
"ini mba Rin, tolong bawakan tas Mey dan tolong ambilkan air dan garam" kata ku meminta tolong
"air garem buat apa to mba?" mba Rin bingung
"sssttt ..." kataku
menyusuri ruang tamu dan ruang kerja ayah, tercium harum bunga lily. dan ternyata memang benar ada seorang perempuan. segera ku buka pintu dan..
"ayah.. siapa wanita ini?" ku coba melindungi ayah dengan kedua tanganku
"hallo Megan.. akhirnya kita bertemu" kata wanita paruh baya itu dan menyunggingkan senyum manisnya
"kamu Anita bukan?" kataku tegas
"Megan" panggil ayah
"tidak apa-apa mas.. saya tahu dia yang memiliki kekuatan melintasi masa depan dan masa lalu bahkan dia bisa merasakan orang yang akan berhadapan dengan nya, mungkin Megan melihat saya sedang bersama mas su, sebelum datang kesini, benarkan Megan?" jelas wanita itu
"benar.. dan Tante mencoba mencelakai ayah" kataku
tok tok tok.. suara mba Rin mengetuk pintu ruang kerja ayah
"Tante Anita ini adalah teman ayah sejak kecil, jadi mana mungkin dia mencoba mencelakai ayah Mey"
suara ketukan lagi dari luar pintu
"Mey tahu ayah, tapi jelas-jelas Mey lihat dia, euhh.."
"masuk mba Rin.. bawa air garemnya masuk" kataku lantang
mba Rin masuk ke ruang kerja ayah dan membawa air garam
"maaf pak permisi, mba rin di suruh mba Mey bawa air garem"
tanpa pikir panjang langsung ku buang ke kaki wanita itu, tidak ini yang ku tunggu bagaimana wanita itu akan berubah jika terkena air garam.
"apa-apaan kamu Rin" kata ayah marah
"tidak apa-apa, mungkin Rin punya alasan melakukan ini" kata wanita itu mengelap kakinya yang basah terkena air garam
"tidak terjadi apa-apa" pikirku
aku melihat wanita itu mulai gelisah
"mba rin, bawa Mey ke kamarnya" perintah ayah
tiba-tiba lantai yang ku siram berubah menjadi kehitaman dan wanita itu berubah menjadi sangat menakutkan,
"tidak ayah.." teriakku
ayah terlihat terkejut dan ku berusaha untuk menarik tangan ayah agar menjauh darinya, saat itulah ku mencoba mengeluarkan seluruh kekuatan ku untuk mendorong wanita itu agar menjauh dari ayah,. wanita itu menghilang dan ayah terlihat sangat shock melihatku pingsan. lagi.
flashback
di suatu malam ku pernah bermimpi menggunakan kekuatan untuk menjauhiku dari orang-orang yang membuat ku tidak nyaman, dengan cara mendorongnya ke masa lalu atau masa depan.
"Tante Dahlia.. bisakah seseorang seperti kita melakukan hal yang tidak seharusnya kita lakukan, seperti jika ada keadaan terdesak kekuatan yang kita miliki mampu mengeluarkan hal yang besar seperti.."
"kekuatan maksimal..? atau batas maksimal kekuatan kita ?, begitu maksud kamu Mey?"
"iya seperti itu"
"itu tergantung dari pengembangan diri, sejauh apa kekuatan yang kami punya berkembang, itulah mengapa kamu perlu latihan agar kekuatan itu terkontrol dan agar tidak kehilangan kendali, jika kehilangan kendali atas kekuatan maka kamu akan kehilangan kesadaran bahkan jati dirimu megan" jelas Tante Dahlia
"terdengar sulit tapi akan aku coba Tante" kataku
#bersambung