My Heart Is Yours

My Heart Is Yours
(5) Rasa Yang Tidak Pernah Hilang



"Akan ada saatnya Yo gw cerita, not now lah. Kita juga baru ketemu kan? Terus cerita dong kesibukan lo apa aja sekarang? Btw, gw juga sempet denger dari temen kita dulu si Sasa katanya lo udah married ya?? hehehe" - Nara.


Suara lagu yang menjadi saksi di ruangan karaoke tersebut terdengar romantis. Lagu barat 'Let Me Love You' yang dipopulerkan oleh Mario terdengar sangat menyentuh sesuai dengan suasana yang ada di dalam ruangan bernyanyi tersebut. Lebih tepatnya, sesuai dengan suasana hati Nara. Tapi, untuk menyampingkan rasa yang tidak pernah hilang itu Nara mencoba untuk berbicara se-asik mungkin agar Rio tidak mengetahui tentang perasaan yang masih ada itu.


"Hehehehe, lo itu kebiasaan ya dari dulu gak pernah berubah. Setiap gw nanya pasti lo malah nanya balik. Ra ra..." - Rio


Sambil mengganti posisi duduk yang tadi nya bersandar, sekarang Rio mengubah posisinya menjadi tegap dan agak sedikit bungkuk dengan kedua tangan berpangku pada kedua pahanya, masih memegang gelas yang berisi alkohol.


"Oke kalo lo gak mau cerita dulu gapapa. hmm.. bingung juga mau mulai dari mana Ra. Soal kesibukan, gw sekarang nerusin usaha bokap. Lo tau kan dari dulu bokap gw kekeuh banget pengen gw yang terusin usahanya dia. berhubung gw anak satu-satunya, mau gak mau gw yang terusin. Jadi sekarang, bokap gw istirahat dirumah dan gw yang terusin." - Rio


"Oh iya ya. Gw kira lo tetep pada pendirian lo yang pengen jadi pengacara hihihi. Secara lo juga kan dulu keras kepala gak mau ambil kuliah bisnis karena lo pengen ambil jurusan hukum. Tapi bokap nyokap lo sehat-sehat kan Yo?" - Nara


"Lo masih inget juga ya soal cita cita gw dulu hehehehe. Yah begitulah. Puji Tuhan, bokap nyokap masih sehat. makanya karena gw kasihan sama mereka yang udah makin tua terlebih bokap, akhirnya gw memutuskan untuk bantu terusin usaha dia. So far okelah gw bisa menguasai walaupun gw masih belajar sampai sekarang buat handle semuanya." - Rio


"Iya kantor pusat emang disana, tapi karena gw baru buka cabang disini makanya gw dateng kesini sekalian gw mau kontrol perusahaan cabang disini dulu. Emang Biema gak pernah cerita soal tempat dia kerja?" - Rio


"Eh iya gw baru inget, tadi mas Biema bilang lo atasannya dia? emang iya Yo? Dia emang udah cerita ke gw kalo dia kerja di perusahaan Kontraktor juga. Tapi dia gak kasih tau detailnya. Dia juga bilang sih dia baru pindah kesini 2 tahun yang lalu. gak lama dia pindah kesini, dia ketemu gw sama Lily di Club. Kenalan deh." - Nara


"Iya tadinya si Biema itu kerja di kantor pusat, dan kebetulan dia asisten gw disana. Tapi pas kita udah mulai ada beberapa project disini, gw memutuskan untuk buka kantor cabang disini dan gw memberikan tugas ke Biema untuk handle perusahaan disini dulu selama urusan gw di kantor pusat belum selesai." - Rio


"Oh gitu. Yah ampun dunia sempit banget ya ternyata. asli gw gak nyangka banget kita bisa ketemu di kota P, lewat mas Biema lagi. Padahal jujur aja dulu gw bela-belain pindah kesini sampe bujuk nyokap dan kakak gw buat pindah kesini karena dipikiran gw saat itu gw cuman pengen menghilang dan jauh dari temen2 gw termasuk lo Yo, kecuali Lily ya hehehe" - Nara


"Nah itu yang pengen gw tau dari tadi sebenernya alesan lo apa sih sampe lo pergi dan tau2nya pindah kesini? lo masih belum mau cerita Ra? - Rio


"Udah lah Yo nanti aja bahasnya kan gw bilang akan ada saatnya gw pasti cerita. Not today, ok? Terus lanjut dong cerita soal kabar lo udah married? itu bener kan Yo?" - Nara