My Heart Is Yours

My Heart Is Yours
(11) Sampai Bertemu



Hari ini adalah hari Rabu, Nara masuk kantor seperti biasa. Kali ini tidak ada pekerjaan yang berat, hanya sekedar mem-follow up lagi ke beberapa client soal project yang akan di mulai di akhir tahun. Nara sangat berharap dia bisa mendapatkan project ini agar dia dapat diberikan komisi 10% dari nilai yang sudah disepakati. Wanita berparas manis nan ayu ini sedang mengirim email kepada salah satu client nya untuk mengkonfirmasi schedule meeting pada esok hari di jam makan siang.


'toktoktok'


Pintu ruang kerja Nara terdengar ada yang mengetuk.


"Iya, silahkan masuk.." - Nara memberi instruksi kepada orang itu untuk masuk.


"Permisi ibu, saya hanya ingin mengantarkan undangan" - Office Boy masuk dan memberikan sebuah amplop.


"Undangan? Undangan apa mas Udin?" - Nara meraih amplop tersebut dan hendak membukanya.


"Kurang tahu saya bu, Udin cuman disuruh kasih ini ke ibu.." - Udin


"Siapa yang kasih mas Udin?" - Nara


"Pak Boyke yang ngasih ke Udin bu, katanya buat ibu Nara" - Udin


"Oh yauda aku telfon pak Boyke dulu deh, beliau ada di ruangannya kan mas Udin?" - Nara


"Ada kok bu. Sebelum kesini kan saya di panggil ke ruang pak Boyke dulu untuk ambil undangan.." - Udin


"Oh oke mas Udin, makasih ya.." - Nara


"Iya ibu sama sama. Udin turun ke bawah dulu ya bu.." - Udin


Nara mengambil ganggang telfon dan memencet nomor tujuan ke ruangan pak Boyke.


"Ya halo..?" - Boyke, Direktur Operational


"Halo pak Boyke, selamat siang saya Nara dari divisi marketing.."


"Oh iya mba Nara, ada apa?" - Boyke


"Ini loh pak soal undangan yang bapak titip ke mas Udin untuk saya, kalo boleh tahu kenapa undangan ini di kasihkan ke saya ya pak?"


"Oh itu undangan dari PT. Abadi Langit Jaya mba Nar, Pak Tio (Direktur Keuangan PT. Abadi Langit Jaya) mengundang kita untuk hadir di acara resepsi pernikahan putrinya. Pak Tio hanya memberi pilihan yaitu saya atau kamu. Tapi berhubung saya tidak bisa karena saya sudah ada acara dengan keluarga saya di hari Sabtu, saya minta tolong kamu untuk hadir mewakili perusahaan kita, gitu mba Nara.." - Jelas pak Boyke


"Jangan usahakan mba Nar, kamu harus bisa datang. Karena yang datang ke acara resepsi itu pasti client client kita yang bagus. Ini kesempatan buat kita mba Nara untuk mengingatkan mereka kalau kita ada dan siap membantu apabila mereka membutuhkan jasa kita" - Titah Boyke


'yah mulai lagi.... huftt...' - Batin Nara


"Baik pak saya pasti datang." - Nara menghembuskan nafas dengan kasar. Setengah hati Nara memberikan janji. Padahal Nara sudah memiliki rencana di hari Sabtu yaitu tidur dari pagi sampai malam. Yah hanya tinggal rencana saja sepertinya..


'Sampai bertemu di hari Minggu.. Kasurku.. πŸ˜ͺ' - Nara menjerit dalam hati.


Sore hari saat pulang dari kantor..


"Mamaaaa...." - Nara langsung duduk di atas sofa sambil selonjorkan kaki ke atas meja ruang tamu.


"Ada apa? Kamu kok lesu banget kayaknya.. Abis dari meeting di luar kantor emangnya?" - Tante Sinta


"Nara dari kantor hari ini gak ada meeting di luar. Cuman yang bikin lesu Nara disuruh datang ke acara resepsi pernikahan dari anaknya client kita hari Sabtu ini..." - Nara mencoba mengadu


"Terus masalahnya apa Ra?" - Sarah tiba tiba muncul dari arah dapur.


"Tau nih dimana mana orang tuh seneng dapat undangan apalagi kalo dari orang penting. Kok kamu malah lesu?" - Tante Sinta merasa si bungsu agak aneh dengan pemikirannya.


"Yah gimana gak lesu kan sabtu hari 'tidak meninggalkan kasur seharian' nasional ma. Terus Nara malah disuruh pergi + pasti pake gaun pesta segala. Aduh bayanginnya aja Nara pusing.." - Nara


"Yah ampun kamu tuh gitu aja ngeluh, bersyukur kamu masih dapat kerjaan, bersyukur kamu masih dipercaya atasan kamu. Jaga kepercayaan itu susah lo Ra. Gak semua orang seberuntung kamu.." - Tante Sinta bersabda.


'yahila ini lagiii hadeuhhhhhh...' - Jeritan hati Nara


"Hihihi yaudah soal baju pesta gak melulu harus dress. Mba ada baju setelan tapi celana dan masih bagus. Mba belum pernah pakai. Karena acara ulang tahun bos mba di batalin." - Sarah langsung memberikan solusi kepada sang adik


"Huffttttt....... yaudah hari Sabtu nanti aku pinjam ya mba. Btw, Dafa mana? tumben anteng" - Nara


"Tau sendiri kalo udah di bath-up susah keluar kecuali kalo udah kedinginan tuh bocah. ckck.." - Sarah hanya bisa geleng geleng saja tahu Dafa sedang bermain air di kamar mandi.


"Hahahahah yaudah aku mau ke kamar dulu, siapin makanan ma.. Nara laperrr heheheheheh πŸ˜™" - Manjanya Nara kepada ibunda.


"Tuhkan bisanya nyuruh mama aja, belajar bikin sendiri kek sekali sekali.." - Tante Sinta ngedumel tapi tetep jalan ke dapur bikin makan malam.