My Heart Is Yours

My Heart Is Yours
(2) Dia adalah Rio.



"Sekian penjelasan perihal perusahaan saya. Apabila ada yang ingin bapak atau ibu tanyakan lagi nanti bisa langsung melalui email ke saya, atau bisa juga melalui text message. nomor yang tertera di kartu nama saya itu aktif. Jadi bapak/ibu bebas untuk menghubungi saya kapanpun kalau masih ada yang ingin ditanyakan atau berminat untuk melakukan kerja sama dengan kami. Terima kasih.." Tidak terasa 2 jam lewat 15 menit Nara melakukan presentasi dan tanya jawab dengan hasil yang memuaskan. Terlihat para User berminat untuk melakukan kerja sama. akan tetapi, dikarenakan sudah lewat dari jam pulang kantor mau tidak mau Nara menyudahi meeting tersebut dengan alasan sudah memiliki janji dengan keluarga untuk melakukan makan malam bersama.


"Baiklah ibu Nara kami juga terima kasih atas kesediaan waktu ibu untuk datang ke perusahaan kami dan melakukan presentasi. Akan kami proses secepatnya dan segera kami beritahukan kepada ibu Nara apabila kami sudah mendapatkan kesepakatan dari big boss kami" salah 1 tim User berjabat tangan dengan Nara di depan Lift.


"Dengan senang hati pak Dimas saya dan tim saya akan menunggu kabar baik dari bapak. Saya pamit dulu pak, selamat sore" Nara bergegas karena dari 10 menit yang lalu getaran handphone tidak mau berhenti dikarenakan Nara memiliki seorang sahabat yang sangat tidak sabaran. Lebih tepatnya, Nara disuruh cepat datang karena Lily memang tidak bisa berlama lama menemani sang tamu takut Clara tiba-tiba bangun dan sang suami yang jauh menelfon. Lily sangat tidak suka situasi dimana itu terjadi dan dia belum sampai dirumah.


"Aduh Lily sayang iya iya ini gw udah di mobil baru mau otw ketempat lo. Kasih tau aja room berapa dan atas nama siapa biar sampe sana gw gak ribet lagi nanya lo.." -Nara


"Buruaan Nara gw gak mau jadi cewek sendirian disini 😭. Mereka juga dari tadi bawel banget nanyain lo udah dimana. Room nya di 215 atas nama Rio ya Ra." - Lily


"Rio?? Rio siapa Li?? Terus temennya mas Biema ada berapa orang?? " - Entah mengapa saat Lily menyebut nama 'RIO' membuat jantung Nara berdegup tidak karuan.


"Tamunya cuma mas Biema sama temennya itu yang namanya Rio. Kata mas Biema si Rio ini gak mau rame-rame pas dikenalin sama lo. mungkin takut kali ketahuan bininya ya hahahahah yauda lo nyetir dulu deh. Hati-hati ya Ra" - Lily sedang berbicara di luar ruangan room karaoke sehingga percakapan dirinya tidak di dengar oleh siapa-siapa.


"Yayaya oke tunggu aja ya bye" - Nara.


'Rio?? Kenapa gw jadi jantungan begini??? Kenapa gw mikirnya Rio yang itu ya.. Hadeuh Ra, yang namanya Rio tuh banyak jadi gak usah mimpi lo bakal ketemu dia lagi..' - Nara menjadi gugup tiba-tiba karena mengingat seseorang dari masa lalunya saat dirinya masih di sekolah.


Tidak terasa Nara sudah sampai di tempat yang dituju olehnya. Sebelum turun dari mobil, Nara memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan menambahkan sedikit lipstik dengan warna natural. Walaupun sudah dari pagi berdandan, tapi tidak melunturkan kecantikan alami Nara. tanpa make-up pun Nara sebenarnya sudah sangat cantik alami dengan warna kulit kuning langsat. Nara adalah sosok wanita Indonesia sejati dengan kecantikan alami yang sejak dari ia lahir sudah ia miliki.


'Kok jantung gw makin gak karuan gini.. Aduh Ra lo kenapa jadi nervous gini? Tarik nafas.. Buang Nafas huhhhhh' - Sebelum turun dari mobil, Nara mengatur irama pernafasannya agar jantungnya dapat kembali berdetak dengan normal. Nara tidak pernah se-gugup ini saat ingin menemani para tamu yang kesepian.


"Mari mba saya antarkan ke room atas nama pak Rio.." - Recepsionist itu menawarkan diri untuk mengantar Nara ke ruangan yang Nara tanyakan.


Semakin dekat dengan ruangan nyanyi itu, jantung Nara kembali berdegup dengan kencang. Nara berjalan sambil mengelus dada sebelah kirinya dan berusaha menenangkan diri. Nara pun merasa aneh karena seperti baru pertama kali melakukan ini. 'Kenapa lagi jantung gw ini aduh.. Apa gw ada penyakit jantung? Kayaknya gw harus cek ke dokter deh.. Gak beres nih..' - Nara berkata dalam hati.


Tak lama Nara sudah sampai di depan salah satu ruangan bernyanyi. Pelan tapi pasti Nara berjalan masuk ke dalam ruangan itu saat recepsionist membukakan pintu, dan..


"Eh itu Nara, sini ra masuk duduk sini.." Lily beranjak dari tempat duduknya menghampiri Nara dan menarik halus tangan sahabatnya untuk ikut masuk ke dalam ruangan bernyanyi tersebut.


"mas Biema, ini Nara udah dateng.." - Lily


"Hi mas Biema.." - Nara


"Hi Ra, baru pulang kantor ya? ayo duduk sini kenalin temen gw lebih tepatnya atasan gw di kantor hehehe" Biema menuntun Nara ke arah sang atasan Biema.


'deg deg deg... kok kayak dia...' - Batin Nara


"Hai Nara, long time no see.." - Ternyata benar, Rio adalah pria dari masa lalu Nara.


'sh***! Dia adalah Rio?!'