
Sementara di rumah Rio Abraham..
'drrttdrrttdrrrt'
"Halo bunda.." - Ratu mengangkat telfon dari mertuanya.
"Halo Ratu sayang.. Kamu apa kabar?" - Tante Hana adalah ibu kandung Rio Abraham.
"Ratu baik bunda. Bunda sendiri sehat sehat kan?" - Ratu
"Baik sayang, gimana kabar si kecil? Pasti lagi main sama papanya ya?" - Tante Hana
"Raissa juga sehat bunda, malah sekarang tambah gembul hehehe. Rio lagi gak dirumah. Tadi mendadak katanya dia harus ketemu clientnya yang dari Jepang. Jadi dirumah cuman aku sama Raissa aja" - Ratu
"Loh? Inikan hari Sabtu? Kok dia ada kerjaan? Tumben banget. Kamu gak di ajak sama Rio ikut pertemuan sama clientnya?" - Tante Hana
"Enggak bund, tadi Rio langsung pergi. Gak apa apa kok lagian kalo Ratu ikut kasian si Raissa ditinggal kelamaan. Karena tadi sore aku sempet pergi ke acara resepsi rekan kerjanya Rio bunda" - Ratu menjelaskan.
"Oh iya kamu bener. Bunda cuman mau kabarin aja ayah kambuh lagi sakitnya Ratu, kalian kapan pulang?" - Tante Hana
"Ayah masuk rumah sakit bunda? Nanti Ratu kasih tau ke Rio ya. Ratu gak tau bun mau pulang kesana kapan. Ratu juga pengennya cepet balik kesana.." - Ratu menghembuskan nafas seperti ada keluhan yang ingin disampaikan oleh Ratu ke mertuannya.
"Loh, memang disana ada apa Ratu? Rio kenapa? Atau Raissa nangis terus disana?" - Tante Hana mendengar suara menantu seperti ada yang terjadi disana.
"Gak apa apa hanya perasaan Ratu aja. Rio baik baik saja kok bunda. Raissa juga." - Sebetulnya Ratu ingin memberitahu tentang sesuatu yang dia curigai akhir akhir ini, tapi Ratu belum memiliki bukti yang kuat. Jadi sementara ini Ratu yang akan menghandle sendiri.
"Inget ya sayang kamu kalau ada apa apa bilang sama bunda langsung. Jangan kamu simpan masalah kamu dengan Rio sendiri. Kalian sudah punya Raissa. Oke sayang.." - Ratu adalah menantu kesayangan Tante Hana. Mungkin karena tante Hana tidak memiliki anak perempuan.
"Bunda tenang saja. Ratu pasti akan baik baik saja dengan Rio. Bunda jangan khawatir.." - Ratu tersenyum bahagia karena memiliki mertua yang selalu mensupport dirinya.
"Yasudah kalau begitu, bunda jagain ayah dulu ya sayang. Kalian bertiga baik baik ya nak." - Tante Hana
"Iya bunda, bunda juga ya sehat sehat jangan terlalu capek jagain ayah. Bunda juga harus jaga kesehatan. Semoga cepat sembuh ayah ya bunda.." - Ratu.. 'tuuututut'
Ratu menghembuskan nafas dengan kasar. Dirinya bingung ingin memulai mencari bukti dimana. 'Cepat atau lambat gw pasti akan tahu. Kalau sampai Nara adalah perempuan yang ada di foto itu, entah gimana caranya gw akan paksa Rio untuk balik ke kota J.'
Ratu segera menghubungi seseorang yang berada di kota J untuk meminta bantuan. "Halo Yod, lo lagi gak sibuk kan?" -Yodi adalah teman dekat Ratu semasa kuliah.
"Yaaa lo udah tau gw kan Yod. Apalagi kalo bukan soal suami gw. Gw mau minta tolong Yod. Tolong selidikin seseorang dari masa lalunya Rio. Dan gw butuh cepet." - Ratu to the point.
"Oke, lo tinggal kasih tau nama nya aja. Selebihnya biar urusan gw. Dan jangan lupa bonus hahahaha" - Yodi
(Ditempat yang sepi dan dingin tepatnya dipinggir Danau)
Nara dan Rio kini setengah duduk di atas kap mobil dengan posisi Rio memeluk Nara dari belakang. Nara menyandarkan dirinya di dada bidang pria itu. Rio terus mengecup rambut Nara yang wangi. Karena udara malam dingin, Nara menggunakan jas yang diberikan oleh Rio untuk menutup bagian atas tubuh Nara yang terbuka karena menggunakan Jumpsuit dengan atasan model kemben. Mereka berdua sangat menikmati suasana ini. Mereka bahagia. Sangat bahagia. 10 tahun lamanya tidak bertemu dan akhirnya kini mereka bertemu kembali.
"Ra, aku tahu ini terdengar sedikit memaksa. Tapi dari lubuk hati aku yang paling dalam ingin tahu alasan kamu pergi dulu kenapa.." - Rio memulai pembicaraan dengan kata 'aku & kamu' seperti saat mereka berpacaran dulu.
"Yah kamu memang berhak tahu. Tapi aku harap setelah kamu tahu tentang ini semua, kamu bisa mengerti kenapa aku ambil keputusan untuk pergi Yo." - Nara masih dengan posisi bersandar di dada tegap Rio.
"Cerita aja Ra, toh semuanya juga sudah berlalu kan.. Aku gak akan marah karena memang semua udah terjadi. Aku cuman ingin tahu aja alasan kamu.." - Rio menenangkan Nara agar Nara dapat berkata jujur kepadanya. Rio tidak akan marah, sebisa mungkin dia akan mengerti..
"Aku akan menceritakan semua akar masalah dari sejak umur aku 7 tahun yang dulu sempat aku sembunyikan dari kamu Yo. Tidak jauh tentang aib keluargaku, aku sekali lagi meminta kamu apapun yang akan aku ceritakan cukup kamu dengar saja. Kamu gak perlu judge apa apa atau sampai marah. Just listen. oke?" - Nara meyakinkan Rio agar Rio tidak menjadi emosi saat tau tentang Nara sebenarnya. Dulu pada saat masih di sekolah setiap Nara menangis dan Rio menanyakan alasan kenapa wanita itu menangis, Nara hanya mengatakan 'masalah dengan mama atau sang kakak' saja. Nara tidak pernah cerita detail kepada Rio. Sehingga Rio berfikir mungkin saat itu Nara hanya bertengkar layaknya seperti keluarga pada umumnya.
"Ya, aku janji hanya akan mendengarkan Naraku.." -Rio menyebut panggilan sayangnya dulu kepada wanitanya dengan sebutan 'Naraku'
(Flashback 10 tahun yang lalu)
Setelah 8 tahun perceraian Sinta dengan suaminya yaitu Kalandra, berjuang sendiri untuk menghidupi kedua putrinya dikota J. Sedangkan mantan suami pergi kerumah saudaranya hanya untuk menumpang hidup.
Kilas balik 21 tahun yang lalu. Pekerjaan Kalandra dulu bagus. Sebelum di gugat cerai oleh istrinya 3 tahun setelah kasus pemecatan Kalandra, ayah kandung dari Sarah dan Nara itu sempat menjadi wakil direktur di perusahaan pertambangan. Dan disinilah awal semua masalah dimulai, karena dulu Kalandra ketahuan melakukan tindakan korupsi di perusahaannya, Kalandra dipecat. Saat itu Nara masih berusia 7 tahun sedangkan Sarah berusia 17 tahun. Entah bagaimana ceritanya setelah dipecat karena keserakahannya, Kalandra menjadi pemabuk. Saat malam dirinya pulang dari tempat diskotek, dalam keadaan mabuk berat Kalandra masuk kamar Nara dan melakukan pelecehan itu. Saat itu Sinta sudah tidur, sedangkan Sarah berada di rumah temannya menginap. Nara hanya bisa terdiam. Dia bahkan tidak menangis. Semenjak saat itu Nara menjadi anak yang gampang rapuh. Karena dirinya tidak bisa bercerita tentang kelakuan sang ayah kepada ibu dan kakaknya atau kepada siapapun.
3 tahun kemudian setelah kejadian yang dialami oleh Nara, Sinta menggugat cerai Kalandra. Alasan sebenarnya mengapa Sinta menggugat cerai suaminya, karena Kalandra menjadi pemabuk sehingga sering melakukan KDRT terhadap Sinta. Dan yang mengetahui itu semua hanya Nara karena pada saat itu Nara masih SD dan masih tinggal dirumah. Sarah hanya tahu alasan ibunya berpisah dari ayahnya karena ayahnya tidak mampu memberi nafkah lahir kepada ibunya. Selama itu terjadi Sarah jarang berada di rumah karena dia menyewa tempat kost yang lokasinya lebih dekat dengan kampusnya.
Usai bercerai, Sinta menyewa rumah untuk dirinya dan kedua putrinya. Sinta masih memiliki tabungan sendiri yang selama ini dirinya simpan apabila Kalandra memberikan jatah bulanannya dulu. Karena tidak dapat mengandalkan uang tabungan saja, ia kemudian mulai bekerja menjadi karyawan biasa sebagai admin. Tapi hanya bertahan sampai 6 tahun saja karena ternyata, duit pribadi dari tabungan Sinta habis dan menjadi karyawan biasa belum bisa mencukupi semua kebutuhan rumah tangganya. Termasuk bayar sekolah Nara dan kuliah Sarah. Dampak perceraian orang tua, hidup Sarah menjadi berantakan. Sarah sering bolos kuliah bahkan sampai menggunakan narkoba. Tapi Sinta tidak tahu itu.
Sinta akhirnya memutuskan untuk mengambil pekerjaan sampingan seperti menjadi tukang jahit di tempat tetangganya. Tentu saja Sinta senang mengambil pekerjaan tambahan itu, karena menjahit adalah salah satu skill yang Sinta miliki. Tetangga rumah mereka atau yang biasa dipanggi ibu Yani membuka usaha menjadi penjahit baju. Kebetulan ibu Yani membutuhkan 1 karyawan untuk dapat membantu dirinya.
Hampir 1 tahun sudah Sinta menjalani 2 pekerjaan sekaligus setiap harinya. Pagi sampai sore Sinta menjadi karyawan biasa, sedangkan sore sampai jam 8 malam Sinta menjadi penjahit dirumah bu Yani. Hingga suatu malam, Sinta terpaksa harus lembur menjahit karena sedang ada pesanan baju untuk acara pernikahan. Hari itu ibu Yani tidak bisa membantu Sinta sampai malam karena dirinya sudah merasa lelah dan memilih untuk meminta tolong pada Sinta agar diselesaikan malam itu juga. Sinta dengan senang hati menerimanya karena bu Yani menjanjikan bonus tambahan karena lembur. Tepatnya di hari itu juga sekitar jam 1 malam, suami ibu Yani pulang dari acara meeting, katanya. Tapi Sinta curiga seperti habis mabuk karena bau alkohol yang sangat menyengat saat suami ibu Yani masuk kedalam rumahnya. Awalnya Sinta pikir suami ibu Yani hanya menyapa saja dan langsung masuk kamar, ternyata tidak seperti dugaannya. Suami dari ibu Yani mencoba memperkosa Sinta. Sinta di tampar dan di jambak, hingga suara rintihan Sinta menahan sakit terdengar oleh ibu Yani. Saat ibu Yani melihat semua kejadian itu, suaminya malah menuduh Sinta lah yang menggoda suaminya. sayangnya, bu Yani percaya begitu saja dengan suami bejatnya. Kejadian memalukan itu terdengar sampai tetangga dan pak RT. Sinta malu setengah mati dengan tuduhan itu. Tidak ada satu orangpun yang percaya pada Sinta.
Nara tahu cerita itu dan dia tidak tega melihat ibunya tersakiti seperti itu. Karena tidak tahan melihat ibunya terus difitnah oleh tetangga tetangganya, Nara memutuskan untuk pergi menjauh dari kota J. Serta mengajak sang kakak secara paksa untuk ikut dirinya dan juga ibunya pindah. Karena Nara sudah tidak sanggup lagi melihat penderitaan ibunya, Nara bertekad akan mencari pekerjaan agar dirinya saja yang membantu keluarganya.
Tragedi itulah yang membuat Nara tiba-tiba menghilang. Nara tidak ingin Rio tahu kejadian memalukan itu. Menurut Nara, sudah terlalu banyak aib di keluarganya sehingga dirinya sudah tidak mampu lagi menceritakan kepada sang kekasih saat itu. Nara mengorbankan perasaan demi menjaga ibunya. Pada saat itu Nara percaya, jika memang Rio jodoh untuknya pasti akan bertemu kembali suatu hari nanti.