
HAI SEMUA,,,??
Ada yang kangen sama GITA dan MAS DEWA Gak sih? maaf yah, akhir akhir ini author sibuk di DUTA.
( ane timpuk lu thor, udah bikin kita nunggu)
maaf ok!
HAPPY READING!
Gita sudah keluar dari rumasakit, dan karna Gita sakit, acara makan malam antara keluarganya dan delia terpaksa harus di undur, dan hari ini rencananya acara makan malam itu akan di adakan.
"Bunda,,! aku gak ikut makan malam, yah,,! aku mau istirahat aja, badanku masih agak lemas, Bun,,!" ucap Gita, beralasan. Padahal sebenarnya dia gak mau ikut gabung dengan mereka, dia gak mau bertemu Dewa ataupun Delia.
"ya sudah kalau gitu, kamu istirahat aja! gak apa apa kok,"
Gita tersenyum "makasih yah, Bun,,!"
Setelah itu Bela pergi dari kamar Gita, untuk membiarkannya istirahat.
\*\*\*\*
Gita tengah duduk bersandar di ujung kasur sambil membaca membaca sebuah Novel. sementara di ruang keluarga, keluarganya tengah berkumpul degan keluarga Delia untuk membahas tentang pernikahan mmereka.
Tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya, dan langsung masuk gitu aja.
"mba Delia,,?! ada apa, mba?!" tanya Gita heran, saat Delia masuk ke dalam kamarnya.
" Gak ada! aku cuma mau jenguk calon adik iparku yang sedang sakit sekarang,,,!" ujarnya sambil melangkah mendekati Gita, dan duduk di kursi dekat tempat tidurnya berhadaan dengan Gita.
"aku sudah gak apa apa, mba! mba gak perlu repot repot jenguk aku!?" jawab Gita
"memangnya kamu sakit apa, Git?! apa karna Dewa meninggalkan kamu, dan lebih memilih aku?!
Gita melirik Delia sekilas, dan setelah itu kembali menatap bukunya.
"mba, saya mau istirahat, kalau sudah gak ada yang mau di bicarakan lagi, lebih baik mba pergi,,!" usir Gita secara halus, tanpa menanggapi ucapan Delia.
"Delia,,!" tiba tiba ada terdengar suara Dewa memanggilnya, ternyata Dewa sudah berdiri di ambang pintu.
"Mas,, kamu kenapa di sini?" tanya Delia gugup.
"lebih baik kamu pergi dari sini! dan jangan ganggu Gita, dia harus istirahat sekarang,,!" perintah Dewa.
"aku cuma mau jenguk Gita kok, mas, aku khawatir sama dia,,!" kilahnya.
"Git, kamu baik baik aja, kan? Delia dak ngapa ngapain kamu kan?" tanya Dewa yang sudah berada di dekat Gita setelah Delia pergi.
"Tolong tinggalkan aku sendiri,,! aku mau istirahat!!?" usir Gita, dengan nada dingin, dengan pandangannya yang menatap ke arah buku, tanpa melihat dewa sedikitpun.
"ya udah, kamu istiraht, yah,,!" ucap Dewa sambil mengelus puncak kepala Gita.
Gita nyamperin Bela yang tengah berada di ruang TV, dan duduk di sebelah nya. "ayah belum pulang, Bun?" tanya Gita yang belum melihat keberadaan Rian, padahal ini sudah menjelang malam.
"belum, mungkin sebentar lagi!"
"Bunda,! kalau aku kuliah di luar negri, menurut Bunda gimana?" ucap Gita ragu
Bela yang tengah menonton TV langsung memalingkan wajahnya menghadap Gita heran.
"kamu mau kuliah di luar negri?" jerit Bela kaget.
Gita mengangguk "menurut Bunda gimana? Bunda setuju gak?
"kamu yakin? memangnya kamu mau kuliah di mana, sayang,,?!"
"ayah bilang kalau universitas tempat mas Dewa kuliah dulu bagus"
" Gita! itu jauh, sayang! kenapa gak di sini aja sih? di sini juga banyak universitas bagus,,!" komentar Bela.
"memangnya Gita mau kuliah di mana?" sambar Dewa yang baru datang. Dia menghampiri mereka dan bergabung bersama mereka.
"ini lho Dewa! masa Gita mau kuliah di Australia!" adu Bela. Seketika Dewa menatap Gita yang duduk di hadapannya. "kenapa kamu mau pergi ke sana?!" tanya Dewa yang berubah dingin.
Dia mengepalkan tangan nya menahan marah. Gita gak boleh pergi, Gita gak boleh meninggalkannya.
"katanya ayah yang merekomendasikan nya" jelas Bela
"Ayah,,?!"
Dewa semakin marah mendengar ayahnya lah yang menyuuruh Gita pergi.